NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: tamat
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Setelah memastikan kondisi Sahir jauh lebih baik, Sahira akhirnya keluar dari kamar rawat inap.

Sebelum pergi, ia lebih dulu berbicara dengan perawat jaga dan meminta tolong agar sesekali memperhatikan Sahir selama dirinya keluar sebentar.

“Kalau dia nyari saya lagi nanti, bilang saja ibunya pergi sebentar dan bakal cepat balik,” ucap Sahira pelan.

Perawat itu mengangguk ramah.

“Tenang saja, Bu. Kami bantu awasi.”

Sahira tersenyum kecil penuh rasa terima kasih sebelum akhirnya melangkah pergi. Namun, semakin jauh langkahnya meninggalkan kamar rumah sakit, semakin besar rasa tidak tenang di dadanya. Pikirannya terus dipenuhi banyak hal.

Sahira segera menghentikan taksi di depan rumah sakit. Selama perjalanan menuju toko bunganya, ia hanya diam sambil memandang jalanan kota yang mulai ramai oleh aktivitas pagi. Hidupnya memang tidak pernah mudah. Sejak ayah dan ibunya meninggal, ia harus bertahan sendiri.

Toko bunga kecil itu menjadi satu-satunya peninggalan yang berhasil ia pertahankan sampai sekarang. Meski tidak besar, tempat itu cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan Sahir selama bertahun-tahun. Namun, beberapa bulan terakhir keadaan semakin sulit.

Pelanggan mulai berkurang, harga bunga naik hampir dua kali lipat. Sementara pengeluaran terus bertambah. Sahira bahkan harus bekerja lebih keras agar tetap bisa mempertahankan toko kecil itu. Tak lama kemudian, taksi berhenti di depan toko bunga miliknya. Namun, baru saja turun, langkah Sahira langsung terhenti. Suara keributan terdengar jelas dari dalam toko.

“Heh! Gue bilang kasih aja uangnya!” Seorang pria bertubuh tinggi sedang membentak dua pegawai wanita di dalam toko. Beberapa pot bunga terlihat jatuh berserakan di lantai, bahkan bunga-bunga baru yang masih segar tampak rusak diinjak begitu saja.

“Mas Aldo, cukup!” salah satu pegawai mencoba menahan takut.bNamun pria itu justru semakin emosi.

“Jangan ikut campur urusan gue sama Sahira!”

Sahira langsung panik melihat keadaan toko yang berantakan.

“Aldo!” Ia bergegas masuk sambil menarik bagian belakang jaket pria itu kuat-kuat.

“Berhenti bikin keributan!”

Aldo menoleh cepat dengan wajah kesal.

“Sahira, Lo akhirnya datang juga,” sindirnya sinis.

Sahira menatap bunga-bunga yang rusak dengan napas memburu.

“Apa lagi yang kamu mau sekarang?” tanyanya lelah.

Aldo tertawa pendek.

“Apaan sih? Gue cuma minta uang.”

“Kamu datang sambil ngacak-ngacak toko?” suara Sahira mulai bergetar menahan emosi.

“Kalau dari awal kasih, gue juga males ribut.”

Sahira memejamkan mata sejenak, mencoba menahan sabar. Dua pegawainya tampak ketakutan di sudut ruangan. Sementara beberapa pelanggan yang tadi sempat datang memilih pergi karena keributan itu.

“Kamu sadar nggak sih?” ucap Sahira pelan namun penuh tekanan. “Toko ini lagi sepi. Aku nggak punya uang sebanyak yang kamu minta terus.”

Aldo mendecih kasar.

“Ah, alasan.”

“Aldo…”

“Gue tahu lo punya uang,” potong pria itu cepat. “Atau jangan-jangan uangnya habis buat anak lo itu?”

Sahira langsung menegang, tatapannya berubah tajam.

“Jangan bawa-bawa Sahir.”

Namun Aldo justru tersenyum miring.

“Kenapa? Gue salah?” ujarnya santai. “Dari dulu hidup lo selalu ribet gara-gara anak itu.”

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Aldo. Suasana langsung hening. Bahkan, kedua pegawai Sahira membeku di tempat mereka. Napas Sahira memburu hebat. Tangannya gemetar setelah menampar pria itu.

“Jangan pernah ngomong begitu tentang anak Sahir,” ucapnya dengan suara bergetar.

Untuk sesaat, Aldo terlihat terkejut. Namun, beberapa detik kemudian, wajahnya berubah penuh amarah.

“Lo berani nampar gue?” desisnya.

Sahira berdiri tegak meski tubuhnya ikut gemetar.

“Keluar dari sini!”

“Apa?”

“Aku bilang keluar.”

Aldo menyentuh sudut bibirnya yang terasa perih akibat tamparan Sahira. Tatapannya berubah gelap penuh amarah.

“Lo berani banget, ya…” desisnya pelan.

Sahira tetap berdiri di tempatnya, napasnya masih memburu. Dadanya naik turun menahan emosi yang sejak tadi terus dipendam.

“Keluar,” ulangnya tegas.

Namun, Aldo justru tertawa sinis. Tatapannya menyapu seluruh isi toko bunga yang sederhana itu sebelum kembali berhenti pada Sahira.

“Oke,” katanya sambil mengangguk pelan. “Gue pergi sekarang.” Ia melangkah mundur beberapa langkah menuju pintu.

“Tapi inget kata-kata gue, Sahira,” lanjutnya dengan nada penuh ancaman. “Gue bakal balik buat perhitungan sama lo … dan anak haram lo itu.”

Kalimat itu menghantam tepat ke dada Sahira, wajahnya langsung berubah. Tanpa pikir panjang, Sahira langsung meraih sapu di dekat meja kasir.

“Aldo!”

Pria itu bahkan belum sempat keluar sempurna dari toko ketika Sahira sudah mengejarnya.

“Eh— eh! Gila lo?!” Aldo refleks mundur saat melihat sapu itu terangkat.

Sahira benar-benar mengejarnya sampai ke depan toko.

“Berani banget kamu ngomong begitu tentang anakku!” bentaknya penuh emosi.

Sapu itu mengenai lengan Aldo hingga pria itu mengumpat kasar.

“Sakit, woi!”

“Rasain!” Sahira kembali mengayunkan sapunya. “Kalau kamu hina aku, silakan! Aku masih bisa diam! Tapi jangan pernah hina anak Sahir!”

Aldo buru-buru menghindar sambil melompat turun ke jalan.

“Lo makin gila sejak punya anak!”

“Daripada kamu nggak punya hati!” balas Sahira geram.

Kedua pegawai toko hanya bisa melongo melihat kejadian itu. Belum pernah mereka melihat Sahira semarah ini.

Biasanya wanita itu selalu sabar menghadapi Aldo, bahkan memilih mengalah agar keributan cepat selesai.

Sahira benar-benar kehilangan kesabarannya.

“Awas aja lo!” teriak Aldo dari pinggir jalan sambil mundur menjauh. “Gue belum selesai!”

“Dan aku juga belum selesai!” balas Sahira sambil mengacungkan sapunya lagi.

Aldo akhirnya benar-benar pergi sambil terus mengumpat kesal. Sementara Sahira berdiri di depan toko dengan napas memburu. Emosinya masih bergetar hebat. Beberapa orang di sekitar mulai memperhatikan mereka, membuat kedua pegawainya buru-buru mendekat.

“Mbak … udah, Mbak…” ujar salah satu pegawai pelan sambil mencoba menenangkan.

Sahira menunduk. Tangannya yang memegang sapu perlahan melemah, dadanya terasa sesak. Bukan karena pertengkaran tadi. Melainkan karena satu kalimat yang diucapkan Aldo.

Sahir adalah satu-satunya alasan dirinya masih mampu bertahan sampai sekarang. Perlahan, Sahira mengusap wajahnya kasar sebelum kembali masuk ke dalam toko. Tatapannya jatuh pada bunga-bunga yang rusak berserakan di lantai.

“Maaf…” ucapnya lirih pada kedua pegawainya. “Kalian jadi ikut kena masalah.”

“Kami nggak apa-apa, Mbak,” jawab salah satu pegawai cepat. “Yang penting Mbak jangan sedih.”

Sahira memaksakan senyum tipis dan mengangguk.

1
Cesar Manuel Ris Costa
wanita
Cesar Manuel Ris Costa
tenang
Jamayah Tambi
Tq Athur.Ceritanya bagus.Teruskan berkarya
Aisyah Alfatih: terima kasih kakak 💞
total 1 replies
Jamayah Tambi
Lain kali jgn bg tumpang.Order jet taxsi online.Grab,uber kan banyak
Jamayah Tambi
Mesti gedok nak ganggu rumah tangga orang.Ada bau2 pelakor yg tercium di hidung ku
Ita Mei Lestari
/Sob//Cry/
Jamayah Tambi
Om Mario tak ada isteri ke.Duda terlajak.Ramai jer doktor dan peraeat yg suka kat Dr Mario.Mario ini kat nama watak dalam games .
Jamayah Tambi
Apa kau nak buat
мєσωzα
ceritanya cukup seru, konfliknya jg gak muter-muter 👍🏻
Jamayah Tambi
Utu la masalahnya.Asal ada masalah cari Alkohol.
Jamayah Tambi
Orang tak jangan paksa
Jamayah Tambi
Bodo punya sepupu
Jamayah Tambi
Tak ada CCTV ke
Jamayah Tambi
Kenapa Sahira tak lapor polisi saja .Toko bunganya habis berantakan kerana ulah pereman
Jamayah Tambi
Macam satu je toko bunga kat Bali tu.Suruh Rani cari ke toko bunga lain.Pulak/Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Adakah berjaya Clara menyingkirkan Sahira.
Jamayah Tambi
Aldi jau nsk tolong Clara buat apa.Dia itu licik.Dia terlslu obsesi pada Saga.Aldi ,Saga itu darah daging kamu sendiri.Kalau kamu khinsti dia hubungan keluarga akan hancur terutama ayah kamu
Jamayah Tambi
Kalau punya hati dan petasaan jangan bantu.Beritau Saga niat jahat Clara
Jamayah Tambi
Nikahi Sahira dan mulai hidup baru bersama isteri dan anak mu
Adiba Azahra
Halo kak author izin promosiin novelku yang berjudul satu imam dua makmum yuk mampir Man teman 🙏😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!