Prajurit SMA

Prajurit SMA

1. Tahun ajaran baru 1

Meski ini adalah masa depan, namun bukan berarti kehidupan menjadi mudah seperti yang dikatakan orang-orang masa lalu.

Robot, kecerdasan buatan, perjalanan keluar tata surya dengan pesawat berkecepatan cahaya dan hal canggih lainnya dimasa sekarang tidak ada. Hal itu hanya berupa angan-angan masyarakat masa lalu.

Mungkin orang-orang sebelum masa ini sangat suka bermimpi yang belum tentu diwujudkan.

Dimasa setelah peristiwa ‘itu’, orang-orang akan beranggapan jika kehidupan adalah hal yang sangat berharga.

**

Karanganyar, 4 Januari 2320 pukul 14.57 WIB.

**

“Sial!”

Seorang siswa laki-laki mengumpat sambil memegangi kaki kanannya yang tertimpa tembok kelas yang runtuh. Wajahnya menunjukkan ekspresi kesakitan yang tidak memperlihatkan kebohongan sama sekali.

Dia berusaha mendorong bongkahan tembok yang menimpa kakinya. Namun yang ia lakukan hanya menambah rasa sakitnya saja. Bahkan darah yang keluar dari kakinya semain banyak akibat yang dia lakukan.

Dia bukan satu-satunya yang selamat setelah kejadian ini. Setidaknya beberapa teman sekelas dan warga sekolah lainnya selamat dengan keadaan yang beragam.

“Hei, ada yang bisa bantu aku?”

Seorang siswa perempuan sedikit berteriak dengan suara serak setelah mendengar suara temannya yang mengumpat itu. Kondisinya sekarang masih cukup beruntung daripada temannya yang lain. Dia hanya mengalami luka ringan di dahinya akibat tertimpa atap kelas yang runtuh.

“Syukurlah aku masih hidup.”

Seorang siswa perempuan berkaca mata memandangi dirinya yang masih bernyawa. Namun keadaannya sekarang sedikit kurang beruntung, kakinya tertimpa tembok kelas yang sepertinya cukup berat. Namun, keadaanya tidak separah yang siswa laki-laki sebelumnya.

Dia menahan sakit di kakinya meski air mata tetap keluar.

“Yang masih hidup, kumohon lakukan sesuatu agar aku tahu kalau kalian masih hidup.”

Seorang siswa laki-laki dengan susah payah berdiri sambil berbicara seperti itu. Dilihat dari keadaanya, punggungnya tertimpa kerangka atap yang runtuh dan dia tetap berusaha bangkit.

“Aku, aku masih hidup.”

Suara seorang siswa laki-laki terdengar meski dengan nada sedang kesakitan. Dia berusaha berdiri dengan wajah tertutup darah sebagian.

Dengan langkah yang goyah, dia berusaha berjalan mencari teman-temannya yang masih hidup.

Pandangannya yang kabur membantunya mengabaikan pemandangan yang tak perlu dilihat, semisal tubuh teman sekelasnya yang tertimpa tembok kelas dan hanya memperlihatkan bagian tubuh yang tak bernyawa.

“Hei, bisa tolong aku?”

Siswa laki-laki yang kakinya tertimpa tembok kelas itu melihat temannya yang berjalan dengan langkah goyah.

“Tunggu sebentar, Rio kau bisa berdiri?”

“Ya, punggungku rasanya patah semua. Terimakasih Jo.”

Dia membantu teman sekelasnya yang punggungnya tertimpa kerangka atap terlebih dulu sebelum membantu temannya yang lain.

Setelah membantu Rio, Jo beralih ke temannya yang kakinya tertimpa tembok kelas. Rio masih berusaha berjalan meski dengan langkah yang goyah pula.

Mereka berdua mendekati Nio yang menahan sakit dari kakinya yang masih mengeluarkan darah. Bukan hanya mengeluarkan darah, kaki Nio sepertinya juga patah dan dia berusaha menahan sakitnya.

“Nio, maaf tahan sebentar ya.”

Jo dan Rio berusaha mengangkat bongkahan tembok yang menimpa kaki Nio. Meski mereka berdua laki-laki dan dengan satu orang saja bisa mengangkat bongkahan tembok tersebut, dengan keadaan yang seperti ini kekuatan mereka bahkan tidak bisa berdiri selama satu jam seperti saat upacara bendera tadi pagi.

Nio menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit saat proses pengangkatan bongkahan tembok yang menimpa kakinya.

“Tolong pelan-pelan.”

Nio memohon Rio dan Jo yang hampir berhasil mengangkat bongkahan tembok sambil memejamkan matanya yang sudah mengeluarkan air mata.

Dia semakin kuat menggigit bibirnya hingga mengeluarkan darah. Namun rasa sakit di bibirnya mungkin masih kalah dengan kakinya yang patah.

Rio dan Jo akhirnya berhasil menyingkirkan bongkahan tembok dari kaki Nio. Namun ini bukan akhir yang bahagia, kaki Nio benar-benar dalam keadaan yang sangat buruk.

“Terimakasih, aku mendengar suara lain, cepat cari yang lain.”

Meski dalam keadaan separah ini, Nio masih memikirkan teman-temannya yang masih bersuara meminta pertolongan.

Rio dan Jo hanya menatap heran salah satu teman sekelas mereka berdua.

“Tapi, ya sudahlah. Jo kau yang menjaga Nio ya?”

“Baiklah.”

Sambil membersihkan darah dari wajahnya, Jo berjongkok di samping Nio yang terduduk sambil meluruskan kedua kakinya.

Meski yang membasahi wajah Jo adalah darah, dia sama sekali tidak panik atau semacamnya. Darah yang keluar dengan sia-sia merupakan hal yang biasa di masa ini.

Lupakan itu….

Nio masih mengatur nafasnya agar dapat mengurangi rasa sakit yang ia rasakan, meski itu tak terlalu membantu. Nio masih meringis kesakitan, sementara Jo melihat sekeliling yang hanya ada reruntuhan bangunan sekolah.

Rio yang merupakan korban dengan keadaan paling baik mendekati Rika yang masih terduduk sambil memegangi bagian kepala yang tertimpa atap.

“Kau tak apa?”

“Ya, hanya sedikit sakit dan pusing.”

Rio mengulurkan tangannya dan membantu Rika berdiri. Rika berdiri sambil membersihkan pakaiannya yang kotor karena debu reruntuhan.

Rika melihat sekeliling dan mengusap matanya untuk memastikan yang ia lihat bukan rekayasa.

“Bukankah keajaiban jika aku masih hidup setelah kejadian ini?”

Rio memiringkan kepalanya, karena bukan pertanyaan yang harus ia jawab Rio berjalan menuju depan kelas.

Dia melihat Nike yang masih terduduk dengan kaki tertindih bongkahan tembok kelas. Hanya bagian itu yang tidak baik-baik saja dari Nike.

Nike berusaha menarik kakinya dari bongkahan tembok, namun tenaganya kalah dengan berat puing tembok yang melebihi berat badannya sendiri.

Yang Nike lakukan hanya menangis hingga Rio mendekatinya.

“Nike, kau masih sadar?”

“Ya, tolong aku.”

Rio menatap bongkahan tembok, ia tahu jika tak bisa mengangkatnya sendirian.

“Jo, kau bisa kesini?”

Setelah mendengar panggilan dari Rio, Jo Menatap Nio yang memegangi kakinya yang tidak baik-baik saja.

“Jonathan, aku sudah sedikit membaik.”

Menurut Jo, itu merupakan kode dari Nio untuk membantu Rio.

“Oke, kau jangan terlalu banyak bergerak.”

“Baik tuan tukang perintah.”

Perkataan Nio ada benarnya, karena Jonathan yang sering dipanggil Jo oleh para siswa laki-laki merupakan ketua kelas ini.

Sambil mendengus, Nio berdiri dan berjalan dengan langkah yang tak lagi goyah.

Jo ikut berjongkok dan memegang bagian bongkahan tembok yang akan dia angkat bersama Rio.

Rika mendekati Nike yang sudah menangis sesenggukan dan memegang kedua pundaknya.

“Siap?”

Rio bertanya pada Jo yang sudah mengumpulkan semua tenaganya pada satu tempat yaitu tangannya. Jo dan Rio sudah tahu jika bongkahan tembok ini memiliki bobot yang tidak ringan.

Jo mengangguk, dia tidak mempedulikan darah yang keluar lagi dari kepalanya.

“Oke, satu… dua….”

Jo dan Rio mengangkat bongkahan tembok bersamaan hingga urat terlihat dari tangan mereka berdua yang menandakan jika tembok kelas benar-benar berat.

Setelah itu mereka berdua berusaha untuk menyingkirkan tembok kelas, dengan perlahan mereka melakukannya. Saat Jo dan Rio melakukan itu, urat mulai terlihat dari kepala mereka berdua.

Tangan Jo mulai gemetar karena beratnya tembok kelas yang ia angkat bersama Rio.

Nike berusaha menggerakkan kakinya yang tertimpa tembok kelas, namun percuma.

“Sakit!”

Saat Nike berusaha menggerakkan kakinya yang terluka, rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan kembali. Nike kembali menangis, Rika yang melihat itu kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan selain menenangkan Nike.

Tiba-tiba Rika menarik Nike dengan memegang ketiaknya.

Mata Jo dan Rio hanya melebar dengan kejadian yang baru saja terjadi.

“Apa yang kau lakukan hah!?”

Rio membentak Jo yang masih gemetar di bagian tangan.

“A-aku sudah tidak kuat mengangkatnya lagi.”

jo melihat bagian tembok yang ia angkat tadi, dan yang ia lakukan hampir membuat Nike terluka lebih parah lagi.

Pegangan Jo pada bongkahan tembok melemah, kemudian bongkahan tembok hampir menimpa Nike lagi.

Rika yang melihat tangan Jo yang gemetar mengartikan hal itu jika Jo hampir pada batasnya. Itu sebabnya Rika menarik tubuh Nike dan bongkahan tembok tinggal sedikit lagi menimpa kaki Nike lagi.

“Hei, kalian berdua jangan ribut!”

Nike yang belum bisa berjalan mencoba mendamaikan Rio yang sedang menarik kerah Jo dengan kasar.

Namun Jo hanya bisa diam dan memikirkan jika bongkahan tembok benar-benar menimpa Nike lagi.

Nio melihat dari tempatnya terduduk keributan di depan kelas. Meski tempat ini sudah tak berbentuk, dapat dipastikan tempat Jo dan Rio hampir berkelahi adalah depan kelas.

Nio hanya menatap datar, dia merasa diabaikan.

“Hei, ada apa ini?”

Jo, Rio, Nike dan Rika menoleh kearah Nio.

“Nio, kau masih hidup?”

Nike tersenyum saat mendengar dan melihat langsung Nio, begitu juga dengan Rika.

“Sori….”

Rio melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Jo.

“Aku juga.”

Jo menunduk sambil melihat kaki Nike. Dia membandingkan luka yang Nike derita dengan Nio, hasilnya Nio yang memiliki luka terparah.

Setelah itu Jo melihat sekeliling, pandangannya yang mulai normal membuatnya harus melihat hal yang tak perlu dilihat.

Awalnya Jo merasa terkejut dan takut saat melihat bagian tubuh teman sekelasnya yang lain tertimpa reruntuhan bangunan kelas.

Namun hal ini adalah yang paling lazim di situasi sekarang.

Sementara itu Rio menyingkirkan reruntuhan yang menimpa tubuh siswa lain. Dia memeriksa keadaan orang yang ia temukan, hasilnya tentu saja semuanya tidak bernyawa.

Mungkin di kelas ini hanya mereka berlima yang masih hidup, tapi siapa yang tahu.

Jo terkejut saat mendengar suara dari belakangnya, Rika dan Nike mendengar juga. Mereka bertiga khawatir jika tembok yang belum runtuh akan segera runtuh juga.

Namun dari suaranya, itu suara manusia.

“To---long….”

Dari suaranya yang lirih, pemilik suara itu seorang perempuan. Dan suara yang lirih itu menambah kesuraman suasana yang sudah suram ini.

Jo yang berdiri di dekat sumber suara perlahan mendekatinya dengan badan gemetar.

“Hwaaa...!”

Jo terkejut saat ia menginjak sesuatu, dan itu kaki seseorang.

Suara itu menurut Jo berasal dari pemilik kaki yang ia tidak sengaja injak.

“Ada apa Jo?”

Nio yang heran melihat temannya yang sedari tadi tampak ketakutan.

“Aku mungkin menemukan orang lain.”

Semua yang mendengar perkataan Jo terkejut.

“Apa itu asal dari suara itu?”

“Mungkin.”

Setelah menjawab pertanyaan Rika, Jo menyingkirkan puing yang mengubur sebagian tubuh orang ini.

Nio hanya terduduk dan melihat keadaannya yang tak bisa melakukan apa-apa sambil menahan sakit dari kakinya yang patah.

Namun apa yang akan dia lakukan saat keadaannya seperti ini selain menenangkan diri dan menjaga diri tetap tersadar?.

Rio melewati Nio dan mendekati Jo untuk membantunya mengeluarkan seseorang yang terkubur puing bangunan kelas.

Rika dan Nike melihat dari tempat mereka duduk dengan penuh harap jika orang yang Jo temukan masih hidup.

Perlahan puing yang berukuran kecil hingga sedang Jo dan Rio singkirkan.

Beruntung puing yang mengubur orang ini tidak sampai menutupi kepalannya. Dari posisi kepala yang menghadap bawah, posisi orang ini dalam keadaan tengkurap.

Jo dan Rio berhasil menyingkirkan puing dari badan orang ini, kemudian Rio perlahan membalikkan posisi tubuhnya.

“Bu Lisa!?”

Semua terkejut mendengar Rio yang bersuara keras dengan tiba-tiba.

Lisa merupakan guru yang mengajar kelas ini saat jam pelajaran sebelum serangan yang tiba-tiba hampir menghancurkan seluruh lingkungan sekolah.

Lisa masih bernafas walau terasa masih lemah.

Melihat gurunya yang masih hidup, Nio teringat sesuatu. Dia mencoba mengingat hal yang sangat sulit muncul di otaknya saat sangat diperlukan.

Sambil sedikit menekan kepalanya Nio mencari hal yang ia lupakan.

Dia akhirnya mengingat sesuatu yang penting tersebut.

“Kakak….”

Terpopuler

Comments

Krig

Krig

2320 masih pake tembok aja

2022-06-25

3

Abass Samiri

Abass Samiri

feai

2022-06-19

0

Abass Samiri

Abass Samiri

feia

2022-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!