13. Alarm peringatan

23 Januari 2321, pukul 06.29 WIB.

**

“Apa yang kau lihat?” tanya Arunika yang melihat Nio menatap layar smartphone nya.

Smartphone milik Nio tersebut merupakan fasilitas yang diberikan pihak militer bagi para prajurit. Namun smartphone yang digunakan berbeda dengan smartphone yang umum digunakan karena lebih menggunakan sistem yang lebih sederhana.

Alasannya agar setiap prajurit dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa mengeluarkan dana yang besar.

Tapi tidak seluruh prajurit telah mendapatkan fasilitas ini.

“Cuma lihat video,” jawab Nio.

Arunika sedikit mengintip apa video yang sebenarnya Nio tonton.

Nio hanya melihat film yang menceritakan prajurit samurai sedang berlatih. Karena Nio ingin menerapkannya saat latihan, dia sudah banyak menonton film atau animasi tentang kependekaran.

“Ini sarapan mu,” kata Arunika sambil meletakkan sepiring nasi goreng dari nasi yang dibuat dari nasi sisa semalam.

“Iya, terimakasih,” jawab Nio sambil tetap melihat layar smartphone nya.

Kesal melihat Nio yang seakan ‘mengacuhkan’ Arunika, dia dengan cepat merebut smartphone dari tangan Nio.

“Oy, kembaliin !” kata Nio sambil berusaha merebut lagi smartphone nya.

Dengan ekspresi jahil Arunika menghindari semua gerakan Nio yang berusaha merebut lagi smartphone miliknya.

Nio akhirnya dapat meraih tangan Arunika yang memegang smartphone nya dan menggenggamnya cukup erat.

Nio memojokkan tubuh kakaknya di tembok dan mendekatkan wajahnya ke wajah Arunika.

“Ni-Nio. Apa kamu…?” kata Arunika dengan kata yang berantakan.

“Berikan!” perintah Nio dengan wajah datar.

“Tapi….”

Nio teringat suatu hal saat sedang memojokkan kakaknya saat ini dan berkata, “Bukannya kakak bilang kalau mau diperlakukan seperti pacar?”

“Eh?” jawab Arunika dengan terkejut. Dia melanjutkan perkataannya, “Iya sih, tapi apa pacar melakukan hal seperti ini?”

“Nggak tahu, aku belum pernah pacaran soalnya.”

“Eh, apa itu benar?”

Dengan wajah heran karena pertanyaan kakaknya Nio menjawab, “Iya, berbeda dengan kakak. Aku ini tidak populer tahu.”

Setelah itu wajah Arunika terlihat lega dan tersenyum kecil. Senyum itu Nio artikan ada maksud tersembunyi.

Nio melepaskan cengkraman tangannya di tangan Arunika dan mengambil lagi smartphone nya.

Nio kemudian duduk dan mengambil sepiring nasi goreng yang belum ia sentuh. Kemudian Arunika juga duduk di samping Nio dengan bahu yang ditempelkan di tubuh Nio.

Tentu saja Nio terkejut, namun mencoba bertahan hingga 6 bulan kedepan.

Di dalam hati Nio berkata, “Tenang saja. 6 bulan lagi aku akan terlepas dari hubungan aneh ini.”

Nio kemudian melanjutkan sarapannya dengan ditemani kakaknya yang bersikap seperti kekasih sungguhan.

**

Nio berjalan ke tempat latihan, Komandan Regu memang seharusnya tiba di tempat latihan lebih cepat dari anggotanya.

Namun Nio bertemu dengan Nike dan Rika yang juga akan menuju ke tempat pengembangan senjata.

“Mau ke tempat latihan?” kata Nike dengan wajah sedikit menunduk.

“Iya,” jawab Nio singkat karena tahu itu hanya basa-basi yang dilakukan Nike.

Rika menatap tajam pada Nio dan kemudian membawanya sedikit menjauh dari Nike.

“Hei, lebih baik kau tidak membuat Nike ‘patah hati’,” bisik Rika.

Nio tidak mengerti dengan yang dikatakan Rika dan berkata dengan pelan seperti berbisik, “Hah, apa maksudmu. Memangnya aku melakukan apa?”

“Sudahlah. Kalau kau membuat Nike sedih kau akan menyesal,” ancam Rika.

Nio hanya menggelengkan kepalanya karena perilaku tidak jelas dari Rika itu.

Nio kemudian mendekati Nike lagi dan berkata, “Yang semangat ya, aku menanti senjata baru dari tim pengembangan senjata.”

Nike memalingkan wajahnya dari Nio yang membuatnya terkejut.

“I-iya, tunggu saja senjata baru dari kami,” kata Nike.

Beberapa saat kemudian muncul seseorang yang membuat Nio terkejut karena badannya yang tinggi dan kekar.

“Yo. sedang apa kalian disini?” tanya Surya yang sedang melakukan joging bersama anggota kompi nya.

“Kak Surya?” kata Nike terkejut karena kemunculan kakaknya yang tiba-tiba.

Surya memerintahkan anggotanya untuk melanjutkan sendiri joging yang mereka lakukan tanpa Surya.

“Ya, kota bawah tanah memang menakjubkan ya?. Aku bahkan tidak berkeringat disini,” kata Surya sambil mengusap keringat yang sedikit keluar di dahinya.

“Baru tahu apa ni orang?” batin Nio.

Surya melirik kearah Nio dengan tatapan tajam yang seketika membuat suasana yang Nio rasakan terasa mencekam. Bahkan Nio dapat melihat aura kuat dari diri Surya yang berbadan tinggi kekar.

Berbanding berbalik dengan Nio yang hanya memiliki tinggi badan standar anak SMA pada umumnya dan badan yang tidak terlalu berotot.

Tapi lirikan Surya terpusat pada bekas luka di pipi kanan Nio.

“Kau!” ucap Surya dengan tegas.

Nio menjawab dengan gugup, “Y-ya. Siap!”

“Apa kau pernah mengikuti perang sebelumnya?”

“Siap!, belum. Saat ini saya masih menjalani pelatihan.”

“Tapi kau memilki bekas pernah mengikuti pertempuran.”

Nio menyadari sesuatu dari perkataan Surya. Dia menyadari jika Surya menyinggung bekas luka di pipi kanannya.

“Itu bekas luka lama Nio kak,” ucap Nike.

Surya beralih lagi dengan Nio yang belum hilang kegugupannya.

“Ternyata begitu. Apa pangkatmu Nio?” tanya Surya.

“Siap. Saat ini saya berpangkat Sertu dan menjadi Komandan Regu 2,” jawab Nio.

Sekarang tatapan Surya berubah, seperti orang yang meragukan tentang kebenaran perkataan orang lain.

“Apa benar?” ucap Surya dengan nada meragukan.

Surya melihat Nio dengan sudut pandanganya seorang remaja kurus dan berwajah seperti orang yang tidak bisa diandalkan.

Selain itu dari sikap ‘siap’ Nio yang belum benar menandakan dia orang yang sering bermalas-malasan saat berlatih. Hanya ada ekspresi datar saat menghadap prajurit yang berpangkat lebih tinggi darinya, itu yang Surya lihat dari diri Nio. Tapi siapa yang tahu.

“Percaya nggak percaya deh,” batin Surya.

Surya kemudian berbalik kearah dia seharusnya melanjutkan joging yang ia lakukan.

“Nanti ketemu lagi ya Nike,” ucap Surya kemudian berlari kecil.

Nio menghela nafas lega setelah ‘raksasa’ itu menjauh darinya.

Ada banyak pertanyaan mengenai Surya yang tertampung di otaknya.

“Sikapku tadi udah sempurna belum ya?” batin Nio.

**

Nio 3 menit terlambat dari waktu yang ditentukan utuk berlatih. Tapi bukan itu yang membuatnya gelisah.

Ada Herlina yang sudah siap bergabung di latihan Regu 2.

Semua orang hanya menatap heran karena kedatangan Nio.

Salah satu anggota ini beRegurkata, “Maaf Komandan, bukannya kau ada jadwal berjaga hari ini?”

“Eh, yang benar?” kata Nio dengan ekspresi tidak percaya.

Dia kemudian berlari kearah papan pengumuman yang terpasang di tempat berlatih dan melihat jadwal berjaga.

Nio menemukan namanya. Dan benar saja hari ini adalah jatah Nio untuk berjaga.

Herlina mendekati Nio yang terlihat kesal dan berkata, “Tenang saja, musuh tidak akan memasuki kota ini setelah mereka dikalahkan Kompinya Kapten Surya.”

Herlina mengatakan itu dengan wajah senang yang membuat Nio kesal.

Dia tahu Surya memang lebih hebat darinya dalam segala hal, termasuk tinggi badan. Dan Nio untuk saat ini tidak dapat merubah fakta tersebut.

Dengan wajah murung dan malu dia berjalan kembali ke asramanya untuk mengambil perlengkapannya.

“Entah kenapa Nio tadi terlihat kesal,” gumam Herlina yang kemudian menggantikan sementara Nio sebagai Komandan di Regu 2.

**

“Oh, ternyata ada Bu Lisa disini,” ucap Nio setelah membuka pintu tanpa mengetuknya.

Sesaat setelah Nio beranjak dari asramanya Lisa datang untuk menemui Arunika yang tertunda kemarin.

“Jangan memanggilku ‘Bu’ lagi. Sekarang kita sudah seperti teman kan?” kata Lisa dengan wajah senangnya.

“Terserah saja,” kata Nio setelah mengenakan seragam lengkapnya.

Dia juga tidak melupakan senapan dan menaruh pedang di punggungnya.

“Apa kau akan berjaga?” tanya Arunika.

“Ya,” balas Nio.

Tanpa berkata apapun lagi Nio keluar dari asramanya dan menuju ke luar kota bawah tanah. Tepatnya Nio akan berjaga di gerbang masuk kota bawah tanah Kota Karanganyar.

“Sifatnya sedikit aneh bukan?” tanya Lisa.

“Benar, padahal tadi sikapnya masih seperti biasanya,” sambung Arunika.

Nio berlari sekencang yang ia mampu untuk segera tiba di gerbang masuk kota bawah tanah.

Di sana sudah ada 5 orang yang lebih dulu tiba. Nio datang terlambat karena lupa jadwalnya berjaga.

“Ah, Sertu. Kau terlambat,” kata prajurit dari Regu 6.

“Maaf. Sebenarnya aku tadi lupa kalau jadwal berjagaku itu hari ini,” balas Nio dengan sedikit tersenyum.

Semua orang di tempat berjaga yang semuanya dari Regu 6 tertawa kecil dan menempatkan diri di posisi berjaga masing-masing.

Suasana diluar hanya terlihat gedung-gedung yang hampir rubuh dan Gunung Lawu yang sedikit terlihat.

“Rasanya sudah lama tidak keluar,” batin Nio.

Beberapa jam berjaga memang tidak ada musuh atau hal yang membahayakan. Kebanyakan orang yang lewat adalah beberapa warga yang menawarkan makanan dan minuman gratis pada prajurit yang berjaga di depan kota bawah tanah.

Namun di dekat Kota Karanganyar ada sesuatu yang terbang dan mengarah ke kota bawah tanah. Mereka tidak menyerang wilayah yang dilalui karena terfokus pada Kota Karanganyar.

**

“Semuanya sudah siap?” kata Komandan pasukan dunia lain yang bertugas menginvasi Pulau Jawa.

“Sudah Komandan,” jawab bawahannya yang baru tiba dari memeriksa pasukan yang akan ditugaskan.

Di tanah yang lapang terlihat puluhan naga berbagai ukuran sedang bersiap bersama prajurit yang akan menungganginya.

Bagi orang-orang yang melihatnya pasti akan ketakutan saat melihat kadal terbang ini. Terutama penduduk dunia ini yang mempercayai jika naga hanya makhluk mitologi saja.

Seluruh prajurit ‘penunggang naga’ ini tentu saja terlihat bersemangat karena akan segera membalaskan kekalahan rekan mereka sebelumnya yang gagal menguasai Kota Karanganyar.

Padahal itu merupakan kesalah atasan mereka yang hanya mengirimkan 3 kompi ke Kota Karanganyar. Mereka masih terbuai dengan kemenangan beruntun yang didapatkan sehingga tidak memperhatikan keadaan musuh yang semakin berkembang dengan perlahan.

Namun tetap saja tidak ada pihak yang mau disalahkan di kejadian ini.

Komandan mereka yang akan mengikuti serangan balasan bersiap dengan perlengkapannya.

Kemudian dia berjalan ke arah naga yang berukuran paling besar dan berwarna hitam.

Jika dilihat dari fisiknya, naga bisa disamakan dengan ‘tank terbang’ karena sekujur tubuhnya tertutup sisik setebal kulit tank baja.

“Kepada seluruh pasukan penunggang naga, mari kita balas pasukan yang sudah mengalahkan rekan kita!” ucap komandan pasukan ini dengan nada keras.

“Ya…!” seluruh pasukan bersorak diatas naga masing-masing.

Dengan aba-aba tangan sang Komandan, pasukan ini terbang menuju Kota Karanganyar.

Mereka melewati banyak kota yang masih harus ditaklukan dan beberapa kota yang berhasil dikuasai.

Seluruh warga yang melihat pasukan penunggang kuda terbang rendah diatas mereka merasa merinding dan cepat-cepat masuk kedalam rumah masing-masing.

Tentu saja itu salah satu tujuan pengiriman pasukan penunggang naga, yaitu menyebarkan ancaman pada penduduk dan membuat penduduk merasa jika pasukan dunia lain sangat menakutkan.

Pasukan ini berangkat sebelum fajar dan hampir mendekati pusat Kota Karanganyar.

Sementara itu, Nio dan prajurit yang berjaga sedang asyik menyantap nasi bungkus yang diberikan beberapa warga pada mereka.

Mereka makan dengan lahap meski tidak semengenyangkan biskuit dari ransum yang bisa membuat kenyang seharian.

Tapi rasa dari nasi asli dan ikan asin yang dimasak dengan banyak sambal ini yang membuat mereka rindu dengan masakan rumah yang lama tidak dirasakan.

“Sertu, kau tidak makan lagi?” tanya salah satu prajurit yang menambah lagi nasi dan lauknya.

“Tidak, kalian saja yang melanjutkan makan,” jawab Nio sambil berdiri lagi dengan sikap ‘siap’.

Nio hanya melihat mereka makan dengan lahap dan berharap tidak melalaikan tugas berjaga mereka.

Beberapa saat kemudian ada sesuatu yang berukuran besar dan terbang mengarah ke kota bawah tanah.

“Apa itu?” tanya Nio.

“Ada apa Sertu?” tanya prajurit lain.

Nio menunjuk telunjuknya kearah makhluk terbang tersebut. Makhluk tersebut terbang semakin dekat dan mulai terlihat wujud aslinya.

Nio terkejut dan berkata, “Tekan tombol peringatan itu!”

Dengan cekatan prajurit yang masih makan meninggalkan makannya dan menekan sebuah tombol berwarna merah yang berada di samping gerbang.

Seluruh alarm peringatan di dalam kota bawah tanah berbunyi yang mengejutkan seluruh orang yang mendengarnya.

Seluruh prajurit segera berbaris setelah mengenakan perlengkapannya dan segera keluar dari kota bawah tanah.

“Hah, padahal baru mau istirahat,” gumam Surya yang harus ikut bersama prajurit lainnya.

Sementara itu di luar. Pasukan penunggang naga 5 km lagi tiba di kota bawah tanah.

Nio menunjukkan ekspresi takut dan ketidakpercayaan terhadap yang ia lihat dan berkata, “Itu naga ‘kan?”

Terpopuler

Comments

jangan ada incest lagi. saya harap

2022-01-02

1

meringis

2022-01-02

0

Fahrizal

Fahrizal

semngat..

2021-02-05

3

lihat semua
Episodes
1 1. Tahun ajaran baru 1
2 2. Tahun ajaran baru 2
3 3. Penjajahan (hari pertama)
4 4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5 5. Suara gemuruh
6 6. Yang berharga
7 7. Harus jujur
8 8. Yang diinginkan
9 9. Kemenangan pertama
10 10. Mencari
11 11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12 12. Pasukan itu
13 13. Alarm peringatan
14 14. Pertempuran di tengah kota 1
15 15. Pertempuran di tengah kota 2
16 16. Pertempuran di tengah kota 3
17 17. Daging naga
18 18. Daftar nama 1
19 19. Daftar nama 2
20 20. Aneh?
21 21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22 22. 2 meter
23 23. Matematika
24 24. Tes kedua
25 25. Kuntilanak: mimpi basah
26 26. Kuntilanak: bertemu lagi
27 27. Kuntilanak: mi instan
28 28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29 29. Monyet lepas
30 30. Menangkap monyet lepas
31 31. Menangkap monyet lepas 2
32 32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33 33. Terlihat sangat kegirangan
34 34. Mendadak terkenal
35 35. Mi instan yang hancur
36 36. Es buah dan kelabang
37 37. Pelatihan yang hampir berakhir
38 38. Lulus...!!!
39 39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40 40. Pertemuan 6 pemimpin
41 41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42 42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43 43. Persiapan operasi
44 44. Pelaksanaan misi
45 45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46 46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47 47. Berita buruk
48 48. Senjata baru
49 49. Mantan
50 50. Keberangkatan 2 pasukan
51 51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52 52. Kapal perang terkuat
53 53. Pertemuan
54 54. Pertempuran laut
55 55. Pembersihan telah selesai
56 56. Nasi rendang dan hubungan baik
57 57. Sebuah rencana
58 58. Dia kakak 'ku
59 59. Persiapan parade kemenangan
60 60. Gerbang yang terbuka sempurna
61 61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62 62. Hadiah ulangtahun
63 63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64 64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65 65. Wanita milik Nio
66 66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67 67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68 68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69 69. Terpesona untuk sesaat
70 70. Melawan bandit
71 71. Sisi baik pasukan brutal
72 72. Melawan penyihir 1
73 73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74 74. Meminta ijin
75 75. Kekuatan kuli
76 76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77 77. Curhat
78 78. Melawan si Pedang Gila
79 79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80 80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81 81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82 82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83 83. Pertarungan dua komandan
84 84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85 85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86 86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87 87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88 88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89 89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90 90. Rencana kotor
91 91. Aliansi Hrabro dan Luan
92 92. Budet farsh1
93 93. Budet farsh2
94 94. Budet farsh3
95 95. Budet farsh4
96 96. Misi tanpa ampun
97 97. Anak yang menarik
98 98. Luka baru
99 99. Tugas baru
100 100. Perang dunia 1
101 101. Serangan malam
102 102. Nasib kelanjutan perang
103 103. Pulang 1
104 104. Pulang 2
105 105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106 106. Meresahkan
107 107. Masih bisa lebih besar lagi
108 108. Potongan tangan
109 109. Adik masa depan
110 110. Bukan orang abadi
111 111. Masa lalu sang Gembel
112 112. Chapter spesial: Kedamaian
113 113. Ternyata cuma kertas
114 114. Buronan sudah ditemukan
115 115. Terbentuknya aliansi
116 116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117 117. Keseharian prajurit remaja di sini
118 118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119 119. Kebetulan macam apa ini...!?
120 120. Barang bukti
121 121. Bendera kematian
122 122. Omong kosong
123 123. Saudara
124 124. Pelarian 1
125 125. Pelarian 2: mata kanan
126 126. Pelarian 3: itulah perang
127 127. Pelarian 4: mimpi buruk
128 128. Keagungan raja naga angin
129 129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130 130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131 131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132 132. Harapan 1
133 133. Harapan 2: malam pertemuan
134 134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135 135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136 136. Mungkin dia pakai pelet
137 137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138 138. Pasukan tawanan perang
139 139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140 140. Serangan besar-besaran !
141 141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142 142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143 143. Mata dibayar mata
144 144. Chapter spesial: rahasia
145 145. Bebas dari tanggung jawab
146 146. Apa ini lelucon?
147 Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148 Maju kena mundur kena
149 Mengambil kesempatan
150 Maafkan aku, rudal ku
151 Memilih jalur netral
152 Lahirnya Persekutuan
153 Kukira hanya aku saja
154 Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155 Panci sudah berlubang
156 Sayap indah malaikat kematian
157 Akhir pembantaian gadis cantik itu
158 Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159 Wahyu yang mengguncang bumi
160 Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161 Membandingkan kualitas kuli
162 Tugas pertama di garis depan
163 Hanya masalah kecil
164 Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165 Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166 Si Pelahap Jiwa
167 Apa nama itu kurang layak?
168 Taktik yang biasa
169 Hujan pedang
170 Tetap saja terpesona
171 Simfoni pembunuh bujangan
172 Beristirahat dengan tenang
173 Patah hati seorang prajurit
174 Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175 Aku jadi kasihan sama kancingnya
176 Mengocehlah sesukamu
177 Presiden pergi ke dunia lain
178 Tamu utama
179 Musuh memiliki senapan?
180 Nama rudalnya
181 Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182 Keputusasaan Pahlawan Amarah
183 Sensasi nyaman dan belum puas
184 Chapter spesial: enak-enak
185 Apa kamu menginginkan diriku?
186 Es serut
187 Misi penyusupan dan pengintaian
188 Ketidaktahuan
189 Bantuan dari musuh
190 Kabut goblin 1
191 Kabut goblin 2: bukan dukun
192 Alam para Dewa
193 Orang yang diramalkan
194 Apa boleh buat
195 Penjemputan 1
196 Penjemputan 2
197 Tatanan dunia
198 Mustahil
199 Rokok keduanya
200 Kembali
201 Agen ganda
202 Serangan artileri
203 Sasaran tembak
204 Cerita detail
205 Prediksi, rencana, dan tindakan
206 Tidak lebih dari tontonan
207 Chapter spesial: selingan
208 Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209 Melepas rindu
210 Letnan bodoh
211 Mirip gembel
212 Panjang banget
213 Dasar merepotkan
214 Babi hijau dan anti-Persekutuan
215 Merana
216 Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217 Pertempuran di bukit
218 Jenderal Tamu
219 Romantisme
220 Menikah
221 Pernikahan 2
222 Prajurit Langit
223 Taktik 'makan'
224 Kehilangan momentum
225 Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226 Dia pasti akan memutuskanku
227 Putus dan terpanggang
228 Mimpi sebuah negara
229 Berbagai macam luka
230 Ambil alih lagi
231 Kesetiaan sialan
232 Tawuran, namun jauh lebih sadis
233 Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234 Ketinggalan!
235 Target 1
236 Target 2
237 Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238 Target 4: tawaran
239 Ini perpisahan, sahabatku
240 Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241 Dewa Surga
242 Perjuangan tanpa hasil (?)
243 Pertempuran bayangan
244 Ulat ajaib
245 Menebak isi kepala Presiden
246 Ketenangan yang buruk
247 Penyerangan pertama 1
248 Penyerangan pertama 2
249 Penyerangan pertama 3
250 Bertempur sambil mentaati peraturan
251 Hidangan yang indah
252 Prajurit istimewa
253 Pekerjaan ekstra
254 Informasi palsu
255 Sanksi disiplin dan kambing hitam
256 Bisnis dan sumber kekecewaan
257 Cari yang baru
258 Perang batin: peluru hidup
259 Perang batin: suara yang familiar
260 Perang batin: berubah
261 Chapter selingan: tamat
262 Perang batin: kepastian
263 Perang batin: Obat Kuat
264 Perang batin: Dendam yang tumbuh
265 Perang batin: uji iman
266 Perang batin: mengalahkan semuanya
267 Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268 Perang batin: waktu liburan tambahan
269 Perang batin: ditusuk dari belakang
270 Perang batin: malam yang panas
271 Perang batin: diskon
272 Perang batin: trik sulap
273 Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274 Perang batin: Kecurigaan
275 Perang batin: memburu
276 Selamat menempuh kehidupan baru
277 Kita masih di neraka
Episodes

Updated 277 Episodes

1
1. Tahun ajaran baru 1
2
2. Tahun ajaran baru 2
3
3. Penjajahan (hari pertama)
4
4. Penjajahan (hari selanjutnya)
5
5. Suara gemuruh
6
6. Yang berharga
7
7. Harus jujur
8
8. Yang diinginkan
9
9. Kemenangan pertama
10
10. Mencari
11
11. Penyambutan dan pertemuan kembali
12
12. Pasukan itu
13
13. Alarm peringatan
14
14. Pertempuran di tengah kota 1
15
15. Pertempuran di tengah kota 2
16
16. Pertempuran di tengah kota 3
17
17. Daging naga
18
18. Daftar nama 1
19
19. Daftar nama 2
20
20. Aneh?
21
21. Pelatihan yang berat, dimulai !
22
22. 2 meter
23
23. Matematika
24
24. Tes kedua
25
25. Kuntilanak: mimpi basah
26
26. Kuntilanak: bertemu lagi
27
27. Kuntilanak: mi instan
28
28. Kuntilanak: ilmu fantasi.
29
29. Monyet lepas
30
30. Menangkap monyet lepas
31
31. Menangkap monyet lepas 2
32
32. Menangkap monyet lepas, sukses...!
33
33. Terlihat sangat kegirangan
34
34. Mendadak terkenal
35
35. Mi instan yang hancur
36
36. Es buah dan kelabang
37
37. Pelatihan yang hampir berakhir
38
38. Lulus...!!!
39
39. Penghargaan dan kenaikan pangkat
40
40. Pertemuan 6 pemimpin
41
41. Ratu Sigiz ingin bertemu
42
42. Ratu Sigiz akan pergi ke dunia lain
43
43. Persiapan operasi
44
44. Pelaksanaan misi
45
45. Serangan untuk menyelamatkan kehormatan
46
46. Hari terakhir misi dan rasa kesal Ivy
47
47. Berita buruk
48
48. Senjata baru
49
49. Mantan
50
50. Keberangkatan 2 pasukan
51
51. Suara jangkrik setelah pertempuran
52
52. Kapal perang terkuat
53
53. Pertemuan
54
54. Pertempuran laut
55
55. Pembersihan telah selesai
56
56. Nasi rendang dan hubungan baik
57
57. Sebuah rencana
58
58. Dia kakak 'ku
59
59. Persiapan parade kemenangan
60
60. Gerbang yang terbuka sempurna
61
61. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai
62
62. Hadiah ulangtahun
63
63. Chapter spesial: Pemilik TNI
64
64. Chapter spesial: Hanya kebanggaan(selesai)
65
65. Wanita milik Nio
66
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang
67
67. Menuju dunia lain 2: perasaan sang kakak
68
68. Menuju dunia lain 3: salam pembuka TNI untuk dunia lain
69
69. Terpesona untuk sesaat
70
70. Melawan bandit
71
71. Sisi baik pasukan brutal
72
72. Melawan penyihir 1
73
73. Melawan penyihir 2: menerima tantangan perang
74
74. Meminta ijin
75
75. Kekuatan kuli
76
76. Kesempatan yang didapatkan Sigiz
77
77. Curhat
78
78. Melawan si Pedang Gila
79
79. Pertempuran kecil yang mudah 1
80
80. Pertempuran kecil yang mudah 2
81
81. Pertempuran kecil yang mudah 3
82
82. Pertempuran kecil yang mudah 4
83
83. Pertarungan dua komandan
84
84. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 1
85
85. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 2
86
86. Mengunjungi Kerajaan Arevelk 3: bertarung melawan raja naga api
87
87. Chapter spesial: kata-kata dari penulis
88
88. Ukuran terbesar adalah milik Nio
89
89. Perjanjian perdamaian dengan bangsa Arevelk
90
90. Rencana kotor
91
91. Aliansi Hrabro dan Luan
92
92. Budet farsh1
93
93. Budet farsh2
94
94. Budet farsh3
95
95. Budet farsh4
96
96. Misi tanpa ampun
97
97. Anak yang menarik
98
98. Luka baru
99
99. Tugas baru
100
100. Perang dunia 1
101
101. Serangan malam
102
102. Nasib kelanjutan perang
103
103. Pulang 1
104
104. Pulang 2
105
105. Hari terakhir di 'dunia lain'
106
106. Meresahkan
107
107. Masih bisa lebih besar lagi
108
108. Potongan tangan
109
109. Adik masa depan
110
110. Bukan orang abadi
111
111. Masa lalu sang Gembel
112
112. Chapter spesial: Kedamaian
113
113. Ternyata cuma kertas
114
114. Buronan sudah ditemukan
115
115. Terbentuknya aliansi
116
116. Chapter spesial: pengumuman arc selanjutnya
117
117. Keseharian prajurit remaja di sini
118
118. Kembang api, patah hati, dan rencana licik
119
119. Kebetulan macam apa ini...!?
120
120. Barang bukti
121
121. Bendera kematian
122
122. Omong kosong
123
123. Saudara
124
124. Pelarian 1
125
125. Pelarian 2: mata kanan
126
126. Pelarian 3: itulah perang
127
127. Pelarian 4: mimpi buruk
128
128. Keagungan raja naga angin
129
129. Mereka, para pahlawan telah tiba
130
130. Senjata pemusnah massal itu disebut dengan pahlawan
131
131. Perintah penarikan, Gerbang telah menghilang...!
132
132. Harapan 1
133
133. Harapan 2: malam pertemuan
134
134. Harapan 3: bantuan tak terduga
135
135. Kehormatan yang harus mereka buktikan
136
136. Mungkin dia pakai pelet
137
137. Bisakah kamu bertarung selama 24 jam?
138
138. Pasukan tawanan perang
139
139. Singkong rebus, apakah bantuan akan datang?
140
140. Serangan besar-besaran !
141
141. Ayo traktir mereka sebotol vodka !
142
142. Gunakan nyawa sebagai bayarannya
143
143. Mata dibayar mata
144
144. Chapter spesial: rahasia
145
145. Bebas dari tanggung jawab
146
146. Apa ini lelucon?
147
Tidak ada pengganti untuk kemenangan
148
Maju kena mundur kena
149
Mengambil kesempatan
150
Maafkan aku, rudal ku
151
Memilih jalur netral
152
Lahirnya Persekutuan
153
Kukira hanya aku saja
154
Ranjau yang jauh lebih berbahaya
155
Panci sudah berlubang
156
Sayap indah malaikat kematian
157
Akhir pembantaian gadis cantik itu
158
Persiapan keberangkatan Pasukan Perdamaian
159
Wahyu yang mengguncang bumi
160
Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran
161
Membandingkan kualitas kuli
162
Tugas pertama di garis depan
163
Hanya masalah kecil
164
Balas semua perbuatan mereka terhadapmu!
165
Lagipula rasanya memang ‘menantang’
166
Si Pelahap Jiwa
167
Apa nama itu kurang layak?
168
Taktik yang biasa
169
Hujan pedang
170
Tetap saja terpesona
171
Simfoni pembunuh bujangan
172
Beristirahat dengan tenang
173
Patah hati seorang prajurit
174
Seseorang yang akan menjadi hadiahnya
175
Aku jadi kasihan sama kancingnya
176
Mengocehlah sesukamu
177
Presiden pergi ke dunia lain
178
Tamu utama
179
Musuh memiliki senapan?
180
Nama rudalnya
181
Satu-satunya cara untuk menang melawan Nio
182
Keputusasaan Pahlawan Amarah
183
Sensasi nyaman dan belum puas
184
Chapter spesial: enak-enak
185
Apa kamu menginginkan diriku?
186
Es serut
187
Misi penyusupan dan pengintaian
188
Ketidaktahuan
189
Bantuan dari musuh
190
Kabut goblin 1
191
Kabut goblin 2: bukan dukun
192
Alam para Dewa
193
Orang yang diramalkan
194
Apa boleh buat
195
Penjemputan 1
196
Penjemputan 2
197
Tatanan dunia
198
Mustahil
199
Rokok keduanya
200
Kembali
201
Agen ganda
202
Serangan artileri
203
Sasaran tembak
204
Cerita detail
205
Prediksi, rencana, dan tindakan
206
Tidak lebih dari tontonan
207
Chapter spesial: selingan
208
Apa dia sudah menambah cewek lagi di sana?
209
Melepas rindu
210
Letnan bodoh
211
Mirip gembel
212
Panjang banget
213
Dasar merepotkan
214
Babi hijau dan anti-Persekutuan
215
Merana
216
Mengeluarkan seluruh kekuatan dan potensi
217
Pertempuran di bukit
218
Jenderal Tamu
219
Romantisme
220
Menikah
221
Pernikahan 2
222
Prajurit Langit
223
Taktik 'makan'
224
Kehilangan momentum
225
Pahlawan Harapan yang dijanjikan
226
Dia pasti akan memutuskanku
227
Putus dan terpanggang
228
Mimpi sebuah negara
229
Berbagai macam luka
230
Ambil alih lagi
231
Kesetiaan sialan
232
Tawuran, namun jauh lebih sadis
233
Tawuran, namun jauh lebih sadis 2
234
Ketinggalan!
235
Target 1
236
Target 2
237
Target 3: Senyum yang dipenuhi air mata
238
Target 4: tawaran
239
Ini perpisahan, sahabatku
240
Bendera yang bisa dibeli di pinggir jalan membuat prajurit gentar
241
Dewa Surga
242
Perjuangan tanpa hasil (?)
243
Pertempuran bayangan
244
Ulat ajaib
245
Menebak isi kepala Presiden
246
Ketenangan yang buruk
247
Penyerangan pertama 1
248
Penyerangan pertama 2
249
Penyerangan pertama 3
250
Bertempur sambil mentaati peraturan
251
Hidangan yang indah
252
Prajurit istimewa
253
Pekerjaan ekstra
254
Informasi palsu
255
Sanksi disiplin dan kambing hitam
256
Bisnis dan sumber kekecewaan
257
Cari yang baru
258
Perang batin: peluru hidup
259
Perang batin: suara yang familiar
260
Perang batin: berubah
261
Chapter selingan: tamat
262
Perang batin: kepastian
263
Perang batin: Obat Kuat
264
Perang batin: Dendam yang tumbuh
265
Perang batin: uji iman
266
Perang batin: mengalahkan semuanya
267
Perang batin: pembicaraan dengan Presiden
268
Perang batin: waktu liburan tambahan
269
Perang batin: ditusuk dari belakang
270
Perang batin: malam yang panas
271
Perang batin: diskon
272
Perang batin: trik sulap
273
Perang batin: mengobrol dengan dokter 1
274
Perang batin: Kecurigaan
275
Perang batin: memburu
276
Selamat menempuh kehidupan baru
277
Kita masih di neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!