2. Tahun ajaran baru 2

4 Januari 2320, pukul 06.18 WIB.

Ini adalah waktu sebelum peristiwa besar terjadi, kehidupan semua orang di kota Karanganyar masih berjalan lancar dengan sedikit hambatan.

Hambatan tersebut hanya berupa bis umum yang mogok padahal belum tiba di tempat pemberhentian yang dituju, demo kecil-kecilan yang dilakukan organisasi kecil dengan tujuan menentang pembatasan pembelian bahan pokok.

**

Di sebuah rumah yang berada di pinggiran kota Karanganyar seorang remaja laki-laki terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu dan keringat yang keluar dari seluruh tubuhnya.

Nio terlihat seperti mengalami mimpi yang buruk di tidurnya.

“Syukurlah kalau itu cuma mimpi,” gumam Nio.

Dengan badan yang gemetar Nio turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke dapur.

Dia berjalan sambil membayangkan mimpi yang dialaminya sambil bergumam, “Itu terlalu nyata, apa kejadian itu bakal terjadi?”

Nio sudah berada di dapur, di sana sudah ada seorang perempuan yang terlihat sudah bersiap dengan seragam kerjanya. Dia Arunika, kakak perempuan Nio sekaligus satu-satunya keluarga yang ia miliki.

“Pagi kak,” sapa Nio. Arunika menjawab sapaan Nio, “Pagi, cepat mandi terus sarapan!”. Sambil mengerucutkan bibirnya Nio berkata, “Oke.”

Arunika masih sibuk dengan tumpukan kertas didepannya yang ada sebuah cangkir berisi teh panas manis di sampingnya.

Nio berjalan perlahan kekamar mandi yang hanya berjarak 2 meter dari dapur sambil menggaruk perutnya yang gatal.

Nio melirik kebelakang ke arah kakaknya yang masih menuliskan nilai di kertas ulangan milik muridnya.

Arunika merupakan salah satu guru di SMA tempat Nio bersekolah. Dia sudah menjadi guru saat Nio masih kelas 3 SMP. Itu tepat dua tahun setelah Arunika lulus dari perguruan tinggi.

Nio dapat masuk ke SMA tempat kakaknya mengajar karena hasil usahanya sendiri, bukan karena keberadaan kakaknya di SMA tersebut. Meski dia harus bersaing dengan murid pintar lainnya, Nio akhirnya dapat lolos seleksi walau berada diurutan 201 dari 256 orang angkatan kelas 1 SMA 2 Karanganyar.

Kembali ke adik kakak ini.

Arunika menyeruput teh panasnya yang sudah menghangat. Dia melihat hal yang membuatnya jengkel.

“Cepat mandi!” gertak Arunika yang melihat Nio masih berdiri mematung dan masih menggaruk perutnya sambil melirik kakaknya.

“Galak amat sih,” gumam Nio. Dia tiba-tiba merinding saat kakaknya melirik tajam kearahnya sambil berkata, “Bisa diulang lagi kata itu?”

Nio dapat merasakan aura yang mencekam dari kakaknya walau hanya berkata santai seperti itu. Dia berpikir dari pada harus menghadapi kakaknya yang akan segera mengganas lebih baik Nio menuruti perintah Arunika sebelumnya.

Nio mengambil handuk yang tergantung di depan kamar mandi dan segera memulai kegiatan sebelum sekolahnya.

**

Saat sarapan Nio masih membayangkan kejadian yang ada di mimpinya. Saat teringat kakinya tertimpa bongkahan tembok yang besar dan membuat kakinya patah, Nio saat ini dapat merasakan yang ia alami di mimpinya.

Dia sedikit melirik kakaknya yang sudah selesai memberi nilai tugas muridnya. Keberadaan Arunika di depannya, membuat Nio merasa yakin jika mimpi hanyalah mimpi yang sangat tidak mungkin terjadi, tapi siapa yang tahu.

Setelah untuk beberapa menit dia terfokus dengan tumpukan kertas, Arunika kini beralih ke smartphone nya. Dia mencari situs berita dan mencari berita terkini.

“Kejadian itu lagi,” kata Arunika lirih.

“Ada apa?” tanya Nio yang penasaran dengan yang kakaknya baca. Arunika menjawab

“Berita orang yang berpakaian aneh itu,” jawab Arunika

Nio tidak bertanya lebih lanjut karena berita tersebut sudah beberapa minggu menjadi pemberitaan utama di Indonesia bahkan dunia.

Orang yang berpakaian aneh yang Arunika maksud adalah puluhan orang yang mengenakan semacam seragam prajurit zaman kerajaan.

Di Indonesia, pertama kali muncul orang berpakaian prajurit zaman kerajaan di wilayah Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Pada awalnya 20 orang muncul dengan tiba-tiba dan membuat heran masyarakat yang melihat. Mereka hanya berjalan di jalanan kota dengan membawa pedang di genggaman tangan yang membuat masyarakat takut.

Polisi setempat yang mendapatkan laporan terdapat orang yang mengancam segera menuju tempat ke-20 orang tersebut berada.

Saat berusaha mengamankan ke-20 orang tersebut polisi justru mendapatkan perlawanan.

Mereka menyerang polisi dengan pedang dan membuat beberapa polisi dan warga terluka.

Beberapa jam setelah penyerangan, prajurit TNI melakukan pencarian terhadap ke-20 orang ‘misterius’ tersebut.

Namun setelah 1 minggu melakukan pencarian di seluruh provinsi Aceh tidak lagi di temukan ke-20 orang misterius tersebut, bahkan jejak sekecil sekalipun untuk menemukannya tidak ditemukan.

Setelah kejadian itu, pemerintah menganggap kejadian penyerangan tersebut sebuah aksi teror.

**

Nio dan Arunika berdiri di halte bus bersama puluhan orang lain. Bus yang akan mereka berdua tumpangi seharusnya tiba 10 menit yang lalu. Namun hingga sekarang Nio dan Arunika masih menunggu.

Arunika menghembuskan nafas panjang dan berkata, “Hah, aku bakal terlambat nih.”

“Kenapa enggak jalan saja?” sambung Nio.

Kemudian Nio mengambil smartphone nya dari saku celana dan memeriksa sudah jam berapa sekarang.

“Udah mau jam 7 nih,” kata Nio.

Karena dia juga sebentar lagi akan terlambat, Nio berlari tanpa memberitahu kakaknya. Arunika yang terkejut juga ikut berlari namun tak secepat Nio.

Nio dan Arunika memilih jalan pintas untuk segera tiba di sekolah. Saat berlari Nio melihat sesosok yang sedang berjalan santai.

“Duluan ya…,” kata Nio yang berlari mendahului Rio.

“Kenapa dia buru-buru gitu?. Emang sekarang jam berapa?” gumam Rio yang bingung melihat Nio berlari cepat.

Sesaat kemudian Arunika berlari mendahului Rio yang sedang memeriksa waktu saat ini di jam tangannya.

Saat melihat Arunika yang juga berlari, Rio merasa yakin dia juga akan terlambat.

**

Nio mulai berjalan saat hampir mencapai lingkungan sekolah, begitu juga Arunika.

“Kenapa ninggalin aku hah?” kata Arunika sambil memukul punggung adiknya itu hingga terbatuk-batuk.

Sesaat kemudian Rio tiba dengan keringat yang membasahi wajahnya.

Mereka bertiga berjalan bersama ke sekolah saat beberapa menit lagi bel masuk berbunyi. Bagi Arunika tiba di sekolah 5 menit sebelum jam berbunyi sudah termasuk terlambat.

Meski begitu untuk sekarang kantor guru masih kosong walau hari ini adalah hari Senin tahun ajaran baru.

**

Nio dan Rio duduk di tempat duduk masing-masing sambil mengatur nafas mereka.

“Habis ngapain kalian sampai mandi keringat begini?” kata Jo

“Menghindari omelan kakaknya Nio,” Canda Rio.

Nio hanya tertawa kecil sambil mengangguk perlahan.

Kemudian Rika mendatangi Nio yang masih terengah-engah untuk memenuhi kewajibannya sebagai bendahara kelas.

Tentu saja Nio cukup merasa kesal untuk saat ini, begitu juga Rio dan Jo

“Besok ku bayar uangnya,” kata Nio santai.

Tiba-tiba Rika memukulkan buku kas kelas ke meja Nio yang membuat seisi kelas terkejut.

Rika beralih ke Rio, namun jawaban yang ia terima sama dengan sebelumnya. Kali ini Rika memukulkan buku ke kepala Rio.

Sasaran kemudian adalah si ketua kelas, Jonathan. Jo terpaksa menyerahkan uangnya yang akan ia gunakan untuk jajan nanti siang.

“Apa yang kau ketawa kan hah!?” Teriak Rio sambil memegangi bagian kepalanya yang dipukul tadi.

Nio dan Jo tertawa puas melihat Rio yang kesakitan.

Beberapa saat kemudian bel berbunyi, semua murid keluar dari kelasnya dan menuju halaman sekolah untuk melaksanakan upacara.

**

“Kenapa aku bisa lupa kalau jam pertama pelajarannya kakak?” batin Nio.

Saat pelajaran Matematika entah kenapa suasana kelas menjadi sangat suram. Tidak ada sepatah katapun yang terdengar dari penghuni kelas.

Arunika berjalan santai menuju meja guru di depan kelas.

Penghuni kelas yang paling santai saat pelajaran ini tentu saja Nio. Bukan karena ia menguasai pelajaran matematika, itu karena ia sudah terbiasa setiap hari dimarahi kakaknya. Justru Nio sangat tidak menguasai pelajaran ini.

Mau diapakan oleh kakaknya saat tidak bisa mengerjakan soal didepan kelas, Nio tetap tidak bisa melakukan apapun untuk membela diri.

Karena jawaban yang ia ucapkan akan tetap sama yaitu, “Bukannya kakak sudah tahu kalau aku bertemu angka-angka aja udah pusing?”

Setelah itu sebuah tendangan mendarat di bokongnya.

Itulah yang terjadi saat ini.

Namun entah kenapa Nio selalu mendapatkan nilai sempurna di semua pelajaran kecuali matematika. Arunika sendiri juga tidak mengerti tentang hal ini.

Setiap kali dihadapkan soal matematika, Nio akan mengeluh pusing yang hebat.

**

Bel istirahat siang berbunyi, Nio menyimpan bukunya di laci meja dan mengambil smartphonenya dari saku celana.

Nio membuka situs media sosial miliknya.

“Berita itu lagi,” gumam Nio yang lagi-lagi melihat berita tentang kemunculan orang berpakaian seragam prajurit zaman kerajaan.

Kali ini kemunculannya bukan di Indonesia, tapi di Korea Utara.

Jumlah orang berpakaian prajurit zaman kerajaan dapat ditangkap oleh tentara Korea Utara meski dengan perlawanan yang sengit. Kali ini sebanyak 10 orang dapat ditangkap, namun ini bukan jumlah sebenarnya karena kemungkinan ada beberapa orang lagi yang dapat melarikan diri.

“Ada apa?” tanya Jo yang baru kembali dari toilet bersama Rio.

“Berita itu lagi ya?” Tebak Rio.

Nio mengangguk dan melanjutkan membaca berita terbaru itu.

Ada satu hal yang aneh dari kemunculan orang-orang berpakaian prajurit zaman kerajaan. Seragam yang mereka kenakan sama dan yang membedakan hanya postur tubuh pemakainya saja.

Beberapa orang mengira mereka hanya sekumpulan ‘maniak’ yang mengaku berasal dari masa lalu, beberapa lagi mengaitkan mereka sebagai ‘tanda-tanda akhir zaman’.

Tentu saja lebih banyak yang tidak percaya dengan hal yang terakhir tersebut.

“Oh iya, Nio kamu bisa ambil buku baru di perpustakaan?” tanya Jo.

“Hanya aku?” jawab balik Nio dengan muka masam.

“Aku nggak mau bantu lho,” sambung Rio dengan wajah santai.

Ada alasan mengapa Rio tidak mau membantu Nio, dia sebelumnya sudah membantu Jo menjadi petugas upacara.

“A-aku mau bantu,” kata seorang murid perempuan yang duduk di belakang Nio.

“Beneran Nike?” jawab Nio dengan wajah seketika cerah karena ada seseorang yang mau membantunya.

Nike mengangguk sambil membenarkan posisi kacamatanya.

**

Setelah pembagian buku baru, bel berbunyi. Sekarang waktunya pelajaran Sejarah, guru pelajaran ini yang bernama Lisa memasuki kelas.

Pelajar membahas perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Pelajaran berjalan normal, setidaknya untuk saat ini. Kegiatan masyarakat juga masih berjalan seperti biasanya dengan beberapa hambatan.

Setidaknya Masyarakat Indonesia masih belum mengetahui hal yang menimpa negara tetangga.

Benda berbentuk spiral berwarna ungu gelap berukuran 12 meter muncul di beberapa tempat di bumi. Itu bukan fenomena badai atau semacamnya, bahkan ilmuan tidak mengetahui tentang hal ini.

Fenomena ini pertama kali di sejarah umat manusia.

Spiral ungu pertama muncul di gurun Sahara, hal itu seketika membuat cemas masyarakat benua Afrika. Tak lama kemudian gelombang kejut muncul dari spiral ungu dan menghancurkan semua yang ada dalam radius 1.100 kilometer.

9 spiral ungu mulai bermunculan di berbagai lokasi di bumi, antara lain; Laut Hitam, Samudera Hindia, perbatasan Amerika serikat dan Kanada, Laut Kaspia, Semenanjung Asia Tenggara, Samudera Atlantik Barat, semenanjung Skandinavia, Rusia dan Selat Karimata.

Gelombang kejut mulai menghancurkan tempat sekitar spiral ungu tersebut dalam radius 1.100 kilometer. Sedangkan spiral ungu yang muncul di laut lepas menyebabkan gelombang tinggi namun bukan tsunami.

Gelombang kejut dari spiral ungu yang muncul di Selat Karimata menghancurkan setengah wilayah Indonesia. Jutaan nyawa melayang dan kerugian tidak terhitung.

Tentu saja tempat sekolah Nio berada juga terkena dampaknya. Seluruh siswa tertimbun di reruntuhan bangunan. Hampir seluruh murid tewas, jumlah yang masih hidup belum diketahui.

Arunika yang baru kembali dari percetakan setelah memfotokopi buku miliknya hanya terhempas dan terkena puing bangunan yang berterbangan.

Dia kemudian tak bergerak, belum diketahui Arunika hanya pingsan atau hal yang lebih buruk.

Sementara itu di Korea Utara, tepatnya di penjara tempat 10 orang misterius itu ditahan terdengar tawa yang sangat keras dari sel tempat mereka berada.

“Waktunya sudah tiba bukan?”

Terpopuler

Comments

Dhanu Von Manstein

Dhanu Von Manstein

calon penjabat non korupsi

2023-05-24

0

Egaega

Egaega

sepertinya jawaban chapter sebelumnya ada disini mungkin? chapter sebelumnya masih belum paham

2022-08-03

0

Ivi

Ivi

sulit dipahami.mungkin cuma author yg paham😒

2022-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!