NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kaset yang Membuat Malu

Malam itu terasa begitu hangat. Perut sudah kenyang oleh sup ayam dan kue bolu, dan tubuh terasa rileks setelah seharian beraktivitas. Liora duduk di sofa ruang keluarga, menikmati secangkir teh hangat, sementara Alex masih asyik dengan potongan kue bolu di tangannya.

"Liora, tadi Bi Emi membawa sesuatu untuk Alex," kata Alex tiba-tiba, matanya berbinar.

Liora mengangkat alis. "Benar? Apa itu?"

Alex berlari menuju sebuah kotak kecil di sudut ruang tamu. Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah kaset video berwarna hitam. Di sampulnya, tertulis judul film bergambar dua orang sedang berpelukan.

"Ini kaset! Bi Emi bilang ini film bagus. Alex belum pernah nonton," kata Alex dengan semangat.

Liora mengambil kaset itu dan membaliknya. Ia membaca sinopsis di bagian belakang. Film itu bercerita tentang sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Liora mengernyit. "Emi membawa ini untuk kamu?"

"Iya! Bi Emi bilang, Alex sudah besar, jadi Alex boleh nonton film dewasa," jawab Alex polos.

Liora merasa sedikit ragu. Namun, melihat semangat Alex yang begitu besar, ia tidak tega menolak. "Baiklah, Alex. Tapi kita hanya menonton sebentar, ya. Nanti kita tidur."

Alex mengangguk setuju. Ia memasukkan kaset ke dalam pemutar VCR yang masih berfungsi di ruang keluarga. Layar televisi menyala, dan film pun mulai berputar.

Awalnya, film itu berjalan biasa. Seorang pria dan seorang wanita sedang berjalan-jalan di taman, berbicara tentang kehidupan mereka. Musik latar yang lembut mengiringi adegan demi adegan. Liora merasa film itu cukup aman, dan ia mulai bersantai.

Namun, sekitar dua puluh menit berlalu, alur cerita mulai berubah. Pria dan wanita itu mulai saling mendekat. Percakapan mereka menjadi lebih intim, dan suasana di layar mulai terasa lebih romantis.

Liora mulai merasa tidak nyaman. Ia menyesal telah setuju menonton film ini. Ia berharap film itu segera berakhir dengan cepat.

Dan kemudian, adegan yang ditakutkannya pun muncul.

Di layar, pria dan wanita itu saling menatap, lalu perlahan-lahan mereka berciuman. Ciuman itu tidak vulgar, tetapi cukup jelas dan intim. Bibir mereka bertemu dengan lembut, dan tangan mereka saling menyentuh.

Liora merasa wajahnya memanas. Pipinya berubah menjadi merah padam. Ia menoleh ke arah Alex, berharap Alex tidak memperhatikan adegan itu.

Namun, Alex tidak hanya memperhatikan. Ia menonton dengan sangat serius, matanya terpaku pada layar, tidak berkedip. Ia seolah sedang mempelajari setiap gerakan yang terjadi di layar.

"Alex, kita matikan saja, yuk," kata Liora, suaranya sedikit gugup. "Film ini sudah mulai tidak cocok."

Alex tidak menjawab. Matanya tetap terpaku pada layar. Adegan ciuman itu berlangsung cukup lama, dan Alex menontonnya dengan fokus yang luar biasa.

Liora mencoba meraih remote untuk mematikan televisi. Namun, sebelum tangannya menyentuh remote, Alex lebih dulu mengambilnya dari atas meja. Ia memegang remote itu erat-erat, masih menonton layar.

"Tunggu, Liora," kata Alex, suaranya lebih dewasa dari biasanya. "Alex ingin melihat."

Liora membelalak. Suara Alex terdengar berbeda. Tidak seperti suara anak kecil yang biasanya ia dengar. Suara Alex terdengar lebih serius, lebih dewasa.

"Alex, ini tidak pantas untuk kamu tonton," kata Liora dengan nada memohon.

Alex tidak mendengarkan. Ia terus menonton, dan di layar, adegan mulai berubah. Pria dan wanita itu mulai bergerak lebih intim. Pakaian mereka mulai terbuka sedikit demi sedikit. Dan kemudian, adegan itu menjadi lebih jelas—mereka sedang melakukan hubungan badan.

Liora hampir tersedak. Wajahnya tidak lagi merah, tetapi sudah menjadi merah seperti tomat yang terlalu matang. Ia menutup matanya dengan tangan, tidak berani melihat layar.

"Liora, kenapa mereka melakukan itu?" tanya Alex dengan suara pelan.

Liora membuka matanya sedikit, lalu menutupnya lagi. "Alex... itu... itu bukan untuk anak-anak."

Tapi Alex tidak berhenti bertanya. "Itu seperti yang ada di buku yang Alex baca, kan? Itu yang disebut hubungan badan?"

Liora tidak bisa menjawab. Lidahnya terasa kaku. Ia hanya bisa diam, menatap lantai dengan wajah yang semakin memerah.

Alex menatap Liora. Kemudian, ia menatap layar lagi, dan matanya berbinar. "Alex ingin mencoba."

Liora tersentak. "Apa? Alex, jangan!"

"Kenapa? Alex sudah menikah dengan Liora. Di buku itu, suami istri harus melakukan itu. Alex ingin tahu rasanya," kata Alex, suaranya masih polos, tetapi permintaannya sangat jelas.

Liora menelan ludah. Ia menatap Alex yang masih menonton layar dengan tatapan penasaran. Alex tidak mengerti apa yang ia minta. Alex hanya melihat sesuatu yang baru dan ingin mencobanya, seperti anak kecil yang melihat mainan baru.

"Alex, dengar Liora," kata Liora, berusaha menenangkan suaranya. "Itu bukan mainan. Itu adalah sesuatu yang hanya boleh dilakukan oleh suami istri yang sudah saling memahami. Dan kita... Liora belum siap."

Alex memiringkan kepalanya. "Kenapa Liora belum siap? Liora mau kan jadi istri Alex yang baik?"

Liora merasa hatinya teriris. Ia tidak ingin menyakiti Alex. Ia tidak ingin Alex merasa ditolak. Tetapi ia juga tidak bisa melakukan sesuatu yang belum ia siapkan.

"Liora... Liora masih perlu waktu, Alex. Liora masih belajar tentang menjadi istri. Liora juga ingin tahu lebih banyak tentang Alex," kata Liora pelan.

Alex diam untuk beberapa saat. Matanya menatap Liora, lalu kembali menatap layar yang sudah berganti adegan biasa. Ia meletakkan remote di atas meja.

"Baiklah, Liora. Alex akan menunggu," kata Alex dengan suara pelan.

Liora merasa lega, tetapi juga sedikit bersalah. Ia mengambil remote dan mematikan televisi. Ruangan menjadi gelap dan sunyi.

"Maaf, Alex," bisik Liora.

Alex tidak menjawab. Ia hanya duduk diam di sofa, menatap layar televisi yang sudah mati.

Liora tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa duduk di samping Alex, berharap Alex tidak marah.

Malam itu berakhir dengan keheningan. Alex pergi tidur lebih awal, dan Liora hanya bisa memandang punggungnya yang menjauh.

Di dalam hati, Liora bertanya-tanya. Berapa lama lagi ia harus menunggu? Dan berapa lama Alex bisa menunggu?

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!