>>>>Mohon bantu Vote dan like ya readers,buat nyemangatin Autors lanjut nulisnya ♡♡♡♡
Abust kesulitan menelan salivanya, ia yang tadinya seolah membela Sean dengan memperlakukan Salwa dengan buruk sekarang malah nyalinya menciut. Ia mulai menyadari kebodohannya dengan menyiksa dan menyekap Salwa, bahkan ia hampir memperkosanya.
Leon menyadari perubahan wajah Abust yang sedikit pucat membuatnya tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya kepada Sean. Leon mencoba mencari jawaban lain agar Sean tidak menghukum kesalahan Abust.
"Sean, aku tidak tahu dimana Salwa. Sepertinya dia kabur setelah melihat penembakan berkali-kali di aprtemen mu"Leon berusaha mencari jawaban yang pas. Abust yang mendengar jawaban Leon merasa sedikit lega karena saudara angkatnya itu membntunya.
"Kabur?" Sean mempertanyakannya lagi.
"Iya kabur, kami belum sempat mencarinya. Apa kami harus menyuruh orang untuk mencari gadis itu?" Ucap Abust kemudian.
"Jika kau menginginkan gadis itu kembali, aku akan mencarinya sampai ketemu"Leon menimpali untuk meyakinkan Sean.
"Tidak perlu, aku tahu dia akan kabur seperti yang lainnya"wajah Sean terlihat sedih. Hal itu membuat Leon dan Abust merasa sangat bersalah.
"Bos, apakah kau mulai menyukainya?"tanya Leon lagi. Sean hanya tersenyum.
"Dia sama dengan pelayan yang lain, tapi ia hanya sedikit berbeda. Lalu kenapa dengan wajah kalian?"tanya Sean setelah melihat wajah kedua adik angkatnya penuh luka dan lebam.
"Biasa bos, salah paham"Leon menjawab santai diikuti anggukan oleh Abust. Sean hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban dari Leon.
"Bos, aku sudah meringkus wanita yang menyerangmu, semoga kau masih ingat"ucap Leon sambil memperlihatkan foto seorang wanita yang ia sekap di layar ponselnya.
"Iya, wanita ini. Dia menyamar sebagai ****** dan dengan mudahnya masuk ke apartemenku. Aku tidak menyangka aku bisa dikalahkan oleh ****** seperti dia. Biarkan dia begitu, setelah aku pulang aku akan mengurus wanita itu"ucap Sean kemudian dengan wajah dinginnya.
•••●●●●●●●●●●●•••••••
"Tuan, gadis itu sudah sadar. Dokter bilang kepalanya membentur aspal terlalu keras. Ia mengalami gegar otak ringan. Dan kemungkinan besar ia akan kehilangan ingatannya untuk sementara waktu. Apa tuan ingin melihatnya"ucap seorang Pria kepada Yang PouHan.
"Lie Am, sepertinya aku sedikit tertarik dengan kasus gadis ini. Aku akan menemuinya"ucap Yang Pou Han.
Yang PouHan dan pesuruh Lie Am berangkat bersama menuju rumah sakit.
"Tuan Yang, kita berada satu rumah sakit dengan tuan Sean Arthur"pesuruh Liam memberikan sedikit informasi.
"Mengapa kau memilih rumah sakit yang sama dengan musuhku"ucap Yang Pou Han merasa tidak suka.
"Maaf tuan, rumah sakit ini yang terdekat. Tapi tuan tenang saja, musuh tidak tahu bahwa kita ada di sini. Silahkan tuan"Lie Am membukakan pintu mobil yang sudah berada di depan lobby rumah sakit. Lie Am dan Yang Pouhan diikuti tiga orang bodyguardnya masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruangan Salwa.
Cekleeekkk..
Lie Am membuka pintu dengan perlahan. Salwa yang mendengar suara pintu terbuka membuka matanya yang tadinya terpejam. Yang Pou Han tersenyum ke arah Salwa. Berbeda dengan Salwa yang sedikit merasa ketakutan dengan kehadiran orang baru.
"Siapa kau"ucap Salwa menggunakan bahasa Indonesia.
"What?"Yang PouHan mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti perkataan Salwa.
"Who are you"Salwa sedikit bingung, namun akhirnya itulahbyang terucap dari bibirnya.
Yang PouHan mendekati tempat tidur Salwa dan menarik kursi mendekati ranjang Salwa agar bisa ditempati olehnya .
"Aku Yang Pou Han, aku yang membawamu kesini, apa kau mengingat sesuatu?"ucap Yang pou Han dengan mengeluarkan senyum terbaiknya.
Salwa menggeleng. Ia merasa bingung karena tidak mengenal satu orangpun. Yang PouHan menyentuh dan membelai pipi Salwa ,namun Salwa membuang muka menandakan dirinya tidak ingin disentuh olehnya. Yang Pou Han sedikit tersinggung namun ia tetap memperlihatkan senyum terbaiknya.
"Kau adalah wanitaku, meskipun kau tidak mengingatnya aku akan membantumu untuk mengingatku" Yang Pou Han kembali membelai wajah Salwa dan membelai rambutnya yang hitam panjang.
"Kau harus banyak beristirahat, sebelum kau mendapatkan pelajaran pertamamu"ucap Yang Pou Han sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Salwa sendirian di ruangannya. Salwa menitikkan air mata, ia merasa tidak mengenal siapapun bahkan dirinya sendiri.
"Aku menyukai gadis itu, pastikan perawatannya dan jaga dia, pastikan dia tidak akan kabur"ucap Yang Pou Han kepada Lie Am saat sudah berada di luar kamar Salwa.
"Satu lagi, siapkan identitas baru untuknya, nanti akan aku kirim nama yang akan aku pilihkan" Yang PouHan memberikan instruksi lagi kepada Lie Am diikuti anggukan oleh pesuruhnya itu.
》》next..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
ibeth wati
saat baca sinopsisnya tak pikir cerita aktion tp kok makin kesini jadi kayak cerita sinetron ya ..belibet otak kecil q rada" blenk bacanya pakek acara amnesia segala
2023-06-01
1
Bzaa
oooh awalny bgtu, akhirnya tau knp Salwa bisa di sukai Sean dan yang Pou Han 😉, sukses otor 👍😘
2023-04-22
0
Sunarty Narty
aduh makin salah paham aja nanti di kira Salwa beneran mata2 pouhan,padahal hilang ingatan
2022-10-12
0