🍀 BAYU MEMANG GEMBLUNG - Part 2 🍀
Bayu dan Ningsih melanjutkan perjalanan ke kota. Sengaja Ningsih mengajak Bayu berhenti di sebuah toko pakaian ternama. Ningsih memilihkan kaos, kemeja dan celana jeans untuk Bayu. Setelah itu, mereka berhenti di toko sepatu. Ningsih membelikan sepatu yang cocok untuk penampilan Bayu.
Bagai tertimpa durian runtuh, Bayu dapat jackpot! Jalan dengan wanita cantik kaya raya, dapat baju dan sepatu baru, menyetir mobil bagus, sudah lengkap hidupnya bagaikan bos.
"Nah, kalau beginikan ganteng, Mas." ucap Ningsih menggoda.
"Halah, biasa aja, Ningsih. Makasih, ya. Mas nggak pede sebenernya pakai beginian." sahut Bayu yang merasa sedikit tak nyaman.
"Nggak usah terima kasih, Mas. Justru Ningsih yang berterima kasih sama, Mas."
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke tempat cabang usaha Ningsih. Bayu tersenyum bangga bagaikan bos baru menggandeng tangan mulus nan wangi milik Ningsih saat turun dari mobil. Karyawan Ningsih pun saling berbisik melihat Ningsih bersama lelaki asing.
Ningsih mengabaikan bisik-bisik karyawannya. Dia segera menyelesaikan urusan penting di cabang. Mengecek segala sesuatunya. Setelah selesai urusan Ningsih, dia mengajak Bayu untuk pergi dengan mobilnya.
Dalam perjalanan, timbul rasa lelah dan Ningsih ingin beristirahat sejenak. "Mas Bayu, mau istirahat tidak? Ningsih capek." tanya Ningsih pada Bayu yang langsung dijawab.
"Ya Ningsih, mau istirahat di mana?"
"Itu, Mas. Hotel berbintang lima di pinggir itu, Mas." kata Ningsih sambil menunjuk dengan jarinya ke arah bangunan mewah.
Bayu yang menyetir mobil terkejut dengan ajakan Ningsih. Tak sengaja, Bayu langsung mengerem. Hampir saja Ningsih terbentur jendela mobil karena terkejut.
"Aduh ... Mas Bayu hati-hati." keluh Ningsih.
"M-maaf, Ningsih. Kok, ke hotel? Mas belum pernah ke tempat begituan."
"Cuma istirahat, 'kan, Mas."
Ningsih memeluk lengan Bayu. Merayu Bayu untuk mau. Bayu pun menelan ludah berfikir yang tidak-tidak.
'Aneh! Iya, sih, cantik, bahenol, baik, dan kaya raya. Namun, aneh banget. Kenapa ngajak ane ke hotel mewah begini. Emang mau pasrah dianu-anu ane? Atau jangan-jangan ....'
Bayu antara senang dan curiga. Kenapa Ningsih yang baru dikenalnya tadi pagi mengajaknya ke hotel semewah itu.
Sesampainya di lobi hotel, Ningsih segera check in dan mengajak Bayu beristirahat. Menuju kamar yang dipesan, Bayu merasa gugup menggandeng wanita cantik itu.
"Mas, santai saja." ucap Ningsih sambil bersender di pundak Bayu.
"I-iya. Ini mencoba santai." Bayu masih berkeringat menahan rasa geroginya.
Ningsih tersenyum menatap Bayu. Sampailah mereka di depan sebuah kamar VVIP, dibuka dengan kunci berbentuk kartu. Bayu masuk dan hampir melongo melihat bagus sekali ruangan itu. Ada ruangan khusus untuk duduk, ada kamar mandi lengkap dengan bathup, ada kamar nan luas komplit dengan televisi layar datar besar, dan yang membuat takjub adalah balkon depan yang menyajikan pemandangan indah dari lantai tujuh.
"M-mas, Mas Bayu kenapa?" ucap Ningsih yang lembut membuyarkan kekaguman Bayu.
"Ningsih, ini kamar atau rumah? Bagus banget. Mas baru kali ini lihat beginian." kata Bayu seraya berjalan menuju balkon.
"Ini kamar, Mas tapi VVIP. Lagi pula ini hotel berbintang lima. Mas mau punya rumah seperti ini? Kalau Mas mau, aku bisa membelikan apartemen untuk Mas Bayu." kata Ningsih yang kemudian memeluk Bayu dari belakang.
Entah mengapa, Ningsih menginginkan lelaki ini. Bukan karena perintah Bima, tetapi Ningsih ingin merasakan sensasi berbeda jika bersama lelaki gagah nan tambun.
"N-ningsih, mengapa kamu dengan mudah berkata seperti itu? Sebelumnya, mas mau bilang kalau mas sudah menikah dan mempunyai dua orang anak." tutur Bayu yang mencoba melepas pelukan Ningsih.
Antara merasa ingin atau merasa bersalah dengan istri dan anaknya. Bayu merasa ragu.
"Mas Bay, Ningsih tahu, kok, Mas sudah punya istri. Mana mungkin lelaki sebaik Mas belum mempunyai pendamping. Jika Mas mau, aku mau jadi istri siri Mas. Mas tidak perlu capek-capek bekerja. Semua akan aku penuhi untuk kehidupan istri dan anak-anak Mas. Aku ikhlas." jawab Ningsih sangat menggoyahkan hati setiap lelaki.
Lelaki mana yang bisa bertahan jika diberi penawaran menarik seperti ini. Bayu pun memberanikan diri mencium bibir Ningsih. Ningsih pun membalas dengan ******* yang lebih ganas. Seakan haus kasih sayang, Ningsih dan Bayu berciuman beberapa menit di balkon.
***
Tepat disaat itu ....
Prankk ....
Suara pigura foto terjatuh menghantam lantai membuat penghuni rumah itu terkejut.
"Astagfirullah ... yaampun ... kenapa bisa jatuh?" ucap Narti yang kaget melihat satu-satunya foto keluarga yang dia miliki.
"Ibu ... ada apa?" tanya anak bungsu Narti yang masih berusia enam tahun. Karena kesulitan perekonomian, Aji belum bersekolah. Kakaknya bernama Aan sudah duduk di kelas IX SMP.
"Duh, Aji, ibu juga tidak tahu. Ayo kita berdoa semoga Bapak dilindungi Allah."
Narti memeluk Aji sambil berdoa dalam hati. Entah mengapa, rasa hati tak karuan. Narti berharap suaminya baik-baik saja.
***
Apa yang merasuki Bayu dan Ningsih. Berawal dari ciuman yang memanas, Bayu pun menggendong Ningsih menuju ke kasur empuk nan lebar.
Mereka melanjutkan ciuman itu, hingga nafsu mereka terbakar dan menggelora. Bayu mulai berjelajah di tubuh Ningsih. Mulai leher, turun ke dada, perut dan menuju ke area sensitif Ningsih.
"Aaah ... Mas, jangan berhenti," desah Ningsih membuat Bayu semakin bersemangat menjelajahi tubuh putih mulus yang bahenol.
'Kapan lagi aku bisa menikmati tubuh seperti ini. Bahkan wanita bayaran yang mampu kusewa, tidak semulus dan seindah ini. Beruntung sekali Rudi! Pantas dia tidak pernah pulang rumah, sampai Bapaknya meninggal pun dia tak pulang. Deg - '
Bayu mengingat sesuatu. Bayu menghentikan aktifitas panasnya. Ningsih yang hampir telanjang bingung menatap Bayu.
"Mas, ada apa?"
"Tidak, Ningsih. Aku hanya teringat sesuatu. Maaf."
"Tidak apa, Mas. Ayo kita duduk dahulu. Aku akan memesan minuman dan makanan."
Seakan mengerti, Ningsih pun bangkti dari tempat tidur. Merapikan pakaiannya dan berjalan menuju ke telepon di sudut ruangan.
'Shit! Sudah nanggung begini kenapa berhenti. Dasar lelaki! Aku harus mendapatkanmu!' gerutu Ningsih di dalam hati.
Sedangkan Bayu duduk dan merenung. Dia mengingat soal kecelakaan yang menimpa bapaknya Rudi. Tempat kejadiannya di dekat perumahan Ningsih. Apakah semua ada kaitannya?
Bayu pun mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam kantong kemejanya, mengambil satu batang dan berjalan ke balkon. Menyalakan rokok itu dan menyesapnya dalam lalu menghempaskan asap itu.
Saat menengok ke kanan, Bayu sangat terkejut melihat sesosok tubuh penuh koyakan dan darah, melayang di balkon sebelah sambil menatap iba ke arah Bayu.
'Setan alas! Dedemit disiang bolong begini! Eh, tunggu. Wajahnya mirip ....'
Bayu terkejut dan berkali-kali mengusap matanya. Seakan tak percaya apa yang dilihatnya saat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 310 Episodes
Comments
Cahaya Hayati
waduh saya sampe kaget Thor masak hantu di siang hari
2022-08-07
0
eMakPetiR
bayu anak indihome y
2022-07-21
0
x10
ada perang dunia
2022-07-14
0