7

Heru mengajak Ruby ke sebuah ruangan bertuliskan 'Animator Room' yang menempel di pintu. Ruangannya begitu luas. Kehadiran Ruby dan Heru menyita perhatian beberapa karyawan.

"Guys, minta perhatiannya bentar."

Heru bertepuk tangan beberapa kali untuk mendapatkan perhatian seluruh karyawannya.

"Ini Ruby, dia lulusan Seika University Kyoto-Japan. Dan dialah komikus dari The King dan Dewi Sri. Dua komik yang merajai 6 platform komik online satu tahun terakhir ini."

Perkenalan Heru langsung mendapat sahutan dan tepuk tangan dari penghuni ruangan.

"Waaah, keren keren."

"Lulusan animasi Jepang, guys!"

"Akhirnya ketemu komikusnya langsung"

Heru menatap Ruby, "sebagian dari kami pengikut komikmu."

Ruby tersipu malu, padahal selama ini dia tidak ingin mengekspos dirinya.

"Kita disini kerja santai aja. Kamu mau berangkat atau pulang jam berapa terserah kamu, kamu yang bisa atur sendiri. Tapi aku gak suka kalau karyawanku kerja lebih dari delapan jam, mengulur-ngulur waktu hingga deadline pekerjaan berantakan. Oke."

Ruby mengangguk, "Baik, Pak."

Heru mengajak Ruby pergi ke meja kerjanya, "Ini meja kerjamu. Semua yang kamu butuhkan ada disini."

"Ris! Sini Ris!"

Pria tinggi bertubuh kurus dengan rambut gondrong menghampiri Heru, "kenapa bos?"

"Ini Aris, ketua tim disini. Dia nanti yang akan menjelaskan padamu proyek apa yang akan kita kerjakan."

"Hai!" Aris melambaikan tangan malas menyapa Ruby.

Ruby hanya mengangguk dan tersenyum.

"Dia memang gitu, paling males kalau disuruh ngomong. Tapi paling jago kalau sudah gambar."

"Udah belom nih bos? Kerjaan gue gak kelar-kelar ntar," tanya Aris

"Lo kan gue suruh jelasin ke Ruby, Ris."

Aris menggaruk rambut gondrongnya. "Irma, Sini Ma." Aris memanggil seorang wanita berkerudung.

"Kenapa, Bang?" tanya Irma

"Lo jelasin ke dia tentang proyek kita, ya?" pinta Aris, "gue ngelanjutin kerjaan gue dulu bos." Aris menepuk bahu Heru lalu pergi.

Heru hanya menghela nafas. "Ya sudah, kamu jelasin ke Ruby ya. Aku pergi dulu."

"Baik, Pak." Jawab Irma

"Terimakasih, pak Heru." Ucap Ruby, mendapat anggukan dan senyuman dari Heru.

"Aku Irma." Irma mengulurkan tangan

Rubu menyambut tangan Irma, "Ruby, Mbak."

"Gue suka banget tau sama komik lo, apalagi The King! Aduuuh, karakternya bikin klepek-klepek."

"Makasih, mbak."

"Panggil Irma aja, kita seumuran kayanya." Kata Irma, "Lo gak niatan bikin season keduanya? Aduh, gur ngarep banget itu komik di jadiin drama. Pasti keren banget."

"Ma! Bahas kerjaan Ma!"

Teriakan Aris dari mejanya membuat Irma terdiam. "Iya, Bang." Sahut Irma.

Ia menekan tombol power untuk menghidupkan komputer dan tablet besar yang ada diatas meja kerja Ruby.

"Kerja disini asyik kok, By. Yang penting tanggung jawab ma kerjaan kamu. Semua disini kaya keluarga, pasti lo bakal betah."

Ruby hanya mengangguk-angguk saja.

Irma menjelaskan segala sesuatu mulai dari A sampai Z, mulai dari Ruby datang sampai jam makan siang. Entah Ruby harus bersyukur atau tidak mendengar semua penjelasan Irma yang sangat detail.

Ingin bersyukur tapi telinganya lelah, tidak bersyukur tapi ucapan Irma termasuk hal-hal yang penting.

"Udah, jangan bacot mulu!" Seorang wanita berambut panjang dan sexy menutup mulut Irma.

"Mbak Tasya! Gue lagi jelasin hal penting nih ke Ruby." Irma memprotes perlakuan temannya.

"Gue yang jauh disana aja capek dengerin lo ngomong, apalagi dia.?" kata Tasya. "Lagian lo gak mau makan siang?"

Irma berdiri, "Hah! Udah jam makan siang nih, Mbak?"

Tasya mengacuhkan Irma, "Gue, Tasya." Ia mengulurkan tangan pada Ruby.

Ruby menyambut tangan Tasya, "Ruby."

"Pergi makan, yuk." Ajak Tasya

"Iya, Mbak." Ruby berdiri.

Tasya menarik tangan Ruby dan Irma lalu keluar menuju ke dapur lantai tiga, dimana karyawan lantai tiga mengambil jatah kotak makan siang disana.

"By, Ambil jatah makan siangku aja." Tiba-tiba Heru keluar dari ruangannya dan memberi tahu Ruby.

"Tapi, Pak Heru makan siang pakai apa?" Tanya Ruby

"Aku ada jadwal makan siang diluar, jadi buat kamu saja."

Belum sempat Ruby menjawab terimakasih, Heru sudah masuk ke dalam ruangannya lagi.

"Pak Heru baik kan orangnya." Irma membanggakan bosnya.

"Percuma dah kawin, gak bisa dideketin." Sahut Tasya.

*********

Ruby tidak menyangka jam pulang kantor membuat perjalanan pulangnya lebih lama tiga kali lipat dari dari perjalanan berangkatnya tadi. Antrian di koridor busway mengular panjang, membuatnya berdiri lebih lama.

Sampai di rumah kyai Nur membuatnya langsung mandi dan sholat Maghrib sendirian. Nyai Fatimah dan Azizah ikut Kyai Nur Sholat di Masjid sekaligus mengikuti pengajian umum disana.

Setelah makan malam sendiri, Ruby segera menelpon Umminya memberi kabar jika dia sudah diterima bekerja di perusahaan Heru. Abi dan Umminya berharap Ruby bisa bekerja dengan baik sampai Iqbal kembali ke Indonesia.

Usai telpon, Ruby berencana untuk tidur karena ia merasa lelah sekali sudah berdiri lama tadi. Namun ia batalkan karena ponselnya berdering.

Ia memastikan ulang jika itu panggilan telpon, bukan nada dering pesan. Betapa terkejutnya Ruby mengetahui Iqbal sedang menelponnya.

Berulang kali Ruby berdehem mengatur suara.

"Assalamu'alaikum, Mas Iqbal?" Sapa setelah menekan tombol terima.

"Wa'alaikumsalam, Ruby. Apa kamu keberatan jika aku menelponmu?"

"Tidak, Mas. Justru aku senang bisa mendengar suaramu, walau sebenarnya aku gugup." Ucap Ruby jujur.

"Hahaha, kamu jujur sekali, Ruby."

Ruby merasa menyesal sudah terlalu jujur.

"Bagaimana hari pertamamu bekerja?"

"Aku senang. Mereka semua memperlakukanku dengan baik." Jawab Ruby.

"Gedung tempatmu bekerja sangat unik, cocok untukmu yang juga unik."

"Bagaimana mas tahu?"

"Kamu mengunggahnya di instagram kan pagi ini."

"Ah iya, Benar." Ruby teringat, "Apa yang mas lakukan hari ini?"

"Aku sedang didalam bis."

"Apa mas akan melakukan perjalan jauh?" Tanya Ruby

"Lumayan."

"Kemana?" Tanya Ruby lagi "Jika mas tidak keberatan menjawabnya." Ruby sadar rasa penasarannya sudah membuatnya terlalu banyak bertanya.

Ruby hanya mendengarkan tawa dari Iqbal.

"Maafkan aku terlalu ikut campur, mas." Kata Ruby menyesal.

"Tidak Ruby, kamu tidak terlalu ikut campur. Kau juga akan segera tahu nanti." Ujar Iqbal tak mau Ruby salah paham.

"Oya? Bagaimana aku bisa tahu?"

"Bukankah kamu selalu melihat feed instagramku?"

Ruby menutup mukanya karena malu, "Bagaimana mas bisa tahu?"

"Hahaha, aku hanya menebaknya dan ternyata benar."

Ruby semakin malu mendengar jawaban Iqbal.

"Aku tutup telponnya, By. Aku sudah harus turun."

"Iya, Mas."

"Assalamu'alaikum, By."

"Wa'alaikumsalam, Mas Iqbal."

Ruby langsung membenamkan wajahnya di bantal karena merasa malu. Itulah alasan kenapa Ruby lebih suka chat daripada telpon. Ia merasa tidak terlalu pandai dalam bicara, lebih baik chat karena ia bisa berfikir lebih lama sebelum ia membalas.

**********

Berulang kali ponsel Ruby bergetar namun selalu Ruby abaikan, karena ia tak suka diganggu saat tangan dan otaknya sedang bekerja.

Akhirnya Ruby menyerah karena getaran itu sangat mengganggu. Ia membuka ponselnya, sudah lima belas panggilan tak terjawab dan lima pesan baru.

/By, Cek IG mas Iqbal Sekarang!/

Pesan singkat dari Nara membuat Ruby harus melepaskan telapak tangannya dari mousenya.

Segera Ruby membuka Instagramnya dan postingan pertama kali yang dilihat saat itu adalah seorang pria yang berfoto membelakangi kamera menghadap gedung Inwork Studio. Sangking terkejutnya Ruby hampir saja menjatuhkan ponselnya.

"Lima belas menit yang lalu?" gumam Ruby.

Ia memilih untuk mengirim foto instagram tersebut pada Iqbal.

/Apa ini benar mas Iqbal?/

/Akhirnya kamu melihatnya juga./

Ruby benar-benar terkejut melihat jawaban Iqbal. Benarkah Iqbal telah pulang ke Indonesia?

Ruby berdiri dan menghampiri meja kerja Aris.

"Bang, Aris."

"Hmm"

"Boleh saya pergi keluar sebentar? Ada orang yang sedang menunggu saya."

"Yaaaa" Jawab Aris tak peduli.

"Terimakasih, Bang." Ucap Ruby lalu meninggalkan ruangan.

Ruby sedang bingung saat ini, apakah ia harus senang atau sedih?

Ia senang karena bisa bertemu dengan orang yang selama ini ia rindukan, tetapi ia juga sedih jika harus kehilangan pekerjaan yang baru sehari ia jalani.

-Bersambung-

.

.

.

.

.

/Hayo dukung author dengan selalu like, komen dan vote author yaaa/

Terpopuler

Comments

Hearty 💕

Hearty 💕

Iya ya katanya tunggu kurleb 5 bulan lagi

2024-02-14

1

Etih Istikomah

Etih Istikomah

hah .. baru juga sehari 🙈

2023-11-28

0

Nia Sunsta

Nia Sunsta

it's me

2023-09-07

2

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 NOVEL KE 3
127 PENGUMUMAN
128 Bonchap 1-1
129 Bonchap 1-2
130 Bonchap 2-1
131 Bonchap 2-2
132 Bonchap 3-1
133 Bonchap 3-2
134 Bonchap 4-1
135 Bonchap 4-2
136 Bonchap 5-1
137 Bonchap 5-2
138 Bonchap 6-1
139 Bonchap 7-1
140 Bonchap 7-2
141 VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142 Novel Baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
NOVEL KE 3
127
PENGUMUMAN
128
Bonchap 1-1
129
Bonchap 1-2
130
Bonchap 2-1
131
Bonchap 2-2
132
Bonchap 3-1
133
Bonchap 3-2
134
Bonchap 4-1
135
Bonchap 4-2
136
Bonchap 5-1
137
Bonchap 5-2
138
Bonchap 6-1
139
Bonchap 7-1
140
Bonchap 7-2
141
VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!