10. Mencari

21 Januari 2321, pukul 22.21 WIB.

**

Saat ini Kompi 32 masih dalam perjalanan menuju kota bawah tanah Kota Karanganyar. Meski dengan berjalan kaki antara Kecamatan Jumapolo ke kota bawah tanah hanya memerlukan waktu 5 jam, tapi mereka juga harus beristirahat.

Apalagi beberapa rekan mereka yang terluka harus menerima perawatan.

Kompi ini juga masih mengurus tawanan yang mereka dapatkan. Mengolah dan memberi makanan kepada tawanan merupakan hal yang menguras perbekalan.

Namun mereka tidak mungkin untuk meninggalkan prinsip prajurit, yaitu tidak boleh menyiksa dan melecehkan tawanan.

Hal itulah yang membuat para prajurit dunia lain yang tertawan menjadi heran. Padahal mereka semua yang tersisa 86 orang sudah bersiap menerima segala perlakuan dari pihak pemenang yakni Kompi 32.

Sisa dari pasukan dunia lain yang kalah memilih kabur.

Perlakuan yang mereka terima hanyalah tangan dan kaki yang terikat kuat hingga mustahil untuk dilepaskan tanpa alat.

Salah satu prajurit dunia lain berkata dengan bahasa dunianya, “Kenapa mereka baik kepada kita?”

“Entahlah, mungkin orang dunia ini sudah gila semua karena perang ini hingga memperlakukan musuh dengan baik,” jawab rekannya.

“Jadi mental mereka lemah semua. Hanya karena perang seperti ini mereka dapat gila,” jawabnya.

Beberapa prajurit dunia lain tertawa kecil karena perkataan rekannya.

Mendengar itu, prajurit Kompi 32 yang berkumpul mengitari api unggun menatap mereka dengan tajam. Tatapan itu oleh prajurit dunia lain diartikan sebagai ancaman jika mereka tertawa lagi akan dibunuh.

Terutama Surya yang memiliki tatapan paling tajam karena masih mengantuk.

“Aku mau cepat-cepat sampai kesana…,” ucap Surya dengan nada seperti orang yang masih mengantuk.

Bukan hanya Surya yang mengantuk, semua prajurit Kompi 32 juga mengalami hal yang sama karena harus bergantian berjaga.

Karena pasukan dunia lain bisa saja muncul dengan tiba-tiba mengingat jumlah mereka di pulau Jawa sendiri diperkiraan sekitar 100.000 orang.

Itu artinya ada ratusan ribu prajurit dunia lain yang berada di Indonesia dengan tujuan menguasai negara ini. Tujuan mereka memang ingin menguasai dunia ini.

“Sabar Komandan, kami ini bukan anda yang bisa berjalan 100 km non stop,” ucap salah satu prajurit Kompi 32.

Seluruh orang tertawa kecuali prajurit dunia lain karena tak paham bahasa Indonesia yang diucapkan prajurit Kompi 32.

“Kau ini. Aku ini masih manusia seperti kalian tahu!” kata Surya dengan kesal.

Seluruh anggota Kompi 32 tertawa semakin keras, kecuali Tania yang duduk sedikit jauh dari rekannya. Disampingnya ada senapan runduk yang membuatnya menjadi salah satu penembak jitu terbaik Indonesia masa ini.

Namun julukan itu tidak membuatnya senang sama sekali mengingat kondisi yang memang tidak dalam masa damai. Berbeda dengan 300 tahun yang lalu yang hanya terdapat sebuah pandemi.

Entah apa alasan Tania duduk berjauhan dari rekannya yang mengitari api unggun yang dibuat cukup jauh dari bangunan agar tidak membakar bangunan sekitar.

Didalam hati Tania berkata, “Aku juga ingin segera bertemu dengan dia.”

**

Kabar jika kompi 32 berhasil mengalahkan 3 Kompi musuh yang berjumlah 300 orang sudah tersebar di seluruh negeri. Itu menandakan jika masih ada harapan untuk mengalahkan pasukan yang sulit dikalahkan.

“Apa kau tahu komandan mereka?” tanya Jo kepada Nio yang menanyakan komandan Kompi 32.

“Tidak. Memangnya kau tahu?” jawab Nio sambil melepaskan perlengkapannya.

“Tidak. Karena itu aku bertanya padamu,” jawab kesal Jo.

Setelah itu mereka berdua keluar bersama dari pemandian.

Nio lebih memilih mandi setelah latihan dan membuatnya pulang telat.

Namun dia sepertinya tidak tahu apa yang terjadi dengan kakaknya, Arunika.

Itu sebabnya Nio dapat melangkah menuju asramanya dengan tenang sambil menyapa anggota Regunya yang berpapasan dengannya.

Saat membuka pintu asrama dia mendapati lampu yang belum dinyalakan dan membuatnya tersandung sesuatu.

“Kakak…,” panggil Nio. Namun tidak ada jawaban dari Arunika meski dia sudah memanggil berkali-kali.

“Dimana sih dia?” gumam Nio yang kemudian keluar dari asramanya lagi.

Nio bertanya pada setiap orang yang ia temui, namun jawaban yang ia terima selalu sama. Mereka yang Nio tanyai selalu menjawab kalau tidak melihat kakaknya.

“Padahal penghuni kota bawah tanah ini tidak sampai 3.000 orang,” kesal Nio sambil berlari kecil ke seluruh kota bawah tanah untuk menemukan kakaknya

**

“Bagaimana?” tanya kepala penjara ruangan yang lebih umum disebut ‘penjara’.

“dia terus menjawab kalau dirinya bukan mata-mata pasukan dunia lain,” jelas penjara penjara yang bertugas menginterogasi Arunika.

Dia memantau Arunika yang dikurung di ruangan yang serba berwarna putih.

Ruangan yang serba putih itu cukup membuat Arunika hampir stres. Selain itu Arunika juga menghadapi berbagai pertanyaan yang tidak perlu ia jawab karena dia memang tidak melakukan hal yang disebut ‘spionase’.

Arunika hanya duduk di pojok ruangan putih sambil memeluk kakinya dengan badan yang gemetar.

Didalam hati Arunika berkata, “Nio….”

**

Nio berada di depan penjara sambil mengatur lagi nafasnya.

“Kenapa anda disini Sertu?” tanya seseorang yang mengejutkan Nio.

Dia salah satu anggota Nio yang bertugas menjaga malam ini.

“Ah kamu. Kamu lihat kakakku tidak?” tanya Nio dengan nafas memburu yang membuat rekannya tersebut terkejut.

“Sa-saya tidak tahu kakak anda. Memangnya seperti apa kakak anda?” tanyanya.

Nio menyebutkan satu per satu ciri-ciri Arunika. Rekan Nio memegang dagunya yang tumbuh janggut tipis sambil mengangguk pelan saat Nio menyebutkan satu persatu ciri-ciri kakaknya.

Namun sesaat kemudian dia melebarkan matanya karena menyadari sesuatu dan berkata, “Ja-jadi dia kakak anda?”

“Benar, jadi kau melihatnya?” tanya Nio dengan wajah senang.

Rekan Nio dengan badan gemetar menunjuk ke arah bangunan penjara, “Dia ada di situ.”

Tanpa pikir panjang Nio berlari ke arah penjara dan membuka pintu dengan kasar sambil berkata, “Hah!, kenapa dia ada di sana?”

“Permisi, apa kakakku ada disini?” tanya Nio saat tiba di meja penjara yang terdapat monitor didepannya.

“Ah Sertu rupanya. Saya tidak tahu kakak anda,” ucap penjara penjara saat bertemu dengan Nio.

Nio cukup terkenal di kota bawah tanah karena sering di tantang Kapten Herlina.

Lupakan itu, sekarang Nio terlihat kesal sambil berkata, “Katanya anggotaku melihat kakakku dibawa kesini!”

Penjara dan kepala penjara yang baru tiba terkejut dengan perkataan Nio.

“Apa dia kakak anda?” tanya kepala penjara yang menunjukkan Nio monitor yang memperlihatkan Arunika dalam keadaan yang menyedihkan.

“Ya, itu dia. Ya ampun, kenapa dia bisa dibawa kesini,” kata Nio sambil memegangi wajahnya yang penuh keringat.

“Mohon maaf sebelumnya, rekan anda mengira jika kakak anda adalah mata-mata pasukan dunia lain,” jelas kepala penjara. Tentu saja Nio terkejut dan berkata, “Hah!?”

Kepala penjara kemudian memerintahkan bawahannya untuk mengantar Nio ke ruang kurungan.

Nio tahu apa efek dari ruangan kurungan yang dibuat serba putih. Itu adalah salah satu metode penyiksaan modern yang sangat berbahaya.

Metode penyiksaan ruang putih atau lebih dikenal dengan ‘Kamar Putih’ mengharuskan tahanan tinggal di sel atau kotak yang memiliki dinding benar-benar putih.

Segala sesuatu di ruangan itu harus berwarna putih seperti pakaian tahanan, pintu dan lampu. Makanan yang disajikan adalah nasi putih diatas piring putih.

Selain itu ruangan sel harus kedap suara agar tahanan tidak dapat berbicara dengan siapapun.

Dampaknya pada tahanan adalah memeberikan rasa takut yang lebih dari sekedar rasa takut. Dan itu akan berdampak langsung pada otak.

Itulah yang Nio khawatirkan pada kakaknya yang bisa saja Arunika lupa siapa Nio, bahkan dirinya sendiri.

Penjaga penjara membuka pintu yang berwarna putih dengan cepat karena dibelakangnya ada Nio dengan tatapan mengintimidasi.

Pintu putih sudah terbuka, ruangan memancarkan sunar yang menyilaukan.

Didalamnya ada Arunika yang menatap datar kearah Nio yang segera memasuki ruangan.

“Nio!” ucap Arunika yang belum lupa siapa nama adiknya.

“Syukurlah,” ucap Nio sambil membantu kakaknya berdiri.

Kepala penjaga dan penjaga benar benar ketakutan karena pangkat Nio yang lebih tinggi dari mereka. Dan karena hal itu bisa saja Nio berbuat yang tidak-tidak.

Keadaan Arunika memang tanpa luka, tapi efek penyiksaan ini akan memberikan luka mental jika diterapkan dalam waktu lama pada tahanan.

Mereka berdua kemudian keluar ruangan serba putih ini.

Setelah itu Nio menunggu kakaknya yang sedang berganti baju di ruangan lain.

Meski pangkat Nio Sersan Dua dan lebih rendah dari Kapten, tapi itu sudah termasuk tinggi bagi Tentara Pelajar.

“Ayo pulang,” kata Arunika setelah mengganti pakaian dan mendapatkan cara untuk mengurangi efek Ruang Putih dari ahli jiwa.

“Ya,” ucap Nio sambil berjalan di samping kakaknya.

Terpopuler

Comments

typo bang. Nio sersan satu bang

2022-01-02

0

anjay propaganda

2022-01-02

0

Mamad S

Mamad S

tadi sersan sekarang letnan gimana sih

2021-04-29

3

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!