Perawatan Sean

Salwa menghubungi Abust dan Leon dari ponsel Sean namun tidak ada jawaban, akhirnya Salwa menyudahi usahanya menghubungi kedua anak buah Sean itu dan memutuskan untuk mengirim pesan. Salwa menunggu di luar ruangan, beberapa dokter yang menangani Sean keluar masuk ruang operasi dengan kepanikan terlihat di wajahnya. Salwa merasakan kecemasan pada dirinya,ia tidak pernah melihat orang yang terkena luka tembak sebelumnya, namun hari ini dua kali ia harus mengalaminya. Salwa memanjatkan doa-doa kepada Yang Maha Kuasa atas nyawa Sean, meskipun Sean terlihat keras namun Salwa merasa Sean sudah memperlakukannya dengan baik sebagai pelayan. Tak lama kemudian seorang perawat keluar dari ruangan.

"Anda siapanya pasien?"tanya perawat itu dengan sedikit tergopoh.

"Saya pelayannya"jawab Salwa dengan cepat.

"Dimana keluarganya" tanyanya lagi.

"Saya tidak tahu, saya sudah menghubunginya tapi tidak diangkat"ucap Salwa jujur.

"Pasien butuh banyak darah, kami sudah memberinya 8 kantong darah tetapi masih belum cukup, stock bank darah kami sudah habis untuk golongan darah AB" ucap perawat itu menjelaskan kondisi darurat yang dialami oleh Sean. Salwa berpikir keras, jika dirinya mencari pendonor darah maka tentu ia tidak punya daya dan kuasa mengingat ia baru berada di negara ini, namun dengan kondisi darurat yang saat ini sedang Sean alami ia harus berusaha berfikir keras untuk menyelamatkan majikannya itu.

"Bagaimana?" tanya perawat itu lagi seolah tidak sabar menunggu jawaban dari Salwa.

"Periksa darah saya, saya akan memdonorkan darah saya untuk tuan" ucap Salwa spontan tanpa berpikir lagi.

"Baiklah.. ikut saya" pinta perawat itu sembari diikuti oleh Salwa dibelakangnya.

Salwa berada di sebuah ruangan yang terpisah oleh Sean. Perawat menyuntikkan sedikit jarum ke jarinya sehingga membuat Salwa sedikit berjingkat, ya dirinya memang sangat takut darah dan jarum suntik, bukannya semua orang pasti merasakan hal yang sama jika berhadapan dengan dua hal tersebut.

"Kami cek dulu golongan darah anda cocok atau tidak, jika cocok kami akan langsung mengambil darah anda untuk di transfusikan kepada pasien" ucap perawat itu sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan menuju ke laboratorium. Bola mata Salwa mengikuti gerakan perawat itu hingga ruangan yang dimasuki oleh perawat itu tertutup rapat.

"Fuuh..." Salwa menghembuskan nafasnya dengan berat, ia sejenak berpikir jika golongan darahnya cocok itu berarti setelah ini ia akan disuntik kembali dan melakukan pengambilan darah. Bayangan darah keluar dari tubuhnya begitu banyak membuat dirinya ngeri, rambut halus disekitar permukaan kulitnya tiba berdiri secara otomatis. Ia mengusap-usap lengannya yang terbalut pakaian untuk mengusir kengerian yang ia ciptakan sendiri. Tak lama setelahnya perawat itu datang lagi dengan langkah tergopoh memasuki ruangan yang digunakan Salwa.

"Nona golongan darah anda cocok, apakah anda yakin akan melakukan donor darah sekarang?"

"Tentu saja, saya sudah siap" ucap Salwa seraya memantapkan hatinya dan menghilangkan rasa takutnya yang sedari tadi sudah bergelanyut manja dipikirannya. Perawat itu tersenyum dan mengajak Salwa untuk berbaring di tempat tidur yang berada di ruangan itu.

Proses transfusi darah berjalan dengan lancar. Salwa nampak pucat karena tekanan darahnya rendah. Sebenarnya perawat sudah memberitahu bahwa akan mempengaruhi kondisi tubuhnya setelah proses pengambilan darah karena kondisi Salwa sebenarnya memang tidak fit. Namun Salwa tetap bersih keras untuk melakukan pengambilan darah agar majikannya bisa tertolong.

Waktu terus berjalan, sekitar tiga jam dokter baru keluar dari ruangan, operasi pengambilan peluru sudah selesai, namun Sean masih belum sadar diri. Salwa diperbolehkan masuk sebentar dengan menggunakan pakaian khusus.

Sean terlihat pucat dengan beberapa perban membungkus lengan, dada dan kepalanya. Dokter bilang kalau luka sangat serius, Sean bisa selamat itu sudah sangat beruntung. Salwa mengucapkan syukur berkali-kali atas keselamatan Sean. Meskipun dokter belum memastikan luka tembak ini bisa berpengaruh dengan kondisi Sean pasca kejadian atau tidak, setidaknya Sean masih dalam kondisi bernafas.

Sekitar pukul 8 pagi Leon dan Abust pergi ke rumah sakit setelah menerima pesan dari Salwa. Mereka berdua sangat kecewa karena tidak bisa melindungi bos sekaligus kakak kesayangannya. Abust dan Leon sedang berpesta miras bersama wanita-wanitanya sehingga ia tidak mendengar panggilan telfon Salwa.

"Apa yang terkadi sebenarnya"tanya Abust dengan tatapan marah, ia mendorong tubuh Salwa hingga berimpit ke dinding.

Salwa menundukkan wajahnya, wajah Abust terlihat menakutkan saat sedang marah.

"Saya tidak tahu tuan, saya sedang tidur lalu mendengar suara tembakan berkali-kali. Saya keluar dan sudah melihat tuan Sean dan para pengawal sudah tertembak" ucap Salwa menjelaskan. Abust melepaskan Salwa yang sudah gemetar ketakutan. Leon dan Abust segera menyelidiki kasus ini.

"Pasti ini semua berhubungan dengan Yang Pou Han. Kita terlambat antisipasi" ucap Leon sambil mengepalkan tangannya ke dinding.

"Kita temui Yang PouHan. Dia sangat licik menyerang lawan dalam kondisi tertidur. Ini tidak boleh dibiarkan" ucap Abust kepada Leon. Mereka menyuruh dua puluh orang bodyguard pilihan untu menjaga Sean lengkap dengan senjata api. Mereka berdua pergi untuk melakukan aksi mereka yaitu membalas dendam dengan Yang PouHan.

"Kita harus ada rencana matang, kau tidak boleh ceroboh dengan datang langsung ke markas musuh, kau sama saja dengan bunuh diri. Kita suruh orang terbaik kita untuk mengawasi gerak-gerik Yang Pou Han. Jika ada celah kita serang" ucap Leon menenangkan Abust yang selalu bertindak ceroboh.

"Otakmu cerdas, lebih baik kau urus perusahaan sampai Sean pulih. Aku yang akan urus Yang PouHan"ucap Abust kepada Leon.

"Kau jangan gegabah, kita lakukan bersama . Aku tidak ingin diantara kita ada yang terluka. Kita butuh banyak tenaga dan pikiran selama Sean masih di rumah Sakit" Leon kembali memperingatkan sikap Abust yang selalu mendahulukan emosi daripada logika .

Leon tahu Abust mempunyai sifat tempramental, kerasnya kehidupan membuatnya menjadi pribadi yang tidak punya belas kasihan. Hanya Sean yang bisa meredam kemarahannya, ia menganggap Sean sebagai dewa penolongnya di saat tidak ada satu orang pun yang menganggapnya dan hanya melihatnya sebagai sampah.

"Baiklah.. kita lakukan rencanamu"ucap Abust kemudian sambil berlalu meninggalkan Leon.

Setelah beberapa kali melakukan tes dan penanganan medis akhirnya Sean sudah bisa di pindahkan ke ruangannya sendiri. Kamar Sean berada di lantai paling atas dengan fasilitas VVIP. Salwa tetap menjaga Sean dengan baik, meskipun Sean tidak ada tanda-tanda sadar.

Sean mengalami koma pasca operasi. Dokter mengatakan peluru memang tidak menembus otaknya namun ia merusak beberapa jaringan disekitar otak sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Mungkin Sean membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kondisinya sampai ia tersadar.

Waktu subuh telah tiba, Salwa mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat di samping tempat tidur Sean, ia melanjutkan dengan dzikir dan wirid. Tidak lupa ia panjatkan doa-doa untuk kedua orang tuanya dan adik-adiknya, seberkas kerinduan yang mendalam yang hanya mampu ia ungkapkan dalam sujudnya. Isakan yang terdengar perlahan namun mampu membuat orang yang mendengar terharu dan menitikkan air mata. Setelah Selesai dengan sholatnya, Salwa melanjutkannya dengan mengaji. Ia pernah mendengar bahwa orang yang sedang koma jika mendengar lantunan ayat AlQuran bisa membuatnya tenang dan damai.

Salwa memang bukan seorang lulusan pondok pesantren, tetapi ia mempunyai suara yang merdu saat melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Ia melantunkannnya perlahan dengan sesekali mengusap air matanya yang terjatuh setetes demi setetes. Hal itu ia lakukan selama berhari-hari selama sean tak sadarkan diri.

CEKLEKKK.

"Tangkap wanita itu" ucap Abust kepada kedua bodyguardnya. Salwa terkejut melihat dua orang berperawakan besar itu menarik tangannya.

"Tuan, ada apa ini"tanya Salwa kepada Abust dengan meronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri.

"Dasar wanita licik, kau telah menipu Sean dengan kepolosanmu. Bawa dia.. masukkan ke ruang bawah tanah" perintah Abust kepada kedua bodyguardnya.

"Tuan, saya tidak tahu apa-apa. Tolong lepaskan saya, saya tidak melakukan apa-apa" ucap Salwa sambil terus meronta-ronta.

BUGGGH...

Pukulan di punggung membuat Salwa tak sadarkan diri. Abust menyeringai menakutkan setelah melihat tubuh Salwa yang lunglai.

"Itu lebih baik, bawa dia sekarang" perintah Abust kepada kedua bodyguardnya.

》》next...

Terpopuler

Comments

Sidieq Kamarga

Sidieq Kamarga

Di part ini aku gregetttttttt sama si Abust, 😡😡😡😡😡😡

2023-10-17

0

Juan Sastra

Juan Sastra

salwa salwa, sidik jarimu salwa

2023-04-24

0

Sunarty Narty

Sunarty Narty

y Allah cuma Sean yg bisa kasi tau bukan Salwa yg nembak,jangan2 perempuan yg datang tu

2022-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Perpisahan Sekolah
2 Keputusan Salwa
3 Bertolak ke Luar Negeri
4 Tugas Pertama
5 Leon dan Abust
6 Perhatian Sean
7 Penyerangan tersembunyi
8 Perawatan Sean
9 Penyiksaan Salwa
10 Pertengkaran Leon dan Abust
11 Perawatan Salwa
12 Penyelamatan Salwa
13 Sean Bangun
14 Kepiluhan
15 Penyelidikan
16 Michella
17 Pengaruh Yang PouHan
18 Hujan
19 Ketahuan
20 Pengakuan
21 Belajar
22 Kepergian
23 Kerinduan
24 Memasak
25 Sakit Hati
26 Nindy
27 Perselisihan
28 Menikahlah denganku
29 Pelukan Terakhir
30 Sambutan
31 Pertemuan
32 Ketakutan
33 CARI
34 Sadarlah ( Part I)
35 Sadarlah (Part II)
36 Remember me part I
37 Remember me part 2
38 Remember me part 3
39 Remember me part 4
40 Remember me part 5
41 Remember me part 6
42 Remember me Part 7
43 Remember Me part 8
44 Remember Me part 9
45 Remember me part 10
46 Remember me Part 11
47 Remember Me
48 Remember Me (MP part 2)
49 Remember me part 12
50 Remember Me part 13
51 Remember me Part 14
52 Remember me part 15
53 Remember me part 16
54 Remember me part 17
55 Remember me part 18
56 Remember me part 19
57 Remember me part 20
58 Remember me part 21
59 Remember me last part
60 Permintaan Salwa
61 Rumah Keluarga Arthur
62 Bertemu Sean
63 Kencan
64 Susah tidur
65 Club Malam
66 Kekecewaan Yang Pou Han
67 Perampok
68 Undangan
69 Pembelaan untuk Emelie
70 H-1
71 Hari Pernikahan
72 Pernikahan part 2
73 Di Hotel
74 Di Hotel Part 2
75 Tragedi part 1
76 Tragedi part 2
77 Tragedi part 3
78 Rumah Keluarga Bay
79 Rumah Keluarga Bay part 2
80 Rencana Liburan
81 Liburan Seru part 1
82 Liburan Seru part 2
83 Pengakuan Part 1
84 Pengakuan Part 2
85 Pengumuman
86 USG
87 Bertemu Kembali
88 Trauma
89 Mengikhlaskan
90 Kedatangan Nyonya Besar
91 Pria itu...
92 Pertengkaran suami istri
93 Ikut Bekerja
94 Lapar
95 Bangun pagi
96 Bersama lagi...
97 Mandi
98 Hotel
99 Berkunjung
100 Kecelakaan
101 Di Rumah Sakit
102 Berusaha Menerima
103 Kedatangan Nyonya Besar
104 Terjebak
105 Penemuan Abust
106 Menyelamatkan
107 Barang Bukti
108 Tangkap Mereka
109 Selamat tinggal..
110 Pemakaman
111 Masa Lalu
112 Penyesalan
113 Janji
114 Kembali Pulang
115 Datang Bulan..?
116 Cara Lain
117 Tenanglah
118 Saudara ?
119 Saudara ? II
120 Bukan siapa-siapa
121 Rencana Pembebasan
122 Tidak Pulang
123 Nyonya Bay
124 Leon
125 Leon II
126 Persiapan
127 Perjanjian
128 Jamuan
129 Jamuan II
130 Hancur I
131 Jangan Pergi !!
132 Maaf
133 Mengundurkan Diri
134 Pria Mesum
135 Sean I
136 Sean 2
137 Sean 3
138 Sean 4
139 Sean 5
140 Sean 6
141 Sean 7 End
142 Pengumuman
143 Ekstra Chapter 1
144 Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145 Ekstra Chapter 3
146 Ekstra Chapter 4
147 Ekstra Chapter End
148 Penutup
149 New Story
150 Pengumuman
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Perpisahan Sekolah
2
Keputusan Salwa
3
Bertolak ke Luar Negeri
4
Tugas Pertama
5
Leon dan Abust
6
Perhatian Sean
7
Penyerangan tersembunyi
8
Perawatan Sean
9
Penyiksaan Salwa
10
Pertengkaran Leon dan Abust
11
Perawatan Salwa
12
Penyelamatan Salwa
13
Sean Bangun
14
Kepiluhan
15
Penyelidikan
16
Michella
17
Pengaruh Yang PouHan
18
Hujan
19
Ketahuan
20
Pengakuan
21
Belajar
22
Kepergian
23
Kerinduan
24
Memasak
25
Sakit Hati
26
Nindy
27
Perselisihan
28
Menikahlah denganku
29
Pelukan Terakhir
30
Sambutan
31
Pertemuan
32
Ketakutan
33
CARI
34
Sadarlah ( Part I)
35
Sadarlah (Part II)
36
Remember me part I
37
Remember me part 2
38
Remember me part 3
39
Remember me part 4
40
Remember me part 5
41
Remember me part 6
42
Remember me Part 7
43
Remember Me part 8
44
Remember Me part 9
45
Remember me part 10
46
Remember me Part 11
47
Remember Me
48
Remember Me (MP part 2)
49
Remember me part 12
50
Remember Me part 13
51
Remember me Part 14
52
Remember me part 15
53
Remember me part 16
54
Remember me part 17
55
Remember me part 18
56
Remember me part 19
57
Remember me part 20
58
Remember me part 21
59
Remember me last part
60
Permintaan Salwa
61
Rumah Keluarga Arthur
62
Bertemu Sean
63
Kencan
64
Susah tidur
65
Club Malam
66
Kekecewaan Yang Pou Han
67
Perampok
68
Undangan
69
Pembelaan untuk Emelie
70
H-1
71
Hari Pernikahan
72
Pernikahan part 2
73
Di Hotel
74
Di Hotel Part 2
75
Tragedi part 1
76
Tragedi part 2
77
Tragedi part 3
78
Rumah Keluarga Bay
79
Rumah Keluarga Bay part 2
80
Rencana Liburan
81
Liburan Seru part 1
82
Liburan Seru part 2
83
Pengakuan Part 1
84
Pengakuan Part 2
85
Pengumuman
86
USG
87
Bertemu Kembali
88
Trauma
89
Mengikhlaskan
90
Kedatangan Nyonya Besar
91
Pria itu...
92
Pertengkaran suami istri
93
Ikut Bekerja
94
Lapar
95
Bangun pagi
96
Bersama lagi...
97
Mandi
98
Hotel
99
Berkunjung
100
Kecelakaan
101
Di Rumah Sakit
102
Berusaha Menerima
103
Kedatangan Nyonya Besar
104
Terjebak
105
Penemuan Abust
106
Menyelamatkan
107
Barang Bukti
108
Tangkap Mereka
109
Selamat tinggal..
110
Pemakaman
111
Masa Lalu
112
Penyesalan
113
Janji
114
Kembali Pulang
115
Datang Bulan..?
116
Cara Lain
117
Tenanglah
118
Saudara ?
119
Saudara ? II
120
Bukan siapa-siapa
121
Rencana Pembebasan
122
Tidak Pulang
123
Nyonya Bay
124
Leon
125
Leon II
126
Persiapan
127
Perjanjian
128
Jamuan
129
Jamuan II
130
Hancur I
131
Jangan Pergi !!
132
Maaf
133
Mengundurkan Diri
134
Pria Mesum
135
Sean I
136
Sean 2
137
Sean 3
138
Sean 4
139
Sean 5
140
Sean 6
141
Sean 7 End
142
Pengumuman
143
Ekstra Chapter 1
144
Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145
Ekstra Chapter 3
146
Ekstra Chapter 4
147
Ekstra Chapter End
148
Penutup
149
New Story
150
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!