****Tekan Like 👍 dulu sebelum membaca ****
******♡♡♡♡♡♡******
"Dia yang menyerang Sean"ucap Abust penuh kemarahan
"Apaaa...."Leon terperangah tidak percaya.
"Aku sudah menyelidikinya, bahkan aku menemukan sidik jari perempuan itu di pistol yang ia gunakan untuk menyerang Sean, keluguannya hanya pura-pura" Abust menceritakan penemuannya kepada Leon dengan sungguh-sungguh dan meyakinkan.
"Itu tidak mungkin, bahkan Sean memperlakukannya dengan sangat baik" ucap Leon masih tidak percaya.
"Apakah kau sudah melihat rekaman CCTV?"tanya Leon lagi.
"Sudah, perempuan itu sangat licik. Ia sudah menghilangkan bukti dengan menghapus beberapa rekaman CCTV di beberapa ruangan. Tapi dia tidak sepintar itu, aku menemukan kopi yang ia buat untuk Sean mengandung obat tidur. Mungkin dia melancarkan aksinya saat Sean sedang tertidur. Atau dia juga memberikan minuman kepada semua bodyguard yang sudah ia campuri obat sehingga ia dengan mudah menghabisi mereka" Abust mencoba menggambarkan apa yang ia pikirkan.
"Ini sangat janggal, gadis itu tidak mempunyai motif untuk membunuh Sean dan satu lagi, kenapa ia tidak melarikan diri saat setelah membunuh Sean. Kalau dia memang pintar dia bisa membawa semua barang bukti dan menghilang begitu saja. Kenapa ia harus repot-repot menghubungi kita lalu membawa Sean ke rumah sakit" ucap Leon memberikan argumen yang paling masuk akal untuk menghilangkan prasangka buruk Abust.
"Apakah kau tidak mempercayaiku... kau tau gadis licik itu mungkin ingin melakukan drama lain agar dia bisa lepas dari berbagai macam tuduhan. Semua bisa saja terjadi, kau jangan terlalu mempercayai orang luar seperti itu. Aku sudah memberinya sedikit pelajaran, tapi tetap saja dia bungkam tidak mau mengatakan apa-apa". Abust mencoba menjelaskan lagi dengan wajah yang sudah tidak bisa dibendung kemarahannya.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya"tanya Leon dengan tatapan penuh penuntutan penjelasan.
"Aku hanya memberikan sedikit hukuman, tidak lebih dari itu" Abust sedikit tersenyum jahat karena mengingat gadis itu sudah babak belur dibuatnya.
"Kau jangan macam-macam, aku yang akan menyelidiki kasus ini. Jika kau berbuat berlebihan kepada gadis itu dan ternyata dugaanmu salah. Sean tidak akan memaafkanmu" Leon memperingati Sean.
"Sean akan mengerti aku melakukan semua itu karena mencemaskannya. Mungkin Sean akan bertindak lebih kejam dariku. Kau tidak berhak melarangku, ingat kau bukan siapa-siapa. Jangan mencampuri urusanku" ucap Abust merasa tidak senang dengan perkataan Leon.
CEKLEEKKK..
Seorang perawat masuk dengan membawa beberapa obat dan suntikan.
"Apa yang kau bawa" tanya Abust kepada perawat itu. Ia tidak ingin kecolongan lagi karena penyerang Sean sebelumnya menyamar menjadi seorang perawat.
"Saya membawa suntikan obat untuk pasien sesuai anjuran dokter Clorie. Dan juga beberapa obat dan multivitamin untuk nona Salwa. Maaf dimana nona Salwa" tanya perawat itu sambil melihat sekeliling mencari keberadaan Salwa.
"Buat apa kau memberinya obat dan multivitamin?"Abust justru bertanya balik.
"Nona Salwa masih dalam kondisi lemah, ia sudah mendonorkan darahnya untuk pasien, padahal kondisinya sedang tidak sehat, tetapi ia tetap memaksa karena keadaannya darurat, padahal itu bisa membahayakan dirinya sendiri. Nona Salwa tidak mau dirawat di ruang pasien, dia memilih betistirahat di kamar ini sambil menjaga majikannya. Untuk itu obat ini harus diberikan kepada nona Salwa agar kondisinya cepat membaik"Perawat itu menjelaskan sambil memberikan suntikan khusus untuk Sean.
"Nona Salwa sudah pulang, tolong berikan kepada saya saja, saya akan memberikannya kepadanya" ucap Leon menengahi agar Abust tidak terlalu banyak bertanya. Leon merasa masih banyak yang harus dibicarakan kepada Abust.
"Baik tuan, disini sudah tertulis berapa dosis yang harus diminum nona Salwa. Saya permisi dulu" perawat itu menyerahkan bungkusan obat itu kepada Leon dan berlalu sambil mendorong trolly obatnya.
"Apa yang sudah kau lakukan pada gadis itu" Sean mencengkram kerah baju Abust dengan keras setelah dirasa perawat tadi sudah menjauhi kamar Sean.
"Jangan menggertakku, kau tidak punya hak menyentuhku" ucap Abust sambil menghempaskan tangan Leon yang mencengkram kerah lehernya.
"Apa kau dengar kata suster tadi? Apakah kau pikir gadis seperti itu bisa membahayakan nyawa Sean" Leon semakin marah kepada Abust yang sudah bertindak bodoh.
"Gadis itu sedang membuat drama, dia sangat licik, kau tak perlu menasehatiku, ini semua aku lakukan demi keselamatan Sean" Abust semakin kesal kepada Leon yang tidak mempercayainya.
"Itu bukan karena Sean, itu karena kau sendiri yang tidak bisa mengontrol tempramenmu, kau jadikan gadis yang tak berdaya itu menjadi pelampiasanmu. Kau tidak bisa menangkap penjahat sebenarnya sehingga kau menjadikan gadis itu sebagai pemuas amarahmu. Katakan dimana kau sekap dia" ucap Leon dengan setengah berteriak.
"Kau tidak perlu tahu"bentak Abust tidak mau kalah.
"Kau sudah tidak waras" Leon mendorong Abust sehingga Abust terjatuh. Abust yang tidak menerima perlakuan Leon melayangkan bogemnya sehingga terjadi perkelahian di dalam ruangan itu. Mereka saling menghantam untuk melampiaskan amarah mereka masing-masing.
"Berhenti.. apa yang kalian lakukan di kamar pasien" tutur seorang dokter yang baru masuk ke dalam ruangan. Seketika kedua pemuda itu menghentikan perkelahiannya.
"Awas kau"ucap Abust sambil pergi meninggalkan Leon yang masih terjatuh dilantai.
"Aku harus berbuat sesuatu" batin Leon. Leon keluar dari ruangan Sean dan meminta dua orang bodyguard terbaiknya menjaga Sean di dalam sesuai arahannya. Ia tidak ingin ada kejadian penyamaran lagi yang bisa membahayakan nyawa Sean.
》》next...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Juan Sastra
dasar bego abust,,sesuai namanya abust..atau dia yg berbuat drama agar tidak ketahuan jika musuh sebenarnya dia sendiri..
2023-04-24
0
Naluri Fitia
alur ceritanya bagus di aplikasi sebelah thor tpi ga bisa buka2 mlah yang ada cm novel lnjutannya
2022-12-24
0
epifania rendo
dasar abust
2022-08-20
0