NovelToon NovelToon
Aku Tak Terima Dicurangi

Aku Tak Terima Dicurangi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:227k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Enam tahun menjalani biduk rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, Helyara kerap kali disudutkan lantaran kekurangan ada pada dirinya yang di vonis sulit memiliki keturunan.

Cap mandul pun tersemat, keluarga suaminya sering mencibir membuatnya merasa kerdil.

Namun Helyara merasa dunia masih berpihak kepadanya, sebab sang suami berdiri di sisinya.

Sampai suatu ketika kehadiran bayi asing seolah membunyikan alarm bahaya — satu persatu rahasia tersembunyi mulai terkuak. Membuat wanita baik hati memiliki kepribadian introvert itu meradang, tak terima dicurangi.

Helyara Utomo yang lemah lembut dalam satu malam berubah menjadi sosok lain, berambisi membalikkan keadaan, membalas setiap kecurangan.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sulit percaya, tapi fakta : 29

Langkah kaki Helyara teramat lambat. Hatinya berteriak mengatakan belum siap, tetapi logika menampik, memaksanya untuk tegar, terus maju.

Seraya mendengarkan degup jantung bertalu-talu, Helya masuk ke ruang bernuansa putih, ada ranjang pasien lengkap dengan alat medis memeriksa rahim wanita.

Dokternya kebetulan seorang pria paruh paruh baya, memiliki suara sedang, berbicara dengan nada ramah, sorot mata hangat.

“Dengan Nyonya Helyara?” sapanya, mengulurkan tangan.

“Iya, Dokter.” Angguk Helya, lalu duduk di kursi depan meja.

“Tuan ini suaminya?” Dokter bergantian menyalami pria lebih tinggi dari dia.

“Saya pengacaranya.” Genggaman tangan sedikit mengencang lalu dikendurkan dan dilepaskan.

“Oh … mari silahkan duduk,” katanya sempat sedikit terkejut, tetapi cepat membaca situasi.

Mendengar suara bersahabat, pandangan hangat, rasa cemas Helyara sedikit berkurang, dan dia tidak lagi merasa terancam, risih.

“Apa keluhannya? Pemeriksaan ini syarat untuk pengajuan gugatan ke pengadilan atau bagaimana?” Kedua tangannya saling bertumpu diatas meja kerja berkaca gelap.

Sakta mengeluarkan hasil tes darah, dan diterima oleh dokter.

Sesaat keheningan terasa menegangkan bagi wanita yang telapak tangannya berkeringat.

Dokter masih memeriksa dua lembar kertas, sampai kalimatnya memecah kesunyian.

“Pernikahan Nyonya dengan suami sudah berapa lama? Boleh sedikit ceritakan, apa sudah pernah memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan atau bidan puskesmas?”

“Enam tahun, Dokter. Saya pernah divonis sulit hamil dikarenakan hanya memiliki satu saluran indung telur, itupun tidak sehat,” ungkapnya pelan.

“Maaf menyela, klien saya masih menyimpan surat keterangan dokter tersebut.” Lembaran tersimpan dalam data diri Helyara di dalam map, diberikan ke dokter spesialis kandungan.

“Apa nyonya Helyara saat ini sudah sesak ingin buang air kecil?” tanya dokter sembari mengembalikan tiga lembar surat keterangan dokter dan laboratorium.

Sakta mengambilnya, menyimpan lagi ke dalam tas ransel.

“Belum terlalu ingin, Dokter,” Helya sedikit penasaran, tetapi malu untuk bertanya.

Suster memberikan air kemasan masih tersegel, dan dokter menjelaskan dengan suara menenangkan masuk ke indera pendengaran pribadi introvert.

“Kandung kemih yang penuh, berfungsi membantu mendorong rahim agar terlihat lebih jelas kala diperiksa nanti.”

Helya pun langsung paham, satu botol kecil air mineral diminum dalam waktu singkat, lalu menunggu beberapa saat sampai dia merasa sesak buang air kecil.

Kemudian suster membantu Helya yang mau berdiri tetapi badannya sedikit goyah.

Penampilan Helya bisa dikatakan tidak baik-baik saja sama halnya seperti hatinya. Kelopak mata sembab, hidung memerah.

Helyara sudah berbaring di atas ranjang, bagian kaki tertutup selimut polos.

Perut bagian bawah wanita berbaring terlentang itu sudah diolesi gel khusus, lalu dokter menggerakkan alat transduser untuk melihat rahim, ovarium, dan kandung kemih.

Gerakannya terhenti pada area tertentu, layar monitor menangkap gambar sebuah benda seperti huruf T.

“Nyonya, Di dalam rongga rahim Anda terdapat alat pencegah kehamilan Intrauterine Device (IUD),” suara dokter terkejut.

Helyara tersentak dengan sepasang mata membesar lalu menyipit. Tak ada kata yang keluar dari bibir terbuka itu. Hanya air mata lagi-lagi perantara rasa menyesakkan dada.

Abi Sakta Haujan menarik napas, dia melihat layar monitor dan pandangannya tertuju pada alat pencegah kehamilan sering digunakan untuk keluarga berencana (KB).

“Sudah berapa lama benda itu tertanam di sana, Dokter?” pria tersebut sampai menggelengkan kepala, kejahatan Alandi benar-benar terencana dengan sangat sempurna.

Dokter pun memeriksa kondisi, posisi, dan jenis IUD di dalam rahim Helyara. “Enam tahun lamanya. Seharusnya alat ini sudah dilepas meskipun memiliki masa sampai delapan tahun. Namun, posisinya bergeser tak lagi tepat.”

“Enam tahun?” otaknya menggali memori tertimbun dengan banyaknya kenangan.

Helyara bergumam, menceritakan sedikit masa lalu awal menikah dengan Alandi.

“Dua hari setelah akad, saya pingsan. Penyebabnya kurang paham, cuma ngantuk berat dan memang saat itu masih masa berduka. Dampak dari belum ikhlas atas kepergian orang serta adikku. Begitu tersadar sudah berada di klinik kesehatan, tempat yang sama memeriksakan kesuburan rahim.”

“Berapa lama rentang waktu dari pingsan kemudian tersadar? Apa yang Anda rasakan kala itu? Terutama di bagian kewanitaan dan perut?” dokter menanyai pasiennya.

Suster mengelap gel diatas perut Helyara, dan menaikan kepala ranjang sehingga posisi Helyara setengah duduk.

“Pagi sampai sore. Dari jam sepuluh, terbangun di pukul tiga,” katanya setelah berhasil mengingat.

“Setelah pingsan saya sering mengalami kram perut, pernah mengatakan ke suami, dia bilang mungkin karena … hem, permata kali melakukan hubungan badan.” Ia menunduk, tidak lagi melihat ke arah dokter.

“Pada beberapa pengguna, terutama di bulan-bulan awal, IUD hormonal dapat menyebabkan efek samping berupa: Bercak darah atau haid yang tidak teratur. Sakit kepala atau perubahan suasana hati (mood swing). Nyeri payudara. Apa nyonya Helyara juga merasakan hal demikian?” Dokter melepaskan sarung tangan medis.

“Ada, Dokter.”

“Sekarang KB IUD itu masih mau dipertahankan atau dilepas?” tanyanya lanjut.

“Lepas!” jawab Helya cepat, keputusan tersingkat pernah diambilnya.

Proses pelepasan pun hendak dilakukan. Sakta dipinta keluar dari dalam ruangan dokter spesialis kandungan. Banyak bukti sudah dikantonginya.

Helyara kembali berbaring, dokter bersiap membebaskan wanita itu dari jerat tipuan keluarga Alandi.

‘Setelah kesehatanku membaik, gantian kalian yang harus merasakan sakitnya dicurangi, dibuat seperti orang linglung, gila!’ Jemarinya memegang kuat kedua sisi ranjang. Ia lebih dari sekadar merasakan kemarahan. Murka.

Setengah jam kemudian, Helya sudah keluar dari ruang dokter spesialis kandungan. Perutnya sedikit kram, dan terasa mengganjal pada kewanitaan.

“Duduk dulu sebentar!” Sakta menepuk kursi di sebelahnya.

“Habis ini kamu akan menjalani medical check-up. dari penggalian riwayat medis, pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan fisik dari kepala hingga kaki, hingga pemeriksaan penunjang. Apa perlu makan sesuatu?”

Helyara menggeleng. “Aku tidak lagi bernafsu makan. Ini apa bisa dijadikan bukti?”

Sakta melihat alat KB dibungkus plastik transparan. “Berikan kepadaku, nanti disatukan sama bukti lainnya.”

Benda persis huruf T itupun sudah berpindah tangan. Helya terlihat memejamkan mata, kepala bersandar pada dinding tembok.

“Ada ya, manusia keji seperti mereka demi menguasai harta yang bukan haknya?” bisiknya pelan.

Ruang tunggu sudah kosong, sebab memasuki jam istirahat.

“Banyak. Contohnya kasus pembunuhan dan mutilasi tragis yang menimpa seorang model sekaligus sosialita. Potongan tubuhnya ditemukan dalam panci besar berisi sup. Pelakunya bukan orang asing, melainkan mantan suami, kedua orang tua, dan mantan kakak ipar,” Sakta menceritakan peristiwa keji.

“Masih banyak lagi kejadian serupa. Firma hukum tempatku bekerja juga sering menangani kasus seperti itu — pemicunya cuma satu. Harta. Orang yang sudah terlena menikmati kekayaan dengan cara instan, biasanya akan lebih serakah sebab merasa hak milik, dan tentu ingin menguasai, segala cara pun dilakukan,” imbunya.

“Kamu benar. Terima kasih sudah bersedia menemaniku.” Bibirnya menerbitkan senyum lelah, pun dengan sorot mata letih.

“Sudah tugasku sebagai pengacaramu. Ayo selesaikan pemeriksaan kesehatan, agar tenaga medis bisa memberikan penanganan tepat!” Sakta beranjak, tangannya terulur ke depan.

Dienyahkan rasa ragu, malu, dan disambut tangan memberikan bantuan itu.

Sebelumnya Helyara sudah menjalani tes darah, sekarang dia akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dari ujung kepala hingga ujung kaki.

.

.

Bersambung.

1
SENJA
🔥🔥🔥 helyara sayangku 💪
ahs@
good job, helyara..buat mereka seperti tuna wisma..🤭
ahs@
nilep uangnya tidak tanggung- tanggung untuk memenuhi kebutuhan c Siska dan keluarganya...
Ne Ajja
siAlan lagi kerja...
mau minta duitmu itu, Hel...

tabok aja mukanya...bilang aja, reflek karena kaget 🤭
SENJA
yuk sembuh yuk helyara sayang 💪💪💪
ahs@
tambah stress sialan kalautahu Avanzanya mau di jual....
Abinaya Albab
siAlan ini menjijikan...tendang anunya sekalian saja Hel biar pecah telurnya gk bisa enak² sama madumu
ahs@
stress sialan kalau tahu mobil kebanggaannya di jual...🤣🤣
SENJA
mantabs , miskinkan mereka semua💪
novel destiny
emas, surat2 berharga udah aman di keluarga paman, tabungan baru udah dibikin
mobil udah di jual..
abis ini cari rumah baru.
rumah lama mau di apain nih?
SENJA
emang mokondo dan momekdo benalu , culas ga tau malu
ahs@
suruh jalan kaki saja tuch sialan🤣🤣
Dibalik Senja
Kamu kuat hely ayo semangat untuk smbuh ....ada laki2 yg mencintaimu dngn tlus jngn merasa minder dan malu ....siAlan main remes2 aza'menjijikan jngn mau hely tendang manuknya biar tdk bs berdiri
SENJA
sidak hel sidak
SENJA
terus rumah keluarga cemana? walau udah dinodai makondo sama momekdo kan itu rumah kenangan
Rahmawati
moilnya dijual biar alandi gk bisa ber gaya😂
Ne Ajja
si Alan lagi nyari mangsa baru kah?
kan umumnya yg dtang ke toko emas,orang yg punya duit 🤭
Bang Fay
seperti nya ada pesan yg terlupakan...
Mommy Snowy 💕
dihhh,, meskipun dy gk jajan, tp rasanya gk bisa terima laki² yg dtang stlh pulang dr istri k 2 ny... apalgi inii bkn hnya mendua, ngenget rayap yg trus mkan kayu smpai keropos... siram bensin aturan org kek gtu tuuhhh🤬
SENJA
mantab! aset yang lain juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!