5 Januari 2320, pukul 09.42 WIB.
**
Beberapa jam setelah serangan gelombang pertama dimulai.
Prajurit dunia lain mundur setelah mengetahui mereka kalah dalam hal persenjataan. Sedangkan TNI AL sedang mengusahakan pengejaran terhadap armada laut musuh yang mendekat ke spiral ungu.
Dengan jumlah perkiraan sebanyak 160 prajurit TNI gugur dalam serangan sejak semalam hingga pagi ini.
Sedangkan jumlah korban di pihak musuh jauh lebih banyak, mengingat persenjataan mereka yang kalah canggih dengan milik TNI.
Prajurit musuh memiliki persenjataan utama berupa meriam yang terpasang di kapal-kapal perang mereka. Beberapa alat yang dapat melemparkan batu besar dan panah besar.
Bukan berarti pihak musuh tidak memiliki senjata rahasia. Hanya saja mereka balum akan mengeluarkan senjata rahasia yang dimiliki.
**
Di Indonesia, pertempuran berpusat di wilayah pesisir 3 pulau besar yakni Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan prajurit TNI di wilayah lain sedang bersiaga jika serangan telah tiba di wilayah mereka.
Semua orang merasa lega setelah musuh kembali ke asal mereka.
Namun bukan berarti TNI sudah menang, serangan prajurit dunia lain mungkin masih berlanjut hingga waktu yang tidak dapat diperkirakan.
Itu sebabnya hampir seluruh prajurit yang tersebar di seluruh negeri di kirimkan ke pusat keluarnya prajurit dunia lain. Yaitu spiral ungu.
Tidak lupa beberapa ribu prajurit diperintahkan untuk tetap berada di kesatuan masing-masing di seluruh negeri.
Tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan di pertempuran ini.
**
Di Kota Karanganyar, tim SAR masih melakukan pencarian korban.
Beruntung serangan prajurit dunia lain berpusat di pesisir utara pulau Jawa. Masyarakat setidaknya bisa sedikit lega dan fokus pada keadaan mereka saat ini.
Puluhan warga selamat membantu tim SAR mengevakuasi korban di SMA 2. Ada juga beberapa warga yang hanya melihat proses evakuasi korban yang terkubur di puing bangunan sekolah.
Seorang dari tim SAR memegang alat pengeras suara dan mulai berbicara, “Mohon untuk tidak mendekat bagi yang tidak membantu proses evakuasi.”
Sambil sedikit kesal orang-orang mulai menjauh dari lingkungan sekolah yang hancur.
Alat berat menyingkirkan dan mengangkut puing bangunan sekolah ini.
Seorang dari tim SAR membantu Nio yang sudah melakukan perawatan pada lukanya berjalan ke kakaknya yang terbaring di kasur lantai.
Arunika ditemani Nike dan Rika yang sudah ada disitu sejak tenda darurat didirikan di halaman sekolah yang tidak mengalami kerusakan.
Didalam tenda terbaring puluhan orang korban selamat dari sekolah yang runtuh. Termasuk Lisa yang sebagian tubuhnya tertutup perban. Dia ditempatkan di kasur tidak berdekatan dengan Arunika.
Sedangkan Rio dan Jo sedang di wawancarai oleh tim SAR, belum diketahui pertanyaan apa saja yang mereka terima.
Namun dari ekspresi mereka berdua terlihat sangat mengantuk karena semalaman tidak tidur karena kabar tentang pertempuran.
Kabar tentang pertempuran disebarkan melalui alat peringatan berupa pengeras suara khusus yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Nio duduk di dekat kakaknya yang sudah melakukan perawatan. Arunika hanya mengalami luka ringan dan sedikit memar pada tubuhnya, berbeda sekali dengan Nio.
Tentu saja wajah Nio menunjukan rasa bahagia. Karena hal itu Nike berkata, “Ayo keluar.”
Seakan tahu apa arti dari ajakan Nike tersebut Rika menyetujuinya saja.
**
“Kakak, apa yang kau lakukan?” tanya Nio melihat perilaku kakaknya pada dirinya.
Arunika masih tidak mau menjauh dari Nio yang terlihat menahan sakit.
“Aku hanya ingin memastikan jika kau benar-benar Nio,” balas Arunika yang semakin mengeratkan pelukannya pada Nio.
“Jika kau Nio, kau akan menikmati pelukan ini,” lanjut Arunika yang membuat Nio terkejut.
Melihat mereka berdua tentu saja tidak ada yang tidak salah paham.
Semua orang didalam tenda melirik kearah Nio dan Arunika dengan tatapan antara bingung dan ingin pura-pura tidak tahu dengan yang terlihat.
“Aku beneran Nio kak,” kata Nio dengan wajah mulai kesakitan karena kaki Arunika yang menyentuh jahitan pada kakinya.
Arunika akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap sungguh-sungguh kearah wajah Nio. Wajah mereka berdua sangat dekat, entah apa yang Arunika amati pada adiknya itu.
Padahal hanya ada beberapa luka lecet dan bekas luka di wajah yang sudah lama ada.
Memang itu bekas luka yang terlihat ‘mengerikan’ bagi beberapa orang termasuk Arunika sendiri.
“Kakak?” tanya Nio lirih.
Arunika menyentuh lembut bekas luka yang cukup panjang di pipi kanan Nio. Nio tidak bereaksi apapun karena kakaknya memang sering menyentuh bekas lukanya itu.
Itu artinya Nio sudah terbiasa dengan yang dilakukan Arunika jika tidak sedang dalam ‘mode guru’ nya tersebut
Mode guru Arunika menurut Nio cukup mengerikan karena ia akan dipaksa untuk mempelajari matematika.
Nio memegang tangan kakaknya yang menyentuh bekas lukanya dan berkata, “Kakak istirahat lagi saja.”
Arunika menjawab, “Tapi kau tetap disini.”
Nio menghela nafas dan berkata, “Oke.”
Nio kemudian mencari posisi yang nyaman bagi kakinya yang terluka.
Dia duduk di samping Arunika membelakangi seorang yang tertidur dan sedang dijaga oleh keluarganya.
Keadaan di dalam tenda memang ramai. Ramai korban-korban dan keluarganya yang selamat serta beberapa tim medis dari tim SAR yang mengobati orang-orang yang terluka.
**
Dengan masih teringat kabar peperangan yang mungkin akan segera terjadi lagi, Nio memakan jatah makan bagi dirinya dan Arunika.
Arunika merasa heran dengan ekspresi Nio yang memang sedang resah.
Dia mencoba mempertanyakannya, “Sedang memikirkan apa?”
Nio sedikit terkejut dan menjawab, “ Ti-tidak, hanya kabar yang kurang jelas.”
“Memangnya kabar apa?” tanya arunika sambil memakan biskuitnya.
“Perang dengan dunia lain,” jawab Nio.
Namun reaksi yang Arunika perlihatkan mungkin sedikit berlebihan.
Dia tertawa cukup keras hingga beberapa orang didekat mereka berdua menoleh dengan tatapan tajam.
“Ah, maaf maaf,” kata Arunika yang sadar dengan yang ia lakukan.
“Dunia lain, kupikir kau terlalu banyak baca novel fantasi adikku,” canda Arunika sambil menahan tawanya.
“Ini bukan candaan, di Selat Karimata katanya muncul benda aneh yang mengeluarkan prajurit dari dunia lain,” jelas Nio dengan sungguh-sungguh.
Tiba-tiba Rio muncul dan berkata, “Kalau nggak percaya, Bu arunika bisa lihat di berita.”
Rio memberikan smartphone miliknya yang masih selamat walau dengan layar yang rusak sebagian.
Namun berita yang disiarkan masih tetap terlihat.
Arunika menerima smartphone milik Rio dan melihat siaran berita yang sudah disimpan oleh Rio.
Saat siaran berita memperlihatkan lingkaran spiral ungu yang cukup besar dan ada ratusan kapal disekitarnya Arunika mengerutkan dahinya.
"Ini serius kan ?", batin Arunika.
“Kenapa bisa ada hal fantasi seperti itu?” tanya Arunika setelah mengembalikan smartphone milik Rio.
“Mungkin memang itu yang disebut ‘perang akhir zaman’,” cetus Nio.
**
Puluhan orang mengelilingi TV yang disediakan tim SAR.
Berita diperlihatkan dan menunjukkan siaran terkini dari pesawat tanpa awak yang dikirimkan ke spiral ungu.
Terlihat ratusan kapal masih berada di dekat spiral ungu, tempat mereka muncul.
“Memangnya ada tempat lain di balik spiral itu?” tanya seseorang.
“Entahlah, tapi yang pasti itu bukan kejadian yang umum,” jawab orang yang ada disampingnya.
Tidak ada pertanyaan lain yang terlontarkan oleh seluruh orang di tempat ini, bahkan seluruh dunia tentang tempat dibalik spiral ungu itu.
Tapi yang pasti dunia ini sedang berhadapan dengan peradaban yang jauh berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
🤨
2022-01-02
1
den x
top imajinasimu thor
2021-09-16
1
DEWA WIBU
up
2021-05-25
1