NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:434.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Hendra mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

Sore menjelang, dan langit di luar rumah mulai berubah warna menjadi jingga keabu-abuan. Di ruang tamu, Ningsih berjalan mondar-mandir kebingungan.

Matanya tak lepas dari layar ponsel pintar di genggamannya.

Berulang kali ia memeriksa aplikasi pesan singkat, namun tiga pesan panjang yang ia kirimkan sejak siang tadi kepada Hendra hanya menunjukkan centang dua abu-abu.

Sama sekali belum dibaca, apalagi dibalas.

“Mas... tolonglah, untuk kali ini saja, tepati janjimu pada Luna,” gumam Ningsih dengan dada yang bergemuruh.

Waktu menunjukkan pukul empat sore. Ini sudah lewat satu jam dari waktu kepulangan sekolah Luna. Mengingat janji manis Hendra tadi pagi yang mengecup kening putrinya, Ningsih mencoba menahan prasangka buruknya.

Namun, rasa cemas yang kian menebal akhirnya membuat Ningsih tidak tahan lagi. Ia langsung menekan tombol panggilan suara ke nomor suaminya.

Panggilan pertama dialihkan.

Panggilan kedua ditolak.

Baru pada panggilan ketiga, sambungan telepon itu akhirnya diangkat.

“Halo! Ada apa lagi, Ningsih?! Kamu tidak tahu apa kalau aku ini sedang sangat sibuk?!” bentak Hendra langsung dari seberang telepon.

Suara bising musik samar-samar melatarbelakangi suara baritonnya.

Ningsih menarik napas dalam-dalam, mencoba mengontrol suaranya agar tidak meninggi.

“Mas, aku hanya mau mengingatkan. Ini sudah jam empat sore. Kamu ada di mana sekarang? Apa kamu sudah di jalan menuju sekolah Luna?”

Hendra mendengus kasar, terdengar sangat jengkel di seberang sana.

“Sekolah Luna? Astaga, Ningsih! Kamu ini keterlaluan ya! Urusan kecil begitu saja sampai harus menelepon berkali-kali! Aku nggak bisa jemput!”

Deg!

Jantung Ningsih mencelos. “Tidak bisa jemput? Mas, tadi pagi kamu sendiri yang berjanji di depan Luna! Anak itu memohon sampai menangis, Mas!”

“Tadi pagi kan situasinya beda! Sekarang jadwal duniaku berubah!” sahut Hendra dengan nada angkuh yang teramat kental. “Perusahaanku baru saja memenangkan tender proyek besar senilai satu miliar sore ini! Malam ini aku harus mengadakan pesta besar bersama para kolega dan investor penting di hotel bintang lima. Kamu tahu tidak berapa keuntungan yang akan kita dapat dari proyek ini, hah?!”

“Aku nggak peduli seberapa banyak uang yang Mas menangkan hari ini! Yang aku tahu, anakmu sedang menunggumu di gerbang sekolah yang sepi! Dia menunggu janji papanya, Mas!”

“Halah, cuma masalah jemput sekolah saja dibuat drama seolah-olah dunia mau kiamat! Kamu kan punya supir, kenapa tidak kamu suruh supir saja yang jemput dia?! Kenapa harus menyusahkanku?!” bentak Hendra tak acuh.

Tepat di saat Ningsih hendak membalas ucapan kejam itu, sebuah suara perempuan yang sangat manja terdengar jelas melalui speaker ponselnya.

“Mas Hendra, kamu kok lama sekali di pojokan? Ayo cepat bersiap, Mas. Jas yang aku pilihkan tadi sudah siap di ruang ganti. Para investor VIP sudah mulai berdatangan di aula pesta, lho...”

Itu suara Arumi, sekretaris yang mungkin merangkap menjadi selingkuhan Hendra.

Mendengar itu, genggaman tangan Ningsih pada ponselnya mengetat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa muak dan jijik seketika memenuhi rongga dadanya.

“Oh, jadi tender proyek atau tender melayani wanita murahanmu itu, Mas?” sindir Ningsih dengan senyum sinis yang teramat dingin.

Hendra di seberang sana langsung panik dan meninggikan suaranya untuk menutupi rasa bersalah. “Ningsih! Jaga bicaramu! Jangan—”

Pip!

Ningsih langsung mematikan sambungan ponselnya secara sepihak. Ia tidak sudi lagi mendengarkan untaian kalimat bohong dan suara menjijikkan dari seberang sana.

Dadanya naik turun memburu akibat amarah yang membakar.

Tanpa membuang waktu, Ningsih segera menekan nomor lain di ponselnya. Ia menghubungi tim keamanan swasta terpercaya yang selama ini diam-diam ia sewa tanpa sepengetahuan Hendra.

“Halo, Pak roni? Tolong bergerak sekarang juga ke sekolah putriku. Jemput Luna di gerbang depan. Pastikan dia aman sebelum aku sampai di sana,” perintah Ningsih tegas.

“Baik, Ibu Ningsih. Tim kami kebetulan berada tidak jauh dari lokasi sekolah nona Luna. Kami segera meluncur,” jawab suara di seberang sana.

Ningsih menutup telepon, lalu dengan tergesa-gesa menyambar kunci mobilnya di atas meja.

Baru saja kakinya melangkah keluar menuju teras rumah, ponselnya kembali berdering nyaring.

Itu panggilan balik dari pak Roni. Perasaan Ningsih mendadak tidak enak.

“Ya, Pak Roni? Bagaimana? Luna sudah bersama mu?”

“Maaf, Ibu Ningsih. Kami baru saja sampai di lokasi dan memeriksa seluruh area sekolah. Tapi nona Luna tidak ada di sekolahnya, Bu!”

Deg!

Seluruh persendian tubuh Ningsih mendadak terasa lemas.

“Apa maksudmu tidak ada?! Jangan bercanda! Luna pasti menunggu di pos satpam atau di dalam kelas!”

“Kami sudah memeriksa ruang kelas, pos satpam, bahkan kantin, Ibu. Satpam sekolah mengatakan kalau setengah jam yang lalu, ada sebuah mobil mewah berwarna hitam yang menjemput nona Luna. Satpam mengira itu adalah mobil kiriman dari pak Hendra, jadi mereka mengizinkan nona Luna ikut.”

Ningsih geram, matanya memerah sempurna dipenuhi kabut kemarahan yang luar biasa. Cengkeramannya pada kunci mobil mengencang.

“Kurang ajar! Siapa yang berani menyentuh putriku?!" gumam Ningsih. “Pak Roni! Cari tahu ke mana arah mobil itu pergi sekarang juga! Gunakan semua jaringan kalian! Temukan Luna detik ini juga!”

“Baik, Ibu! Kami segera melacak nomor plat mobilnya melalui CCTV area sekolah!”

Panggilan terputus.

“Kamu lagi-lagi mengabaikan anak kita, Mas. Jika yang mau kamu abaikan dan kamu injak-injak itu adalah aku, aku sudah terbiasa dan aku bisa bersabar. Tapi Luna, dia tidak bersalah, Mas! Dia putri kandungmu!” gumam Ningsih.

Ningsih mencengkeram dadanya yang terasa sesak. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Luna akibat kelalaian suaminya, Ningsih bersumpah akan menghancurkan hidup Hendra hingga pria sombong itu membusuk miskin di titik terdalam dalam hidupnya.

1
Kembarr Kembaarr
apem bosok di tawak2ne. ngono ko yoo enek seng gelem . tp seng gelem biasane podo bosok'e
Kembarr Kembaarr
lanangan nek wes diwei apem bosok lali anak bojo.
Kembarr Kembaarr
jngn terlalu bodoh ningsih. dn jngn terlalu banyak bicara buktikn kemampuanmu dn tunjukn pd laki2 gak guna itu
Kembarr Kembaarr
lepas saja ningsih laki macam itu. gak guna. dari pd stres sendiri punya suami tak tau diri
merry
ko ning msh ksh krjaan le selingkuhan mntn laki ya 🤔🤔🤔pdhl Hendra rela keluarin uang bnyk demi arumi bli tas mewah
arniya
luar biasa kak
Elina thea
semakin lama semakin menjengkelkan sich iklan2 ini...datang gak di jemput tapi pulang harus di antar....ngeselin bangettt,lagi enak2 baca juga....
Senja: Banyk iklan skrg ya kak? kok tumben yah ntoon iklan bejibun, coba di pengaturan hapenya
total 1 replies
Lesmana
makan noh yeni kelakuan lu tuh.. elu nolak cucu dr hendra , diksh dobel ama Tuhan..skalian keturunan elu putus sampai di nawang aja..😄😄😄
Lesmana
sadis gila nih nenek lampir😡😡 hendra cacat jg gara2 nolongin nawang anak elu sndr.. astagaa nyawa gak berharga amat yah dimata nih nenek lampir😭😭
Setiawan
loh td kan udah liat2an sama ningsih & satria..kog skrng nanya mana ningsih ??🙄🙄
Dewa Nara
baru mampir Thor
Lesmana
kirain rmh mamanya pun pny satria , secara satria kan prnh ngaku sama ningsih kalo dulu msh jaman sekolah , satria msh susah ekonominya..
Lesmana
mending janda ketauan gak perawan skalian , hilang perawan nya jg jelas.. drpd gadis tp gak perawan , gak jelas siapa yg merawanin😄😄😄
Setiawan
hendra keliatan nya sdh insyaf.. tp kog aneh yah , wkt mertua nya yudha serangan jantung , katanya krn dgr alasan hendra yg ribut dgn yeni , mamanya nawang.. hendra suruh yeni jualan rmh warisan kakek nawang utk nutupin hutang hendra.. kog gak dibahas lg yah wkt yudha sembuh ?? bukannya hendra cm korupsi 10M di ktr yudha doang yah ?? masa sih hendra ada hutang juga diluaran ?? 🙄🙄🙄
Setiawan
nih si nawang yah.. dulu hendra msh calon suami aja , dia cemburu sama ningsih , gak mau lelaki miliknya diganggu cwe lain.. eh eh eh skrng dia sndr yg gangguin lelaki org.. emang wataknya ulet bulu nih cwe.. emak nya aja yg mantan ulet bulu jd ikut malu liat kelakuan anaknya😄😄😄😄
Lesmana
author sadis🤣🤣🤣 udah ky ditampol bulak balik , pake sendal jepit pula🤣🤣🤣
Lesmana
kan kan si bloon🤣🤣 jelas2 lg hamil , jatuh pula😄😄😄
Lesmana
krn ningsih mau terima satria walopun dlm keadaan lumpuh.. nah elu ?? yg ada menghina satria cacat.. ente sombong pisan euyy 🤣🤣
Lesmana
elu emang sial , hendra...dimata elu , mantan slalu dah lbh indah.. pdhl arumi cm OB , msh aja di blng lbh modis , konslet emang otak si hendra kynya nih🤣🤣🤣
Lesmana
perasaan td satria ksh nya bunga matahari , gak sebut ada bunga mawar nya🙄🙄
Senja: blm kurevisi 🤣🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!