Penyelidikan

☆☆☆Like dan Vote ya readers, bantu autors agar novelnya banyak di minati... happy reading ^-^ ♡♡♡

**SORRY kalau readers menemukan kosa kata yang salah atau typo, mohon koreksinya agar author bisa mengeditnya.. thanks ♡♡♡♡

●●●●□□□●●●●●●●●●□□□

Tiga hari telah berlalu. Kondisi Sean sudah mulai membaik, luka ditubuhnya mulai berangsur-angsur pulih. Sean sudah boleh dirawat di rumah. Boduguard Sean membantunya mengemas perlengkapan Sean, karena Abust dan Leon sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya yang sudah beberapa hari ia tinggalkan.

"Tuan, apa ini di bawah juga?"ucap salah seorang bodyguardnya sambil menunjukkan sebuah buku yang lumayan tebal. Sean mengambil dan memperhatikan buku itu , ia mengerutkan keningnya, buku yang berukuran sedang namun tebal dengan bertuliskan tulisan arab, ia merasa tidak mengenal dan mempunyai buku aneh itu. Lalu di bukanya halaman terakhir ada goresan pena di bagian ujung atas.

♡♡ SALWA HUMAIRAH ♡♡

"Kemas juga buku ini, semua barang yang ada di sini tanpa terkecuali"ucap Sean memerintah.

Setelah sepuluh menit semua sudah siap, Sean tampak jauh lebih sehat. Meskipun beberapa perban masih menghiasi bagian tubuhnya.

"Kita berangkat"Sean mulai berjalan di depan diikuti delapan orang bodyguardnya yang berjalan di depan dan di belakang Sean. Sean tidak mau menggunakan kursi roda karena itu hanya membuat dirinya merasa seperti orang sakit.

"Kita kemana Tuan, apa kita ke mansion saja" tanya sopir pribadi Sean.

"Ke apartemen" sahut Sean cepat. Ia ingin melihat kondisi apartemennya setelah beberapa minggu ia tinggalkan.

Iring-iringan mobil Sean sudah keluar dari rumah sakit menembus padatnya lalu lintas kota. Sekitar 20 menit Sean sudah sampai di apartemennya. Sean masuk ke bangunan yang besar dan tinggi itu, ia menekan tombol lift agar pintunya terbuka. Tidak lama kemudian denting lift berbunyi. Sean dan bodyguardnya masuk bersamaan, Bodyguard Sean menekan angka dimana apartemen Sean berada. Setelah berada di lantai yang mereka tuju pintu lift terbuka otomatis. Sean dan bodyguardnya keluar dan berjalan ke apartemen Sean.

Sean menekan nomor sandi dengan seketika pintu terbuka otomatis.

"Letakkan barang-barangku di kamar, aku mau memeriksa sesuatu" ucap Sean sambil berlalu.

Sean memasuki ruang kerjanya. Ia duduk di mejanya lalu menyalakan komputernya. Ia menghubungkan komputernya dengan cctv di apartemennya. Ia melihat banyak rekaman yang sudah di hapus dilihat dari waktu yang hilang. Sean kemudian meretas beberapa CCTV yang ada di seluruh lorong apartemen dan lobby. Senyum simpul terukir di sudut bibirnya,apa yang ingin ia lihat sudah ia temukan.

"Salwa" Sean melihat bagaimana paniknya Salwa saat membawanya ke rumah sakit. Ia ikut masuk ke dalam mobil ambulans dengan masih menggunakan piyama dan kerudung instannya.

Sean saat itu masih sadarkan diri, ia masih ingat bagaimana wajah Salwa yang ketakutan melihat dirinya bersimpah darah. Pada saat dirinya dinyatakan koma namun dirinya masih bisa mendengar apa yang dibicarakan orang di sekelilingnya, meskipun sedikit samar ia masih mengingatnya. Ia juga mendengar Salwa membacakan ayat-ayat suci alQuran yang mungkin sangat aneh ditelinga Sean, namun justru Sean selalu merasa tenang dan nyaman saat Salwa membacakan itu untuknya. Sean mematikan komputernya, ia keluar dan berjalan ke kamar Salwa. Kamar Salwa terlihat rapi dan bersih meskipun ada beberapa debu yang menempel karena sudah beberapa minggu tidak ditempati. Sean melihat barang-barang Salwa masih berada di tempatnya, bahkan ia juga memeriksa surat-surat berharga miliknya seperti kartu identitas, pasport dan visa masih berada di dalam almarinya. Tanpa sengaja Sean menemukan sebuah surat dan foto keluarga yang terjatuh dari atas lemari.

Sebuah foto yang terlihat bahagia, sepasang laki-laki dan wanita paruh baya, Salwa dan ke tiga adiknya tersenyum bahagia di foto itu dengan background rumah berdinding bambu.

Sean menghubungi mitra bisnisnya di Indonesia. Ia adalah salah satu pengusaha emas terbesar di Indonesia. Sean mempunyai 40 persen saham disana sehingga ia sangat di hormati oleh mitra bisnisnya itu.

"Hallo Mr. Agus Cahyono"sapa Sean dengan seorang yang berada nan jauh di sana.

"Hallo Mr. Sean Arthur, How are you?" Tuan Agust menjawab dengan nada sopan dan hormat.

"I'm fine, Mr. Agus, i need your help. I have already sent someone's data and photos, please do as I wish" Sean menjelaskan perihal perkara yang harus dikerjakan oleh tuan Agus.

"Of course, dont worry Mr. Sean Arthur. I'll do my best"

"Okey, thanks"

Sean mengakhiri percakapannya.

"Abust , Leon.. kalian tidak bisa menipuku" ucap Sean lirih.

•••♡♡♡♡♡♡•••••♡♡♡••••

"Nona, ini kamar anda, semua perlengkapan anda sudah di sediakan oleh tuan Yang. Jika butuh apa-apa anda bisa memanggil pelayan disini" ucap seorang pria mengenakan stelan dengan rambut di sisir rapi ke belakang.

"Terimakasih"ucap Salwa sambil tersenyum. Meskipun ia masih bingung dengan apa yang terjadi dengannya, tetapi ia berusaha untuk menerima keadaannya saat ini. Salwa berniat membersihkan diri karena beberapa hari di rumah sakit tubuhnya tidak tersentuh air. Ia masuk ke kamar mandi, kamar mandi yang cukup besar dilengkapi dengan shower dan bathup. Berbagai merk perawatan tubuh sudah tersedia lengkap di rak-rak kamar mandi. Salwa berendam air hangat dengan memakai aroma terapi lavender. Ia menutup tirai kamar mandi supaya air tidak memercik kemana-mana. Ia bermandikan busa yang sudah menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Salwa sangat menikmati aktivitasnya saat ini, ia memejamkan matanya untuk merelaksasi pikiran dan otot-ototnya.

"Apa kau menyukainya" ucap seseorang secara tiba-tiba. Salwa terkejut karena ada seseorang selain dia yang berada di dalam kamar mandi. Ia membuka matanya, di lihatnya seorang pria yang hanya memakai celana dalam sedang duduk disamping bak mandinya. Salwa menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya meskipun tubuhnya terendam oleh busa yang tebal.

"Kau, bagaimana kau bisa masuk, lalu apa yang kau pakai itu" Salwa mulai gelisah karena pria itu masuk tanpa sepengetahuannya. Pria itu memberikan senyum terbaiknya.

"Yang Pou Han tidak perlu mendapat izin jika ingin masuk ke kamar wanitanya. Aku bisa bebas melakukan apa saja disini"ucap Yang Pou Han dengan tetap tersenyum. Ia membungkukkan tubuhnya mendekati Salwa yang masih berbaring di bak mandinya.

"Jangan mendekat, aku bisa membunuhmu" ancam Salwa sambil berteriak. perkataan Salwa yang terdengar mengancam justru terasa menggelikan di telinga Yang Pou Han.

"Hahahahha... kau mau membunuhku, kau sangat lucu.." Yang Pou Han kembali membungkukkan badannya, memindai keseluruhan Salwa yang sebenarnya tidak terlihat jelas karena tertutup busa tebal tetapi sifat buruk dan pikiran mesumnya sudah membayangkan hal-hal yang tidak patut. Ternyata perempuan di depannya ini begitu menarik perhatian Yang Pou Han sehingga membuatnya terbuai dengan pikiran-pikirannya sendiri.

"Hari ini aku ingin mandi bersamamu, aku harap kau tidak keberatan" Yang Pou Han membisikkan kata-kata sensual di telinga Salwa sehingga membuat wajah Salwa memanas.

"Dasar pria mesum, aku bukan wanitamu. Cepat keluar, aku akan berteriak"Salwa tetap mempertahankan posisinya dengan ekpresi jijik kepada laki-laki kurang ajar itu.

"Hahahaha... apa kau ingin semua orang tahu kita sedang mandi bersama. Lakukan saja" Yang Pou Han merasa dirinya sedang di atas angin. Ia tahu bahwa gadis di depannya tidak bisa melakukan apa-apa.

"Lakukan saja apa yang aku mau, kau tinggal menikmati setiap sentuhanku, dan itu pasti akan membuatmu menginginkannya lagi dan lagi"

"Tidak.. Kau tidak bisa menyentuhku, pergi kau dari sini" Salwa kemudian menendang perut Yang Pou Han yang sedari tadi membungkuk mendekatinya. Yang Pou Han terpental dan jatuh, Salwa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia meraih handuk kimono yang ada di rak dan memakainya. Ia sudah tidak memikirkan Yang PouHan melihat tubuh polosnya atau tidak, dia hanya ingin terbebas dari manusia mesum itu.

》》 next...

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

satu2 udah mulai nyambung aku, pa Agus, ayah nya Alvaro bakal adik iparnya Sean,, otor terimakasih 🙏..

2023-04-22

0

Ami Kerto Surat

Ami Kerto Surat

salwa bnr2 y selani jg tulang punggung keluarga dia bener2 hrs banting tulang ampe remuk

2022-12-17

0

epifania rendo

epifania rendo

ya Tuhan semoga sean cepat menyelamatkan salwa

2022-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 Perpisahan Sekolah
2 Keputusan Salwa
3 Bertolak ke Luar Negeri
4 Tugas Pertama
5 Leon dan Abust
6 Perhatian Sean
7 Penyerangan tersembunyi
8 Perawatan Sean
9 Penyiksaan Salwa
10 Pertengkaran Leon dan Abust
11 Perawatan Salwa
12 Penyelamatan Salwa
13 Sean Bangun
14 Kepiluhan
15 Penyelidikan
16 Michella
17 Pengaruh Yang PouHan
18 Hujan
19 Ketahuan
20 Pengakuan
21 Belajar
22 Kepergian
23 Kerinduan
24 Memasak
25 Sakit Hati
26 Nindy
27 Perselisihan
28 Menikahlah denganku
29 Pelukan Terakhir
30 Sambutan
31 Pertemuan
32 Ketakutan
33 CARI
34 Sadarlah ( Part I)
35 Sadarlah (Part II)
36 Remember me part I
37 Remember me part 2
38 Remember me part 3
39 Remember me part 4
40 Remember me part 5
41 Remember me part 6
42 Remember me Part 7
43 Remember Me part 8
44 Remember Me part 9
45 Remember me part 10
46 Remember me Part 11
47 Remember Me
48 Remember Me (MP part 2)
49 Remember me part 12
50 Remember Me part 13
51 Remember me Part 14
52 Remember me part 15
53 Remember me part 16
54 Remember me part 17
55 Remember me part 18
56 Remember me part 19
57 Remember me part 20
58 Remember me part 21
59 Remember me last part
60 Permintaan Salwa
61 Rumah Keluarga Arthur
62 Bertemu Sean
63 Kencan
64 Susah tidur
65 Club Malam
66 Kekecewaan Yang Pou Han
67 Perampok
68 Undangan
69 Pembelaan untuk Emelie
70 H-1
71 Hari Pernikahan
72 Pernikahan part 2
73 Di Hotel
74 Di Hotel Part 2
75 Tragedi part 1
76 Tragedi part 2
77 Tragedi part 3
78 Rumah Keluarga Bay
79 Rumah Keluarga Bay part 2
80 Rencana Liburan
81 Liburan Seru part 1
82 Liburan Seru part 2
83 Pengakuan Part 1
84 Pengakuan Part 2
85 Pengumuman
86 USG
87 Bertemu Kembali
88 Trauma
89 Mengikhlaskan
90 Kedatangan Nyonya Besar
91 Pria itu...
92 Pertengkaran suami istri
93 Ikut Bekerja
94 Lapar
95 Bangun pagi
96 Bersama lagi...
97 Mandi
98 Hotel
99 Berkunjung
100 Kecelakaan
101 Di Rumah Sakit
102 Berusaha Menerima
103 Kedatangan Nyonya Besar
104 Terjebak
105 Penemuan Abust
106 Menyelamatkan
107 Barang Bukti
108 Tangkap Mereka
109 Selamat tinggal..
110 Pemakaman
111 Masa Lalu
112 Penyesalan
113 Janji
114 Kembali Pulang
115 Datang Bulan..?
116 Cara Lain
117 Tenanglah
118 Saudara ?
119 Saudara ? II
120 Bukan siapa-siapa
121 Rencana Pembebasan
122 Tidak Pulang
123 Nyonya Bay
124 Leon
125 Leon II
126 Persiapan
127 Perjanjian
128 Jamuan
129 Jamuan II
130 Hancur I
131 Jangan Pergi !!
132 Maaf
133 Mengundurkan Diri
134 Pria Mesum
135 Sean I
136 Sean 2
137 Sean 3
138 Sean 4
139 Sean 5
140 Sean 6
141 Sean 7 End
142 Pengumuman
143 Ekstra Chapter 1
144 Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145 Ekstra Chapter 3
146 Ekstra Chapter 4
147 Ekstra Chapter End
148 Penutup
149 New Story
150 Pengumuman
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Perpisahan Sekolah
2
Keputusan Salwa
3
Bertolak ke Luar Negeri
4
Tugas Pertama
5
Leon dan Abust
6
Perhatian Sean
7
Penyerangan tersembunyi
8
Perawatan Sean
9
Penyiksaan Salwa
10
Pertengkaran Leon dan Abust
11
Perawatan Salwa
12
Penyelamatan Salwa
13
Sean Bangun
14
Kepiluhan
15
Penyelidikan
16
Michella
17
Pengaruh Yang PouHan
18
Hujan
19
Ketahuan
20
Pengakuan
21
Belajar
22
Kepergian
23
Kerinduan
24
Memasak
25
Sakit Hati
26
Nindy
27
Perselisihan
28
Menikahlah denganku
29
Pelukan Terakhir
30
Sambutan
31
Pertemuan
32
Ketakutan
33
CARI
34
Sadarlah ( Part I)
35
Sadarlah (Part II)
36
Remember me part I
37
Remember me part 2
38
Remember me part 3
39
Remember me part 4
40
Remember me part 5
41
Remember me part 6
42
Remember me Part 7
43
Remember Me part 8
44
Remember Me part 9
45
Remember me part 10
46
Remember me Part 11
47
Remember Me
48
Remember Me (MP part 2)
49
Remember me part 12
50
Remember Me part 13
51
Remember me Part 14
52
Remember me part 15
53
Remember me part 16
54
Remember me part 17
55
Remember me part 18
56
Remember me part 19
57
Remember me part 20
58
Remember me part 21
59
Remember me last part
60
Permintaan Salwa
61
Rumah Keluarga Arthur
62
Bertemu Sean
63
Kencan
64
Susah tidur
65
Club Malam
66
Kekecewaan Yang Pou Han
67
Perampok
68
Undangan
69
Pembelaan untuk Emelie
70
H-1
71
Hari Pernikahan
72
Pernikahan part 2
73
Di Hotel
74
Di Hotel Part 2
75
Tragedi part 1
76
Tragedi part 2
77
Tragedi part 3
78
Rumah Keluarga Bay
79
Rumah Keluarga Bay part 2
80
Rencana Liburan
81
Liburan Seru part 1
82
Liburan Seru part 2
83
Pengakuan Part 1
84
Pengakuan Part 2
85
Pengumuman
86
USG
87
Bertemu Kembali
88
Trauma
89
Mengikhlaskan
90
Kedatangan Nyonya Besar
91
Pria itu...
92
Pertengkaran suami istri
93
Ikut Bekerja
94
Lapar
95
Bangun pagi
96
Bersama lagi...
97
Mandi
98
Hotel
99
Berkunjung
100
Kecelakaan
101
Di Rumah Sakit
102
Berusaha Menerima
103
Kedatangan Nyonya Besar
104
Terjebak
105
Penemuan Abust
106
Menyelamatkan
107
Barang Bukti
108
Tangkap Mereka
109
Selamat tinggal..
110
Pemakaman
111
Masa Lalu
112
Penyesalan
113
Janji
114
Kembali Pulang
115
Datang Bulan..?
116
Cara Lain
117
Tenanglah
118
Saudara ?
119
Saudara ? II
120
Bukan siapa-siapa
121
Rencana Pembebasan
122
Tidak Pulang
123
Nyonya Bay
124
Leon
125
Leon II
126
Persiapan
127
Perjanjian
128
Jamuan
129
Jamuan II
130
Hancur I
131
Jangan Pergi !!
132
Maaf
133
Mengundurkan Diri
134
Pria Mesum
135
Sean I
136
Sean 2
137
Sean 3
138
Sean 4
139
Sean 5
140
Sean 6
141
Sean 7 End
142
Pengumuman
143
Ekstra Chapter 1
144
Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145
Ekstra Chapter 3
146
Ekstra Chapter 4
147
Ekstra Chapter End
148
Penutup
149
New Story
150
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!