NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:237k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Pagi itu suasana lantai tertinggi Gedung Vasillo Group terlihat sangat sibuk.

Di dalam ruang rapat utama, sebuah meja panjang telah dipenuhi beberapa dewan direksi dan petinggi perusahaan. Layar besar di ujung ruangan menampilkan rencana acara besar yang akan dilaksanakan dua hari lagi.

Acara itu adalah gala amal internasional.

Sebuah acara yang dihadiri para pengusaha besar, pejabat penting, dan tokoh berpengaruh dari berbagai negara.

Di ujung meja duduk seorang pria dengan aura dingin yang mendominasi seluruh ruangan, Alex Roman Vasillo. Pria itu bersandar di kursinya sambil menatap laporan di tablet miliknya.

Di sampingnya berdiri Mario dengan map berisi beberapa dokumen.

Salah satu direktur membuka pembicaraan.

“Tuan Alex, undangan untuk gala amal sudah disebarkan. Hampir semua pengusaha besar di Indonesia sudah memastikan kehadiran mereka.”

Alex mengangguk tipis. “Bagus.”

Direktur lain menambahkan.

“Media juga sudah mulai meliput acara ini. Mereka sangat penasaran dengan kehadiran Anda.”

Alex menatap layar di depan. Di sana terpampang nama besar acara itu, Vasillo Global Charity Night Acara amal besar yang akan disiarkan oleh berbagai media.

Alex lalu berkata dengan suara tenang namun penuh tekanan. “Dua hari lagi…”

Semua orang di ruangan langsung memperhatikannya.

“Saya akan muncul secara resmi di acara itu.”

Beberapa direktur saling bertukar pandang. Selama ini Alex memang sangat jarang menunjukkan dirinya ke publik di Indonesia.

Mario pun sedikit terkejut.

“Tuan … Anda benar-benar akan memperkenalkan diri?”

Alex menatap lurus ke depan.

“Sudah waktunya.”

Ia meletakkan tablet di meja.

“Selama ini Vasillo hanya dikenal sebagai perusahaan raksasa dari luar negeri.”

Tatapan Alex berubah tajam. “Tapi mulai sekarang … Indonesia akan tahu siapa yang sebenarnya mengendalikan semua ini.”

Ruangan menjadi sunyi, Alex melanjutkan dengan nada dingin.

“Aku ingin media hadir. Aku ingin para pejabat hadir. Aku ingin semua pengusaha besar hadir.” Ia bersandar lagi di kursinya.

“Karena setelah malam itu…”

Alex menatap semua orang di ruangan satu per satu.

“Seluruh negara ini akan tahu…”

“Bahwa Vasillo adalah perusahaan yang tidak bisa dilawan.”

Mario menunduk sedikit, dia sudah sangat mengenal ambisi pria itu. Alex tidak hanya ingin memperluas bisnisnya. Ia ingin menguasai seluruh pasar di Indonesia.

Alex kemudian berkata dengan tenang namun mengancam.

“Aku ingin seluruh negara ini tunduk pada perusahaanku.”

Tak ada seorang pun di ruangan itu yang berani membantah.

Sementara itu.

Suasana lobi Ocean Blue Group terlihat sibuk seperti biasa.

Para karyawan keluar masuk gedung dengan langkah cepat, beberapa resepsionis sibuk menjawab telepon, sementara layar besar di tengah lobi menampilkan berbagai proyek properti besar milik perusahaan itu.

Di dekat meja resepsionis berdiri seorang pria muda berjas rapi. Ia beberapa kali melihat layar ponselnya, lalu kembali menatap pintu masuk.

Di layar ponselnya terlihat sebuah foto seorang wanita. Foto itu adalah Tasya.

Pria itu menghela napas kecil.

“Harusnya sudah datang…” Ia adalah Romeo, salah satu manager di Ocean Blue. Sejak tadi ia memang menunggu seseorang.

Beberapa resepsionis sesekali meliriknya dengan rasa penasaran. Jarang sekali seorang manager turun langsung ke lobi hanya untuk menunggu seseorang. Beberapa menit kemudian pintu kaca terbuka.

Seorang wanita masuk dengan langkah sedikit ragu. Ia mengenakan pakaian kerja sederhana namun rapi, dia Tasya. Begitu melihat wajahnya, Romeo langsung mencocokkannya dengan foto di ponselnya.

“Benar.” Ia segera berjalan mendekat.

Hal itu membuat beberapa karyawan yang sedang lewat sedikit menoleh. Seorang manager menyambut seseorang langsung di lobi tentu saja menarik perhatian.

Romeo tersenyum ramah.

“Selamat pagi.”

Tasya sedikit terkejut karena disapa terlebih dulu.

“Selamat pagi…”

Romeo lalu mengulurkan tangannya.

“Apakah Anda Tasya?”

Tasya mengangguk.

“Iya, Saya Tasya.”

Pria itu tersenyum lebar.

“Perkenalkan, saya Romeo. Saya manager di sini.”

Tasya terlihat sedikit kaget.

“Oh … senang bertemu dengan Anda.”

Romeo berkata santai.

“Saya sudah menunggu Anda sejak tadi.”

Beberapa resepsionis yang melihat itu langsung saling berbisik kecil.

“Siapa dia?”

“Manager Romeo sendiri yang menyambut…”

Tasya tidak terlalu menyadari perhatian orang-orang di sekitar mereka. Ia hanya merasa sedikit gugup karena ini adalah hari pertama kerjanya.

Romeo kemudian berkata dengan nada bersahabat.

“Ayo ikut saya, Kita ke ruang rapat dulu.”

Tasya mengangguk.

“Baik.”

Mereka berjalan menuju lift.

Beberapa karyawan masih melirik mereka dengan penasaran. Begitu lift terbuka, mereka masuk ke dalam. Romeo menekan tombol lantai atas.

Ia kemudian berkata sambil tersenyum.

“Saya akan memperkenalkan Anda ke tim nanti.”

Tasya terlihat sedikit gugup.

“Terima kasih…”

Romeo melanjutkan. “Anda akan bergabung di divisi IT.”

Tasya mengangguk dengan mata sedikit berbinar.Itu memang bidang yang ia kuasai.

Lift akhirnya berhenti di salah satu lantai kantor.

Begitu pintu lift terbuka, Romeo menunjuk ke arah sebuah ruangan kaca besar di ujung koridor.

“Di sana ruang rapat. Hampir semua tim sudah berkumpul.” Ia menatap Tasya sebentar sambil tersenyum.

“Ayo! Hari ini kita perkenalkan anggota baru.”

Romeo berjalan lebih dulu menyusuri koridor panjang dengan dinding kaca yang menghadap ke kota. Tasya mengikuti di belakangnya dengan langkah sedikit gugup. Ini adalah hari pertama ia bekerja di perusahaan sebesar ini.

Beberapa detik kemudian mereka sampai di depan ruang rapat utama.

Romeo membuka pintu.

“Silakan.”

Begitu Tasya masuk, ia sedikit terkejut.

Ruangan itu sangat luas dan modern. Meja rapat panjang berada di tengah, layar besar menempel di dinding, dan jendela kaca besar memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian.

Namun, ternyata sudah ada seseorang di dalam ruangan itu. Seorang pria berdiri membelakangi mereka di dekat jendela. Ia mengenakan jas hitam yang sangat rapi. Posturnya tinggi dan tegap. Pria itu menatap keluar jendela seolah sedang menunggu seseorang.

Namun, jika diperhatikan lebih dekat dada pria itu terlihat naik turun pelan. Seakan ada emosi besar yang sedang ia tahan. Romeo menghentikan langkahnya.

“Tuan … Nona Tasya sudah datang.” Pria itu perlahan berbalik, begitu wajahnya terlihat jelas mata Tasya langsung membesar.

“Dion?” Suara itu keluar hampir seperti bisikan. Pria di depan mereka memang Dion. Teman masa kecil Tasya. Pria yang dulu selalu bersamanya sebelum hidup mereka berubah.

Dion menatap Tasya dengan mata yang dalam. Seakan ia tidak percaya akhirnya bisa melihat wanita itu lagi setelah bertahun-tahun.

“Tasya…” Suara Dion terdengar jauh lebih pelan dari biasanya.

Romeo menatap keduanya dengan sedikit bingung.

“Kalian … saling mengenal?”

Dion segera mengendalikan ekspresinya.

“Iya.”

Ia berjalan mendekat.

“Kami teman lama.”

Tasya masih terlihat terkejut.

“Kamu … kapan kembali ke Indonesia?”

Dion tersenyum tipis.

“Baru beberapa waktu lalu.”

Romeo kemudian berkata sambil tersenyum.

“Oh, kalau begitu bagus sekali.”

Ia menoleh ke arah Tasya.

“Saya hampir lupa memperkenalkan.”

Romeo menunjuk pria itu.

“Ini Tuan Dion.”

“Tuan Dion adalah Direktur Utama Ocean Blue sekarang.”

Tasya langsung menoleh lagi ke arah Dion dengan kaget.

“Direktur?”

Romeo mengangguk santai.

“Iya.”

“Mulai beberapa waktu lalu.”

Sebenarnya kabar itu juga masih membuat banyak karyawan Ocean Blue bingung. Karena hampir semua orang tahu Dion adalah ahli waris keluarga Wijaya, salah satu keluarga konglomerat besar di Indonesia.

Namun, tiba-tiba pria itu justru muncul di Ocean Blue dan langsung menjadi Direktur Utama. Tidak ada yang benar-benar tahu alasan di baliknya.

Bahkan lebih misterius lagi, sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa CEO sebenarnya di balik Ocean Blue Group. Perusahaan itu seperti dikendalikan oleh seseorang dari balik bayangan.

Sementara itu Dion masih menatap Tasya dengan mata yang sulit dijelaskan.

'Akhirnya kita bertemu lagi,'

1
Rahmat Zakaria
aduh mana tuan Alex Kasina Tasya kalau nehadapin 2 kakek yg saling bermusuhan PD hal besti waktu muda
Nyonya Gunawan
Tasya yg bodoh,,penjelasan dri bi mirna g' mo di dengar,,percaya ma arland yg jelas" sdah jahat..
Rokhi jga salah menyembunyikan kebenaran dri tasya
guest1053527528
biar Thor tambah tegang harus juga terkuak cerita dari keluarga vasilo jangan hanya dari kakek rocki
tia
diganti thor,, kasihan Tasya
tia: di gantung thor, kasihan Tasya tdk bertemu Alex,,mala ktemu kakek nya ,
total 1 replies
Susma Wati
bodohnya tuan rochki akan kematian arland yang tidak diselidiki hanya melampiaskan ke pada keluarga vasilo dan membalas dendam dengan membunuh orangtua alex
YuWie
nah lho..dikerjain anakmu pak alex..zombong sih
Joey Joey
emm d adu domba yg belum pasti kan dia iri sama ayah tasya
Esther
Bi Mirna tahu sesuatu soal masa lalu kakek Rockhi, sayangnya Tasya tidak mau mendengar penjelasannya.

Arnold....patut dicurigai, apa yang kamu rencanakan
Oma Gavin
keluarga ruwet problematik ngga kakek ngga anak saling tikung, feeling ku yg ngadu domba rocki dan vasillo adalah paman nya dan yg membunuh ortu tasya juga pamannya karena iri
Ariany Sudjana
Tasya ini katanya lulusan terbaik dari Berlin, tapi bodohnya kebangetan, bukannya cari kebenarannya dulu, tapi percaya penuh sama omongan pamannya
Teh Euis Tea: tasya jgn gampang percaya sm omongan pamanmu, km ga inget dulu psmanmu mau menjual km sama bandot tua, km kan pintet tasya carilah bukti bkn emosi yg di duluin
total 1 replies
ken darsihk
Ayolah kakek Rocki cerita kan yng sebenar nya , kematian orang tua nya Tasya kecelakaan atau ulah dari keluarga Vasillio
Joey Joey
+rumit , kasih c kembar
Aisyah Ajalah
ayo tuan rokhi jelaskan sama Tasya ...biar masalahnya cepat selesai...
Esther
ayo tuan Rockhi bicara jujur, Tasya berhak tahu apa yang sebenarnya trjadi terhadap orangtuanya
Teh Euis Tea
jgn diam aj tuan rocki, bicara terus terang biar ga salah paham trs
Susma Wati
arlond mungkin yang membunuh orang tuanya tasya karena cemburu akan kasih sayang tuan rochki dan mengadu domba tuan rochki dengan tuan vasilo dengan membunuh orangtua Alex dengan dalih membalas dendam karena kematian arland, belum ada yang tahu kan permainan arlond terhadap keluarga nya sendiri
Nyonya Gunawan
Kebenaran hrus terungkap tuan rokhi biar g' terjadi salah paham..
ken darsihk
syafakillah author cepat sehat lagi ya 💪💪
ken darsihk
Semua nya mulai tambah runyam
Aisyah Ajalah
semoga cepat sembuh ya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!