Salwa bangun pagi untuk melaksanakan sholat subuh, ia mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badannya. Hari pertama ia harus lebih berhati-hati karena akan memberikan kesan pertama kepada majikannya.
Selepas mengerjakan sholat Salwa mengenakan jilbabnya lalu menuju dapur, ia melihat daftar menu yang sudah disiapkan dua orang bodyguard yang mengantarnya kemarin, disampingnya terdapat tumpukan buku resep masakan yang secara khusus dibuat oleh seseorang agar cita rasa dari masakannya tetap enak.
Nama-nama masakan yang sangat asing bagi Salwa membuatnya mengerutkan dahi. Ia mencari resepnya di buku masakan. Untunglah semua bahan disana sudah tertulis jelas dan bagaimana bentuknya.
Untuk menu hari ini Salwa memasak Shish Taouk yaitu sejenis sate ayam ala orang Quebec dengan Poutine sebagai karbohidratnya yaitu sejenis stick kentang yang diberi saus kental dengan taburan keju. Setelah selesai dengan memasak ia lanjutkan dengan bersih-bersih.
Salwa membersihkan semua ruangan sampai akhirnya ia berada di depan kamar sang majikan, Salwa membersihkan bagian depannya saja, karena pasti majikannya masih tidur, ia tidak sengaja melihat ke arah dalam karena pintunya sedikit terbuka. Salwa terkejut melihat ada seorang pria dan seorang wanita tidur terlentang tanpa memakai sehelai benangpun. Dengan hati-hati ia meraih gagang pintu dan menutupnya, dalam hatinya ia terus beristighfar atas kejadian yang baru saja ia lihat. Suara pintu yang menutup terdengar agak keras membangunkan pria yang berada di dalam.
"Berisik sekali"ucap pria itu kesal. Ia memakai handuk kimononya dan memperlihatkan dada bidangnya. Ia membangunkan wanita yang semalam tadi menemaninya.
"Hey, bangun"ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh perempuan itu.
"Ahh... iya, aku bangun" ucap wanita itu sambil mengucek-ucek matanya.
"Pakai pakaianmu, lalu cepat pergi, uangmu akan aku kirim ke rekeningmu sebelum kau sampai di rumah" ucap pria itu lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Wanita itu segera memakai pakaiannya dan pergi keluar kamar. Di luar ia berpapasan dengan Salwa sambil memandang rendah gadis itu.
"Gadis yang kuno" ucapnya sambil berlalu.
Setelah selesai membersihkan diri, pria itu yang sudah terlihat segar dengan mengenakan celana pendek dan kaos dalam tanpa lengan sehingga memperlihatkan otot-ototnya yang kekar dengan dada yang bidang. Pria itu menuju meja makan, perutnya mulai lapar setelah bertarung dengan wanita itu semalam. Ia melihat hidangan yang lumayan menggugah selera. Ia dengan lahap memakan makanannya tak bersisa. Karena tangannya kotor terkena bumbu ia pergi menuju dapur untuk membersihkan tangannya.
Di dapur Salwa sedang mencuci peralatan dapur yang habis ia gunakan untuk memasak. Pria itu terkejut melihat seorang gadis dengan penampilan yang unik, memakai celana kain panjang dengan blouse lengan panjang, dilengkapi jilbab dikepalanya.
"Hay... siapa kamu?"
Salwa terkejut karena tiba-tiba seorang pria muncul di belakangnya. Salwa membalikkan tubuhnya kebelakang, ia melihat pria itu. Wajahnya agak memerah karena pria itu hanya memakai singlet berleher rendah dengan mengekspose tubuh bagian atas sehingga terlihat seksi. Salwa menunduk sambil menjawab.
"Saya Salwa, pembantu baru di rumah ini"
"Oohh... "ucap pria itu sambil menuju wastafel untuk membersihkan tangannya.
"Kerjamu lumayan bagus, semoga saja kamu betah disini, karena saya selalu mencari pembantu seminggu sekali.. mereka semua selalu kabur dan paling lama mereka hanya bisa bertahan dua minggu" ucap pria itu lagi.
"Tidak tuan, saya tidak akan kabur, percayalah" ucap Salwa memastikan.
"Itu mungkin akan berubah setelah beberapa hari kau tinggal disini, sebenarnya gaji pertamamu sudah tidak ada, itu sudah menjadi hak agensimu, tapi aku bukan orang yang pelit , uang tidak masalah bagiku, kalau kau bisa bersikap baik dan melakukan tugasmu tanpa ada masalah, aku akan memberikan gajimu akhir bulan ini" ucap pria itu sambil berlalu.
"Terimakasih banyak tuan, saya akan berusaha yang terbaik"ucap Salwa bersemangat.
"Bagaimana mungkin para pelayan di sini pada kabur, padahal tuan sangat baik" pikirnya dalam hati.
Setelah selesai dengan pekerjaannya Salwa mengistirahatkan tubuhnya sebentar, ia memandang langit-langit kamarnya, belum sehari ia sudah rindu dengan keluarga nya.
Tiba-tiba ia mendengar suara tembakan dari luar, Salwa terkejut, ia melihat gagang pintu yang sedikit terpental, tembakan ke dua dan ketiga, ia terperangah melihat daun pintu yang rusak. Seketika ada sebuah tangan yang menarik tubuhnya dan memeluknya, ia sempat meronta namun di lihatnya ternyata adalah pria tadi yang merupakan tuannya.
"Tuan, lepaskan"pinta Salwa.
"Diam, kau akan mati jika bersuara" ucap pria itu dengan mengapit Salwa diantara dinding dan juga tubuhnya.
Salwa melihat tuannya memegang pistol dan bersembunyi di balik pintu kamarnya. Tanganya tetap mempertahankan Salwa dalam posisi yang sangat dekat. Bahkan Salwa bisa mencium aroma tubuh pria itu.
"Sean dimana kau, aku tahu kau di dalam" teriak seorang pria yang berada di luar. Salwa merasa ketakutan, ia hanya bisa berlindung dalam pelukan majikannya.
"Sean Arthur kau tidak bisa lari dariku" ucap pria itu lagi memanggil nama majikan Salwa.
Derap langkah kaki mendekati arah persembunyian Sean dan Salwa, seketika Sean menarik tubuh Salwa membalikkan nya sehingga Salwa terhimpit antara tembok dengan tubuh Sean, Sean mendekatkan telinganya di pintu lalu membuka sedikit pintu dan melepaskan peluru dari selongsongnya. DORRR.. DORRR.. DORRR
Sean melepaskan tembakannya secara beruntun dan mengenai tubuh seseorang, darah tercecer di lantai, orang tersebut sudah tidak bernyawa.
Sean melepaskan pelukannya, ia berjalan mendekati tubuh yang telah tidak berdaya itu, Sean tersenyum setelah memastikan sudah tidak ada nafas yang terhembus dari tubuh itu.
Sean menghubungi bodyguardnya, sebenarnya Sean meliburkan bodyguardnya hari ini karena ia merasa tidak sedang membutuhkan mereka, tetapi dengan kejadian seperti ini sepertinya ia harus mempekerjakan lebih banyak bodyguard untuk bekerja padanya.
Sekitar sepuluh menit ke dua body guard datang, Sean memerintahkan untuk mengurus mayat dan segala kekacauan yang di buat oleh musuhnya. Termasuk memanggil tukang untuk memperbaiki pintunya yang rusak.
☆☆☆☆▪■■■■■▪☆☆☆☆☆☆
Visual Salwa Humairah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Mimik Pribadi
Masyaa Allaah visualnya cantik bngt,wajahnya polos,anggun,teduh,dan tidak membosankan 😍😍
2025-03-27
0
Sunarty Narty
Salwa semangat,sanggup g kerja maafia kaya gitu
2022-10-12
0
Indri Ani40
cocok visual nya cantik ..ayu
2022-10-06
0