6

Dari balik masker yang menutupi sebagian wajah Hiko sudah bisa terlihat jika dia sedang tercengang mendengar pertanyaan Ruby.

"Hiko!"

Teriakan seseorang membuat Hiko dan Ruby menoleh.

"Nara?!" Ruby melihat sahabatnya sedang berlari kearahnya.

"Ruby?" Nara terkejut melihat kehadiran Ruby bersama Hiko. "Kok kalian bisa barengan?"

Ruby menatap Hiko lalu mendekat pada Nara, "jadi kamu kerja sama dia?" bisik Ruby.

"Iya, By." Nara mengangguk, "Hiko. Kenalin, dia Ruby sahabatku yang di Malang." Nara memperkenalkan Ruby pada Hiko.

"Ya!" jawab Hiko sekedarnya, kemudian pergi pergi.

Nara hanya menghela nafas, "dia baik kok orangnya, cuma kadang rada-rada rese' aja."

"Gak apa, Ra. Toh aku juga gak tiap hari ketemu dia," jawab Ruby.

"Kamu dijemput siapa?"

"Azizah, Anak paklek Nur," jawab Ruby, "udah kamu buruan kesana, nanti kamu dimarahin artis kesayangan kamu itu." Ruby melihat Hiko dari kejauhan sedang menatap tak ramah ke arahnya.

Nara ikut melihat Hiko, "Iya deh. Nanti kita janjian ketemu, ya?" Nara mengecup pipi Ruby sebelum pergi. "Daaah, By." Ia berlari menuju Hiko.

Ruby melambaikan tangan mengantar kepergian Nara.

Ibrahim Akihiko, pria berparas tampan yang mempunyai profesi sebagai profesional Actor. Bakat acting dan kecerdasannya mampu membawa pria berusia 27 tahun itu banyak membintangi film dan serial drama tanah air. Tak sedikit penghargaan yang ia dapatkan dari bakat actingnya tersebut.

"Mbak Ruby!" Seseorang menepuk bahu Ruby.

Ruby menoleh, mencari tahu siapa yang menyentuhnya. Seorang perempuan berkacamata sudah tersenyum padanya. "Azizah?" Ia memastikan.

"Iya, Mbak. Ini Azizah."

Azizah tiga tahun lebih muda dari Ruby namun tubuhnya lebih tinggi dari Ruby. Ia mencium tangan Ruby dan memeluknya.

"Zizah senang mbak Ruby akan tinggal di Darul Hikmah," ujar Azizah.

"Maaf ya kalau nanti mbak bakal ngerepotin kalian."

Azizah menggeleng, "kami semua senang mbak Ruby bisa tinggal disana."

"Makasih, ya."

"Ayo, Mbak. Mas Ehsan sudah nunggu di mobil." Azizah mengambil koper Ruby dan menggandeng Ruby menuju ke tempat parkir.

Ditempat parkir, Azizah melambaikan tangan pada seorang Pria yang bersandar di bagasi mobil. Pria itu segera menghampiri Ruby dan Azizah.

"Assalamu'alaikum, Mbak Ruby. Apa kabar?"

"Wa'alaikumsalam, Ehsan ya?" Ruby memaastikan.

Ehsan mengangguk, "Iya, Mbak. Ayo mbak, masuk. Jakarta lagi panas-panasnya." Ehsan meraih koper dari tangan adiknya dan membawanya terlebih dulu ke dalam mobil.

Ruby dan Azizah bergegas masuk ke dalam mobil, Ehsan pun segera menjalan mobilnya.

Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai di Darul Hikmah, pesantren milik Kyai Nur, adik dari Kyai Abdullah.

Kehadiran Ruby sudah disambut Kyai Nur dan Nyai Fatimah-istri Kyai Nur-

"Assalamu'alaikum Paklek, Bulek ...." Ruby bergantian menyium punggung tangan paklek dan buleknya itu.

"Wa'alaikumsalam, Nduk." Kompak Kyai Nur dan Nyai Fatimah menjawab.

Nyai Fatimah mencium kedua pipi dan kening Ruby. "Ayo, masuk," ajaknya.

Ruby masuk kedalam rumah bersama Kyai Nur dan Nyai Fatimah, Azizah pergi membawakan koper Ruby ke dalam kamar yang akan ditempati Ruby. Sedangkan Ehsan pergi memarkirkan mobil dengan benar di tempat parkir.

Ruby lama bertukar cerita dengan Kyai Nur dan Nyai Fatimah, Juga Ehsan dan Azizah yang sudah bergabung.

"Rencananya kapan mulai kerja, Nduk?" tanya Kyai Nur

"Besok Ruby baru wawancara, Paklek," jawab Ruby.

"Bulek kaget waktu Ummi kamu bilang kalau kamu akan kerja di Jakarta. "Nyai Fatimah memegang kedua tangan Ruby.

Ruby terkekeh pelan, "Ruby tahu kalau kemungkinan Abi setuju kecil, Bulek. Tapi Alhamdulillah ternyata Abi mengijinkan Ruby di Jakarta sampai mas Iqbal kembali."

"Disini kamu jadi tanggung jawab Paklek, Nduk. Jadi ada apapun jangan sungkan bicara sama kami, ya." Kyai Nur mengingatkan Ruby.

"Inggih, Paklek," jawab Ruby.

"Zizah, antar mbakmu ke kamarnya. Biar dia istirahat," pinta Kyai Nur pada Azizah.

"Ruby pamit  ke kamar dulu  ya, Paklek, Bulek."

"Iya Nduk."

Diantar Azizah, Ruby pergi ke bakal calon kamarnya.

Rumah Kyai Nur berbeda dengan rumah Abinya. Disini rumahnya sudah terlihat modern dan luas, begitu pula dengan gedung pesantrennya.

Sudah dapat dilihat dengan jelas jumlah santri di Darul Hikmah lebih banyak dari santri di pesantren Al Mukmin.

"Ini kamar mbak Ruby." Azizah membukakan pintu kamar.

Ruby melihat kamar barunya lebih besar dari kamarnya di Malang.

"Makasih ya, Zizah," ucap Ruby.

"Mbak istirahat aja. Maaf kalau Azizah ketuk pintu kamar mban kalau sudah adzan Dhuhur, Ummi selalu minta kita untuk sholat berjamaah," ujar Azizah.

"Iya, Zizah."

"Mbak masih inget kan letak-letak ruangan dirumah ini? Atau Zizah ajak mbak Ruby Room tour?"

"Hahaha, kamu nih ada ada saja. Aku masih inget kok." Ruby memukul pelan lengan saudaranya itu.

"Kalau butuh apa-apa Zizah di kamar ya, Mbak." Azizah pergi meninggalkan kamar Ruby.

Ruby meletakkan tasnya dan merebahkan diri diatas tempat tidur. Ia mengambil ponselnya memberi kabar Abi dan Umminya jika dia sudah sampai di rumah Kyai Nur. Tak lupa juga ia mengirim pesan pada calon imamnya yang masih berada jauh darinya.

**********

Mentari pagi sudah mulai naik ke peraduannya, Ruby sedang sibuk memasukkan surat lamaran, tablet dan barang-barang penting lainnya ke dalam tas ranselnya. Ia sudah siap berangkat ke kantor Heru.

trrt trrrt

Ponselnya bergetar diatas meja. Ada pesan masuk dari Nara yang baru mengirim alamat dan lokasi kantor Heru.

Ruby melihat lokasi kantor Heru dari google maps untuk mengetahui harus naik apa ke kantor Heru.

//Naik busway aja, By. Dari Halte busway jalan dikit kok ke kantor mas Heru.//

Balasan dari Nara membuatnya memasukkan ponsel ke saku gamisnya dan segera memakai tas ranselnya lalu keluar kamar mencari Nyai Fatimah untuk berpamitan.

"Bulek panggilkan orang buat nganter kamu sampai ke halte ya, Nduk."

"Jangan Bulek, Ruby berangkat sendiri saja. Ruby sudah terbiasa jalan kok Bulek," tolak Ruby, ia melanjutkan memakai sneakers putihnya.

Ruby berdiri dan berpamitan pada Nyai Fatimah, "Ruby berangkat dulu ya, Bulek. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam. Kalau saja adik-adikmu tidak kuliah pagi pasti sudah diantar kamu, Nduk."

"Tidak apa-apa, Bulek. Ruby berangkat dulu."

"Hati-hati ya, Nduk."

Ruby mengangguk lalu pergi meninggalkan halaman rumah Kyai Nur. Walau tidak mengetahui siapa Ruby, para santri putri yang melihat Ruby tetap bersikap hormat ketika Ruby melewati mereka.

Ruby tidak bisa mengendarai motor, bahkan mobil. Ia hanya bisa mengendari sepedah, itu pun jarang ia lakukan selama berada di Jepang. Karena disana ia terbiasa jalan kaki dan jika pergi kemana-mana menunggunakan bis ataupun kereta api.

Jarak dari pesantren Darul Hikmah menuju ke jalan raya tak terlalu jauh, dengan cepat Ruby sampai di Halte Busway.

Karen ini pengalaman pertamanya, dengan hati-hati ia mengikuti instruksi yang Nara berikan lewat pesan whatsapp.

Ruby harus menunggu dibarisan antrian yang tak terlalu panjang. Karena ini sudah bukan jam berangkat kantor, sehingga antrian tidak terlalu panjang.

Lima belas menit Ruby menunggu, akhirnya Bus telah datang. Ia segera masuk dan duduk di tempat yang kosong.

Dari whatsapp Nara terus memandu Ruby hingga Ruby turun di salah satu halte yang telah disebutkan Nara.

Turun dari Halte, Ruby masih mengikuti petunjuk Nara sampai bertemu gedung yang tidak terlalu besar dimana tertulis nama Inwork Studio.

"Bismillah," ucapnya sebelum ia melewati pintu otomatis Studio.

Ruby langsung menghampiri meja resepsionis dengam dua wanita disana.

"Permisi Mbak, saya mau bertemu dengan pak Heru," kata Ruby.

"Sudah buat janji, Mbak?" tanya salah satu dari wanita itu.

Ruby mengangguk, "Sudah, Saya Ruby dari Malang."

"Ditunggu sebentar ya mbak, saya hubungi sekretaris beliau." Ia menunjuk kursi yang ada didepannya.

Ruby kembali mengangguk dan duduk menunggu wanita didepannya sedang berkomunikasi dengan orang lain lewat telpon.

"Iya, Mbak Ruby. Pak Heru sudah menunggu anda diruangannya," ucap wanita itu setelah menutup telpon, "Naik saja ke lantai tiga, keluar lift lurus mentok baru belok kanan."

Ruby berdiri, "Terimakasih ya mbak," ucap Ruby kemudian meninggalkan meja resepsionis.

Ruby pergi sesuai dengan arahan resepsionis tadi. Ia naik lift menuju lantai tiga dan keluar lift.

Sangat membuatnya takjub, beberapa poster film maupun komik buatan Inwork Studio ini terjajar rapi di sepanjang dinding menuju ke ruangan Heru.

"Mbak Ruby, ya?" Seorang sekretaris wanita berdiri dari kursinya ketika Ruby datang.

"Iya, betul."

Wanita itu berdiri dan membukakan pintu ruangan Heru, "Pak, Mbak Ruby sudah datang."

"Ya, suruh langsung masuk aja."

"Silahkan, Mbak" Lena- Sekretaris Heru- mempersilahkan Ruby masuk.

"Terimakasih," ucap Ruby lalu masuk ke dalam ruangan Heru.

"Hallo, By!" sapa Heru.

Ini pertemuan kedua Ruby dengan Heru setelah pernikahannya dengan Nara empat tahun lalu. Heru memang berusia jauh lebih tua dari Ruby, terpaut sepuluh tahun dari Ruby. Memiliki wajah yang lumayan tampan, mungkin itu juga salah satu alasan Nara mau menikahinya.

"Hallo, Mas Heru. Eh ... Pak Heru," Ralat Ruby, ia  bingung harus memanggil Heru dengan sebutan apa.

"Kamu bisa panggil mas kalau diluar kantor, kalau disini tidak enak dengan yang lain." Heru menegaskan.

"Baik, Pak."

Heru berdiri dari kursinya, "Ayo, ku antar ke ruang kerjamu."

"Hah!" Ruby memastikan ulang. "Wawancaranya? Tesnya?"

"Untuk apa? Aku sudah melihat semua hasil karyamu? Apa yang harus ku ragukan lagi."

-Bersambung-

.

.

.

.

.

.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like dan Komen, ya ...

Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Rifa Lisa

Rifa Lisa

nama pondok ku🙂

2025-01-19

0

Abie Mas

Abie Mas

langsung kerja

2024-05-24

0

Hearty 💕

Hearty 💕

Wiih enak bener... semangat Ruby

2024-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 NOVEL KE 3
127 PENGUMUMAN
128 Bonchap 1-1
129 Bonchap 1-2
130 Bonchap 2-1
131 Bonchap 2-2
132 Bonchap 3-1
133 Bonchap 3-2
134 Bonchap 4-1
135 Bonchap 4-2
136 Bonchap 5-1
137 Bonchap 5-2
138 Bonchap 6-1
139 Bonchap 7-1
140 Bonchap 7-2
141 VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142 Novel Baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
NOVEL KE 3
127
PENGUMUMAN
128
Bonchap 1-1
129
Bonchap 1-2
130
Bonchap 2-1
131
Bonchap 2-2
132
Bonchap 3-1
133
Bonchap 3-2
134
Bonchap 4-1
135
Bonchap 4-2
136
Bonchap 5-1
137
Bonchap 5-2
138
Bonchap 6-1
139
Bonchap 7-1
140
Bonchap 7-2
141
VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!