R U M I T

R U M I T

Part 1

Assalamualaikum sahabat Author, jangan lupa yah untuk memberi like, komentar, vote dan bintang limanya juga. Hehehe biar Author makin semangat up-nya. Syukron :)

...*******...

Seorang perempuan sedang berdiri di depan meja riasnya, ia terlihat begitu sangat cantik dengan pakaian dress putih dan tidak lupa memakai penutup kepala berwarna cokelat yang akan menghindarkan dirinya dari berbagai zina para kaum adam tentunya.

"Alhamdulillah, terima kasih untuk hari ini ya Allah" ucap Kalila mengucap syukur untuk kesekian kalinya.

Senyumnya kini terukir indah memekar diwajah cantiknya. Menurutnya, hati yang merasa bahagia bisa menjadi awal yang baik untuk memulai segala aktivitasnya.

Kalila kini meraih tas selempangannya yang bergelantungan dibalik meja riasnya dan berjalan turun dari kamarnya yang berada di lantai 2.

Di lihatnya, kedua teman kosnya sudah sibuk dalam mengerjakan berbagai macam pekerjaan rumah.

"Kak Lila!" panggil Aisyah saat melihat Kalila sudah berdiri dihadapannya.

Kalila tersenyum, "Assalamualaikum" balas Kalila membuat Aisyah terkekeh.

"Hehe. Aisyah lupa kak, Waa'alaikumsalam" ucapnya yang merasa tersindir.

"Tidak apa-apa, lain kali dahulukan mengucap salam terlebih dahulu baru lainnya" kata Kalila lembut.

"Iya kak, hehehe" Adila yang berada di dapur kini menghampiri mereka yang berada di ruang tamu.

"Kalila, kuliah perdanamu pagi?" tanya Adila yang tiba disana.

Kalila menggeleng, "Tidak Dila" jawabnya.

"Lalu kenapa kamu pergi sepagi ini, apa kamu ada urusan di kampus?" tanya Adila lagi dan Kalila masih menggeleng.

"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan kedua sahabatku" balas Kalila membuat keduanya mengangguk.

"O gitu, iya udah kak, kalo gitu kak Lila pergi sekarang aja, siapa tau kak Sania dan kak Nur sudah disana" kata Aisya yang memang tahu akan kedua sahabat Kalila karena tidak jarang Sania dan Nur mampir ke kos mereka.

Dan benar saja, tiba-tiba ponsel Kalila berbunyi dengan cepat Kalila segera membuka tas dan meraih ponselnya dari dalam sana.

Kalila tersenyum saat melihat layar ponselnya yang bertulisan, Sahabatku Nur dengan segera Kalila pun mengangkatnya.

"Assalamualaikum, halo" kata Nur dari seberang telpon.

"Waalaikumsalam" jawab Kalila lembut.

"Kalila dimana sekarang? apa sudah dijalan?" tanya Nur.

"Belum Nur, ini aku masih di kos" balasnya jujur.

"O gitu, iya udah kamu ke depan gedung Pendidikan ya sekarang" kata Nur memberitahu.

"Gedung Pendidikan? untuk apa?" tanya Kalila balik yang merasa bingung karena letak gedung Pendidikan dengan gedung tempatnya menuntut ilmu itu bertolak belakang.

"Disana ada seminar Lila, jadi aku sama Sania ada di gedung Pendidikan sekarang" ucapnya.

Kalila mengangguk. "Baiklah, aku sekarang kesana" balas Kalila.

"Iya sudah, kami menunggu kedatanganmu Kalila. Wassalamu'alaikum" kata Nur lembut.

"Waalaikumsalam" Kalila pun menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya seusai Nur memutuskan panggilan telponnya.

Sedang Adila dan Aisyah sedari tadi hanya menatap Kalila yang sedang menelpon bersama sahabatnya.

Dan saat ini Aisya menyilangkan tangan diperutnya, "Itu kan bener kak." kata Aisyah seakan-akan terintimidasi.

"Hehehe. Iya Aisyah, Aisyah memang keren deh" kata Kalila yang sengaja menyanjung Aisyah agar Aisyah tidak dibuat begitu kesalnya karena sudah tahu watak Aisyah yang sedikit pemarah.

Adila yang melihat tingkah Aisyah yang sudah terlihat kesal kini mengalihkan pembicaraan agar perdepatan ini tidak berlangsung panjang.

"Kalo gitu, Kalila kesana aja sekarang biar Nur sama Sania tidak terlalu menunggu lama" timpal Adila membuat Kalila sontak tersenyum.

"Iya kalo gitu aku pergi ya, Wa'ssalamualaikum" kata Kalila yang diangguki keduanya.

"Waalaikumsalam" balas mereka kompak.

...*******...

Hari ini adalah hari pertama Kalila masuk kuliah, ia pun sudah memasuki semester 6 dan mengambil jurusan Fashion Design disalah satu Universitas terkenal di kota Bandung. Dia juga adalah mahasiswa cerdas yang ada dijurusannya jadi tidak heran kalau Kalila dikenal oleh banyak mahasiswa dan juga dosen.

Kalila memang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi desainer hebat, dirinya pun sangat disuport oleh sang ibunda karena memang memiliki profesi yang sama.

Iya ibunda Kalila, Ibu Fatimah adalah seorang penjahit biasa yang cuman menerima orderan dari para tetangganya saja namun itu tidak membuatnya patah semangat untuk membesarkan anak gadis satu-satunya itu seorang diri.

Ayahnya sudah lama meninggal dunia, sejak Kalila berusia tujuh tahun hingga membuat ibu Kalila harus banting tulang demi Kalila, anak semata wayangnya itu dan alhasil ibu Fatimah berhasil menyekolahkan Kalila hingga sampai di detik ini.

...*******...

Saat ini Kalila berjalan menelusuri setiap gedung yang berdiri di kampus tercintanya itu. Suasana sejuk mengiringi setiap langkah kakinya. Hatinya merasa begitu damai berjalan di kampusnya yang memang sudah beberapa bulan ini tidak melihatnya.

Langkahnya berhenti saat tiba di depan gedung Pendidikan, ia pun menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat keberadaan kedua sahabatnya tersebut.

Kalila pun memutuskan berjalan maju lagi untuk mencari keberadaan Nur dan Sania namun alhasil belum menemuinya juga hingga tiba-tiba..

Dorrrrttt

Nur dan Sania pun keluar dari sebuah tembok besar yang berdiri tegak lurus yang berada tidak jauh dari Kalila berdiri sekarang hingga membuatnya tidak terlihat di mata Kalila.

Kalila mengusap dadanya, "Astaghfirullahalazim." ucap Kalila yang memang berhasil dibuat terkejut sedangkan Nur dan Sania tertawa renyah karena berhasil membuat sahabatnya kaget.

Saat keduanya sudah puas melihat ekspresi wajah Kalila kini mereka pun tersenyum.

"Kalila, aku merindukanmu!" Nur kini memeluk Kalila.

Sania yang tidak mau kalah ikutan memeluk Kalila, "Iya, aku juga sama" mereka pun saling berpelukan.

Dan Kalila tersenyum, "Iya, sama aku juga" balasnya.

Kalila yang berada di tengah-tengah mereka pun kini merasa sesak hingga wajahnya kini berubah menjadi merah.

"Uhuk uhuk!" Kalila pun batuk membuat sahabatnya kini melepas pelukannya.

"Ehh, Kalila kenapa?" tanya Nur yang mulai cemas.

Sedang Sania memegang kening Kalila, "Nggak panas kok" kata Sania melepas tangannya dari kening Kalila.

Dan Kalila tersenyum, "Kalian ini masih nggak berubah saja" Kalila pun berjalan meninggalkan kedua temannya saat menyadari kalau mereka bertiga kini menjadi pusat perhatian semua mahasiswa yang berada disana.

Nur dan Sania kini saling menatap lalu kemudian kembali mengejar Kalila yang kini berjalan cepat meninggalkan mereka berdua.

Brukkkk

Kalila tidak sengaja menabrak seorang lelaki hingga membuat Kalila hampir terjatuh namun dengan cepat lelaki itu menahan tubuh Kalila.

Sontak pandangan Kalila menatap lelaki yang berwajah tampan itu, "Astaghfirullahalazim" ucap Kalila sadar segera melepas sentuhan lelaki itu.

"Maafin Kalila ya Allah yang saat ini berbuat zina." ucap Kalila dalam hatinya yang kini menundukkan pandangannya.

Lelaki itu kembali tegas lurus, "Maaf" hanya kata itu yang terucapkan dari mulut lelaki tampan tersebut.

Kalila yang menunduk menggeleng cepat kepalanya, "Tidak, saya yang salah, saya minta maaf" kata Kalila yang tidak berani lagi, menatap wajah lelaki yang dia tambrak barusan.

Nur dan Sania pun menghampiri Kalila dan dibuat terkejut saat melihat sosok lelaki yang ditabrak oleh sahabatnya ternyata lelaki yang begitu tampan.

Sania mengedip-ngedipkan ke dua matanya melihat sosok lelaki yang berwajah tampan, berpakaian rapi, berkulit putih dan tentunya bertubuh tinggi itu masih berada dihadapan mereka.

"Maafkan sahabat kami, Kalila memang terburu-buru tadi" Nur yang menjawab.

Lelaki tampan itu tersenyum simpul, "Baiklah, kalau begitu aku permisi" kata lelaki tampan tersebut lalu kembali berlalu meninggalkan mereka.

Setelah merasa lelaki tampan itu sudah pergi, Kalila pun kini mendongak dan melihat wajah kedua sahabatnya yang masih menatap kepergian lelaki itu.

"Wah, dia tampan sekali" Sania dibuat terkesimah.

"Hah!! dia, apa kamu tidak tau dia itu siapa?" tanya Nur yang diangguki Sania sedang Kalila, dia hanya santai tidak terlalu memikirkan siapa lelaki yang ditabraknya tadi.

Sania pun mengangkat bahunya, "Iya, emang dia itu siapa?" Sania semakin penasaran.

Nur pum tersenyum tipis, "Dia itu adalah ... ".

*

*

*

!!Bersambung!!

Wihhh, ada yang penasaran dia itu siapa? hayo tebak

Hehehe kalo ada biar Author bocorin dikit deh :V

Dia itu lelaki tampan yang terkenal dikampus tempat Kalila kuliah jadi pasti sudah punya gambaran kan? :)

Jadi yang penasaran, silahkan lanjut baca part 2nya..

Terpopuler

Comments

Icha Yustria

Icha Yustria

keren

2021-03-18

1

₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳

₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳

ku tunggu feedback mu thor di novel aku.

CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.

2021-03-16

1

₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳

₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳

Hai teman teman, bagi kalian yang suka dengan cerita tentang percintaan sekaligus komedi, ayooooo baca novel aku.

CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.

MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE, DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.

THANKS.

2021-03-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!