Hai readers.
Tolong ya selalu tinggalkan Like, comment dan vote novel ini sebagai bentuk dukungan kalian padaku.
Selamat membaca.
.
.
.
Hasil pengumuman bagi aktor dan aktris yang lolos casting dan mendapat peran di serial drama The King sudah tertempel di dinding depan ruang audisi. Para manajer artis itu sudah bergantian melihat apakah nama artis mereka ada di dalam lembaran tersebut.
"Yes! Yes!" Genta kegirangan keluar dari kerumunan manusia yang sedang berharap-harap cemas.
Ia mengambil ponselnya untuk mengabari Hiko yang sudah meninggalkan Star House karena ada jadwal shooting malam ini.
"Hei, Ra! Hiko mana?" Tanya Genta ketika bukan Hiko yang menjawab telponnya.
"Masih ngobrol sama sutradara, kenapa kak?" Nara balik bertanya.
"Hiko dapetin peran Sadana, Ra!" Genta menjawab dengan suka cita.
"Hah! Beneran kak? Yes!" Sahut Nara tak kalah gembira.
"Malam ini lo urus dia ya, gue masih ada urusan. Bilang aja besok ada syukuran pembukaan sama pengenalan pemeran The King." lalu Genta memutus sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Nara.
Ia berlari mengejar sosok gadis berkerdung biru yang baru saja melewatinya.
"Mbak Ruby!"
Panggilan Genta membuat langkah Ruby terhenti, ia menoleh ke belakang. Terlihat Genta berlari mendekatinya.
"Mau pulang?" Tanya Genta.
"Iya, Mas." Jawab Ruby, "Saya naik ojol, kebetulan sudah pesan." Ruby menolak sebelum Genta menawarkan diri.
Genta memayunkan bibirnya, "Kan saya belum nawarin mbak, kenapa sudah ditolak duluan."
Ruby tersenyum, "Saya duluan ya, Mas. Assalamu'alaikum." Ujar Ruby kemudian meninggalkan pria kurus bertubuh tinggi dengan rambut ikal yang sedikit gondrong.
"Wa'alaikumsalam," jawab Genta lemas. "Miris banget sih, gak ada akses sama sekali buat log in."
Genta kembali ke dalam ruang casting untuk mengambil tasnya sebelum ia pulang.
*********
Genta menghentikan mobilnya di halaman parkir lokasi shooting film yang dibintangi Hiko. Dengan wajah muram ia menghampiri Nara yang duduk disamping Hiko yang sedang istirahat.
"Loh, kok kesini? Katanya ada urusan?" Tanya Nara.
Genta duduk di bangku yang ada di depan Nara dan Hiko. "Urusannya gak mau diurus!" Jawabnya ketus.
"Lo kalo marah ma orang lain, jangan kita yang lo jadiin pelampiasan." Hiko menendang pelan tulang kering Genta.
Genta bersandar mengacuhkan Hiko, ia mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk disana.
"Gara-gara cewek nih pasti. Mulai deh nyari-nyari quotes galau buat story whatsapp." Sindir Hiko.
"Gak, gue lagi nyari IG nya dek Ruby." Jawab Genta
"Yaelah, Ta. Cewek gituan lo embat juga." Hiko meremehkan.
"Ruby yang dimaksud kak Genta, Ruby temen aku? Tabina Ruby Azzahra? Authornya The King?" Nara memperjelas.
"Iya! Lo kenal Ra?" Tanya Genta semangat.
Nara mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan beberapa foto dirinya dan Ruby pada Genta, "Cewek ini?"
"Iya, Ra! Kok lo bisa kenal?" Genta merebut ponsel Nara.
"Dia temen ku dari kecil, Kak." Jawab Nara
"Gue minta nomernya."
Nara segera merebut kembali ponselnya. "Gak boleh!"
"Lah, kenapa?"
"Dia udah di khitbah cowok ganteng." Jawab Nara, Ia membuka Instagramnya dan mencari nama Iqbal disana. "Nih." Nara menunjukkan seorang pria yang memiliki paras rupawan dan memiliki senyum yang meneduhkan hati.
"Khitbah apa-an, Ra?" Tanya Genta, ia mengambil kembali ponsel Nara.
"Tunangan lah bahasa gaulnya. Rencananya bulan bulan ini mereka Nikah, tapi karena mas Iqbal ini masih ada urusan di Yaman jadi mereka tunda." Jelas Nara.
"Yaman? Jauh amat? Tampangnya orang sini-sini aja tuh." Genta masih memperhatikan wajah Iqbal di layar ponsel Nara.
"Kuliahnya, Kak. Dia ambil S1 sama S2 di Yaman. Aslinya sih anak Kyai di Jombang."
"Wih, Berat banget saingan gue, Ra. Anak pak Kyai!" Genta menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Beda level lo sama dia. Udah, nyari di fly over aja sana." Goda Hiko
Genta menendang kaki Hiko, "Lo nih, bukannya nyemangatin gue malah ngeledek gue. Jelek-jelek kaya gini gue juga pengen punya bini sholeha dan cantik kaya Ruby. Memperbaiki keturunan."
"Huh! Yakin lo mau jadi mantu kyai? Iqro' aja gak khatam lo!"
"Mantu pak kyai?" Genta mengulang kalimat Hiko.
"Ruby itu anak kyai loh, Kak." Nara memperjelas.
"Hah! Beneran anak pak kyai? Hahahahaha. "
Tawa Genta membuat Nara dan Hiko kebingungan.
"Pantas aja dia marah-marah ke Lo waktu narik tangan dia. Hahahahaha." Genta tak henti menertawakan Hiko.
"Kamu narik tangan Ruby, Ko?" Tanya Nara.
Hiko mengangguk, "Gue ngomong belum kelar udah dia tinggal. Malah dia pula yang marah-marah. Rese banget kalo inget kejadian tadi."
"Ya Tuhan, Ko. Jelas aja Ruby marah, mana ada yang berani sentuh dia kecuali Abinya. Aku udah ngebayangin deh betapa kesalnya dia ke kamu."
Hiko hanya memutar kedua bola matanya dan kembali menyibukkan diri dengan ponselnya.
"Seriusan dia gak pernah pegangan sama cowok? Trus gimana dia pas pacaran sama cowok?" Genta masih penasaran.
Nara menghela nafas, akhirnya ia menceritakan kehidupan Ruby pada Genta sambil menunggu proses shooting Hiko selesai.
**********
Sore ini Star House mengadakan Syukuran untuk pembukaan pembuatan serial drama The King sekaligus memperkenalkan siapa-siapa saja pemeran dalam The King tersebut.
Sejak memberikan informasi di website maupun sosial media Star House yang resmi bahwa mereka akan mengangkat komik The king menjadi serial drama, membuat para fans sangat semangat untuk mengikuti perkembangan dalam pembuatan serial drama tersebut.
Semua kru dan para pemeran The King sudah hadir di dalam hall pertemuan yang ada di gedung Star House. Meja konferensi pers dan kursi untuk wartawan sudah disediakan. Disisi lain tersedia meja panjang dengan berbagai menu makanan sudah tersaji khusus untuk hidangan para kru, pemeran drama serta siapapun yang hadir dalam ruangan itu.
Rika sebagai pemimpin Star House membuka dengan sambutan ringan dan langsung mempersilahkan wartawan untuk melakukan proses tanya jawab dengan para pemeran utama The King maupun sutradara.
Sayangnya Ruby masih belum bisa hadir dalam acara tersebut. Ia masih menunggu Heru -yang turut diundang juga- menyelesaikan pekerjaannya, karena Heru meminta Ruby untuk berangkat bersama dengannya. Bersyukur Ruby karena bisa datang terlambat, karena memang dia tidak siap untuk mempublikasikan wajahnya televisi swasta. Ia takut jika privasinya terganggu ketika banyak orang mengenal wajahnya.
Ruby dan Heru datang tepat ketika acara ramah tamah dimulai. Semua kru, pemeran dan wartawan sudah berbaur satu dengan lainnya dengan membawa piring berisi nasi dan lauk pauk di masing-masing tangan mereka.
Heru mengajak Ruby untuk segera menghampiri Rika.
"Maafkan keterlambatan kami, Bu Rika." Ucap Heru
"Tidak, Pak Heru. Saya sangat bersyukur anda dan Ruby bisa datang." Ucap Rika. "Mari Silahkan langsung menikmati hidangannya." Rika mengajak Heru dan Ruby ke meja hidangan.
Langkah Heru terhenti ketika melihat ada Hiko dan Nara disana. "Sedang apa mereka disana?" Tanya Heru.
Ruby melihat memang ada Nara, Hiko dan Genta sedang berbincang dengan beberapa orang.
"Ooh, Hiko? Dia lead actor The King. Karirnya saat ini sedang bagus-bagusnya, banyak yang menginginkan dia memerankan tokoh Sadana."
Heru mengacuhkan penjelasan Rika, ia melangkah mendekati Hiko dan..
BUGG!
Satu hantaman dari tangan Heru mendarat dipipi Hiko hingga membuarnya jatuh tersungkur. Hal itu sontak menyita perhatian semua orang. Heru masih ingin menyerang Hiko lagi namun pria disekitarnya menahan tubuh Heru.
"Mas Heru!" Nara terkejut melihat suaminya, namun ia buru-buru membantu Hiko berdiri.
Ruby dan Rika mendekati Heru untuk mencari tahu apa yang membuat Heru melakukan hal tak pantas tersebut.
"Apa yang sedang anda lakukan, pak?" Tanya Rika tak terima Heru merusak acaranya.
"Gue udah lama pengen ketemu Lo! Akhirnya kita bisa bertemu disini! Gue pastikan gue akan patahin semua tulang-tulang lo!" Teriak Heru mencoba melepaskan diri dari dua orang yang mengunci tangannya.
"Pak Heru! Tolong jangan membuat onar ditempat saya! Apalagi melukai wajah lead actor kami!" Sentak Rika
"Anda seharusnya memilih actor dengan attitude yang baik, bukan perebut istri orang macam laki-laki brengsek itu!"
Penyataan Heru cukup membuat semua orang terkejut.
"Karena dia rumah tangga saya dengan istri saya hancur!"
-Bersambung-
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
cimol cimin
Makin seru nih 😁. Tapi kok Heru tahu ya
2025-01-18
0
Abie Mas
wah hiko kayak ga laku aja pacaran sm istri org
2024-05-24
0
Lia Bagus
gimana mas mau lanjut ga
2023-12-17
0