19. Daftar nama 2

25 Januari 2321, pukul 20.02 WIB.

**

Malam hari di asrama Nio penuh dengan kecanggungan antara kakak dan adik ini. Bahkan sekarang Nio tidak berani menatap Arunika saat makan malam.

Penyebabnya adalah pernyataan ‘sanksi’ dari Herlina yang mengatakan Nio harus mengikuti pelatihan menjadi Pasukan Pelajar Khusus.

“Hei, kenapa wajahmu murung begitu?” tanya Arunika yang sedari tadi melihat Nio selalu menunduk dan diam.

Karena sebelumnya Nio dan Arunika selalu bercanda dan bercerita satu sama lain dengan nyamannya.

Dengan nada lemah Nio berkata, “Kakak, setelah ini ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.”

Arunika mengerutkan dahinya dan merasa yang dikatakan Nio nanti benar-benar hal yang serius. Namun serius pada Nio harus disertai dengan wajah yang murung atau bisa diartikan seperti itu.

Mereka berdua melanjutkan makan malam hingga waktunya pembicaraan serius diantara mereka.

**

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” kata Arunika yang duduk di depan Nio seperti sedang ‘menyidangnya’.

Nio masih menghindari tatapan pada Arunika dan duduk bersila sambil memainkan jarinya.

Tanpa rasa gugup atau semacamnya Nio berkata meski dengan ekspresi datar, “Langsung intinya saja, aku diperintahkan untuk mengikuti pelatihan Pasukan Pelajar Khusus. Aku juga belum tahu tempat pelatihannya. Karena ini sanksi yang Herlina berikan padaku, aku meminta persetujuan mu atas nama keluarga.”

“Pe-pelatihan menjadi pasukan khusus?” tanya Arunika dengan ekspresi terkejut yang benar-benar tak disembunyikan.

“Ya. Meski hal itu aku harus melanggar ‘janji itu’ ,” jawab Nio.

Karena jika Nio benar-benar mengikuti pelatihan menjadi PPK, dia terpaksa melanggar janji untuk tetap bersama Arunika hingga waktu ‘itu’ tiba. Meski 6 bulan waktu yang cukup lama, namun harus dikurangi dengan masa pelatihan menjadi PPK selama 4 bulan. Itu jika Nio diijinkan Arunika untuk melakukan pelatihan, jika tidak diijinkan mereka berdua tetap dapat melalukan ‘janji’ yang Arunika buat bersama Nio.

Kali ini Arunika yang tidak menatap wajah Nio, sebelumnya jika mereka berdua berbicara Arunika selalu menatap ke arah mata Nio.

Bahkan Arunika tidak berani untuk menoleh untuk sekedar melihat ekspresi Nio sekarang.

Badannya gemetar karena tahu pelatihan untuk menjadi pasukan khusus sangat berat dan menguras tenaga serta pikiran.

Meski itu akan menjadikan Nio prajurit yang kuat fisik serta mental , namun Arunika ingat dengan sifat Nio yang akan menjadi bahan pertimbangannya untuk mengijinkan atau tidaknya Nio mengikuti pelatihan.

Arunika membuka sedikit bibirnya dengan gemetar dan berkata, “A-apa kau janji tidak akan bermalas-malasan saat melakukan pelatihan?”

“Apa kakak mengijinkanku ikut pelatihan?” tanya Nio.

Nio sama sekali tidak berbinar-binar saat kakaknya bertanya seperti itu. Karena bukan berarti jika Arunika bertanya seperti itu dia akan mengikuti pelatihan.

“Jika kau berjanji dengan pertanyaan yang akan ku berikan, akan ku pertimbangkan,” ucap Arunika dengan serius.

“Baik, akan kujawab satu persatu pertanyaanmu,” jawab Nio.

“Apa kau tidak akan bermalas-malasan?”

“Tidak.”

“Apa kau siap melaksanakan semua pelatihan yang akan kau terima?”

“Aku siap.”

“Apa kau berjanji mendapatkan nilai sempurna di ujian pengetahuan umum?”

“Aku janji.”

“Apa kau bisa mendapatkan nilai 76 pada ujian matematika?”

“Aku si---, tunggu dulu. Memangnya di ujian umum ada mata pelajaran matematika?” tanya Nio dengan wajah terkejut.

Wajah terkejut Nio mampu membuat Arunika sedikit tersenyum meski ditutupi dengan tangannya.

Setelah itu Nio menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan mengusap-usapnya karena mengetahui ada pelajaran matematika di ujian pengetahuan umum.

“Jangan katakan ada fisika dan kimia juga?” tanya Nio dengan cemas.

“Ada kok,” jawab Arunika dengan santainya karena suka reaksi Nio saat mendengar pelajaran yang berhubungan dengan angka-angka dan hitungan.

Karena Arunika juga menyukai ekspresi Nio saat berhadapan dengan ketiga pelajaran tersebut. Karena Nio pasti akan mengeluh pusing yang luar biasa saat berhadapan dengan ketiga pelajaran itu.

Nio meletakkan dahinya ke atas meja dengan keras karena pasrah dengan ujian pengetahuan umum. Apa lagi dengan kehadiran ketiga mata pelajaran yang sangat amat ia benci itu.

Kecuali di ketiga mata pelajaran itu, Nio pasti akan mendapatkan nilai sempurna. Itu yang membuat Arunika heran.

Nio kemudian bangkit dan bertanya pada Arunika, “Kalau begitu, artinya kau mengijinkanku ikut pelatihan?”

Arunika terlihat mencoba tersenyum walau terkesan ‘terpaksa’ dan berkata, “Ya, asal kau bisa berjanji dan bertanggung jawab.”

Setelah itu Arunika bergeser dan mendekat ke Nio. Tentu saja Nio terkejut saat kakaknya menempel padanya.

Nio hanya bisa menikmati dan ikut bersandar dengan kakaknya. Kini mereka berdua saling bersandar di bahu satu sama lain.

Jika dilihat dari apa yang mereka lakukan, siapapun yang pertama kali melihat hal ini akan menganggap mereka berdua bukan kakak dan dan adik.

“Nio…?” tanya Arunika dengan nada sedikit ‘manja’.

Dengan gugup karena kakaknya menggunakan nada manja Nio menjawab, “A-apa?”

Arunika selanjutnya tidak berkata apa-apa lagi seakan dia hanya mencoba menggoda Nio saja.

Kemudian Arunika meletakkan kepalanya di pundak Nio yang membuatnya seketika terkejut dan merinding.

Di dalam hatinya dan dengan nada bahagia Nio berkata, “Kuharap pelatihan itu tidak pernah ada.”

**

26 Januari 2321, pukul 07.13 WIB.

**

Nio perlahan membuka matanya dan terpaksa berpisah dengan mimpi indahnya.

Hal yang Nio lakukan adalah melihat sekeliling asramanya dan mendapati satu hal yang sangat langka.

Nio tidur di bawah dengan keadaan terduduk dengan Arunika berada di sampingnya. Mereka berdua juga berada di satu selimut yang sama.

Nio dengan tatapan datar melihat kakaknya yang masih berada di alam mimpinya dengan wajah tersenyum.

“Apa yang dia mimpikan?” gumam Nio.

Dia kemudian menyingkir dari tempatnya tertidur dan segera menyiapkan diri untuk segera berlatih.

**

“Apa kau harus secepat itu meninggalkan kakakmu sendirian?” tanya Arunika dengan nada manjanya lagi.

“Hentikan kak, kau membuatku merinding,” ucap Nio dengan badan yang benar-benar merinding.

“Jahat sekali kau,” kata Arunika dengan kesal.

Nio hanya tersenyum miring dan melakukan hal yang membuat Arunika terkejut sekaligus senang.

“Aku pergi dulu ya kak?” ucap Nio setelah mencubit pipi Arunika.

Dia berlari begitu saja meninggalkan Arunika yang masih berdiri di depan pintu dengan tatapan kosong.

Kemudian Arunika menutup pintu sambil berkata, “Aku ingin merasakan itu lagi. cepatlah pulang Nio….”

Beralih ke Nio yang berusaha keras berlari ke tempat di tempelnya daftar nama yang Herlina tempel kemarin, yaitu di papan pengumuman.

Namun di depan papan pengumuman terlihat banyak prajurit dari seluruh regu berebut untuk menuliskan namanya di daftar nama.

Selain nama lengkap, mereka harus menuliskan tujuan bergabung dengan Pasukan Pelajar Khusus.

Nio kemudian menunggu hingga kerumunan itu sepi di kursi yang disediakan.

“Komandan, kenapa kau disini. Apa kau tidak akan bergabung dengan PPK?” tanya Arista yang tiba-tiba muncul dan berhenti di depan Nio.

“Tentu saja aku akan bergabung. Tapi kerumunan itu menghalangiku,” jawab Nio.

Arista kemudian duduk di kursi yang sama dengan Nio dengan memberi jarak di antara mereka. Karena Arista masih sadar jika Nio adalah Komandan regunya. Sangat berkebalikan dengan Nio yang dapat berbicara santai dengan Herlina yang merupakan Kapten dan Komandan Kompi 406.

Dengan wajah datar, Arista melihat kerumunan yang semakin ramai seiring dekatnya waktu latihan.

Sesaat kemudian Herlina tiba-tiba muncul dan duduk di antara Nio dan Arista.

“Bagaimana, apa kau mendapatkan ijin?” tanya Herlina dengan berharap jawaban yang membahagiakan dirinya dari Nio.

“Iya, aku mendapatkan ijin,” jawab Nio singkat.

Dengan begitu Herlina berhasil membuat Nio bergabung dengan Pasukan Pelajar Khusus meski dengan cara yang bisa dibilang licik.

“Ah, sudah sepi. Cepat tulis nama mu di daftar nama!” perintah Herlina dengan mendorong Nio.

“Iya iya,” jawab Nio kesal.

Nio berjalan ke papan pengumuman dengan Arista yang berjalan juga dibelakangnya.

Nio membalik lembaran dan menulis namanya di lembar kedua daftar nama pada kolom nomor 29. Tidak lupa dia memikirkan tujuan bergabung dengan PPK.

Namun dia tidak bisa berlama-lama berpikir karena Arista dan beberapa orang lain menunggu giliran untuk menuliskan nama mereka di daftar nama.

“Bodo amat lah,” ucap Nio dan menuliskan tujuannya.

Tujuan Nio bergabung dengan PPK adalah untuk melindungi keluarganya, itu juga yang ia tulis di daftar nama.

Nio kemudian meninggalkan papan pengumuman dan menuju tempat latihan meninggalkan Arista.

Arista menuliskan namanya di bawah nama Nio, sekaligus dia membaca tujuan Nio bergabung dengan PPK.

Dengan wajah sedih setelah membaca tujuan Nio dia berkata, “Enaknya yang masih punya keluarga.”

Terpopuler

Comments

threesixty

threesixty

kesan nya kayak beban nih cwek. kalo bisa ya sama smaa kuat lah. aduhhh . momen romen nya gak tepat. buni dah mau hancur masih mentingin perasaan

2023-07-27

0

Jungkook wife

Jungkook wife

"Istri yang Terabaikan" telah memberikan like nya. Ditunggu feedback nya ya. Mari saling mendukung.

2021-01-31

2

Mansyur

Mansyur

bagus Thor

2021-01-31

2

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!