22 Januari 2321, pukul 13.17 WIB.
**
Penyambutan telah selesai, para prajurit dari Kompi 32 berharap mendapatkan tempat istirahat yang layak setelah ini.
“Bagi prajurit Kompi 32, kami sudah menyiapkan tempat istirahat untuk kalian selama di kota bawah tanah ini,” ucap Herlina.
Seluruh prajurit di Kompi tersebut tentu saja merasa tenang dan senang.
Semua prajurit Kompi 32 menuju tempat istirahatnya yang berada di bangunan asrama yang masih kosong. Beberapa prajurit di kota bawah tanah memandu ke tempat mereka akan beristirahat.
Prajurit Kompi 32 terlihat kagum melihat suasana kota bawah tanah Kota Karanganyar. Sejak pembentukan unit tersebut mereka sebelumnya melakukan segalanya seperti di kota bawah tanah ini di luar ruangan di tengah ancaman pasukan dunia lain yang bisa saja datang sewaktu-waktu.
Namun kebanyakan mereka merupakan prajurit TNI yang bergabung sebelum penyerangan bangsa dunia lain.
Itu sebabnya mereka dapat bertahan hingga saat ini.
Sementara itu, para tawanan hanya bisa pasrah saat akan dibawa ke suatu tempat yang lebih umum disebut dengan ‘White Room’. Mungkin saja mereka tidak mengetahui ruangan yang akan menjadi tempat ‘istirahat’ mereka nanti.
Namun para tawanan masih merasa jika prajurit yang membawa mereka masih bersikap baik tanpa mengetahui apa yang akan terjadi saat mereka berada di ruangan serba putih tersebut.
Herlina melihat Nio berjalan kearah asramanya dan berkata, “Mau kemana kau?”
Nio menjawab, “Pulang lah.”
“Tunggu dulu…,” cegah Herlina dan melanjutkan perkataannya dengan bersuara cukup keras, “Bagi seluruh Komandan Regu jangan kembali ke asrama masing-masing. Setelah ini Kapten Surya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh Komandan Regu.”
Nio hanya menghela nafas dan mengikuti Komandan Regu lainnya ke tempat pertemuan biasa diadakan.
Di tempat lain Tania mendapatkan ruangan sendiri di salah satu asrama prajurit perempuan. Tempat ini cukup jauh dari asrama Nio berada yang membuat Tania kesal.
Di tempat ini Tania memutuskan beristirahat sekarang. Dia meletakkan senapan runduk di pojok ruangan kemudian merebahkan diri di tempat tidur yang disediakan.
Lain pula dengan Nike yang baru beberapa jam bersama kakaknya dia harus ditinggal lagi untuk sementara.
Bukan waktu yang lama sebenarnya dan tempat Surya akan pergi juga masih didalam kota bawah tanah.
“Aku akan pergi ke pertemuan dulu,” ucap Surya yang akan meninggalkan Nike di tempat penyambutan tadi.
Meski begitu hal tersebut ternyata mampu membuat Nike kesal meski berusaha tidak menampakkan kekesalannya itu dengan berkata, “Ya, aku akan melanjutkan pekerjaanku.
Surya melihat adiknya yang berjalan menjauhinya menuju tempat pengembangan senjata. Dia juga harus segera ke tempat pertemuan karena di sana sudah ada seseorang yang sudah tidak sabar.
**
Nio duduk di tempatnya dengan kepala diletakkan di meja. Komandan Regu yang lain sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak menghiraukan Nio yang seenaknya sendiri.
Kecuali Rio yang sudah sedikit mengetahui sifat asli dari Nio yang salah satunya bisa menjadi pemalas pada saat yang sangat penting.
“Apa kau tidak bisa mengurangi sifat malas mu itu?” ucap Rio yang sudah pindah duduk di sebelah Nio.
Nio menjawab, “Memangnya aku pemalas ya?”
Rio tidak membalas apapun jawaban Nio yang memang suka seenaknya sendiri. Namun itulah yang membuatnya merasa jika Nio masih terlihat ‘baik-baik’ saja setelah hampir dua kali hampir mati.
Satu lagi, hingga saat ini Rio masih tidak percaya jika dengan sifat Nio yang seperti ini dia bisa berpangkat Sersan Satu dan menjadi Komandan Regu.
Memang Nio merupakan orang yang lembut dan berani. Namun sifat malas dan tidak mau melakukan sesuatu yang harus dilakukannya sendiri masih dipertanyakan.
Setidaknya beberapa orang bisa memaklumi sifat Nio tersebut.
Beberapa saat kemudian pintu ruang pertemuan terbuka dan orang yang membuka pintu berkata, “Maaf saya datang terlambat.”
Herlina yang duduk di tempat paling depan menjawab, “Tidak apa, Kapten Surya.”
Beberapa orang diruangan ini mulai menunjukkan wajah yang kagum terhadap Surya, kerena pencapaiannya yang entah kebetulan atau tidak dapat membawakan kemenangan pertama setelah negeri ini mengalami kekalahan yang cukup banyak dan kehilangan beberapa wilayah penting.
Nio hanya melihat Surya seperti prajurit berpangkat lebih tinggi darinya, bukan karena pencapaiannya.
Setelah kalimat pembuka yang cukup panjang dari Surya dia akhirnya berkata, “Baiklah, pertama saya akan memberitahukan kenapa saya mengumpulkan Komandan Regu disini.”
Seluruh orang mulai mengeluarkan buku catatan kecil dari saku masing-masing. Termasuk Nio yang secara terpaksa melakukannya juga karena yang lain melakukan hal itu.
“Karena 6 bulan lagi seluruh pasukan di kota bawah tanah ini akan dikirimkan ke medan perang, atasan mengusulkan untuk membentuk pasukan khusus yang diambil dari Tentara Pelajar,” ucap Surya.
Komandan Regu disini mencatat hal penting yang dikatakan Surya, termasuk Nio yang hanya menulis inti dari ucapan Surya.
“Saya dan Kapten Herlina mendapatkan tugas untuk menyeleksi kalian untuk dijadikan pasukan khusus. Untuk itu saya harap kalian mempersiapkan diri satu minggu dari sekarang karena hal berat akan menanti kalian!” ucap Surya dengan tegas dibagian akhir katanya.
Nio hanya membelalakan matanya setelah kalimat yang ducapkan Surya berakhir.
Didalam hatinya Nio berkata, “Heh, jadi aku harus ikut seleksi juga?”
**
Pertemuan telah berakhir, seluruh Komandan Kompi bergabung kembali dengan anggota masing-masing yang masih berlatih. Meski latihan akan berakhir 2 jam lagi tapi itu adalah kewajiban remaja yang menjadi bagian Tentara Pelajar.
Nio juga segera bergabung dengan anggotanya yang sedang berlatih menembak dengan senapan tiruan.
Mari melihat situasi di luar kota bawah tanah Kota Karanganyar….
Situasi aman membuat warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa meski dengan beberapa perubahan.
Perubahan tersebut banyak bangunan yang hancur atau rusak berat serta senjata berat dan kendaraan lapis baja yang tersebar di beberapa titik yang berada di jangkauan musuh yang akan memasuki wilayah ini.
Beberapa titik tersebut sudah diperkirakan dan dipetakan para ahli di bidang ini.
Di pusat pemerintahan sementara, kabar kemenangan Kompi 32 sudah tiba yang membuat suasana disini berbeda dengan sebelumnya.
Seluruh orang di tempat ini menjadi lebih bersemangat menyebarkan informasi dan berita yang berhubungan dengan pertempuran yang terjadi hari ini.
Yang diberitakan kebanyakan keberhasilan pasukan di beberapa wilayah yang berhasil menghalau pasukan dunia lain menguasai wilayah yang diincar. Mereka menggunakan kemenangan di Kota Karanganyar sebagai bahan semangat.
Meski di beberapa wilayah berhasil ditaklukan pasukan dunia lain, tetapi warganya tetap melakukan pemberontakan.
Itu yang membuat terkejut para Komandan prajurit dunia lain yang hendak melanjutkan ekspansi.
“Apa-apaan mereka, kenapa terjadi perlawanan dari masyarakat?” tanya komandan prajurit dunia lain yang mendirikan markas di wilayah dekat Kota Karanganyar yang berhasil dikuasai pasukannya.
“Mungkin karena kekalahan pasukan kita di sini Komandan,” jawab bawahannya yang menunjuk wilayah yang ditandai dengan tanda lingkaran berwarna merah. Itu adalah Kota Karanganyar.
“Sial, ternyata mereka juga mempunyai senjata rahasia ya?”
“Saya pikir tidak begitu Komandan. Mereka tidak hanya menggunakan meriam dan tongkat yang bisa meledak itu.”
“Lalu senjata apa yang mereka gunakan selain senjata yang aneh itu?”
“Mereka juga menggunakan pedang, seperti kita.”
Komandan pasukan dunia lain ini mulai menunjukan ekspresi tidak percayanya. Beberapa saat kemudian sebuah pemikiran terlintas di otaknya.
“Baiklah, kirimkan pasukan itu ke wilayah ini!” perintahnya.
Bawahannya tersenyum kagum kemudian menjawab, “Baik!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Yeni Istiyanti
Hadir memberikan like ku di karya terbaik kk,
slm support dr
Siapakah Jodohku???
Obsesi Tingkat Tinggi
2021-01-24
4
anggita
slam dari novel silat 13 Pembunuh., smgat 💪trus dlm berkrya.
2021-01-24
0
Mansyur
semangat jangan kasi kendor
2021-01-24
4