19

Hiko bangun dari tidurnya,  sedangkan Genta langsung mencium tangan Maria.

"Ruby sakit apa,  Ta? Kok sampai masuk rumah sakit?" Tanya Maria.

Genta dan Hiko saling melirik dan saling memberi kode.

"Kalian mau rencanain apa?" Tanya Maria yang sudah mengerti putranya dan Genta sedang merencanakan sesuatu. "Jawab pertanyaan saya,  Ta. Ruby sakit apa?"

"Sebenarnya Genta juga belum tahu tante. Barusan Nara yang kasih tahu kalau Ruby masuk rumah sakit,  tapi waktu saya tanya sakit apa dia gak jawab tante." Jelas Genta.

"Nara?  Asisten kamu?  Kok bisa kenal Ruby?" Tanya Maria.

"Setahu saya mereka sudah bersahabat sejak kecil." Jawab Genta.

"Oya!? Coba kamu tanya Nara,  dimana rumah sakitnya Ruby. Saya mau pergi lihat Ruby." Pinta Maria.

"Ma,  buat apa mama kesana.  Biar Hiko dan Genta aja yang kesana." Bujuk Hiko.

"Kamu nanti malam ikut mama sama papa kesana." Tegas Maria.

Hiko terbelalak,  "Ngapain Hiko ikut juga,  Ma?"

"Kamu gak khawatir dengan keadaan orang yang kamu sayang?"

Hiko lebih terbelalak lagi,  Ia menatap Genta dan Genta mengancam Hiko untuk menganggukkan kepalanya.

"Hiko khawatir,  Ma.  Tapi kan aneh aja kalau kesana bareng papa dan mama." Hiko mencari alasan.

"Udah,  pokoknya nanti malem kita ke rumah sakit.  Mama langsung pulang aja kalau gitu."

Dengan malas Hiko mencium tangan mamanya,  begitu juga dengan Genta.

"Hati-hati Bu Maria." Genta mengantar kepergian Maria hingga teras rumah lalu kembali ke dalam setelah Maria pergi.

"Lo kan aneh-aneh bikin rencana!  Gimana kalau sampai Nara salah paham dengan alasan ini?" Ujar Hiko kesal.

"Gue yang bicara ini dengan Nara,  gue juga butuh bantuan dia untuk rencana ini. Lo ntar ngikut aja sama bokap nyokap lo ke rumah sakit." jawab Genta. "Lo juga butuh The King buat dongkrak popularitas lo, makanya lo harus bujuk dia biar posisi lo gak digantiin."

"Terserah lo deh!  Gue udah males mikir hal ginian!" Hiko meninggalkan Genta dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

***********

Hiko dan kedua orangtuanya berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan dikawal dua orang pengawal dan satu ajudan Handoko. Seperti biasa,  Hiko selalu keluar ke tempat umum mengenakan masker dan topi untuk melindungi privasinya.

"Kyai Abdullah." Sapa Handoko dari kejauhan ketika melihat Kyai Abdullah baru keluar kamar.

"Assalamu'alaikum,  Kyai."Handoko meraih tangan kyai Abdullah dan memeluknya.

"Wa'alaikumsalam, pak Handoko." Balas Kyai Abdullah,  "Bagaimana anda bisa disini?"

"Saya mendengar kabar dari Nara, sahabatnya Ruby. Kebetulan dia asisten manajer Hiko, Kyai.  Katanya Ruby sedang ada dirumah sakit.  Karena itulah kami segera kemari." Jelas Handoko.

"Ah,  Iya.  Nara tadi siang kemari.  Memang Nara dan Ruby sudah seperti saudara, Pak."

Kyai Abdullah menyapa Maria dengan senyuman,  lalu menatap Hiko seperti mencoba menebak.

Hiko segera membuka topi dan maskernya lalu mencium tangan Kyai Abdullah.

"Mari,  silahkan masuk." ajak Kyai Abdullah.

Maria mengambil parcel buah dari ajudan handoko,  dan memberikannya pada Hiko. "Kasih ke Ruby nanti."

Dengan malas Hiko menerimanya dan mengikuti mamanya masuk ke dalam ruang rawat inap Ruby.

"Assalamu'alaikum, Nyai Hannah." Sapa Maria yang sedang duduk di sofa, ia langsung mencium pipi kanan kiri Nyai Hannah bergantian.

"Wa'alaikumsalam, Bu Maria. Ya Allah,  bagaimana bisa tahu kami disini?" Nyai Hannah keheranan, Ia juga menyapa Handoko dan Hiko dengan senyuman.  "Mari-mari,  silahkan duduk."

Hiko ingin beranjak duduk juga,  namun Maria menahannya. "Parcelnya taroh diatas nakas samping Ruby dulu sayang." Bisik Maria.

Nyai Hannah tersenyum,  "Maaf ya, Ruby masih tidur."

Hiko hanya tersenyum dan menghampiri nakas putih yang terletak tepat disamping tempat tidur Ruby. Ia tak berani melihat Ruby,  karena sejujurnya ia  takut jika Ruby tahu siapa yang merenggut kehormatannya lalu mengatakannya pada Nara.

Gesekan dari kemeja Hiko ketika meletakkan parcel diatas nakas membuat aroma parfumnya menyeruak udara disekitarnya.

Aroma itu membuat Ruby tiba-tiba terbangun hingga duduk dengan wajah ketakutan, badannya reflek menjauh dari Hiko hingga membuatnya hampir terjatuh ke lantai. Namun Hiko dengan cepat menariknya dan membuat Ruby malah jatuh ke pelukan Hiko.

"Lepas!" Teriak Ruby.

Tanpa menunggu kata kedua Hiko melepaskan tangannya dari Ruby.

"Ada apa sayang?" Nyai Hannah langsung memeluk Ruby yang badannya bergetar ketakutan.

"Kamu apain Ruby,  Ko?" tanya Handoko.

"Hiko gak ngapa-ngapain,  Pa." Jawab Hiko keheranan.

Ruby memeluk tubuh Umminya erat-erat.  Hiko bisa melihat selang infus Ruby yang berdarah karena gerakan kasar Ruby tadi, juga perban putih yang membalut pergelangan tangan Ruby.

'Apa dia benar-benar melakukannya?'

Rasa bersalah mulai hinggap di dalam lubuk hati Hiko,  ia sama sekali tidak pernah menyangka perbuatannya akan membuat nyawa seseorang hampir hilang.

"Saya permisi dulu." Ucap Hiko ingin menghindari Ruby.

Ruby melihat kepergian Hiko dari belakang dan tiba-tiba saja Ruby mengingat sosok pria yang berjalan meninggalkannya disebuah kamar dengan lampu kuning yang redup.

Pikirannya mulai menebak-nebak tentang Hiko. Ia tak pernah sedekat itu dengan Hiko,  namun aroma parfum Hiko seperti pernah tercium cukup dekat dengannya hingga membuatnya terbangun tanpa sadar.

Mungkinkah Hiko yang melakukan semua itu padanya?

-Bersambung-

.

.

.

.

Jangan cuma baca aja loh ya.

Wajib Like dan Comment trus vote novel ini juga.  Terimakasih yaa bagi kalian yang selalu dukung Aiko.

Terpopuler

Comments

harmony’story

harmony’story

🥰🥰

2025-02-14

0

Abie Mas

Abie Mas

ada celah jg utk mengetahuo siapa yg perkosa ruby

2024-05-24

0

Hearty 💕

Hearty 💕

Bener banget perasaanmu

2024-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 NOVEL KE 3
127 PENGUMUMAN
128 Bonchap 1-1
129 Bonchap 1-2
130 Bonchap 2-1
131 Bonchap 2-2
132 Bonchap 3-1
133 Bonchap 3-2
134 Bonchap 4-1
135 Bonchap 4-2
136 Bonchap 5-1
137 Bonchap 5-2
138 Bonchap 6-1
139 Bonchap 7-1
140 Bonchap 7-2
141 VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142 Novel Baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
NOVEL KE 3
127
PENGUMUMAN
128
Bonchap 1-1
129
Bonchap 1-2
130
Bonchap 2-1
131
Bonchap 2-2
132
Bonchap 3-1
133
Bonchap 3-2
134
Bonchap 4-1
135
Bonchap 4-2
136
Bonchap 5-1
137
Bonchap 5-2
138
Bonchap 6-1
139
Bonchap 7-1
140
Bonchap 7-2
141
VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!