Pengakuan

》》Kencengin vote dan likenya ya kakak-kakak dan adik-adik yang baik hati, biar Author semangat updatenya..❤❤

●●●●●●●□□□□□□□●●●●●●

"Kenapa kau malu, bukannya aku sering melihatmu tanpa busana" ucap Yang PouHan menggoda Michella.

"Dasar kau laki-laki tak tahu malu" Michella mulai memaki Yang sambil memegangi selimut yang ia kenakan. Yang mendekatinya dan merebahkan kepalanya di paha Michella yang masih tertutup selimut.

"Apa kau tidak ingin menghabiskan malam yang dingin ini bersamaku?"

"Menyingkir kau dari sini, dasar laki-laki mesum" Michella menyingkirkan kepala Yang yang berada di atas pahanya. Ia kembali berdiri sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Yang melihat reaksi Michella seperti itu hanya terkekeh, ia merasa Michella bisa menjadi hiburan tersendiri baginya. Michella membuka isi almari milik Yang, ia mencari baju yang bisa ia gunakan.

"Hey... kau mau mencuri pakaianku lagi, bisa habis pakaianku kalau kau curi setiap hari" Yang mulai memojokkan Michella dengan kata-katanya sambil tengkurap di atas kasur miliknya. Michella tak peduli dengan ocehan Yang Pou han, ia masih mencari baju yang cocok untuk ia kenakan. Setelah memilih kemeja lengan panjang dengan celana pendek , Michella berlari ke kamar mandi tanpa menghiraukan Yang PouHan yang menatapnya.

Setelah sampai di kamar mandi ia membuka sedikit pintu lalu melemparkan selimut tebal itu ke arah Yang Pou Han.

"Nih, ambil"ucapnya sambil menutup pintu kamar mandi dengan cepat. Yang melihatnya hanya tersenyum melihat ulah michella. Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, Michella keluar dengan memakai kemeja lengan panjang yang kebesaran dengan celana pendek kedodoran selutut milik Yang PouHan. Yang kembali terkekeh melihat penampilan Michella yang aneh itu.

"Apa yang lucu?"ucap Michella kesal. Yang menggelengkan kepalanya. Ia menepuk ranjang disebelahnya menyuruh Michella duduk.

"Sini, makan dulu. Aku tahu kau sudah lapar"ucap Yang sambil menunjuk ke arah sup ayam yang masih hangat.

"Aku tidak lapar"jawab Michella cepat...

KRRUUUKKKK,, Suara perut Michella memberi jawaban yang sebenarnya atas kebohongan yang baru saja ia ucapkan. Yang kembali terkekeh mendengarnya. Entah mengapa gadis di depannya ini membuatnya bisa melepaskan emosinya yang selama ini hanya penuh dengan kepura-puraan.

"Sudahlah, ayo makan" Yang menarik lengan Michella agar ia duduk di sampingnya. Michella segera meraih sup hangat itu lalu melahapnya hingga habis.

"Terimakasih" ucap Michella setelah menyelesaikan makannya.

"Tapi aku belum kenyang, apa ada makanan lain?"ucap Michella dengan polosnya.

"Apa...."

▪▪▪▪▪▪▪▪¤¤¤¤¤¤▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

"Aku hitung sekarang, SATU......, DUA......, INI KESEMPATAN TERAKHIRMU NONA, KAU BISA MEMIKIRKANNYA SEKALI LAGI" Sean masih menunggu wanita itu bicara, namun ia merasa hanya sia-sia.

"Baiklah, aku harap kau tidak menyesal dengan keputusanmu. Tamu-tamuku, silahkan kalian puaskan hasrat kalian kepada wanita cantik di depan kalian ini"

"TIGA" Segera bodyguard itu membuka pintu besi yang menahan wanita itu, 3 orang preman dengan banyak tato di sekujur tubuhnya, mulai masuk terlebih dahulu, mereka mulai mendekati wanita itu, ia membuka kancing baju yang di pakai wanita itu secara paksa hingga terlihat tubuhnya yang sintal. Wanita itu hanya menahan kemarahannya dengan menutup matanya.

Mereka mulai bergerilya menghujani wanita itu dengan cumbuhan dan berbagai macam gaya. Wanita itu mulai memberontak saat ketiga laki-laki itu mulai membuka paksa bagian pribadi miliknya.

"Lepaskan aku, aku tidak akan mengampuni kalian" ancam wanita itu. Namun hal itu sama sekali tidak membuat takut ketiga preman itu. Mereka hanya terkekeh karena ancaman wanita itu hanyalah halusinansi dirinya saja.

"Lepaskan, kalian tidak akan bisa melakukan itu padaku" wanita itu berusaha melepaskan dirinya yang sudah tidak mengenakan pakaiannya dengan utuh.

"Sean berengsek, aku akan mengatakannya, singkirkan pria-pria menjijikkan ini dari hadapanku" Teriak wanita itu sekuat tenaga karena ia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan preman-preman itu yang mulai menikmati tubuhnya. Sean tersenyum , ia mengintruksikan Leon agar ke tiga preman itu menghentikan aksinya. Leon mengangguk, ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan aksi ketiga preman itu.

"Keluar kalian" ucap para bodyguard sambil menodongkan pistol ke arah ketiga preman itu.

"Baiklah, carikan aku pengganti wanita ini, aku sudah tidak bisa menahannya" ucap salah satu preman itu sambil keluar dari jeruji besi.

Sean diikuti oleh kedua anak buahnya sekaligus adik angkatnya turun ke ruang bawah tanah menggunakan lift khusus. Sean yang masih terlihat marah mendatangi wanita itu yang berusaha menutupi tubuhnya yang sudah berpakaian tidak lengkap. Sean melemparkan jas mahalnya kepada wanita itu.

"Pakai ini" ucap Sean tanpa menoleh ke arah wanita itu. Wanita itu langsung mengenakan jas itu untuk menutupi tubuhnya. Sean menatap tajam wanita itu lalu menodongkan pistolnya ke arah wajah wanita itu.

"Jangan terlalu lama membuang waktuku, katakan semuanya" Sean membentak perempuan itu dengan tidak sabar.

"Setelah kau mendengar semuanya, bunuh aku. Aku tidak ingin kehidupanku membuat keluargaku celaka" Wanita itu berkata dengan mata berkaca-kaca.

"Kau akan mendapatkan keinginanmu" Ucap Sean lagi.

"Yang PouHan mengumpulkan beberapa wanita yang ia jadikan sebagai pelampiasan nafsunya. Ia memperlakukan kami para wanita dengan baik bak ratu, ia memanjakan kami dengan fasilitasnya yang mewah, baju-baju mahal dan perhiasan. Dan pada saatnya ia sudah bosan pada salah satu diantara kami ia menyuruh untuk melakukan sesuatu untuk membayar segala yang telah kami gunakan selama berada di rumahnya".

"Kami yang sudah tergantikan dengan wanita cantik lain diberikan pelatihan sebagai snipper dan latihan bela diri. Saat dia bermasalah dengan rekan bisnisnya salah satu diantara kami akan diperintahkan untuk menghabisinya baik menggunakan senjata tajam ataupun racun, jika tidak keluarga kami akan menjadi taruhannya".

" Sebelumnya aku merasa sangat beruntung menjadi salah satu wanita Yang PouHan, karena begitu banyak fasilitas mewah yang aku peroleh, aku bahkan bisa membiayai pengobatan ibuku sampai sembuh. Aku tidak masalah meski Yang PouHan hanya menjadikanku sebagai pelampiasan nafsunya asalkan aku bisa memperoleh banyak hal darinya. Tetapi saat ini keluargaku dijadikannya sebagai jaminan penyelesaian tugasku, jika kau tidak mati berarti aku yang harus mati agar Yang pouHan melepaskan keluargaku" Wanita itu mulai menangisi nasibnya saat ini.

"Sekarang kau sudah tahu semuanya, sekarang cepat bunuh aku, kirim mayatku ke rumahnya agar ia tahu pengorbananku untuknya" teriak wanita itu sambil menangis. Sean tidak menyangka Yang PouHan bisa melakukan hal keji kepada wanita yang sudah membantunya memuaskan hasratnya.

Sean mulai menaikkan tangannya yang masih membawa senjata api, ia arahkan ujung pistol itu ke arah sasarannya, dengan perhitungan yang cermat, ia yakin peluru akan melesat dengan tepat sasaran.

"DORRRR,DORRRR,DORRRR" Sean melepaskan peluru dari selongsongnya berkali-kali diikuti teriakan wanita itu.

\=》bersambung..

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

selamat otor 💪😘...
ceritanya seruuu

2023-04-22

0

Sunarty Narty

Sunarty Narty

aduh bahaya si Salwa ne,Sean cepat lh masa g ada cctv yg nunjukin Salwa pas ketabrak mobil yang

2022-10-12

0

Cucu Saodah

Cucu Saodah

kasian ya. duh salwa lagi dididik jadi begituan sama si peyank

2022-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Perpisahan Sekolah
2 Keputusan Salwa
3 Bertolak ke Luar Negeri
4 Tugas Pertama
5 Leon dan Abust
6 Perhatian Sean
7 Penyerangan tersembunyi
8 Perawatan Sean
9 Penyiksaan Salwa
10 Pertengkaran Leon dan Abust
11 Perawatan Salwa
12 Penyelamatan Salwa
13 Sean Bangun
14 Kepiluhan
15 Penyelidikan
16 Michella
17 Pengaruh Yang PouHan
18 Hujan
19 Ketahuan
20 Pengakuan
21 Belajar
22 Kepergian
23 Kerinduan
24 Memasak
25 Sakit Hati
26 Nindy
27 Perselisihan
28 Menikahlah denganku
29 Pelukan Terakhir
30 Sambutan
31 Pertemuan
32 Ketakutan
33 CARI
34 Sadarlah ( Part I)
35 Sadarlah (Part II)
36 Remember me part I
37 Remember me part 2
38 Remember me part 3
39 Remember me part 4
40 Remember me part 5
41 Remember me part 6
42 Remember me Part 7
43 Remember Me part 8
44 Remember Me part 9
45 Remember me part 10
46 Remember me Part 11
47 Remember Me
48 Remember Me (MP part 2)
49 Remember me part 12
50 Remember Me part 13
51 Remember me Part 14
52 Remember me part 15
53 Remember me part 16
54 Remember me part 17
55 Remember me part 18
56 Remember me part 19
57 Remember me part 20
58 Remember me part 21
59 Remember me last part
60 Permintaan Salwa
61 Rumah Keluarga Arthur
62 Bertemu Sean
63 Kencan
64 Susah tidur
65 Club Malam
66 Kekecewaan Yang Pou Han
67 Perampok
68 Undangan
69 Pembelaan untuk Emelie
70 H-1
71 Hari Pernikahan
72 Pernikahan part 2
73 Di Hotel
74 Di Hotel Part 2
75 Tragedi part 1
76 Tragedi part 2
77 Tragedi part 3
78 Rumah Keluarga Bay
79 Rumah Keluarga Bay part 2
80 Rencana Liburan
81 Liburan Seru part 1
82 Liburan Seru part 2
83 Pengakuan Part 1
84 Pengakuan Part 2
85 Pengumuman
86 USG
87 Bertemu Kembali
88 Trauma
89 Mengikhlaskan
90 Kedatangan Nyonya Besar
91 Pria itu...
92 Pertengkaran suami istri
93 Ikut Bekerja
94 Lapar
95 Bangun pagi
96 Bersama lagi...
97 Mandi
98 Hotel
99 Berkunjung
100 Kecelakaan
101 Di Rumah Sakit
102 Berusaha Menerima
103 Kedatangan Nyonya Besar
104 Terjebak
105 Penemuan Abust
106 Menyelamatkan
107 Barang Bukti
108 Tangkap Mereka
109 Selamat tinggal..
110 Pemakaman
111 Masa Lalu
112 Penyesalan
113 Janji
114 Kembali Pulang
115 Datang Bulan..?
116 Cara Lain
117 Tenanglah
118 Saudara ?
119 Saudara ? II
120 Bukan siapa-siapa
121 Rencana Pembebasan
122 Tidak Pulang
123 Nyonya Bay
124 Leon
125 Leon II
126 Persiapan
127 Perjanjian
128 Jamuan
129 Jamuan II
130 Hancur I
131 Jangan Pergi !!
132 Maaf
133 Mengundurkan Diri
134 Pria Mesum
135 Sean I
136 Sean 2
137 Sean 3
138 Sean 4
139 Sean 5
140 Sean 6
141 Sean 7 End
142 Pengumuman
143 Ekstra Chapter 1
144 Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145 Ekstra Chapter 3
146 Ekstra Chapter 4
147 Ekstra Chapter End
148 Penutup
149 New Story
150 Pengumuman
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Perpisahan Sekolah
2
Keputusan Salwa
3
Bertolak ke Luar Negeri
4
Tugas Pertama
5
Leon dan Abust
6
Perhatian Sean
7
Penyerangan tersembunyi
8
Perawatan Sean
9
Penyiksaan Salwa
10
Pertengkaran Leon dan Abust
11
Perawatan Salwa
12
Penyelamatan Salwa
13
Sean Bangun
14
Kepiluhan
15
Penyelidikan
16
Michella
17
Pengaruh Yang PouHan
18
Hujan
19
Ketahuan
20
Pengakuan
21
Belajar
22
Kepergian
23
Kerinduan
24
Memasak
25
Sakit Hati
26
Nindy
27
Perselisihan
28
Menikahlah denganku
29
Pelukan Terakhir
30
Sambutan
31
Pertemuan
32
Ketakutan
33
CARI
34
Sadarlah ( Part I)
35
Sadarlah (Part II)
36
Remember me part I
37
Remember me part 2
38
Remember me part 3
39
Remember me part 4
40
Remember me part 5
41
Remember me part 6
42
Remember me Part 7
43
Remember Me part 8
44
Remember Me part 9
45
Remember me part 10
46
Remember me Part 11
47
Remember Me
48
Remember Me (MP part 2)
49
Remember me part 12
50
Remember Me part 13
51
Remember me Part 14
52
Remember me part 15
53
Remember me part 16
54
Remember me part 17
55
Remember me part 18
56
Remember me part 19
57
Remember me part 20
58
Remember me part 21
59
Remember me last part
60
Permintaan Salwa
61
Rumah Keluarga Arthur
62
Bertemu Sean
63
Kencan
64
Susah tidur
65
Club Malam
66
Kekecewaan Yang Pou Han
67
Perampok
68
Undangan
69
Pembelaan untuk Emelie
70
H-1
71
Hari Pernikahan
72
Pernikahan part 2
73
Di Hotel
74
Di Hotel Part 2
75
Tragedi part 1
76
Tragedi part 2
77
Tragedi part 3
78
Rumah Keluarga Bay
79
Rumah Keluarga Bay part 2
80
Rencana Liburan
81
Liburan Seru part 1
82
Liburan Seru part 2
83
Pengakuan Part 1
84
Pengakuan Part 2
85
Pengumuman
86
USG
87
Bertemu Kembali
88
Trauma
89
Mengikhlaskan
90
Kedatangan Nyonya Besar
91
Pria itu...
92
Pertengkaran suami istri
93
Ikut Bekerja
94
Lapar
95
Bangun pagi
96
Bersama lagi...
97
Mandi
98
Hotel
99
Berkunjung
100
Kecelakaan
101
Di Rumah Sakit
102
Berusaha Menerima
103
Kedatangan Nyonya Besar
104
Terjebak
105
Penemuan Abust
106
Menyelamatkan
107
Barang Bukti
108
Tangkap Mereka
109
Selamat tinggal..
110
Pemakaman
111
Masa Lalu
112
Penyesalan
113
Janji
114
Kembali Pulang
115
Datang Bulan..?
116
Cara Lain
117
Tenanglah
118
Saudara ?
119
Saudara ? II
120
Bukan siapa-siapa
121
Rencana Pembebasan
122
Tidak Pulang
123
Nyonya Bay
124
Leon
125
Leon II
126
Persiapan
127
Perjanjian
128
Jamuan
129
Jamuan II
130
Hancur I
131
Jangan Pergi !!
132
Maaf
133
Mengundurkan Diri
134
Pria Mesum
135
Sean I
136
Sean 2
137
Sean 3
138
Sean 4
139
Sean 5
140
Sean 6
141
Sean 7 End
142
Pengumuman
143
Ekstra Chapter 1
144
Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145
Ekstra Chapter 3
146
Ekstra Chapter 4
147
Ekstra Chapter End
148
Penutup
149
New Story
150
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!