Bunga Suka Cita

Sungsang Geni datang sedikit terlambat, ada beberapa urusan kecil yang memaksa dirinya tidak datang tepat waktu.

Ketika dia mendekati kereta kuda, tiba-tiba seoarang menarik pundakanya, “Apa kau yang akan menjadi pengawalnya?”

Sungsang Geni menoleh kebelakang, mencari tahu siapa gerangan yang menarik pundaknya. “Putri, maksudku Anjani?”

Gadis itu tersenyum manis, membuat cekungkan kecil dikedua pipinya menampakan diri. Hari itu dia menggunakan pakaian berwaran merah muda, dengan selendang yang menjadi ciri khas dirinya terlilit dipinggang.

“Aku hanya meminta maaf karena pertemuan pertama kita, tidak berkesan dihatimu,” ucap Anjani, gadis itu telah memikirkan Sungsang Geni semalaman panjang. Semenjak pertarungan itu, Anjani tidak dapat menepiskan bayangan pemuda itu. Wajah, suara, tingkah laku semuanya.

“Anjani, kenapa wajahmu merah? Apa kau demam?” tanya Sungsang Geni polos.

“Tidak, aku baik-baik saja. aku menemui dirimu karena ingin mengatakan sesuatu.” Gadis itu memalingkan wajahnya kearah lain, khawtir kalau Sungsang Geni mengetahui perasaannya.

“Katakalah!” ucap Sungsang Geni.

“Tolong kau jaga kakaku, meski dia itu cerboh dan keras kepala tapi kemampuannya tidak begitu baik. Perjalanan kalian mungkin akan menemui banyak rintangan, jadi kumohon agar kau bisa menjaga dirinya.”

“Aku berjanji, aku akan melindungi dirinya.” Sungsang Geni tersenyum, kemudian mengacak rambut Anjani, membuat tubuh gadis itu hampir tidak dapat digerakan karena gugup, wajahnya semakin memerah.

“Jadi tidak perlu khawatir.” Tutup Sungsang Geni lalu pergi meninggalkan Anjani, menemui para pengawal lainnya.

Ada banyak yang ingin ditanyakan Anjani, namun setelah menemui pemuda itu, pertanyaan yang telah dirancangnya semalaman raib bak ditelan kegundahan hatinya. Dia masih memandang pemuda itu, berjalan dengan gagahnya. “Hentikan! Kenapa tiba-tiba seperti ini.” gumam dirinya.

Didalam istana nampak Dewangga sedang melakukan ritual perjalanan, bunga warna warni berhamburan diudara dilempar oleh para dayang istana, mengenai sang Pangeran. Sungsang Geni tidak pernah meliat ritual ini didesanya, jadi ketika dia melihatnya, wajahnya tampak terkagum-kagum.

Setelah selesai melakukan ritual lempar bunga, Dewangga segera mencium kaki kedua orang tuanya.

“Semoga selamat sampai tujuan,Putraku.” Raja Airlangga memberi doa.

“Bawalah mantu ibunda kesini anaku!” Ucap sang Ratu.

Kemudian Dewangga segera diantar menuju kereta kuda mewah. Kereta itu penuh dengan ukiran bunga mawar dan melati, ukiran yang terpahat halus dan rapi oleh pengerajin terbaik dinegri ini. Kemewahannya semakin ketara dengan 6 ekor kuda besar berwarna putih yang menjadi penariknya.

Pintu berwarna emas telah terbuka, menyambut sang tuan masuk kedalam kereta. Dipinggir pintu kereta, telah berdiri Gadhing yang bertugas menemani perjalanan Pangeran Dewangga, kemudian Durada yang bertugas menjadi kusir kereta.

Dibelakang kereta mewah sebuah kereta angkut dengan Muksir yang menjadi sang kusir, wajahnya terlihat tidak senang dengan tugas itu. Kereta itu membawa perlengkapan, barang, dan juga sepeti emas sebagai mas kawin.

Sebelum kereta berjalan, seseorang memanggil Sungsang Geni.

“Geni?” tiba-tiba Ki Alam Sakti telah berada dibelakang Sungsang Geni.

“Eang Guru!” Sungsang Geni segera memberi hormat.

“Ternyata misi pertamamu sangat berat, Eang mohon jaga Putra Mahkota dengan baik!”

“Eang tidak perlu khawtir, aku akan melakukan apapun demi keselamatan Pangeran Dewangga,” ucap Sungsang Geni.

Melihat gurunya, Dewangga segera menghampiri, “Murid memberi hormat, dan juga meminta restumu Guru!”

“Semoga kau bahagia muridku.” Ki Alam Sakti memegang ubun-ubun Dewangga.

“Sungsang Geni?” Pangeran Dewangga menatap adik seperguruannya, “Apa kau ikut mengantarku?”

“Tentu saja pangeran, aku akan ikut mengantarmu.” Sungsang Geni menundukan kepala memberi hormat.

“Akhirnya aku mempunyai teman berbicara selain Gadhing, pria itu! Terkadang membosankan!” ucap Pangeran Dewangga seraya tersenyum. “Lagi pula kau tidak perlu khawatir, selagi aku masih hidup aku akan menjaga adik seperguruanku.”

Mendengar ucapan Dewangga, Ki Alam Sakti hanya menggelengkan kepala.

“Sekarang berangkatlah, dan jaga diri kalian bak-baik!” ucap Ki Alam Sakti.

Kereta kuda akhirnya mulai berjalan, roda-roda kereta yang besar dengan ukiran kuda hitam berderit saat ditarik 6 ekor kuda.

“Semoga kau bahagia Pangeran Dewangga!” Terdengar teriakan dari rakyat Majangkara disepanjang jalan, mereka menaburkan bunga warna warni sebagai tanda turut bersuka cita.

“Buka Gerbang!” seorang pria berteriak di atas benteng Istana.

Lalu gerbang besar, yang lebih mirip mulut seekor monster karena gigi-giginya yang menancap ketanah terangakat, seketika cahaya matahari menerobos masuk kedalam, dan menyinari kereta kuda mewah.

Diluar gerbang, ratusan rakyat kasta bawah juga telah menunggu dengan taburan bunga yang indah. Meski penampilan mereka sangat sederhana, namun kemeriahan mereka tidak kalah dengan rakyat yang berada dikasta atas.

“Dewangga, sebaiknya kau menunjukan wajahmu kepada mereka!” Gadhing memberi saran. “Rakyatmu tentu ingin melihat wajah pangerannya,”

Dewangga mengangguk tanda setuju, kemudian membuka tirai lebar-lebar, lalu menjulurkan tangan melambai pada rakyatnya. Terlihatlah wajah tampannya oleh rakyat, dan terdengar teriakan yang lebih meriah lagi dari kalangan gadis desa.

“Pangeran! Semoga kau bahagia!” mereka berteriak kegirangan.

Bagi Rakyat kasta bawah, melihat keluarga kerajaan tidak dapat dilakukan setiap waktu. Lain hal bagi Rakyat kasta atas yang memang bekerja dilingkungan istana, rakyat kasta bawah dengan mata pencarian sebagai petani, peternak dan nelayan hanya diperbolehkan memasuki istana ketika ada acara-acara tertentu saja.

Meski demikian, Dewangga bukanlah pangeran yang sombong. Dia bersama Gadhing sudah biasa keluar istana dan berbaur bersama petani, jadi karena itulah Dewangga sangat dicintai Rakyatnya.

“Ibu? Siapa orang yang menunggang kuda itu?” Seorang anak kecil menunjuk kearah Sungsang Geni yang berada pada barisan belakang.

“Oh, dia hanya seorang pengawal,” jawab ibunya tidak terlalu peduli dengan orang yang dilihat anaknya.

“Tapi dia juga tampan bu, tidak kalah dengan pangeran Dewangga, lihat dia menoleh kearahku dan tersenyum.” Anak itu nampak kegirangan, dia melambai-lambaikan tangan kecilnya.

“Aduh nak, mana ada orang yang lebih tampan dari pangeran Dewangga.” Cetus sang ibu.

“Itu karena ibu dari tadi hanya melihat pangeran Dewangga, jika ibu melihat pada orang itu, ibu juga akan berpikiran sama dengan diriku.” Sang Anak nampaknya tidak senang, karena sang ibu tidak terlalu menanggapi perkataanya.

“Baiklah diamana orang yang kau maksud?”

“Itu disana!” sang anak menunjuk Sungsang Geni yang menunggang kuda, diapit beberapa prajurit lain, membuat dirinya tidak terlihat mencolok.

“Kau benar anaku, dia memang sangat tampan.” Sang ibu terpaku melihat wajah Sungsang Geni yang memancarkan aura terang bagai pelita dikegelapan malam.

“Apa ku melihatnya Yeni? Kami juga melihat orang itu, dia sangat tampan.”

“Benar, dan dia melihat pada kami.” Terdengar 3 gadis kecil juga memikirkan hal yang sama ketika melihat wajah Sungsang Geni.

“Hust.” Sang Ibu meletakan jari telunjuknya dibibir, “Jangan berbicara keras, atau kita akan menyinggung Pangeran Dewangga. Kalian boleh memujinya, tapi hanya didalam hati.”

Terpopuler

Comments

Solar Lardi

Solar Lardi

mantap 👍😀

2023-08-27

1

Bakso Tetelan

Bakso Tetelan

ceritanya sangat seru

2023-04-23

0

rajes salam lubis

rajes salam lubis

lanjutkan

2022-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Sungsang Geni
2 Mencari Guru
3 Tapa Brata
4 Ruh Api
5 Bangun dari Tapa yang Panjang
6 Ilmu Pedang
7 Berlatih
8 Berlatih 2
9 Menuju Majangkara
10 Satu tarikan napas
11 Pajurit Bayaran
12 Markas Prajurit Bayaran
13 Dia Bukan Manusia
14 Kemarahan Singa Emas
15 Misi Pertama
16 Bunga Suka Cita
17 Bandit
18 Kekuatan sang bandit
19 Kekuatan Api Matahari
20 Pria Misterius
21 Pendekar Pemabuk
22 Komandan Kelelawar Iblis
23 Jalur Kelabang
24 Sang Budak
25 Akhir Pertarungan
26 Kota Pendekar
27 Siapa yang Layak
28 Keraguan Sungsang Geni
29 Bawahan Yang Setia
30 Iblis Kematian Asura
31 Deklarasi Topeng Beracun
32 Bukit Atau Naga?
33 Bahtera besar
34 Kerajaan Surasena
35 Karang dalo
36 Gubuk Kecil
37 Siapa Aki ini
38 DARMA GURU
39 Sekelebat Bayangan
40 Teknik Yang Berbahaya
41 Laporan Karang Dalo
42 Tahanan Politik
43 Kemarahan Sungsang Geni
44 Goresan Kerikil
45 Lakuning Banyu
46 Pemimpin tidak harus hebat
47 Pertarungan Di Pelabuhan
48 Pertarungan Di Pelabuhan 2
49 Pertarungan Di Pelabuhan 3
50 Pertarungan Di Pelabuhan 4
51 Pertarungan di Pelabuhan 5
52 Pertarungan Di Pelabuhan 6
53 Pertarungan Di Hutan 1
54 Pertarungan Di Hutan 2
55 Pertarungan Di Hutan 3
56 Lalatah Sari
57 Reruntuhan
58 Telah Berubah
59 Akhir dan Awal
60 BATU BINTANG
61 Empu Pelak
62 Raja Baru
63 Wilayah Terlarang
64 Gerbang Zambala
65 Siluman Singa Merah
66 Api Siluman
67 Watu Kencana
68 Ini Lebih dari Neraka
69 Negri Terjajah
70 Siapapun Bisa Kuat
71 Pemilihan Pemimpin
72 Musuh Datang
73 Energi Yang Menyatu
74 Mengobati Cempaka Ayu
75 Dewi Bulan
76 Tanda di Kening
77 Rencana Sungsang Geni
78 Berlatih Meringankan Tubuh
79 Hasil dari Latihan
80 Mengendalikan Pedang
81 Menjalankan Rencana
82 Kebenaran Empu Pelak
83 Situasi Memburuk
84 Rencana Pelayan
85 Kabur
86 Di tepi sungai
87 Pertarungan di atas bukit
88 Yang Ditumbalkan
89 Kabar baik dan buruk
90 Bubuk Setan
91 Matilah dengan bangga
92 Seruan Perang
93 Jarum Beracun
94 Geni Vs Wakil Komandan
95 Geni VS Wakil Komandan
96 Situasi Gawat
97 Balas Dendam
98 Kecerobohan Membawa Malapetaka
99 Tugas Selesai
100 Tebasan Sungsang Geni
101 Sabdo Jagat terdesak
102 Kembalinya Tongkat
103 Siapa sebenaranya dia
104 Teknik Terhebat
105 Kemenangan Sabdo Jagat
106 Kekuatan Banduwati
107 MENYATU
108 Kematian Banduwati
109 Bantuan Datang
110 Berita Mengejutkan
111 Tawaran
112 Peta
113 Perkumpulan Perguruan
114 Duri Dalam Daging
115 Orang Asing
116 Ramuan
117 Lonceng Peringatan
118 Pengakuan Sungsang Geni
119 Garis Putih
120 Izin Resi Irpanusa
121 Hutan Kehidupan
122 Sarang
123 Batas
124 Rencana Licik
125 Kecurigaan Sungsang Geni
126 Awal mula
127 Ritual Tenaga Dalam
128 Keberhasilan
129 Mata-mata
130 Geni vs Londro
131 Geni vs Londro 2
132 Pertempuran Besar
133 Pertempuran Besar 2
134 Teknik Rahasia Resi Irpanusa
135 Kekalahan Telak
136 Pramudhita vs Hasrat
137 Pramudhita vs hasrat2
138 Akhir Ritual
139 Melanjutkan Perjalanan
140 Gunung Para Dewa
141 Altar Dewa
142 Lenyapnya Segel
143 Mempelajari kitab
144 Berlatih 1
145 Berlatih 2
146 Penawaran
147 Kembali
148 Surasena terpuruk
149 Perjalanan Rakyat
150 Formasi
151 Formasi 2
152 Kepercayaan Sang Patih
153 Hadiah tak terduga
154 Gerobak Angkut
155 Siluman Naga
156 Geni vs Naga
157 Geni vs Naga
158 Geni vs Naga3
159 Melanjutkan Perjalanan
160 Perang di Parit
161 Perang di Parit2
162 Perang di Parit 3
163 Perang di Parit4
164 Pernikahan Pramudhita
165 Pertahanan Terakhir
166 Geni vs Benggala
167 Jangan Tinggalkan Aku
168 Ungkapan Cinta
169 Bertemu Guru
170 Permintaan Maaf
171 Musyawarah
172 Menuju Swarnadwipa
173 Betina Pemarah
174 Siluman Kera
175 Siluman Kera2
176 Siluman Kera 3
177 Siluman Kera 4
178 Dataran Swarnadwipa
179 Dataran Swarnadwipa2
180 Pembual Ulung
181 Bandit
182 Tawaran
183 Pemerintahan Swarnadwipa
184 Istana Swarnadwipa
185 Prajurit Negri Sembilan
186 Musuh Yang Terungkap
187 Sayembara
188 Sayembara2
189 Rencana Wingkar
190 Butuh Pemimpin Cakap
191 Ratu Lebah
192 Di Ujung Kelapa
193 Di meja makan
194 Prahara Swarnadwipa1
195 Prahara Swarnadwipa2
196 Prahara Swarnadwipa3
197 Prahara Swarnadwipa 4
198 Prahara Swarnadwipa 5
199 Prahara Swarnadwipa 6
200 Prahara Swarnadwipa 7
201 Prahara Swarnadwipa 8
202 Prahara Swarnadwipa 9
203 Ritual
204 Kembali
205 Keputusan Sungsang Geni
206 Bayangkara
207 Pendekar Pemanah
208 Awalan
209 Putih Dan Hitam atau Baik Dan Jahat?
210 Buah Pertempuran
211 Kolong Langit
212 Buyung Upiak
213 Pengantar Pesan
214 Pengantar Pesan2
215 Pengantar Pesan 3
216 Prajurit Kerajaan Tumenang
217 Serangan
218 Chandrak vs Buyung Upiak
219 Chandarak VS Buyung Upiak2
220 Kehancuran dua Markas
221 Di Bawah Langit Malam
222 Pendekar Sumpit
223 Padepokan Rajawali Hitam
224 Keputusan Siko Danur Jaya
225 Menuju Markas Petarangan
226 Nona Wulandari
227 Apa Kita Pernah Bertemu?
228 Pemuda Asing
229 Demi Para Rakyat
230 Giring Macan Keluar Sarang
231 Ranjau
232 Geni Vs Branjang Musti
233 Murka Pramudhita
234 Kemenangan Sungsang Geni
235 Wanita Iblis
236 Aku Ingin Mengenalmu
237 4 Unsur Dalam Jiwa
238 Kedatangan Benggala Cokro
239 Bantuan Swarnadwipa
240 Sampan
241 Kerangkeng Tahanan
242 Energi Alam
243 Kekuatan Energi Alam
244 Markas Utama Pendekar Pemabuk
245 Geni Vs Surjadi
246 Geni Vs Surjadi2
247 Geni Vs Surjadi3
248 Geni VS Pendekar Pemabuk
249 Geni vs Pendekar Pemabuk 2
250 Geni vs Pendekar Pemabuk 3
251 Geni Vs Pendekar Pemabuk 4
252 Geni Vs Pendekar Pemabuk 5
253 Kekalahan Pendekar Pemabuk
254 Takdir Hidup
255 Pasukan Musuh
256 Perang Surasena
257 Perang Surasena 2
258 Perang Surasena 3
259 Korban Perang
260 Markas Negri Sembilan
261 Nini Sebalas Tenung
262 Ramalan Nini Sebalas Tenung
263 Maha Senopati
264 Perpisahan
265 Dua Komandan Bergerak
266 Para Budak
267 Wanita Muda dan Kakek Banci
268 Miksan Jaya
269 Musuh Mendekat
270 Perang
271 Lawan Tangguh
272 Pilihan Mahapatih
273 Perang Sesungguhnya
274 Hujan Jarum
275 Dia Datang
276 Geni Vs Jaka Balabala
277 Tubuh Sekeras Baja
278 Wira Mangkubumi terdesak
279 Musuh Yang Tepat
280 Situasi Buruk
281 Situasi Buruk 2
282 Cempaka vs Lili Suri
283 Munculnya Dewi Bulan
284 Bantuan Naga
285 Dewi Bulan
286 Cempaka Apa Kau Masih Ada di Sana
287 Kemenangan dan Kepergian
288 Buah Perang
289 Kesedihan Pendekar
290 Lembah
291 Wulandari Dan Cempaka Ayu
292 Topeng Beracun Bertindak
293 Negri Tumenang
294 Kadipaten Ujung Lempung
295 Menjamu Tamu
296 Gerobak Makanan
297 Menuju Kadipaten
298 Lembah Hantu
299 Kecurigaan Adipati Lingga
300 Kesadaran Adipati Lingga
301 Menyerang Kadipaten
302 Menduduki Kadipaten
303 Menuju Istana Tumenang
304 Sifat Buruk Rakyat Tumenang
305 Menguasai Istana
306 Menguasai Istana2
307 Menguasai Istana3
308 Menguasai Istana4
309 Menguasai Istana5
310 Menguasai Istana6
311 Menguasai Istana7
312 Menguasai Istana8
313 Menguasai Istana9
314 Menguasai Istana10
315 Menguasai Istana 11
316 Menguasai Istana12
317 Suka Cita...end...
318 Sistem Baru
319 Gadis Berwajah Kesal
320 Kesembuhan yang Sulit
321 Mungkin Dia yang bisa menolong
322 Menyelamatkan Cempaka Ayu1
323 Menyelamatkan Cempaka Ayu2
324 Bebaskan Cempaka
325 Kedatangan TOPENG BERACUN
326 Redupnya Sinar Surya
327 Istana Laut Dalam
328 Perubahan
329 Persiapan Perang
330 Kematian Wingkar
331 Kembali Ke Surasena
332 Tiba Di Surasena
333 Langit Di Ufuk Timur
334 Pergerakan Kegelapan
335 Runtuhnya Tiang Negri
336 Sumbu Pelita
337 Perang Besar
338 Perang Besar 2
339 Perang besar 3
340 Perang Besar 4
341 Perang Besar 5
342 Perang Besar 6
343 Perang Besar 7
344 Perang Besar 8
345 Perang Besar 9
346 Perang Besar 10
347 Perang Besar 11
348 Perang Besar 12
349 Perang Besar 12
350 Perang Besar 13
351 Perang Besar 14
352 Perang Besar 15
353 Perang Besar 16
354 Perang Besar 17
355 Perang Besar 18
356 Perang Besar 19
357 Perang Besar 20
358 Perang Besar 21
359 Perang Besar 22
360 Perang Besar 23
361 Perang Besar 24
362 Perang Besar 25
363 Perang Besar 26
364 Perang Besar 27
365 Perang Besar 28
366 Perang Besar 29
367 Perang Besar 30
368 Perang Besar 31
369 Perang Besar 32
370 Suka dan Duka
371 Tamat
Episodes

Updated 371 Episodes

1
Sungsang Geni
2
Mencari Guru
3
Tapa Brata
4
Ruh Api
5
Bangun dari Tapa yang Panjang
6
Ilmu Pedang
7
Berlatih
8
Berlatih 2
9
Menuju Majangkara
10
Satu tarikan napas
11
Pajurit Bayaran
12
Markas Prajurit Bayaran
13
Dia Bukan Manusia
14
Kemarahan Singa Emas
15
Misi Pertama
16
Bunga Suka Cita
17
Bandit
18
Kekuatan sang bandit
19
Kekuatan Api Matahari
20
Pria Misterius
21
Pendekar Pemabuk
22
Komandan Kelelawar Iblis
23
Jalur Kelabang
24
Sang Budak
25
Akhir Pertarungan
26
Kota Pendekar
27
Siapa yang Layak
28
Keraguan Sungsang Geni
29
Bawahan Yang Setia
30
Iblis Kematian Asura
31
Deklarasi Topeng Beracun
32
Bukit Atau Naga?
33
Bahtera besar
34
Kerajaan Surasena
35
Karang dalo
36
Gubuk Kecil
37
Siapa Aki ini
38
DARMA GURU
39
Sekelebat Bayangan
40
Teknik Yang Berbahaya
41
Laporan Karang Dalo
42
Tahanan Politik
43
Kemarahan Sungsang Geni
44
Goresan Kerikil
45
Lakuning Banyu
46
Pemimpin tidak harus hebat
47
Pertarungan Di Pelabuhan
48
Pertarungan Di Pelabuhan 2
49
Pertarungan Di Pelabuhan 3
50
Pertarungan Di Pelabuhan 4
51
Pertarungan di Pelabuhan 5
52
Pertarungan Di Pelabuhan 6
53
Pertarungan Di Hutan 1
54
Pertarungan Di Hutan 2
55
Pertarungan Di Hutan 3
56
Lalatah Sari
57
Reruntuhan
58
Telah Berubah
59
Akhir dan Awal
60
BATU BINTANG
61
Empu Pelak
62
Raja Baru
63
Wilayah Terlarang
64
Gerbang Zambala
65
Siluman Singa Merah
66
Api Siluman
67
Watu Kencana
68
Ini Lebih dari Neraka
69
Negri Terjajah
70
Siapapun Bisa Kuat
71
Pemilihan Pemimpin
72
Musuh Datang
73
Energi Yang Menyatu
74
Mengobati Cempaka Ayu
75
Dewi Bulan
76
Tanda di Kening
77
Rencana Sungsang Geni
78
Berlatih Meringankan Tubuh
79
Hasil dari Latihan
80
Mengendalikan Pedang
81
Menjalankan Rencana
82
Kebenaran Empu Pelak
83
Situasi Memburuk
84
Rencana Pelayan
85
Kabur
86
Di tepi sungai
87
Pertarungan di atas bukit
88
Yang Ditumbalkan
89
Kabar baik dan buruk
90
Bubuk Setan
91
Matilah dengan bangga
92
Seruan Perang
93
Jarum Beracun
94
Geni Vs Wakil Komandan
95
Geni VS Wakil Komandan
96
Situasi Gawat
97
Balas Dendam
98
Kecerobohan Membawa Malapetaka
99
Tugas Selesai
100
Tebasan Sungsang Geni
101
Sabdo Jagat terdesak
102
Kembalinya Tongkat
103
Siapa sebenaranya dia
104
Teknik Terhebat
105
Kemenangan Sabdo Jagat
106
Kekuatan Banduwati
107
MENYATU
108
Kematian Banduwati
109
Bantuan Datang
110
Berita Mengejutkan
111
Tawaran
112
Peta
113
Perkumpulan Perguruan
114
Duri Dalam Daging
115
Orang Asing
116
Ramuan
117
Lonceng Peringatan
118
Pengakuan Sungsang Geni
119
Garis Putih
120
Izin Resi Irpanusa
121
Hutan Kehidupan
122
Sarang
123
Batas
124
Rencana Licik
125
Kecurigaan Sungsang Geni
126
Awal mula
127
Ritual Tenaga Dalam
128
Keberhasilan
129
Mata-mata
130
Geni vs Londro
131
Geni vs Londro 2
132
Pertempuran Besar
133
Pertempuran Besar 2
134
Teknik Rahasia Resi Irpanusa
135
Kekalahan Telak
136
Pramudhita vs Hasrat
137
Pramudhita vs hasrat2
138
Akhir Ritual
139
Melanjutkan Perjalanan
140
Gunung Para Dewa
141
Altar Dewa
142
Lenyapnya Segel
143
Mempelajari kitab
144
Berlatih 1
145
Berlatih 2
146
Penawaran
147
Kembali
148
Surasena terpuruk
149
Perjalanan Rakyat
150
Formasi
151
Formasi 2
152
Kepercayaan Sang Patih
153
Hadiah tak terduga
154
Gerobak Angkut
155
Siluman Naga
156
Geni vs Naga
157
Geni vs Naga
158
Geni vs Naga3
159
Melanjutkan Perjalanan
160
Perang di Parit
161
Perang di Parit2
162
Perang di Parit 3
163
Perang di Parit4
164
Pernikahan Pramudhita
165
Pertahanan Terakhir
166
Geni vs Benggala
167
Jangan Tinggalkan Aku
168
Ungkapan Cinta
169
Bertemu Guru
170
Permintaan Maaf
171
Musyawarah
172
Menuju Swarnadwipa
173
Betina Pemarah
174
Siluman Kera
175
Siluman Kera2
176
Siluman Kera 3
177
Siluman Kera 4
178
Dataran Swarnadwipa
179
Dataran Swarnadwipa2
180
Pembual Ulung
181
Bandit
182
Tawaran
183
Pemerintahan Swarnadwipa
184
Istana Swarnadwipa
185
Prajurit Negri Sembilan
186
Musuh Yang Terungkap
187
Sayembara
188
Sayembara2
189
Rencana Wingkar
190
Butuh Pemimpin Cakap
191
Ratu Lebah
192
Di Ujung Kelapa
193
Di meja makan
194
Prahara Swarnadwipa1
195
Prahara Swarnadwipa2
196
Prahara Swarnadwipa3
197
Prahara Swarnadwipa 4
198
Prahara Swarnadwipa 5
199
Prahara Swarnadwipa 6
200
Prahara Swarnadwipa 7
201
Prahara Swarnadwipa 8
202
Prahara Swarnadwipa 9
203
Ritual
204
Kembali
205
Keputusan Sungsang Geni
206
Bayangkara
207
Pendekar Pemanah
208
Awalan
209
Putih Dan Hitam atau Baik Dan Jahat?
210
Buah Pertempuran
211
Kolong Langit
212
Buyung Upiak
213
Pengantar Pesan
214
Pengantar Pesan2
215
Pengantar Pesan 3
216
Prajurit Kerajaan Tumenang
217
Serangan
218
Chandrak vs Buyung Upiak
219
Chandarak VS Buyung Upiak2
220
Kehancuran dua Markas
221
Di Bawah Langit Malam
222
Pendekar Sumpit
223
Padepokan Rajawali Hitam
224
Keputusan Siko Danur Jaya
225
Menuju Markas Petarangan
226
Nona Wulandari
227
Apa Kita Pernah Bertemu?
228
Pemuda Asing
229
Demi Para Rakyat
230
Giring Macan Keluar Sarang
231
Ranjau
232
Geni Vs Branjang Musti
233
Murka Pramudhita
234
Kemenangan Sungsang Geni
235
Wanita Iblis
236
Aku Ingin Mengenalmu
237
4 Unsur Dalam Jiwa
238
Kedatangan Benggala Cokro
239
Bantuan Swarnadwipa
240
Sampan
241
Kerangkeng Tahanan
242
Energi Alam
243
Kekuatan Energi Alam
244
Markas Utama Pendekar Pemabuk
245
Geni Vs Surjadi
246
Geni Vs Surjadi2
247
Geni Vs Surjadi3
248
Geni VS Pendekar Pemabuk
249
Geni vs Pendekar Pemabuk 2
250
Geni vs Pendekar Pemabuk 3
251
Geni Vs Pendekar Pemabuk 4
252
Geni Vs Pendekar Pemabuk 5
253
Kekalahan Pendekar Pemabuk
254
Takdir Hidup
255
Pasukan Musuh
256
Perang Surasena
257
Perang Surasena 2
258
Perang Surasena 3
259
Korban Perang
260
Markas Negri Sembilan
261
Nini Sebalas Tenung
262
Ramalan Nini Sebalas Tenung
263
Maha Senopati
264
Perpisahan
265
Dua Komandan Bergerak
266
Para Budak
267
Wanita Muda dan Kakek Banci
268
Miksan Jaya
269
Musuh Mendekat
270
Perang
271
Lawan Tangguh
272
Pilihan Mahapatih
273
Perang Sesungguhnya
274
Hujan Jarum
275
Dia Datang
276
Geni Vs Jaka Balabala
277
Tubuh Sekeras Baja
278
Wira Mangkubumi terdesak
279
Musuh Yang Tepat
280
Situasi Buruk
281
Situasi Buruk 2
282
Cempaka vs Lili Suri
283
Munculnya Dewi Bulan
284
Bantuan Naga
285
Dewi Bulan
286
Cempaka Apa Kau Masih Ada di Sana
287
Kemenangan dan Kepergian
288
Buah Perang
289
Kesedihan Pendekar
290
Lembah
291
Wulandari Dan Cempaka Ayu
292
Topeng Beracun Bertindak
293
Negri Tumenang
294
Kadipaten Ujung Lempung
295
Menjamu Tamu
296
Gerobak Makanan
297
Menuju Kadipaten
298
Lembah Hantu
299
Kecurigaan Adipati Lingga
300
Kesadaran Adipati Lingga
301
Menyerang Kadipaten
302
Menduduki Kadipaten
303
Menuju Istana Tumenang
304
Sifat Buruk Rakyat Tumenang
305
Menguasai Istana
306
Menguasai Istana2
307
Menguasai Istana3
308
Menguasai Istana4
309
Menguasai Istana5
310
Menguasai Istana6
311
Menguasai Istana7
312
Menguasai Istana8
313
Menguasai Istana9
314
Menguasai Istana10
315
Menguasai Istana 11
316
Menguasai Istana12
317
Suka Cita...end...
318
Sistem Baru
319
Gadis Berwajah Kesal
320
Kesembuhan yang Sulit
321
Mungkin Dia yang bisa menolong
322
Menyelamatkan Cempaka Ayu1
323
Menyelamatkan Cempaka Ayu2
324
Bebaskan Cempaka
325
Kedatangan TOPENG BERACUN
326
Redupnya Sinar Surya
327
Istana Laut Dalam
328
Perubahan
329
Persiapan Perang
330
Kematian Wingkar
331
Kembali Ke Surasena
332
Tiba Di Surasena
333
Langit Di Ufuk Timur
334
Pergerakan Kegelapan
335
Runtuhnya Tiang Negri
336
Sumbu Pelita
337
Perang Besar
338
Perang Besar 2
339
Perang besar 3
340
Perang Besar 4
341
Perang Besar 5
342
Perang Besar 6
343
Perang Besar 7
344
Perang Besar 8
345
Perang Besar 9
346
Perang Besar 10
347
Perang Besar 11
348
Perang Besar 12
349
Perang Besar 12
350
Perang Besar 13
351
Perang Besar 14
352
Perang Besar 15
353
Perang Besar 16
354
Perang Besar 17
355
Perang Besar 18
356
Perang Besar 19
357
Perang Besar 20
358
Perang Besar 21
359
Perang Besar 22
360
Perang Besar 23
361
Perang Besar 24
362
Perang Besar 25
363
Perang Besar 26
364
Perang Besar 27
365
Perang Besar 28
366
Perang Besar 29
367
Perang Besar 30
368
Perang Besar 31
369
Perang Besar 32
370
Suka dan Duka
371
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!