☆☆☆ Tekan like sebelum lanjut membaca ya readers ♡♡♡
Di sebuah ruangan kecil dengan dinding bercat putih seorang gadis tergeletak lemah tak berdaya. Seorang wanita berusia sekitar tiga puluh lima tahun sedang sibuk dengan obat-obatan mengoles krim di hampir sekujur tubuh gadis itu. Luka memar dan terbuka berwarna merah keunguan menghiasi beberapa bagian tubuh mungilnya. Badannya terasa panas, suhu tubuhnya mencapai tiga puluh sembilan derajat celcius.
Gadis itu adalah Salwa. Xiau Chien mengompres kening Salwa dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangatm Ia dengan cekatan membalut luka Salwa yang terbuka dengan perban dan anti biotik.
"Gadis yang malang," gumam Xiau Chien dalam hati.
Xiau Chien adalah dokter pribadi Abust yang sudah bekerja lima tahun dengannya. Ia sangat mengenal watak dan karakter Abust karena dirinya sudah menganggap Abust seperti adiknya sendiri. Sejak meninggalnya ibu Abust, Xiau Chienlah yang mengurus keperluan Abust. Abust kecil yang hidup sebatang kara menginap di rumah Xiau Chien, ibu Abust merupakan asisten rumah tangga di rumah keluarga Xiau Chien. Sehingga saat Ibu Abust meninggal Xiau Chienlah yang mengasuhnya untuk sementara, sampai Sean Arthur datang untuk mengadopsinya.
Abust terburu-buru memarkirkan mobilnya di halaman depan rumahnya. Ia berlari menuju ruang bawah tanah. Amarahnya masih belum reda. Ia ingin melampiaskannya kepada Salwa. Setidaknya dengan melihat Salwa menderita ia merasa sedikit bahagia. Wajahnya semakin geram saat melihat Salwa tidak berada di tempat.
"Dimana gadis itu?"tanya Abust kepada para penjaga dengan tatapan penuh kemarahan.
"Nona Xiau Chien membawanya ke ruangannya," ucap salah seorang penjaga yang langsung mendapatkan hadiah tamparan yang keras oleh Abust.
Abust segera pergi meninggalkan dua orang penjaga itu, ia berjalan cepat menemui Xiau Chien. Ia terhenti saat Xiau Chien baru saja keluar dari ruangannya.
"Dimana gadis itu?" tanya Abust kemudian.
"Ada di dalam. Dia demam, kau jangan mengganggunya dulu," ucap Xiau Chien sambil mengemasi barang-barang miliknya. Karena tugasnya sudah selesai ia akan kembali ke rumah sakit.
"Aku sudah memasang selang infus, mungkin dia membutuhkan 3 sampai 4 kali cairan agar tubuhnya kembali sehat. Saat ini dirinya butuh banyak istirahat untuk memulihkan kondisinya. Aku pergi dulu, aku sudah menghubungi seorang perawat untuk datang kesini , ia akan menjaga gadis itu selama aku pergi." Xiau Chien menjelaskan kondisi Salwa kepada Abust lalu pergi meninggalkannya tanpa menunggu jawaban dari Abust.
Abust membuka pintu tempat Salwa di rawat. Sepertinya Xiau Chien telah mengganti pakaian Salwa dengan pakaian milik Abust. Tampak Salwa tidur mengenakan kemeja yang sedikit kebesaran dengan celana kain panjang.
Perlahan Abust memasuki ruangan itu dan berhenti tepat di sisi ranjang di mana Salwa berbating. Wajah Salwa terlihat pucat dengan beberapa perban membungkus lengannya, namun ia tetap terlihat cantik. Rambut hitamnya terurai menutupi sedikit wajahnya. Abust menatap gadis itu dengan begitu lekat, ia menyibakkan rambut salwa yang menutupi wajah cantiknya itu. Tersungging seulas senyum di ujung bibir Abust.
"Ternyata kau adalah gadis yang sangat cantik, pantas saja Sean memperlakukanmu dengan baik, tapi itu tidak berlaku untukku. Kau beruntung punya waktu sedikit untuk beristirahat," ucap Abust lirih. Ia kemudian berlalu meninggalkan Salwa yang masih tertidur.
Abust pergi ke ruangannya. Ia meminta wanitanya datang menemuinya. Hari ini ia merasa begitu lelah, ia mengambil wine lalu menuangkannya ke dalam sebuah selogi. Ia menikmati wine mahalnya sambil menunggu perempuan favoritnya datang.
Sebenarnya ia ingin sekali melampiaskan kemarahannya kepada Salwa. Namun saat melihat kondisi Salwa ia sedikit merasa kasihan, wajah Salwa yang lembut dan teduh seakan menyihir hati Abust yang memanas menjadi lebih dingin. Ia memejamkan matanya sambil sesekali meneguk wine yang ada di tangannya. Sekelebat bayangan gadis itu terlihat lagi dalam ingatannya. Entah apa yang sudah merasuki pikirannya sehingga bayangan wajah Salwa masih menari-nari dalam pikirannya.
CEKLEEKKK..
Tampak seorang wanita yang berpakaian seksi dengan bibir merah merona masuk ke ruangan Abust. Wanita itu memeluk Abust dari belakang dan mencium tengkuk lehernya dengan mesra.
Abust menikmati setiap sentuhan wanita itu yang mulai secara liar memainkan bagian-bagian tubuh Abust dengan bibir dan lidahnya.
Abust hanya memejamkan matanya, ia membayangkan yang melakukan hal itu adalah Salwa. Ia semakin larut dalam permainan wanita itu lalu mereka melakukan kegiatan itu dengan berpindah di ranjang besar. Abust sama sekali tidak melakukan apa-apa, ia hanya membiarkan wanitanya saja yang bergerak aktif.
Entah apa yang dimiliki oleh perempuan itu, bahkan saat bermain dengan perempuan lain bayangan gadis sialan yang berwajah polos itu selalu muncul di dalam pikiran Abust. Sampailah di titik di mana mereka mengakhiri kegiatan pergumulan itu. Terdengar erangan dari bibir keduanya dengan wajah dan tubuh penuh peluh.
Tidak seperti biasanya, Abust ikut berbating tidur di samoing wanitanya. Saat ini ia segera membersihkan diri lalu berganti dengan pakaian bersih.
Pikirannya sedikit jernih setelah hasratnya tersalurkan, meskipun ada perasaan kecewa karena sedari tadi ia justru membayangkan wanita lain yang sedang melakukan hal itu dengannya. Ia melihat wanitanya masih tertidur pulas dengan tanpa menggunakan pakaian. Ia hanya menolehnya sebentar lalu keluar kamar tanpa menutup pintunya kembali.
Abust ingin melihat kondisi kakak angkaynya di rumah sakit. Namun ia ingin melihat Salwa terlebih dulu. Gadis itu ternyata belum juga terbangun. Ia hanya melihatnya sekejap kemudian berlalu menuju mobilnya yang ia parkir di depan rumahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Sunarty Narty
hei tiga kakak beradik berebut satu perempuan 🤭🤭🤭🤭pesona gadis indo
2022-10-12
0
epifania rendo
jangan sampai abust macam2 sama salwa
2022-08-20
0
Cucu Saodah
wah gawat. abust minta di dor sama sean
2022-01-19
0