seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecewa Dan si usir
Hana saat itu kecewa,dia benar-benar kecewa,bibi yang selama ini perhatian padanya ternyata hanyalah sandiwara,dia tersenyum miris dan terisak kecil.
" anak sialan, kenapa kamu masih menangis,cepat kembali kedalam kamar mu,besok kamu harus menikah dengan Jensen." bentak nenek nya,dia menatap Hana dengan tidak suka.
Hana berdiri dan menatap Luna yang sedang bermesraan dengan kekasihnya,dan kemudian menatap kakeknya yang membuang muka,hingga pandangannya mengarah pada sang bibi,yang tidak menatapnya sama sekali.
" aku tau kalian yang telah merawat ku selama ini ! Tapi selama aku tinggal disini,setiap hari aku selalu memasak dan mencuci pakaian kalian semua ! Anggap saja makanan dan tempat tinggal ku di belakang gudang sebagai bayaran nya.dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan Jensen ! Aku Hana lebih baik mati daripadanya harus menjadi budak kalian semua" teriak Hana,setelah itu dia langsung pergi dari sana.
" kurang ajar ! Anak sialan beraninya dia melawan ku,,suamiku sudah aku katakan dari dulu,, sebaiknya kamu mengusir nya dari kediaman ini ! Tapi kamu selalu mengatakan dia bisa kita manfaatkan,,tapi apa balasan nya " marah si nenek dengan wajah dingin.
" hah..sudahlah jangan bahas masalah ini, meski anak itu tidak mau menikah,kita akan tetap memaksa nya,, sebaiknya kita fikiran masalah Luna dengan pangeran ketiga,jangan sampai kabar Luna dan Jensen membuat pangeran ketiga memutuskan pernikahan ini " si kakek memijit pelipisnya karna begitu banyak masalah dalam keluarga nya.
" benar ibu,,jika pangeran ketiga membatalkan pernikahan ini,aku pasti akan merasa malu,,ini semua karna anak sialan ini "tunjuk Maya pada putrinya, tapi yang di tunjuk tidak perduli sama sekali.
tak...tak...tak...tak
tiba-tiba mereka melihat kedatangan salah satu pelayan,pelayan itu terlihat panik,dia langsung berlutut di hadapan perdana menteri/kakek Hana.
" ada apa ? " tanya nya saat melihat pelayan itu terlihat pucat.
" lapor tuan,,saya baru saja mendapatkan kabar jika pangeran ketiga mati keracunan,dan kaisar memerintahkan saya untuk menyampaikan kabar ini pada tuan " beritahu nya.
Deggggggggggggggg
semua orang yang ada disana terkejut,mereka berdiri dan saling memandang dengan wajah tegang nya.
" ini..hah.. apa yang terjadi,ini tidak mungkin kan ? " ucap sang kakek dengan terbata-bata.
" kakek bukankah ini bagus,dengan begitu aku tidak perlu lagi menikah dengan pangeran ketiga " acuh Luna dan memeluk Jensen.
Plakkkkkkkkkkkkkk
" Luna kamu benar-benar keterlaluan,jika orang lain mendengar ucapan mu,keluarga kita bisa di hukum mati,, Maya urus putrimu baik-baik,jangan sampai dia membuat keluarga ini hancur " setelah mengatakan itu,sang kakek pergi dari sana menuju istana,dia akan berbelasungkawa atas meninggalnya pengeran ketiga.
Luna yang di tampar merasa marah,dia mengelus pipinya,dan menatap kepergian kakek nya dengan tidak senang.
" Luna ikut aku kedalam kamar ! Dan Jensen sebaiknya kamu pulang, pernikahan mu dengan Lidya lain waktu saja kita bicarakan" ucap Maya,tanpa basa-basi dia langsung menarik tangan putrinya.
Jensen mengangguk,dia tersenyum senang karna akhirnya dia bisa menikah dengan Luna.
" ternyata rencana ku berhasil,ayah dan ibu pasti akan senang " batin Jensen,dia pergi tanpa berpamitan pada nenek Luna yang menatap kepergian nya.
" anak itu tidak tau sopan santun " ucap sang nenek dengan nada sinis.
***************
di malam harinya,Hana yang sedang merapikan tempat tidurnya,menatap kamar yang kecil itu dengan tersenyum miris,sudah lama dia tinggal disini,dan harus menahan dingin di malam hari,apalagi musim dingin dia akan menggigil setiap malam.
" ibu kenapa kamu tega meninggalkan ku,kamu juga begitu tega mengkhianati ayah, hikkkssssssssss,,ibu apakah ibu tidak pernah menyayangi ku sedikit saja ? " Isak nya disana,dia memeluk tubuhnya sendiri dan mengingat ibunya meninggalkan nya dan menikah dengan pria lain,saat itu umur nya masih 7 tahun,tapi ibunya malah tega meninggalkan nya dan harus menderita di rumah nenek nya.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
Hana tersentak,saat pintu kamarnya di dobrak, ternyata yang datang adalah Luna dan ibunya,di belakang mereka juga ada pelayan dan beberapa pengawal.
" Luna..bibi,,kenapa kalian datang malam-malam ke dalam kamar ku ? " tanya Hana,sambil menghapus airmata nya.
Luna menatap kamar sepupu nya dengan tatapan jijik,lalu dia menatap Hana dengan tersenyum dingin.
" Hana,,kakek memerintahkan kami untuk mengusir mu dari sini,cepat bereskan semua barang-barang mu." beritahu Luna.
Deggggggggggggggg
Hana terkejut,dia menatap bibinya dengan tidak percaya,yang di tatap hanya membuang muka.
" bibi apa yang dikatakan oleh Luna itu benar ? Kakek mengusir ku dari sini ? Hikkkssssssssss bibi " Hana langsung berjalan mendekati bibinya dan berlutut dihadapan nya.
" bibi tolong jangan usir aku,,bibi katakan pada kakek agar tidak mengusir ku,jika aku pergi dari sini dimana aku harus tinggal ? Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi " tangis nya,dia sangat berharap pada bibinya.
Tapi ucapan sang bibi membuat Hana terkejut sekaligus kecewa.
" Hana ini sudah menjadi keputusan kakek mu,dan kamu juga sudah tidak berguna bagi kami,,daripada nama baik kediaman perdana menteri buruk karna ulah mu,lebih baik kamu pergi dari sini secepatnya" kecam bibinya,kini tidak ada lagi wajah lembut dan penyayang.
Hana sadar ternyata bibinya selama ini, pura-pura menyayangi nya,dia berdiri dan membungkus semua baju-baju lusuh nya,setelah itu dia memeluk nya dan menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.
" baiklah bibi,,aku akan pergi dari sini,semoga kalian semua bahagia dan panjang umur,dan titip salam untuk kakek dan nenek " setelah mengatakan itu,Hana berjalan melewati mereka.
Luna hanya tersenyum dan menatap kepergian sepupunya dengan perasaan senang.
" akhirnya benalu itu pergi juga,kenapa tidak dari dulu kakek mengusir nya " ucap Luna.
ibunya menatap nya dengan tajam,sebelum dia pergi dia memperingati putrinya.
" jangan sampai kamu membuat masalah lagi,Hana sudah pergi tidak akan ada lagi yang menggantikan kesalahan mu ! Dan untuk pernikahan mu,kakek dan nenek mu sudah memutuskan nya,mereka menyetujui kamu menikah dengan jensen " ucap ibu nya dan pergi dari sana.
Mata Luna berbinar,dia benar-benar bahagia karna kakek dan neneknya akhirnya menerima Jensen.
***************
di malam yang sunyi dan angin yang berhembus,membuat seorang wanita yang berjalan di kegelapan itu ketakutan,dia menatap kesana-kemari takut ada orang jahat yang mengikuti nya.
" sebaiknya aku mencari tempat yang aman untuk sementara" gumam nya,melihat tidak jauh dari hadapan nya ada sebuah gubuk tua,dia memutuskan untuk bermalam disana.
Hana dengan langkah lebar,memasuki gubuk itu,setelah masuk kedalam hanya ada tempat tidur yang sudah usang di dalamnya.
" tidak apa-apa Hana,untuk sementara ini aku akan tinggal disini,besok aku akan menemui ibu,semoga saja dia mau menerima ku " gumam Hana,di merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan hati-hati,setelah merasa nyaman dia memeluk buntalan kain itu.
beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran halus,malam itu Hana si gadis malang itu tidur disana,dia bingung harus pergi kemana,harapan terkahir nya besok adalah ibunya, sedangkan ayahnya sudah di asingkan di perbatasan.