🍀 BAYU MEMANG GEMBLUNG - Part 3 🍀
Penampakan di samping balkon hotel membuat Bayu merinding dan terkejut. Seakan nyata atau khayalan, penampakan menyeramkan itu mirip dengan wajah Rudi, temannya.
'Setan! Apa bener itu Rudi! Setan edan!'
Entah, karena takut atau karena tak percaya, Bayu mengumpat dalam hati. Seketika penampakan itu menghilang saat Ningsih memanggil Bayu.
"Mas, ke sini. Ini pesanannya sudah datang." panggil Ningsih dari dalam ruangan.
"Eh, iya Ningsih."
Bayu bergegas masuk, mencoba mengalihkan pikirannya tentang penampakan tadi. Ningsih memesan wine, steak lengkap, salad, dan onion rings.
"Walah, makanan apa ini Ningsih? Mas nggak ngerti. Belum pernah makan. Kalau ini minumane enak tenan. Beda jauh sama ciu atau topi miring." ucap Bayu sambil tertawa, menertawakan dirinya sendiri.
"Mas, kamu itu lucu banget. Minuman ini wine, Mas, semacam anggur. Kalau makanan itu makanan wong londo (orang barat), Mas! Kalau Mas suka, kita bisa makan seperti ini terus." kata Ningsih menjelaskan kemudian mencium pipi Bayu. Bayu pun merasa sangat berarti.
"Kalau tiap hari, ya, boros, Ningsih. Entar kamu jadi gemuk seperti mas ini, loh. Hahaha ...."
Ningsih lantas mencubit perut buncit Bayu. Bayu pun semakin bersemangat menghabiskan makanan itu. Membayangkan apa yang akan mereka lakukan sesudah makan.
Bayu dan Ningsih tidak mengerti siapa yang lebih dahulu memulai kejadian sesudah makan. Namun, sepanjang sore mereka penuh keringat lalu terlelap. Malam harinya, mereka terbangun setelah saling memberi kenikmatan.
Ningsih pun mandi. Membersihkan tubuhnya dan menyegarkan badannya. Tiba-tiba, Bima datang.
"APA YANG KAU LAKUKAN, NINGSIH! BERANINYA KAU BERCUMBU DENGAN LELAKI ITU TANPA SEIJINKU!"
Suara Bima mengglegar di kamar mandi.
'M-maaf, Bima. Ini salahku. Aku tak bisa mengendalikan keinginanku. Maaf ....' jawba Ningsih dalam batin dengan gemetar.
"JIKA ITU INGINMU, NIKAHI LELAKI ITU! DUA BULAN LAGI AKU AKAN MENGAMBILNYA! INGAT NINGSIH, JANGAN KAU GEGABAH LAGI!"
'B-baik, Bima. Terima kasih. Aku akan segera mengajaknya menikah.'
Ningsih segera memakai pakaian dan keluar dari kamar mandi. Bayu sudah berpakaian lengkap dan seolah tergesa karena melihat bulan dibalut gelapnya malam.
"Mas, kenapa terburu-buru?" ucap Ningsih lembut sambil mengelus bahu Bayu.
"Aduh, Ningsih. Ini sudah malam. Istri mas pasti mencari. Anak-anak mas juga menunggu. Kalau mas tidak pulang membawa uang, mereka tidak makan." kata Bayu yang merasa sangat bersalah dan cemas akan kondisi kedua anaknya. Meskipun Bayu melakukan dosa yang nikmat, tak bisa dipungkiri hatinya tetap memikirkan kedua anaknya.
"Oh, itu yang membuat Mas gelisah? Kalau Ningsih memberi penawaran menarik, apakah Mas mau?" Ningsih pun tersenyum manja.
"Apa, Ningsih? Asal jangan kau suruh mas meninggalkan anak-anak dan istri mas, ya."
"Iya, Mas, aku paham. Kalau Mas mau nikah siri denganku, aku akan menjamin hidup Mas bahkan istri dan kedua anak Mas."
"M-maksudnya Ningsih?" Bayu terbelalak tak percaya apa yang Ningsih ucap baru saja.
"Jadi gini Mas, aku mau buat kesepakatan ama Mas. Kita nikah siri dan Mas akan tinggal di apartemen dekat cabang usahaku.
Mas bisa pulang ke rumah hanya Sabtu atau Minggu. Mas bilang saja kerja jadi sopir pribadi di kota. Semua kebutuhan akan Ningsih cukupi. Apapun yang Mas pinta akan Ningsih penuhi. Rahasiakan hubungan kita dari siapa pun itu. Bagaimana Mas, mau tidak?" jelas Ningsih sembari menatap sayu mata Bayu yang mulai berbinar.
"Beneran itu, Ningsih? Yakin? Mas mau banget!" jawab Bayu yang dengan mudah jatuh ke pelukan Ningsih.
'Wah, kalau ini namanya rejeki nomplok! Cuma modal kuat indehoy bisa dapet duit, cewek bahenol kaya raya, anak bini dapet duit cukup. Ah, kalau dari dulu ane tahu ada kerjaan enak begini ... eh, terus di Rudi di mana kalau Ningsih mau denganku?' Bayu berfikir dan sedikit curiga. Namun, keserakahan membuatnya tak peduli nasib Rudi.
"Ayo Mas, kita pulang dulu. Sudah malam."
Mereka pulang dan sepanjang perjalanan Ningsih terus memuji kegagahan Bayu. Merasa di atas awan. Bayu terbuai dengan perkataan Ningsih tanpa bisa berpikir jernih.
***
Mereka pun tiba di area pangkalan ojek. Warung kopi jelas sudah tutup dan tak terlihat motor Bayu di sana. Ningsih pun berinisiatif mengantar Bayu pulang, tetapi hanya bisa sampai ujung gang.
Sebelum melepas Bayu pulang, mereka berpelukan dan berciuman di dalam mobil. Ningsih mengambil uang dari tas nya.
"Mas, ini untuk istri dan kedua anak Mas. Segera sekolahkan si Aji, Mas. Mas bilang saja ini gaji diambil di muka untuk tanda jadi bekerja. Aku pergi dulu, Mas. Sampai jumpa besok pagi." ucap Ningsih yang melepas kepulangan lelaki itu.
Ningsih pun berlalu dengan mobilnya. Bayu berjalan ke rumahnya. Ningsih memberi Bayu lima juta rupiah. Angka yang sangat banyak bagi Bayu.
Dari kejauhan, Bayu melihat kedua anaknya dan istrinya tercinta di depan rumah. Seakan mereka khawatir dan menanti kedatangan Bayu.
"Bapaaak!" teriak Aji sambil berlari ke arah Bayu.
"Yaampun, Aji cah bagus, kok belum tidur ki gimana?" kata Bayu yang langsung memeluk anaknya.
"Nunggu Bapak pulang. Mas Aan sama Ibu juga. Bapak kok bajunya baru? Bagus juga." tanya Aji yang masih lugu.
"Iya, Aji besok juga beli baju baru, ya. Bapak dapat kerjaan bagus."
Bayu memeluk erat putranya. Kemudian sesampainya di rumah, Bayu menjelaskan kepada istri dan anak-anaknya tentang pekerjaan barunya menjadi 'sopir pribadi' dengan gaji yang fantastis.
Narti, Aji dan Aan pun gembira. Tak henti-hentinya bersyukur. Pas sekali, ada suara penjual nasi goreng keliling. Mereka pun memanggil dan memesan empat porsi nasi goreng komplit.
Memang sejak siang, istri dan anak-anak Bayu belum makan. Mereka memakan lahap nasi goreng itu. Tak biasanya, mereka bisa makan seporsi untuk seorang. Mereka sangat bersyukur tanpa mengerti nasib buruk mengintai Bayu.
Arwah Rudi mencoba memperingati Bayu tetapi gagal. Rudi menjadi salah satu tumbal keserakahan Ningsih. Rudi meninggal mengenaskan di villa dengan kondisi dicabik-cabik oleh Bima dan penuh darah.
Ningsih sengaja tidak ke villa karena jijik melihat kondisi Rudi. Bima pun membereskannya dengan mudah. Tak ada yang menyadari kepergian Rudi. Bahkan bapaknya Rudi pun meninggal tragis.
***
Sesampainya di rumah, Ningsih merasa lelah dan langsung tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu lelaki tua yang tempo lalu memaki dirinya. Bapaknya Rudi datang di mimpi Ningsih.
Terasa sangat nyata, saat lelaki tua itu memaki dan meminta pertanggung jawaban Ningsih. Ningsih merasa tercekik dan terbangun seketika saat adzan subuh berkumandang.
'Untung hanya mimpi! Dasar lelaki sampah dan lelaki tua menyebalkan! Udah mati juga masih menyebalkan!' umpat Ningsih dalam hati. Ningsih pun tertidur lagi karena masih subuh dan dingin.
***
*)Gemblung \= Setengah gila; bodoh; bandel. (KBBI)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 310 Episodes
Comments
Cahaya Hayati
berapa lama Ningsih jadi persugihan Thor ???
2022-08-07
0
eMakPetiR
hmmm... antara kasian ma gimana y ngegambarinnya..
2022-07-21
0
off
nanti lama2 ningsih yg kena azabny
2021-04-12
1