🍀 Pemikiran yang Semu 🍀
Ningsih memiliki suami gaib yang bernama Bima. Mereka masih sering berhubungan layaknya suami-istri. Meskipun Ningsih tak bisa melihat wujud Bima, dia tetap menikmati setiap rasa yang selalu berhasil membuatnya puas. Entah mengapa, Ningsih mulai terbuai dengan semua kemudahan itu.
Bima menjanjikan harta melimpah, entah emas atau uang setiap kali selesai mengunjungi Ningsih. Benar adanya, Bima menepati semua janji. Ningsih merasa puas dan senang dengan semua itu.
"Aku tidak perlu khawatir tentang keuangan. Lagi pula, usahaku sudah dibuka dan hasilnya lumayan. Walau hanya warung mie ayam jamur, tetapi hasilnya luar biasa laris. Ditambah semua uang dan emas hasil berhubungan dengan Bima! Tak perlu lagi susah payah seperti dahulu." gumam Ningsih pada dirinya sendiri sambil menatap cermin. Seperti biasa, sebelum mengunjungi tempat usaha, Ningsih selalu berdandan.
Makin hari, Ningsih terlihat semakin cantik. Terlebih ketiga pegawainya juga pintar bekerja. Ningsih tak perlu repot mengaturnya.
"Kalian bekerja dengan baik. Pertahankan dan tingkatkan, ya. Aku akan memberi kenaikan gaji jika bulan ini omset tercapai," ucap Ningsih dengan mantab.
"Siap, Bos!" jawab ketiga pegawai Ningsih bersamaan.
Dalam waktu yang cukup singkat, usaha Ningsih berkembang. Total pegawai yang Ningsih miliki tujuh orang dan tempat usaha Ningsih sudah lebih maju, dibentuk seperti restauran kekinian. Ningsih merasa bahagia dengan kemajuannya saat ini.
***
Dua tahun kemudian ....
Ningsih hidup sebagai istri Bima selama dua tahun ini. Semua berjalan lancar sampai Wahyu genap berusia tiga tahun. Ningsih berjumpa dengan seseorang lelaki yang mengusulkan untuk membuka cabang dan memperluas usaha mie ayamnya. Nama lelaki itu adalah Tomi.
Tomi berusia empat puluh tahun dan orangnya baik sekali. Dia duda dan belum punya anak, dia bercerai karena istrinya selingkuh. Tomi tidak bisa memiliki keturunan, oleh sebab itu dia senang bermain dengan Wahyu. Hal itu membuat Ningsih bersimpati dengan Tomi.
Ningsih menjalin kerja sama dengan Tomi. Oleh karena itu, mereka sering bertemu dan berinteraksi dengan baik. Hari-hari berlalu dengan cepat. Keakraban mereka semakin terasa. Hampir setiap hari Tomi mengunjungi Wahyu dan mengajak bermain. Hingga, suatu ketika dia mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan hatinya kepada Ningsih.
"Dek Ningsih, maukah Adek menjadi pendampingku? Sudikah Adek menjadi istriku? Serta Wahyu menjadi anakku?" ucap Tomi terlihat sangat mantab dan bersungguh-sungguh.
Belum sempat Ningsih menjawab, tiba-tiba terdengar suara Bima menggelegar.
"TERIMA SAJA NINGSIH. AKU BUTUH RAGANYA UNTUK BERSANDING DENGANMU."
Tentu saja hanya Ningsih yang bisa mendengar suara Bima. Ningsih pun sangat galau. Bingung karena Tomi sangat baik padanya dan wahyu. Namun, jika Ningsih menerimanya, sama saja dengan mengorbankan Tomi. Bukankah setiap lelaki yang menjadi suami Ningsih akan menjadi tumbal? Pasti Bima akan membuat Tomi celaka cepat atau lambat.
Namun, jika Ningsih menolaknya, kemungkinan Tomi akan patah hati. Dia terlalu baik dan Ningsih tak tega menyakiti hatinya. Kembali lagi, Ningsih tak berani membantah perkataan Bima, suami gaib yang membuatnya kaya raya.
"Mas Tomi, aku bersedia, Mas. Namun, Mas janji, ya, jika aku mengenalkan Mas ke keluarga, Mas bilang kalau semua usaha dan kesuksesan ini milik Mas. Mas bilang saja kalau aku ini dahulu menjadi pegawai Mas." jelas Ningsih sebagai permintaan.
Ningsih memanfaatkan situasi ini agar keluarganya di desa tidak curiga atas kekayaan yang dia dapat. Pastinya, syarat itu tidak sulit bagi Tomi.
"Baik, Dek. Apa pun permintaan Dek Ningsih, akan kukabulkan. Berarti, Adek mau 'kan menikah denganku?" Tomi kembali memastikan jawaban Ningsih.
Ningsih mengangguk dan tersipu malu. Tomi lekas memeluk dan mengecup kening Ningsih. Rasa hangat tubuh Tomi membuat sensasi yang berbeda dengan Bima yang tak beraga.
***
Dua Bulan kemudian ....
Pernikahan diadakan begitu meriah dan semua keluarga Ningsih kagum melihat keberuntungan yang digapainya. Suami penyayang dan kaya raya. Tentunya banyak orang di desa Ningsih mulai membicarakan hal itu.
Terlebih, keluarga Agus. Mereka terlihat tidak suka dengan pernikahan Ningsih dan Tomi. Mereka pun tidak menghadiri pernikahan itu meski sudah diundang dan dimintai restu. Bahkan, sempat mengumpat tentang kematian Agus. Mereka belum ikhlas melepas kepergian Agus yang terlalu cepat.
"Ahh, biarlah! Lagi pula aku sudah ke sana meminta restu dengan baik dan membawa sejumlah sembako serta uang untuk membantu pengobatan Ibunya Mas Agus. Mereka saja yang tak tahu berterima kasih!" gerutu Ningsih yang kesal dengan perlakuan keluarga besar Agus.
Mulai saat ini, Ningsih tidak mau terlalu pusing memikirkan keluarga dari Agus. Dia mempunyai kehidupan baru yang harus dijalani sebaik mungkin.
Malam pertama saat Ningsih dan Tomi hendak bercinta, ternyata Bima datang dan memasuki tubuh Tomi. Benar-benar Bima yang melakukannya. Ningsih bisa merasakan sentuhan dan sensasinya tetap sama seperti saat bergumul tanpa raga.
Ciuman yang ganas, sentuhan, serta permainan dan hentakan kuat yang membuat Ningsih mendesah dan meraih kenikmatan duniawi. Bima sangat pintar memperlakukan Ningsih hingga menjadi seperti budaknya.
"HA HA HA ... ISTRIKU SANGAT MENIKMATI INI. AKU AKAN MEMBERIMU LEBIH BANYAK HARTA, TETAPI INGAT SATU HAL, JANGAN SAMPAI KAMU MENCINTAI SUAMIMU!" tegas Bima yang merasuki tubuh Tomi.
Walau di tubuh Tomi, suara Bima tetap sama mengelegar dan membuat Ningsih merinding. Ningsih pun mengiyakan perkataan Bima. Dia tidak memiliki pilihan lain, bukan?
Keesokan paginya, Ningsih menemukan beberapa emas di bawah bantalnya. Ningsih mengecup kening Tomi. "terima kasih Bima, terima kasih Mas Tomi. Hidupku sangat sempurna." batinnya.
"Ahh, sudah bangun, Dek?" ucap Tomi terbangun dari tidurnya.
"Hmm, sudah, Mas. Aku buatin minum dulu, ya." Ningsih bangkit dari ranjangnya dan bergegas ke dapur. Hampir saja ketahuan ketika memegang emas di bawah bantalnya. Ningsih harus lebih berhati-hati lagi.
Setiap harinya, Wahyu selalu bersama Mak Sri. Mereka bagaikan nenek dan cucu, sangat lengket. Mungkin karena Ningsih sibuk bekerja dan mengelola beberapa cabang restaurannya, jadi dia kurang memperhatikan Wahyu.
Namun, Ningsih sangat salut dengan Tomi. Dia selalu menyempatkan diri untuk bermain dengan Wahyu sebelum dan sesudah berangkat kerja. Mungkin karena Tomi sangat rindu kehadiran buah hati.
"Ahh, rasanya sedih jika ingat Bima bisa sewaktu-waktu mengambil Mas Tomi dari sisiku, dari sisi Wahyu." gumam Ningsih sambil menatap kebersamaan Tomi dan Wahyu.
Ningsih menjalani hari-hari sebagaimana keluarga utuh semestinya. Namun, hampir setiap malam Bima datang dan membuat Tomi kehilangan kesadaran. Mengambil alih tubuhnya untuk menyentuh Ningsih. Bagaimana Ningsih bisa menolak? Semua kenikmatan duniawi disuguhkan untuknya. Kepuasan sek*ual dan harta yang hentinya mengalir untuk Ningsih.
"Dek, apakah Adek bahagia menikah denganku?" tanya Tomi pada suatu pagi.
"Tentu, Mas. Tumben Mas tanya begitu." Ningsih tersenyum manja menatap suaminya.
"Mas hanya takut kalau Adek tidak bahagia. Mungkin rasa trauma akan kejadian dahulu belum pudar. Apalagi, Adek cantik sekali. Pasti banyak lelaki yang menggoda."
Tak disangka, Tomi masih trauma akibat kegagalannya dahulu. Ningsih pun memeluk tubuh suaminya dengan lembut dan manja.
"Mas, tidak akan terjadi hal itu. Ningsih sayang Mas Tomi. Mas percaya 'kan pada Ningsih?"
Tomi pun mengusap lembut rambut istrinya, "Mas percaya padamu, Dek. Semoga kita bisa bersama sampai menua nanti."
Ningsih terdiam mendengar ucapan Tomi. Jelas itu hal yang mustahil untuk diwujudkan. Ningsih hanya bisa bersama Bima. Tomi hanyalah suami di dunia untuk sesaat. Ningsih meneteskan air mata dalam hening. Lelaki baik seperti Tomi pun akhirnya akan terlepas dari pelukkannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 310 Episodes
Comments
𝕁𝕖𝕟𝕚
kasihan ya tomi..kebahagiaannya ngga akan lama
2023-12-03
1
Heny🥀
harta yg tidak halal tak akan pernah kekal ada waktunya kan tiada ....Ningsih pasti akan ada masanya kena imbasnya
kasian Tomi orang yg baik dan tulus hanya kan dijadikan wadal ...suka Thor ma ceritanya banyak manfaat didalamnya 💪💪💪
2023-03-24
0
eMakPetiR
menikmati alur
2022-07-21
0