17. Daging naga

24 Januari 2321, pukul 10.42 WIB.

**

Di luar kota bawah tanah dua Regu pasukan berbaris dengan membawa perlengkapan masing-masing. Regu tersebut adalah Regu 2 dan Regu 6 yang akan bertugas menguburkan naga yang mati di tempat yang cukup jauh dari kota bawah tanah. Tentu saja Nio yang merupakan Komandan Regu 2 ikut di pekerjaan ini.

Karena tidak mungkin menguburkan jasad naga di dekat area kota bawah tanah karena akan membahayakan penghuninya jika salah memilih lokasi untuk menggali. Selain itu bisa saja jasad naga yang akan membusuk di bawah tanah akan menyebarkan penyakit kepada penghuni kota bawah tanah.

Selain naga, beberapa jasad prajurit musuh juga harus dikuburkan. Namun yang menjadi masalah adalah beberapa warga yang menolak jika tanah sekitar mereka dijadikan makam bagi musuh.

**

Nio menenteng sekop di pundaknya layaknya tukang gali kubur. Itu memang tidak salah karena Nio akan menggali kubur bagi naga-naga dan prajurit musuh. Selain itu dia dan seluruh prajurit memakai masker.

Alasan semua prajurit yang akan menguburkan naga-naga ini adalah bau tidak sedap yang dikeluarkan dari daging naga yang baru mati kemarin.

Bau busuknya bahkan lebih menyengat dari apapun yang ada di dunia, setidaknya itu menurut Nio.

Namun sebelum mengubur tubuh naga dan prajurit musuh, Nio dan prajurit lainnya harus menaikkan ‘bongkahan’ tubuh naga keatas truk.

“Kenapa berat banget sih?” gumam Nio yang mengangkat telapak kaki naga sendirian.

Seluruh prajurit yang mengangkat bagian tubuh naga juga merasakan hal yang sama dengan Nio. Kecuali saat mengangkat tubuh naga yang masih utuh harus menggunakan alat.

“Kalau kau terus bergumam kerjaan mu tambah berat nantinya,” ucap Jo yang mendahului Nio sambil membawa lengan naga di pundaknya.

“Iya-iya,” jawab Nio dengan senyum miring.

Ada satu orang yang hanya mengawasi dari samping truk pengangkut tubuh naga, yaitu Herlina.

Tujuannya disini bukan untuk mengawasi prajurit yang mengangkat tubuh naga, tetapi ingin menemui Nio.

Ada hal penting yang ingin disampaikan Herlina pada Nio.

**

Seluruh tubuh naga sudah dimuat diatas truk, begitu juga jasad prajurit musuh yang diangkut truk yang berbeda. Namun tidak segera diberangkatkan ke tempat untuk mengubur yang sudah ditentukan sebelumnya. Padahal bau busuk sudah menganggu kenyamanan para prajurit.

Setelah menghirup udara segar setelah beberapa menit harus menghirup bau busuk, Nio menemui Herlina yang sudah menunggu.

Sambil berkacak pinggang dan senyuman yang mengintimidasi Herlina berkata pada Nio, “Setelah ini kau harus menemui ku di ruangan ku.”

Perkataan itu cukup membuat Nio merinding dan tersenyum miring.

“Baik,” jawab Nio lemas.

Kemudian dia berjalan ke truk pengangkut prajurit untuk kemudian menuju tempat mengubur jasad prajurit musuh dan naganya.

Herlina juga segera memasuki kota bawah tanah untuk menyiapkan ‘hal’ yang akan diterima Nio setelah melakukan tugasnya.

**

Arunika tidak tidur sejak semalam karena mengkhawatirkan Nio yang belum kembali ke asramanya sejak pertempuran usai. Itu sebabnya tatapan Arunika terlihat sangat kosong dan membuat Lisa yang menemaninya merasa gelisah.

Karena Nio memilih tidur di sekitar area berlatih dan tidak sempat mandi. Alasan lain karena Nio merasa tidak akan diterima kakaknya kalau belum mandi.

“Kenapa Nio belum pulang juga?” gumam Lisa karena khawatir dengan keadaan Arunika.

“Pertempurannya sudah selesai kan?. Jadi mana Nio?” tanya Arunika dengan datar.

Lisa sudah memakai berbagai cara agar Arunika tidak terlalu mencemaskan Nio.

Namun Lisa harus memakai alasan lain termasuk berkata, “Ni-Nio mungkin lanjut latihan, jadi tidak sempat pulang.”

“Apa dia tidak punya rasa lelah!?” jawab Arunika semakin kesal.

Namun sebaliknya, ternyata Lisa semakin kesal kepada Nio.

“Sialan, cepatlah pulang bodoh!” batin Lisa dengan menahan kepalan tangannya.

**

Tempat mengubur naga dan prajurit musuh berada di Kecamatan Jumapolo, masih termasuk bagian dari Kota Karanganyar.

Tempat ini semula lapangan umum yang sering dijadikan tempat bertanding sepak bola dan juga tempat upacara seluruh sekolah di kecamatan ini.

Di sebelah barat lapangan ada sebuah SMA yang sudah hancur akibat serangan pasukan dunia lain. Ternyata ada beberapa prajurit yang pernah bersekolah di SMA tersebut.

Mereka menatap sedih puing-puing yang menggunung yang sebelumnya sebuah bangunan SMA.

Namun disebelah timur lapangan ada sebuah desa, tapi berjarak sekitar 100 meter dari lapangan. Jadi dirasa cukup aman untuk mengubur jasad prajurit dan para naga.

Beberapa tentara menurunkan dengan hati-hati jasad prjurit musuh dan meletakkannya di tempat yang akan di jadikan kuburan prajurit itu.

Beberapa prajurit lainnya menurunkan tubuh naga dengan menaruhnya di gerobak yang dipinjamkan warga sekitar untuk mempermudah pekerjaan prajurit.

Beberapa warga terlihat memilih menonton ketimbang membantu karena takut dengan rupa naga yang memang seperti komodo namun lebih 'sangar'. Selain itu bau busuk dari daging naga memang sangat mengganggu yang membuat para warga enggan membantu untuk mengubur tubuh naga.

Nio bersama beberapa prajurit lainnya membuat lubang untuk mengubur tubuh naga yang paling besar yang masih berada di atas truk penangkut.

Dengan cangkul dan sekop mereka mulai membuat lubang. Membuat lubang untuk mengubur tubuh naga membutuhkan tenaga yang besar. Ditambah mereka melakukan itu sambil memakai masker yang menghambat mereka untuk menghirup oksigen. Pasti para prajurit akan lebih cepat lelah.

Namun hal itu sepertinya tidak akan terjadi, justru seluruh prajurit terlihat gembira. Mereka gembira saat dua buah excavator tiba di lapangan. Alat berat tersebut merupakan milik BPBD yang sebelumnya digunakan untuk membereskan puing-puing bangunan sekolah yang berada di barat lapangan ini.

Nio dan prajurit lainnya keluar dari lubang yang baru digali sedalam 60 cm dengan diameter 6 meter.

Mereka menyaksikan excavator mulai menggali lubang dan menuangkan tanah galian ke truk pengangkut yang di bawa pasukan sebelumnya.

“Hei lihat,” kata Jo kepada Nio saat dirinya melihat beberapa anjing mengerumuni bagian tubuh naga yang saling terpisah termasuk sebuah kepala naga.

“Mungkin anjing-anjing itu hanya akan memakan daging naga,” ucap Nio sambil sesekali membuka maskernya untuk menghirup udara yang sedikit tercemar bau busuk

“Apa daging naga memang bisa dimakan?” tanya Jo.

“Nggak tahu,” jawab Nio singkat.

Memang benar beberapa anjing yang muncul mengigit daging naga yang sudah tidak terlindungi dengan sisik kerasnya.

Anjing-anjing itu mengoyak daging naga dan memakannya bersama dengan berebutan. Nio dan lainnya hanya menyaksikan hal itu.

Sesaat kemudian muncul beberapa ekor lagi anjing liar yang juga hendak memakan daging naga yang akan dikubur.

Anjing-anjing tersebut memilih bagian tubuh naga yang belum tersentuh oleh anjing yang sudah lebih dulu tiba.

Untuk beberapa saat memang tidak ada hal aneh, hanya ada puluhan ekor anjing liar yang memakan daging naga tanpa menghiraukan baunya yang busuk.

Namun beberapa menit kemudian ada keanehan pada anjing-anjing tersebut.

“Hei, kenapa anjing-anjing itu?” tanya Nio yang melihat anjing-anjing liar tersebut berperilaku aneh.

Prajurit yang lain juga merasa ada yang aneh dengan anjing-anjing liar itu. Beberapa prajurit mendekati untuk melihat yang terjadi pada anjing-anjing liar itu.

Puluhan anjing liar itu terlihat tumbang ke tanah dan kejang-kejang. Nio dan beberapa prajurit lainnya segera mendekati puluhan anjing liar yang sudah tidak bergerak.

“Mereka sudah mati?” tanya Jo.

“Sepertinya iya,” jawab Nio.

Anjing-anjing liar itu memang benar-benar sudah mati dengan darah keluar dari seluruh lubang di tubuh mereka.

“Apa daging naga ini memang beracun?” tanya Jo.

“Kalau ingin tahu kenapa tidak memakannya?” celetuk Nio.

“Komandan seharusnya yang lebih dulu mencobanya kan?” jawab Jo dengan senyum miringnya.

Nio tersenyum kecut setelah mendapatkan jawaban dari Jo.

**

Kegiatan mengubur prajurit musuh dan naga sudah selesai. Tubuh naga yang besar dan berbau busuk memerlukan lubang yang dalam juga. Itulah mengapa tujuan pembuatan lubang sedalam 5 meter itu.

Puluhan anjing liar yang mati karena memakan daging naga juga dikuburkan satu tempat dengan naga.

Prajurit musuh juga sudah dikuburkan dengan diberi tanda balok kayu untuk menandakan jika gundukan tanah pendek ini adalah sebuah makam.

Pasukan juga memberi tanda jika lapangan ini sudah menjadi makam prajurit musuh dan naga. tentu saja disertai tanda jika warga sekitar dilarang untuk memasuki area ini.

Selesai melaksanakan tugas, seluruh prajurit menaiki kembali truk pengangkut untuk kembali ke kota bawah tanah.

Sebelumnya beberapa potong daging naga dibawa untuk dilakukan penelitian terhadap kandungan yang ada dan kenapa bisa membuat anjing mati.

“Nio, cepat naik…!” ucap Jo yang sudah berada di truk pengangkut dan melihat Nio memungut beberapa benda.

Benda yang Nio pungut dari sekitar makam naga adalah 3 buah sisik naga yang berwarna hitam dan mengkilap. Nio memasukkannya ke dalam kantong baju seragamnya yang berada di sisi kiri.

Truk pengangkut prajurit yang seharusnya Nio naiki terdengar sudah melaju pelan meninggalkan Nio.

Nio terkejut melihat truk yang sudah sedikit menjauh dan berteriak, “Tunggu woy…!”

**

Sesampainya di kota bawah tanah Nio segera berlari ke asramanya, tempat Arunika menunggunya.

Ekspresi yang Nio tunjukkan tentu saja bahagia meski baru sehari meninggalkan kakaknya untuk melawan pasukan penunggang naga dunia lain.

Sebenarnya Nio ingat dengan perintah Herlina yang mengharuskannya untuk segera menuju ke kantor Helrina.

“Bodo amat lah,” batin Nio karena berniat melanggar perintah dari Kaptennya itu.

“Kakak, aku pulang,” ucap Nio dengan lantang dan tanpa mengetuk pintu lebih dulu.

Lisa yang masih berada di asrama Nio terkejut, namun lebih terkejut dengan reaksi Arunika yang tiba-tiba melesat kearah Nio.

“Kenapa kau tidak langsung pulang hah?” ucap Arunika dengan meremas pundak Nio yang lebih tinggi dari tubuhnya itu.

“Y-ya aku ada tugas yang lain. Dan setelah ini aku harus menemui Herlina,” jawab Nio sambil menahan sakit di bahunya karena masih diremas oleh Arunika.

“Untuk apa?”

“Nggak tahu, mungkin aku akan mendapatkan hukuman,” jawab Nio dengan senyum kecut.

Lisa terlihat juga ikut berdiri dan menyambung pembicaraan dengan berkata, “Memangnya kau melanggar apa sampai kau mengira akan dihukum?”

“Mungkin pelanggaranku sudah banyak,” jawab Nio dengan senyum miris.

Sementara itu di tempat lain, yaitu tempat Herlina menunggu Nio.

Perempuan itu dengan mengepalkan tangannya seperti siap akan diarahkan ke seseorang dan berkata dengan nada geram, “Kenapa dia tidak segera kesini hah!”

Terpopuler

Comments

Oschar Migerz

Oschar Migerz

arunika jijik kesekali kulihat. kakak tapi tidak perperilaku seperti seorang kakak. malahan minta di perlakukan seperti seorang pacar. betul2 menjijikan

2021-09-06

2

M.A.I

M.A.I

kok tadi penunggang kuda kalo gak salah baca

2021-06-09

1

Fahrizal

Fahrizal

seru thor ceritanya

2021-02-10

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!