8. Yang diinginkan

18 Januari 2321, pukul 07.12 WIB.

**

Kantung mata yang muncul dan mata yang masih terbuka, itulah kondisi Nio saat ini. padahal beberapa menit lagi ia harus menjalani latihan.

Dia tidak dapat tertidur karena perkataan kakaknya semalam.

“Kakak sudah gila,” gumam Nio sejak semalam.

Dia sudah berpikir kejadian sebelumnya yang menyebabkan kakaknya seperti ini.

Mungkin bagi sebagian orang kejadian itu merupakan keajaiban dan berharap menjadi kenyataan. Bahkan jika orang itu Nio.

Namun Nio justru menyesalinya dan meratapi kondisinya sekarang yang dipeluk erat oleh Arunika.

“Kakak, bangunlah,” ucap Nio dengan nada sedikit tinggi agar kakaknya segera bangun.

Hanya erangang yang ditunjukkan Arunika yang membuat Nio semakin kesal.

Dia kemudian mendorong Arunika menjauh darinya menggunakan kaki. Karena semalam Arunika tertidur di samping Arunika layaknya sepasang suami istri.

Kejadian seperti itu merupakan hal yang ingin Nio lupakan dan berharap tidak terjadi lagi malam ini.

Penyesalan Nio yang lain adalah dia berkata jujur kepada Arunika padahal dia bisa saja berbohong meski Arunika mendesaknya.

Tapi Nio sudah terlanjur bergabung dengan militer. Perintah atasan merupakan hal yang wajib dipatuhi.

Dan waktu Nio hanya tersisa 6 bulan. Meski dia yakin akan pulang hidup-hidup tapi siapa yang tahu ada apa di medan perang nanti.

**

“Kenapa kamu tidak membangunkanku?” tanya Arunika kesal dengan selimut masih ia kenakan.

“Sudah, tapi kakak yang tidak mau bangun,” balas Nio.

Arunika melipat selimut yang ia gunakan bersama Nio.

Siapapun yang melihat kejadian semalam akan merasa salah paham.

Nio mengambilkan sepiring nasi dan lauk yang ia masak sebelum kakaknya terbangun. Dia tidak mempunyai waktu untuk pergi membeli makanan di kantin yang disediakan.

Setidaknya Nio dapat memasak masakan yang mudah seperti sambal dan ayam goreng.

“Ini sarapan mu, sebentar lagi latihan akan dimulai. Aku pergi dulu ya kak?” ucap Nio setelah mengenakan perlengkapannya.

“Y-ya. Hati –hati,” jawab Arunika dengan wajah murung sambil memainkan nasi didepannya.

Nio tidak melihat ada masalah dengan kakaknya, dia dapat pergi berlatih dengan tenang.

**

Di permukaan kota bawah tanah.

Sebagian besar Pulau Jawa berhasil dikuasai pasukan dunia lain. Tepatnya setengah wilayah Indonesia dikuasai pasukan dunia lain dalam waktu setahun.

Itu waktu yang terbilang singkat untuk yang namanya ‘penaklukan’.

Setidaknya Indonesia sedikit beruntung karena masih memiliki wilayah yang masih bisa dipertahankan.

Seluruh negara di semenanjung Asia Tenggara sudah dikuasai pasukan dunia lain, kecuali negara Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang terpisah dengan daratan utama Asia Tenggara.

Hanya beberapa negara kuat yang bisa mempertahankan negaranya walau menderita kerugian dalam seluruh hal yang cukup besar.

“Hanya 6 bulan waktu yang kita berikan pada seluruh kesatuan Tentara Pelajar. Apa itu waktu yang cukup?” tanya Ferry yang kini menjabat Laksamana Besar TNI AL.

Dia diangkat menjadi pimpinan tertinggi di kesatuan AL setelah mengalahkan armada laut musuh yang keluar dari spiral ungu di Selat Karimata. Sebanyak 25 kapal perang pasukan dunia lain yang keluar dari spiral ungu di Selat Karimata dapat dihancurkan dengan armada yang Ferry pimpin.

Jumlah itu cukup untuk membuat armada laut pasukan dunia lain mudur dan masuk kembali kedalam spiral ungu yang entah ada apa dibaliknya.

“Selama alat itu masih bisa dikembangkan pasukan muda itu akan segera ‘matang’,” jawab Jendral Besar TNI AD. Panggil saja Sucipto.

“Kebanyakan dari mereka berada di kesatuan AD, aku jadi iri,” celetuk Marsekal Besar TNI AU. Panggil saja Prasetyo atau Setyo.

Tiga orang yang berpangkat paling tinggi di masing-masing kesatuan tertawa kecil di dalam ruangan pertemuan yang kecil ini.

Ini merupakan bangunan khusus pemerintahan darurat sekalugus sebagai markas besar TNI saat ini.

Belum ada kabar pasti dari pasukan yang berada di daerah yang ditaklukan pasukan dunia lain.

Semua prajurit yang selamat hanya bisa berpikir buruk dengan rekan mereka yang erada di daerah lain yang ditaklukan pasukan dunia lain.

Yaitu berkhianat atau mati. Hal itu cukup wajar jika dilihat situasi sekarang.

Karena tujuan Pasukan dunia lain memang ingin menjajah dunia ini. Jadi mereka memerlukan pasukan dengan jumlah besar. Untuk memperolehnya mereka akan mengambilnya dari wilayah yang berhasil ditaklukan.

Itu memang terjadi di luar negara Indonesia. Setidaknya para warga negara ini masih memiliki semangat juang untuk melawan penjajah dari dunia lain meski tahu apa akhirnya.

Tidak perlu ditanyakan apa yang terjadi. Tentu saja para laki-laki yang melawan akan tewas dan jika selamat akan dipaksa menjadi tentara pasukan dunia lain.Sedangkan para perempuan akan dirampas dan dijadikan ‘pemuas’.

Setidaknya di beberapa wilayah Indonesia ada beberapa pasukan yang selamat melakukan perjuangan dengan cara bergerilya.

Itu cukup untuk membuat pasukan dunia lain kerepotan meski tidak mengurangi jumlah tentaranya.

**

Nio mendekati Herlina yang sedang beristirahat setelah melakukan latihan bersama Regu 2.

Regu 2 sedang beristirahat, sementara Regu lainnya masih melakukan latihan menembak dengan senapan khusus. Setelah ini adalah giliran Regu 2 yang melakukan latihan menembak.

Senapan khusus tersebut merupakan alat latihan. Senapan itu tidak akan mengeluarkan peluru namun jika akan menimbulkan efek dorongan seperti menembakkan peluru asli.

Alasan saat melakukan latihan menembak tidak menggunakan peluru asli karena sedang dalam pengembangan.

Karena baju besi para prajurit pasukan dunia lain semakin sulit ditembus dengan peluru biasa karena itu diadakan penelitian tentang komposisi dari baju besi milik prajurit dunia lain yang berhasil didapatkan.

“Mana janjimu kemarin?” tanya Nio pada Herlina dengan nada kesal.

“Ah, benar juga,” jawab Herlina dengan entengnya tanpa sedikitpun rasa bersalah.

“Hah, sudah kuduga kalau itu cuma bualanmu saja,” ucap Nio dengan kesal kemudian meninggalkan tempatnya istirahat.

Herlina hanya tersenyum tipis karena ‘rencananya’ berhasil. Bukan rencana membuat Nio kesal, tapi rencana lain yang ia pikir akan membuat Nio terkejut.

“Semua berkumpul, sebentar lagi kita akan melakukan latihan menembak!” Ucap Nio dengan tegas kepada anggotanya yang masih beristirahat.

Diantara mereka masih ada yang makan nasi bungkus,salah satunya Jo yang merasa kesal karena makananya yang belum habis dan masih harus melakukan latihan lagi.

Jo melihat ada yang berubah dari Nio setelah mendapatkan pangkat Sersan Satu dan berposisi sebagai Komandan Regu.

Nio menurut sudut Jo mulai memiliki sifat berani namun lembut. Begitu juga yang dilhat dari Arunika dan teman-teman Nio.

Mereka berpikir jika Nio sudah melupakan hal yang hampir membuatnya hampir mati ‘lagi’.

Setelah membuang bungkus nasi yang sudah tidak ada isinya Jo segera menghampiri Nio.

“Gimana perasaanmu sekarang?” tanya Jo.

“Biasa, memangnya kenapa?” jawab Nio dan bertanya kembali kepada Jo.

“Tidak. Hanya saja sekarang kau kurasa mulai berubah,” kata Jo.

Nio menjawab, “Tidak, aku masih Nio yang kau kenal kok. Tapi kuanggap itu pujian dan akan kujadikan semangat.”

Jo hanya tersenyum tipis mendengar jawaban teman sekaligus atasannya itu.

“Dasar, dia benar-benar sudah berubah. Tapi luka di pipinya memang mengerikan sih,” gumam Jo yang juga membicarakan bekas luka di pipi kanan Nio.

Tidak ada yang tahu bagaimana Nio mendapatkan luka itu, kecuali Arunika dan seseorang.

**

Latihan untuk hari ini sudah selesai, namun Nio harus mengerjakan sesuatu atas perintah Herlina.

“Kenapa dia suka sekali memerintah?” gumam Nio yang menyindir Herlina yang suka memerintah bawahannya.

“Biar ku bantu,” kata Jo yang menghampiri Nio yang mengangkat kotak berisi senapan ‘palsu’ sendirian. Tentu saja kotak itu sangat berat hingga membuat Nio harus menggunakan gerobak roda satu untuk memindahkan kotak yang cukup besar ini.

“Terima kasih,” ucap Nio

Mereka berdua kemudian menuju ruangan penyimpanan senjata yang tak jauh dari tempat latihan menembak.

Di Sana sudah ada Herlina yang menyambut Nio dan Jo. Tapi dia terlihat kesal saat Nio ke tempat ini bersama Jo, bukan sendiri.

“Taruh saja disini!, sekarang biar aku yang membantu Nio memindahkan kotak ini,” kata Herlina.

“Baik!” balas Jo dengan tegas.

Jo kemudian meninggalkan mereka berdua dan menuju ke asramanya.

Hal itu kembali membuat Nio kesal karena harus bersama Herlina lagi. Sementara itu Herlina terlihat tersenyum bahagia saat ada Nio disampingnya.

“Baiklah, kita harus memasukkan kotak berat ini kan?” tanya Herlina yang dijawab dengan nada kesal Nio, “Benar.”

Herlina hanya membantu memegangi kotak agar tetap seimbang dan Nio yang mendorong gerobak memasuki ruang penyimpanan.

Mereka berdua cukup kesusahan karena berat dan besarnya kotak. Butuh beberapa menit bagi mereka mengembalikan kotak berisi senapan kembali ketempat nya.

Nio dan Herlina merasa lega setelah perjuangan yang memang berat itu.

“Kamu memang benar-benar mau mi instan sekardus kan?” tanya Herlina dengan nada sedikit menggoda.

“Tidak juga,” jawab Nio datar.

“Ayo ikut aku,” kata Herlina sambil menarik tangan Nio.

“Kemana?” tanya Nio.

“Ke asrama ku,” jawab Herlina dengan tenangnya.

“Hah?!” ucap Nio dengan wajah tidak percaya.

Herlina benar-benar membawa Nio ke asramanya yang memang dikhusukan untuk prajurit perempuan.

Ada beberapa prajurit perempuan yang melihat Nio bersama Herlina, terutama anggota yang berada di Regu 2 yang Nio pimpin.

“Sertu Nio, sedang apa kau disini?” tanya anggota Nio.

“Tidak tahu, tanya saja pada Herlina,” jawab Nio sambil berusaha melepaskan tangannya yang dicengkram kuat Herlina.

“Ayo masuk,” kata Herlina sambil menarik Nio lagi.

“Woy, tunggu!” kata Nio sambil berusaha menahan Herlina.

Orang-orang yang berada di sekitar asrama prajurit perempuan hanya melihat mereka berdua.

“Apa Kapten berpacaran dengan dia?” tanya seseorang.

“Nggak woy!” sanggah Nio dengan berteriak.

Sementara itu Herlina hanya tersenyum mendengar ada yang mengatakan itu.

Beberapa saat kemudian seseorang mengatakan, “Apa yang kalian lakukan?”

Mata Nio melebar mendengar suara yang bernada bertanya biasa itu.

Perlahan dia melihat kearah suara itu berasal.

“Ka-kak,” kata Nio dengan wajah ketakutan.

Wajah Arunika yang datar justru menurut Nio lebih menakutkan daripada saat berada di ‘mode guru’ nya.

“Pulang!” perintah Arunika pada Nio.

“Tunggu dulu---,” kata Herlina tanpa melanjutkan katanya karena tatapan tajam Arunika.

“A-aku hanya mau memberi Nio hadiah saja,” lanjut Herlina.

“Anda bisa memberinya di rumah,” balas Arunika sambil menarik baju Nio.

Herlina hanya berdiri di tempatnya sambil menatap datar kearah Nio yang semakin menjauh bersama Arunika.

Rencana Herlina hari ini gagal.

**

Sesampainya di asrama Nio terkejut saat Arunika menutup pintu dengan keras.

Namun bukan itu yang membuatnya terkejut.

“Ka-kakak, apa yang kau lakukan?” tanya Nio.

Arunika masih membenamkan wajahnya ke dada Nio dan memegang kerah baju Nio dengan kuat.

“Aku hanya ingin bersamamu, di waktu yang tinggal sedikit ini---,“

“6 bulan menurutku itu waktu yang singkat. Setelah itu kau harus mengikuti peperangan yang apapun bisa terjadi dan entah kapan selesainya---,“

“Aku, aku hanya tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarga yang kumiliki---,” ucap Arunika sambil menangis yang mungkin terdengar oleh penghuni asrama yang lain.

“Nio?” tanya Arunika karena merasa tidak percaya dengan yang dilakukan Nio.

“Tenang saja, ini yang kakak mau kan?” jawab Nio sambil mengeratkan pelukannya pada Arunika.

Terpopuler

Comments

Egaega

Egaega

🤨🤨📸📸

2022-08-03

0

⭐Lilia◽sherly⭐

⭐Lilia◽sherly⭐

ya semoga saja mereka (nio&arunika)tidak ada hubungan terlarang

2021-09-10

2

⭐Lilia◽sherly⭐

⭐Lilia◽sherly⭐

what!!!!?

2021-09-10

2

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!