Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.
Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?
Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.
Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Pagi hari mulai terlihat, Harya pergi ke Kampus dengan dua mata panda yang ada di bawah matanya. memang tidak terlalu kelihatan tetapi jika diperhatikan maka akan terlihat.
Harya letoy-letoy menuruni tangga Kost nya dan menyambar stang sepedanya, berharap bisa langsung menuju Kampus dan tidur sebentar tetapi harapan nya tak terkabul.
"Wah dek Harya cerah sekali ya pagi ini" ucap seseorang yang tak lain adalah bu Bella
'Cerah? apa wajah ku memancarkan cahaya surga?' batin Harya
Harya hanya membalas perkataan bu Bella dengan senyuman ala kadarnya, bu Bella menghampiri Harya dengan santai dan....
"Sudah ada uang buat bayar Kost nya belum..dek Harya?"
JEDAR...
Harya membeku dan mematung dengan wajah bingung andalan nya, ia tak terpikir bahwa hari ini adalah jadwal bayar uang Kost.
Bingung mencari alasan akhirnya Harya hanya jujur dan berharap tidak di usir dari Kost.
"Maaf bu, saya belum ambil gaji karna kemarin sempat libur" ucap Harya mengaku
Bu Bella nampak mendengus pasrah dan tersenyum pada Harya secara tulus.
"Sudah tak apa, ibu hanya mengetes saja tadi...tidak papa besok saja bayarnya atau minggu depan" ucap bu Bella menepuk bahu Harya
Karna tak enak hati akhirnya Harya berkata, "Nanti saya cek uangnya bu, kalau sudah ada besok saya langsung bayar"
Bu Bella tersenyum dan masuk kedalam rumahnya meninggalkan Harya, wajah Harya semakin kusut seperti ada beban besar di pundaknya.
Ponsel Harya berbunyi dan menampilkan nama Arsyi disana, segera Harya mengangkat panggilan masuk itu.
"Assalamualikum, kenapa?"
"Harya! cepat kau datang ke Kampus! kan hari ini ada tes!"
Harya menangis didalam hati, ia belum belajar dan ia kurang tidur sungguh kombinasi yang luar biasa hebatnya.
Harya mematikan panggilan itu dan mengayuh sepedanya dengan kecepatan tak terkira bahkan burung-burung yang sedang makan roti di jalan sampai ketakutan saat Harya melintas.
Tak butuh waktu lama Harya tiba dan memarkirkan sepedanya ditempat biasa dengan dibanting dan berlari memasuki gedung yang luasnya bikin pusing.
"Hah...Huh...Hah...Huh"
BRAK...
"Maaf saya terlambat, apa saya masih bisa ikut tes?!" tanya Harya dengan ngos-ngosan
Harya membuka matanya dan melihat hanya ada Rama dan Arsyi didalam ruangan sembari menahan tawa mereka, sayangnya mereka tak cukup kuat dan akhirnya tawa itu lepas.
"HAHAHAHAHA! Kau kenapa Yak?! kayak dikejar setan saja!" tawa Rama memenuhi ruangan
"HAHAHAHA, Pagi-pagi sudah melawak si Harya" ucap Arsyi
Wajah Harya memerah padam karna menahan amarah, diambil nya ponsel yang ada di saku celana dan melihat jam.
06:58
Harya berjalan cepat dan menabok Arsyi sampai ia berhenti tertawa dan mulai menyalahkan Arsyi.
"Kenapa kau telpon aku kalau masih jam segini oi Arysi!" murka Harya
"Ya gapapa, biar senam jantung lah pagi-pagi" jawab Arsyi
Harya berjalan kemeja nya setelah itu duduk dan mendekap wajahnya pada meja dan memejamkan mata.
"Yee kurang tidur nih yee...ngapain semalam? belajar atau main Game" goda Rama
"Ponselku bukan seperti kalian, kalau mau main Game ya main Game ular-ular yang hitam putih" ucap Harya
"Betul juga ya, yasudah aku mah lanjut bercerita tentang Janda kaya yang ada di kota sama Arsyi" ucap Rama
"Ada-ada saja selera mu Rama, janda pun mau diembat"
Harya tidur sebentar sampai jam untuk memulai tes sudah tiba, pak Edy masuk dengan lembaran kertas ditangannya dan menyuruh murid-muridnya mengoper kertas itu.
'Gusti bantu Harya, Harya belum belajar semalam' doa Harya dalam hati
Dilihatnya soal-soal itu dan sebuah senyum puas terlihat diwajahnya tanda ia puas akan soal itu.
'Cara mengelola Perusahaan hehe kalau yang ini aku sudah hapal mati' ucap pede Harya
Harya mengerjakan Tes dengan percaya diri bahwa ia akan lulus tes ini dan saat waktu Tes sudah usai, Dosen keluar dari kelas untuk mengoreksi Tes tersebut di ruang Dosen.
"Wah nggak nyangka aku kalau tes nya nanti bakal tentang mengelola Perusahaan" ucap Arsyi dengan otak berasap miliknya
"Iya, syukur kita sudah belajar sama si Harya...ya kan Harya" ucap syukur Rama
Harya hanya mangut-mangut saja dan mulai membaringkan kepalanya di atas meja dengan alas lengannya sendiri.
"Eh eh...mau tidur disini yak? ini dah jam pulang..tidur di rumah sono" ucap Rama melangkah keluar kelas bersama Arsyi
"Pantas saja anak-anak lain pada keluaran pas habis Tes, dan juga Hanfi tidak masuk hari ini ya" ucap Harya memperhatikan sekeliling
Harya menggantungkan tas nya dan juga melangkah keluar kelas untuk pergi bekerja, Harya harap dia bisa tidur sebentar saja saat bekerja nanti dan tidak ada yang keberatan.
Diambilnya sepeda yang terbanting tadi dengan senyum canggung dan mengelus-elus badan sepeda nya, digayuhnya sepeda itu hingga cafe Sakura Food, tempat kerjanya.
CLING...
"Selamat sore, eh kenapa pada bebaris panjang begini" sapa Harya saat ia memasuki pintu Cafe
Para karyawan itu menoleh kearah Harya dan kembali menghadap depan seakan-akan Harya hanya debu pengganggu saja.
"Oh baiklah, kalian lagi ngantri beras gratis dari Manajer kah?" tanya Harya dan berdiri disamping Raul
"Dek Harya, ini lagi mau bagi-bagi gaji! gaji kita sudah cair" ucap girang Raul
Harya membulatkan matanya dan menatap Cindy selaku kepala Karyawan dan hanya dibalas senyum canggung nya saja.
"Tunggu bang, Harya ikut baris disini"
Harya berdiri di samping Raul dengan tegap menunggu sang pujaan hati menunjukan dirinya.
"Baru paham juga nih si Harya, dari tadi kemana aja?" ejek Udin.
"Mas Udin diam dulu, lagi fokus nih soalnya!" bantah Harya yang menyuruh Udin diam, Udin hanya mencibir kesal
Pintu belakang terbuka dan menampilkan wajah Manajer mereka semua yang sedang menggenggam amplop coklat dan berjalan mendekat barisan mereka.
"Loh ada apa ini pada berbaris?" tanya pak Wahyu sedikit terkejut akan sikap Karyawannya
"Pak Wahyu jangan kayak pura-pura tidak tahu ya, kami lagi bokek semua ini pak" ucap Cindy
Pak Wahyu hanya menghela nafas kasar dan membagikan amplop coklat itu pada mereka satu-satu, Harya memandang amplop itu kagum bagai melihat sebuah piagam lomba Internasional karna itu gaji pertamanya.
"Dan sana pulang kalian semua, hari ini libur dulu karna saya dipanggil Bos mau ngurus sesuatu" ucap pak Wahyu
Tap...Tap...Tap..
"Eh Harya! mau kemana buru-buru begitu!" teriak Cindy dari dalam Cafe pada Harya yang sudah ada di luar
"Ada urusan mbak Cin, Harya buru-buru! duluan ya"
Harya mengayuh sepedanya menuju Kost dengan cepat secepat ia pergi ke Kampus karna ingin segera membayar uang Kost nya pada bu Bella yang sedang menunggu dirinya.
'Gaji pertama ku Alhamdulillah, coba saja bisa telp mbah buat kasih tahu'
...----------------...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing