》》》Bantu Vote dan like ya readers ☺
thanks udah nyempetin baca ♡♡
▪▪▪▪¤¤¤¤¤¤▪▪▪▪▪¤¤¤▪▪▪
Salwa bergegas ke luar dari kamar mandi lalu menutup pintunya. Sayangnya kamar mandi tidak dilengkapi dengan kunci jadi ia hanya bisa menutup pintunya saja. Salwa membuka almari yang sudah disediakan Yang PouHan, ia mulai mengacak-acak isi almarinya karena dirasa tidak ada baju yang sesuai dengan dirinya.
"Gila, baju apaan ini" Salwa mulai frustasi, semua baju yang ada hanya hot pants, baju singlet, baju dalam, celana dalam, celana pendek, rok pendek dan baju-baju seksi lainnya. Ia mulai mencari di bagian rak paling bawah , ia justru tercengang dengan isinya. Berbagai macam baju tidur seksi, lingeri warna-warni yang membuat Salwa merinding membayangkan kalau dirinya harus memakainya.
"Pakai yang ini saja sayang"ucap seorang pria yang memeluk pinggang Salwa dari belakang.
"Kau, beraninya kau menyentuhku!"ucap Salwa sambil berusaha melepaskan pelukan Yang PouHan. Namun laki-laki itu memeluknya dengan sangat kuat sehingga tenaga Salwa seperti tidak ada artinya.
"Ayolah, jangan bergerak-gerak, kau jangan menggodaku terus" Yang Pou Han mulai melecehkan perempuan itu dengan memeluknya dari belakang sembari menggosok-gosokkan organ tubuhnya yang mulai mengeras dan menegang di belakang Salwa.
"Kau benar-benar gila, aku bukan wanitamu, aku tidak mengenalmu"ucap Salwa dengan tetap berusaha melepas pelukan Yang Pou Han.
"Hey, semakin kau menolak, aku semakin menginginkanmu" Yang Pou Han mulai menjalankan aksinya, namun Salwa masih berusaha lepas dari laki-laki itu. Dengan sekuat tenaga ia menginjak kaki Yang Pou Han sehingga pria itu menjerit kesakitan. Seketika tangan Yang PouHan bisa terlepas dari tubuh Salwa. Salwa berlari keluar kamarnya. Salwa bersembunyi di sebuah ruangan yang lain, kamar yang sangat besar. Mungkin itu adalah kamar utama. Kamar yang mewah dan elegan, Salwa mengunci kamar itu dari dalam. Ia masuk ke kamar mandi dan melanjutkan mandinya karena tubuhnya masih banyak busa sabun yang belum dibersihkan.
Salwa mencari baju di dalam almari pakaian. Banyak sekali baju pria baik stelan, kemeja dan kaos polos baik lengan pendek maupun lengan panjang.
Ia mengambil banyak tshirt polos lengan panjang dan oblong. Salwa memakai tshirt polos warna hijau dengan celana pendek pria. Ia lebih baik berdandan seperti laki-laki daripada harus memakai pakaian yang sudah disediakan dalan almarinya.
Salwa keluar dari kamar besar itu, ia mengendap-ngendap sambil membawa setumpuk pakaian. Di depan kamar lain yang tertutup ia mendengar suara laki-laki dan wanita sedang saling mendesah. Salwa hanya geleng-geleng kepala dibuatnya.
"Penghuni disini memang tidak punya malu" batin Salwa. Ia masuk ke kamarnya sendiri. Sepertinya laki-laki itu sudah pergi. Salwa bersyukur hari ini terbebas dari laki-laki mesum itu dan ia juga sudah mendapatkan banyak pakaian dari kamar lain. Mungkin itu kesannya mencuri, tapi ia akan jujur kepada pemiliknya jika ia sudah tahu siapa pemilik kamar besar itu.
☆☆☆☆●●●●●☆☆☆☆
Sean mulai sibuk dengan aktivitasnya lagi. Ia sebagai direktur utama yang menggantikan posisi ayahnya yang sudah meninggal lima tahun yang lalu tentunya mempunyai jadwal kegiatan yang padat. Leon dan Abust dengan setia membantu pekerjaan Sean yang sempat ditinggalkan.
"Hari ini pukul 10.30 ada meeting dengan perusahaan AR, aku sudah membuat salinan file yang diperlukan. Bos tinggal pelajari saja, jika ada yang kurang akan aku benahi langsung" ucap Leon sambil menyerahkan map biru bergambarkan logo Arthur Corporation. Sean memeriksa berkas-berkas dan mempelajarinya dengan seksama. Ia tersenyum melihat hasil kerja Leon yang bagus. Ia memang tidak salah memilihnya sebagai tangan kanannya. Leon selalu melakukan pekerjaannya dengan sempurna.
"Bagus, aku akan menandatangninya"ucap Sean sambil membubuhkan tanda tangannya di berkas itu. Setelah meeting dengan perusahaan AR kita punya misi penting. Kalian berdua harus bersiap.
●●●●●°°°°°°°●●●●●●
"Nona apa saya boleh masuk?"terdengar suara ketukan diikuti suara seorang pria, Salwa membukakan pintu kamarnya. Ternyata seorang pelayan yang bertugas memberikan camilan sehat kepada pemilik kamar.
"Satu jam lagi adalah jam makan siang, nona bisa keluar dan ikut makan bersama nona-nona yang lain"ucap pelayan itu sopan.
"Baik, terimakasih"pelayan itupun kembali undur diri setelah meletakkan beberapa potong buah di atas nakas.
"Salwa mencuci wajahnya. Ia ingin terlihat segar di depan para nona-nona yang dimaksud oleh pelayan itu. Ia memakai kaos polos lengan panjang dipadukan dengan celana di atas lutut. Setidaknya hanya celana itu yang menurutnya masih wajar dibandingkan celana yang lain. Celananya sangat pas di badan Salwa yang ramping, tetapi ia masih merasa tidak nyaman, karena celana pendeknya malah memperjelas bentuk tubuhnya. Tapi ia masih bisa menutupi bagian belakang dengan kaos panjangnya. Salwa memakai bedak dan sedikit lipstik yang berwarna hampir sama dengan warna bibirnya. Wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya karena ia baru saja keluar dari rumah sakit.
Salwa keluar dari kamarnya, ia menuju meja makan. Ia sangat terkejut melihat banyak wanita yang sudah menunggu untuk makan siang. Mereka semua mengenakan pakaian yang super seksi dengan memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Wanita-wanita cantik itu sangat heran melihat Salwa yang berdandan sangat biasa dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda. Salwa mengambil bagian dengan duduk di sebelah wanita berambut pirang. Salwa tersenyum ke arahnya.
"Apakah kau anak baru?"tanya wanita cantik itu.
Salwa hanya mengangguk, ia merasa tidak nyaman dengan sebutan anak baru.
"Kenapa tidak makan, apa yang kita tunggu?tanya Salwa kepada wanita itu.
"Apa kau tidak tahu apa-apa, jadi menurutmu untuk apa kami berdandan cantik seperti ini?"wanita itu malah balik menanyai Salwa.
"Aku tidak tahu, mungkin karena di alamari pakaian hanya ada baju-baju seperti itu saja"ucap Salwa polos.
"Hahaha, kau terlalu polos. Aku Carrol , siapa namamu?"tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya. Salwa tersenyum sambil menyambut tangan Carrol.
"Aku....."Salwa bingung harus menjawab apa, karena ia sendiri tidak tahu siapa namanya.
"Aku...."
"Michel"suara laki-laki datang dari arah belakang sambil memegang ke dua pundak Salwa.
"Namanya Michella audy, kalian bisa memanggilnya Michel"ucapnya lagi memperkenalkan Salwa kepada semua wanita cantik itu.
》》next...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Juan Sastra
salwa hilang ingatan kan bukan hilang iman,,kok ggak menutup auratnya
2023-04-24
0
epifania rendo
semoga salwa bisa metemu sama sean
2022-08-20
0
Cucu Saodah
duh kasian salwa sampai linglung
2022-01-19
0