17

"Kenapa lo harus buat alasan gak masuk akan kaya gitu, Ta! Bangs*t lo!" Hiko mendorong tubuh Genta ke dinding tepat setelah mobil papanya meninggalkan halaman rumah Genta.

"Diem, Anj*ng!" Genta balik mendorong tubuh Hiko, "Lo minta tolong ke gue! dan sekarang gue lagi nolong lo!"

"Nolong pala lo! Lo malah bikin masalah tambah runyam!"

"Lo bisa diem dulu, gak?" Genta hampir hilang kesabaran.

Hiko masuk ke dalam rumah dan duduk kesal di ruang tamu, Genta mengikuti Hiko.

"Gue mau lo tanggung jawab dengan apa yang lo lakuin semalam sama Ruby!" Kata Genta.

"Lo mau gue nikahin dia?" Tanya Hiko

Genta mengangkat kedua bahunya, "Ya, kalo lo bisa."

Hiko hanya mendengus kesal, "Lo kira dia mau ama gue? Lo tahu sendiri kan dia punya calon imam yang ahli surga! Remah remah neraka macam gue gak bakal masuk kriteria dia, ***!"

"Tapi lo mau kalau dia mau?"

"Enggak!"

"Bangs*t!"

"Heh, gue sama dia itu beda dunia! Lo mau mati cepet gara-gara hidup sama dia?" Ujar Hiko, "Lagian satu-satunya cewek yang bakal gue nikahi cuma Nara."

"Dan dari pernikahan itu lo bakal kehilangan keluarga, karir dan masa depan yang udah lo tata sebagus ini." Sahut Genta.

Hiko diam tak menjawab.

"Ruby satu-satunya yang bisa nolong karir lo saat ini, sekalian lo tanggung jawab dengan apa yang lo lakuin!"

"Gak gak gak gak! Banyak hal yang masih harus gue pikirin buat nurutin kemauan lo. Pertama, dia punya calon suami. Kedua, Nara bisa mutusin gue kalau tahu gue ngapa-ngapain sahabatnya. Ketiga, gue sama dia beda banget!"

"Lo pikir calon suaminya mau kalau tahu Ruby udah gak perawan? Cowok mana coba yang mau? Yah kecuali emang orang-orang macam lo doank."

Hiko menggelengkan kepalanya, "Gue gak bisa jawab sekarang, jangan bahas masalah ini sekarang. Otak gue udah mau pecah!"

***********

Sore ini Kyai Abdullah dan Nyai Hannah sudah menginjakkan kaki di Pesantren Darul Hikmah. setelah mendengar kabar dari Adiknya, membuat Kyai Abdullah beserta Nyai Hannah langsung datang ke Jakarta untuk mengetahui keadaan putrinya.

Turun dari mobil Nyai Hannah langsung meminta Nyai Fatimah untuk mengantarkannya ke kamar Ruby.

"Assalamu'alaikum, Ruby!"

Nyai Hannah melihat putrinya dengan rambut yang acak-acakan sedang duduk meringkuk di lantai kamarnya.

"Uummi." Sahutnya dengan suara yang hampir hilang karena terlalu lama menangis dan berteriak.

"Ataqfirullahaladzim, Nak. Kenapa kamu bisa seperti ini."

Nyai Hannah menangis histeris melihat banyak cakaran di leher dan tangannya. Kuku di jari tangan rubi juga terlihat berdarah.

"Apa yang kamu lakukan ke badan kamu sendiri, nak?" Nyai Hannah segera memeluk Ruby dan mengecupnya berulang kali.

"Ruby merasa kotor, Ummi. Ruby benci dengan tubuh Ruby sendiri!" Ucap Ruby diantara tangisnya.

"Siapa yang melakukannya padamu, Nak? Dia harus mendapatkan balasan yang setimpal." Kyai Abdullah ikut mengusap rambut putri semata wayangnya.

Ruby menggelengkan kepalanya dan masih terus menangis. "Ruby sudah kotor, Ummi. Ruby sudah tidak suci lagi! Tidak ada yang bisa Ruby banggakan dari diri Ruby! Sekarang Ruby tidak pantas bersanding dengan siapapun Ummi."

"Sudah Nak, Sudah." Nyai Hannah semakin erat memeluk putrinya.

Nyai Hannah terus memeluk putrinya yang menangis berharap bisa sedikit menyembuhkan lukanya. Ia pun meminta agar semua orang meninggalkan kamar Ruby.

Hingga petang tiba, sudah berkali-kali Nyai Hannah mencoba membujuk Ruby untuk makan dan Sholat, namun Ruby tak mau melakukan apapun. Ya, Ruby masih sedang marah pada Tuhannya. Kenapa harus dia yang mengalami hal ini? Sedangkan dia merasa sebagai muslim yang taat pada-Nya.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu kamar Ruby membuat Nyai Hannah membukanya. Terlihat Nara membawakan tas milik Ruby.

"Nara?"

"Malam, Ummi." Sapa Nara, ia mencium tangan Nyai Hannah.

"Masuk, Nak. Masuk." Ajak Nyai Hannah.

Ruby masuk ke dalam, ia melihat sahabatnya sedang tertidur. Air matanya menetes menyesali apa yang sudah ia lakukan pada Ruby, tak seharusnya ia meminta Ruby kerumahnya apalagi keluar malam sendirian.

"Ini semua salah saya Ummi, maafkan saya." Nara duduk memegang kaki Nyai Hannah untuk meminta maaf.

"Bangun, Nara. Bangun." Nyai Hannah menarik badan Nara untuk berdiri, "Ini sudah takdir, kamu tidak perlu merasa bersalah. Ruby tidak pernah menyalahkanmu."

"Ra? Kapan kamu datang?" Tanya Ruby yang terbangun dari tidurnya.

Nara langsung memeluk Ruby, "Aku sudah mendengar semuanya dari Ehsan. Maafkan aku, By. Karena aku, kamu jadi seperti ini."

"Enggak, Ra. Ini bukan salah kamu, sudahlah jangan menangis." Ucap Ruby.

Walau masih sedih mengingat kejadian gang menimpanya, ia berusaha terlihat tegar didepan Nara.

"Nara nginap disini mau?" pinta Nyai Hannah.

"Iya, Ummi." jawab Nara.

"Ummi tinggal dulu ya."

Ruby dan Nara mengangguk kompak kemudian Nyai Hannah meninggalkan kamar Ruby.

"Mas Iqbal terus-terusan telpon hari ini." Nara menyerahkan tas milik Ruby.

Ruby mengambil ponsel dalam tasnya dan melihat pesan pesan masuk di whatsapp-nya. Kali ini Ruby benar-benar menangis mengabaikan pesan dari Iqbal yang menanyakan kabarnya dan apa yang dilakukanmya hari ini.

Nara hanya bisa diam tak berani bertanya pada Ruby, membiarkan Ruby puas menangis.

**********

Sudah tiga hari Ruby tak keluar dari kamarnya, tak mau melakukan aktifitas apapun dan terlalu sering ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Makan pun tak akan ia makan jika Nyai Hannah tidak memaksanya. Ruby masih sibuk menyiksa dirinya sendiri.

Sudah tiga hari ini pula Ruby mengabaikan pesan dari Iqbal. Panggilan telpon dari Iqbal sekalipun tak ia terima, hanya ia tatapi saja foto profil pria yang dicintainya itu dengan tangisan.

/Apa yang harus ku lakukan agar kau mau membalas pesan ku dan menerima panggilan telponku, By? Apa aku terlalu mengusik kehidupanmu?/

Lagi-lagi ia hanya membacanya tanpa membalasnya. Sedih, sudah pasti ia rasakan. Tapi ia merasa sudah tak pantas membalas bahkan memikirkan tentang Iqbal.

/Aku sudah mendengar apa yang terjadi padamu. Apa karena itu kau mengabaikanku, By? Ku mohon, angkat telponku. Aku ingin bicara denganmu./

Deg!

Ruby tak menyangka Iqbal sudah mengetahui hal ini. Hatinya benar-benar remuk ketika Iqbal sudah mengetahui ketidaksempurnaannya.

Ponselnya kembali berdering mendapat panggilan masuk dari Iqbal. Entah kekuatan apa yang membuat Ruby menerima panggilan Iqbal kali ini.

"Assalamu'alaikum, By." Sapa Iqbal, tak mendapat jawaban dari Ruby.

"Aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja."

Kalimat Iqbal hanya dijawab dengan tangisan.

"Ketahuilah, By. Apapun yang terjadi padamu tidak akan mengubah keputusanku untuk menghalalkanmu, tidak akan pula mengurangi sedikit perasaanku padamu."

Lagi-lagi Ruby semakin terisak mendengar kalimat Iqbal. Bukannya ia lega mendengar bagaimana perasaan Iqbal padanya saat ini, hal itu justru membuat Ruby semakin merasa hina dan kotor berada di sekitar Iqbal.

"Maafkan aku tidak bisa meneruskan rencana pernikahan kita, Mas. Aku sudah tidak pantas untukmu lagi." Ruby akhirnya memberanikan diri mengucapkan hal yang sebenarnya tidak ingin ia ucapkan.

"By! Aku sayang ke kamu karena Allah, bukan karena apapun. Ku mohon jangan melakukan ini. Seribu kali kamu mencari alasan untuk mengakhiri hubungan ini, ketahuilan hanya satu alasan yang akan ku buat untuk membuat hubungan ini bertahan. Aku mencintaimu, By."

"Ku mohon jangan menyiksaku dengan kalimat itu, Mas. Dan ku mohon biarkan aku pergi darimu."

"Apa kau sudah tidak mencintaiku, By?"

Ruby tak bisa menjawab pertanyaan Iqbal, Ia hanya menangis dan menangis lalu mengakhiri panggilan telponnya.

"Aaaaaaarggggh!!!!"

PYAR!

Ruby melempar ponselnya ke kaca rias hingga membuat kaca rias pecah berantakan.

Mendengar suara berisik dari kamar Ruby, membuat Nyai Hannah, Nyai Fatimah dan Azizah segera melepas mukenahnya dan menghampiri kamar Ruby.

"RUBY!!"

Nyai Hannah sangat terkejut ketika melihat Ruby tergeletak di lantai kamar dengan darah segar mengalir dari tangan kiri putrinya.

-Bersambung-

.

.

.

.

.

Jangan cuma baca aja loh ya.

Wajib Like dan Comment trus vote novel ini juga. Terimakasih yaa bagi kalian yang selalu dukung Aiko.

Terpopuler

Comments

Erna Yunita

Erna Yunita

remah-remah neraka...... wuiihhhh... kereeeeeennnn... baru nemuin kosa kata baru 😎

2024-09-04

0

Sovi Riyani

Sovi Riyani

Ya ampuun kak , uda keberapa x baca novel ini selalu nangis pas di BAB ini 😭

2024-07-21

1

Yulay Yuli

Yulay Yuli

/Sob//Sob//Sob/ ga bisa bayangin jadi ruby/Sob/

2024-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 NOVEL KE 3
127 PENGUMUMAN
128 Bonchap 1-1
129 Bonchap 1-2
130 Bonchap 2-1
131 Bonchap 2-2
132 Bonchap 3-1
133 Bonchap 3-2
134 Bonchap 4-1
135 Bonchap 4-2
136 Bonchap 5-1
137 Bonchap 5-2
138 Bonchap 6-1
139 Bonchap 7-1
140 Bonchap 7-2
141 VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142 Novel Baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
NOVEL KE 3
127
PENGUMUMAN
128
Bonchap 1-1
129
Bonchap 1-2
130
Bonchap 2-1
131
Bonchap 2-2
132
Bonchap 3-1
133
Bonchap 3-2
134
Bonchap 4-1
135
Bonchap 4-2
136
Bonchap 5-1
137
Bonchap 5-2
138
Bonchap 6-1
139
Bonchap 7-1
140
Bonchap 7-2
141
VERSI CETAK SUDAH TERBIT
142
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!