Penyelamatan Salwa

☆☆☆♡♡♡jangan lupa Tekan Like dulu ya readers, Happy reading ☆☆☆☆

Abust melajukan mobilnya, ia sempat teringat dengan seorang perawat yang menyamar untuk menyerang Sean. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui Sean, ia menghubungi Leon.

"Dimana orang itu?" ucap Abust kepada Leon saat telponnya sudah tersambung.

"Dia ada di rumah"jawab Leon cepat.

"Bagus, aku akan kesana"ucap Abust cepat sambil memutar arah mobilnya menuju rumah Leon.

Lima belas menit kemudian Abust sudah sampai di depan kediaman Leon. Abust disambut oleh beberapa orang pelayan dan penjaga yang sudah mengenalnya.

"Dimana tuanmu?" Tanya Abust kepada salah seorang pelayan.

"Ada di dalam tuan, apa perlu saya panggilkan?" Ucap pelayan itu sopan.

"Tidak perlu"Abust segera mencari Leon di ruangannya.

Melihat kedatangan Abust, Leon segera mematikan laptopnya seolah ia tidak ingin Abust mengetahui apa yang sedang ia kerjakan.

"Kau sudah datang, aku akan mengajakmu bertemu dengan wanita itu" ucap Leon saat melihat Abust sudah berada di depan mejanya.

Leon dan Abust menuju ke ruang rahasia yang pintunya berada di bawah lantai yang di pijak Abust. Sebuah lift rahasia membawa mereka di sebuah ruangan gelap yang cukup luas. Abust melihat seorang wanita yang masih berpakaian layaknya seorang perawat masih tertunduk lesu tidak berdaya.

Abust segera menghampirinya, ia menarik lakban yang menutupi mulut wanita itu.

"Aaiirr... air"wanita itu merintih kehausan.

"Kau sangat kejam, bahkan kau tidak menyediakan minuman untuk wanita ini"ucap Abust sambil menuangkan air ke dalam gelas kosong. Ia memberikan minuman dengan tangannya kepada wanita itu. Dengan cepat ia menghabiskan air sehingga gelas itu cepat kosong.

Abust melemparkan gelas itu ke lantai sehingga pecah berkeping-keping. Ia memgambil serpihan gelas yang agak besar lalu mendekati wanita itu.

"Katakan siapa yang menyuruhmu"ucap Abust kepada wanita itu.

"Hahahaha.... kalian semua pecundang"tawa wanita itu menggelegar seolah mendapatkan kekuatannya kembali. Abust dan Leon terkejut atas perilaku wanita itu. Abust menarik rambut wanita itu ke belakang , lalu mendekatkan serpihan gelas itu diwajah wanita itu.

"Siapa kau, apakah kau mengenal gadis yang bekerja di rumah Sean" tanya Abust lagi dengan sedikit menggoreskan pecahan beling itu ke permukaan dagu wanita itu. Wanita itu sedikit meringis menahan sakit. Darah keluar secara perlahan dan mulai menetes mengenai tangan Abust.

"Hahahah.... tentu saja, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa" ucap wanita itu diikuti dengan tatapannya yang tajam.

"Kalian bisa menyiksaku, bahkan membunuhku tapi kalian tidak akan pernah mendapatkan informasi apapun dariku.. hahahha" tawa wanita itu kian menggelegar. Abust menghempaskan kepala wanita itu hingga ia terjatuh.

"Sudah ku bilang, gadis itu juga tetlibat. Aku tidak akan memaafkannya" ucap Abust dengan nada marah.

"Abust.. kau tidak boleh mempercayai begitu saja ucapan wanita itu" Leon mengejar Abust yang mulai pergi.

"Kau tidak perlu mencegahku. Aku akan membunuh wanita itu. Dia adalah mata-mata" Abust segera membuka lift dan menutupnya sebelum Leon mengejarnya. Leon menghampiri wanita itu, ia tidak percaya dengan perkataannya.

"Apa yang kau lakukan, siapa kau? Kenapa kau membohonginya seperti itu?" bentak Leon kepada wanita itu yang sudah tersungkur dengan tangan terikat.

"Karena kalian berdua pecundang, kalian hanya orang bodoh jika tanpa ada pria brengsek itu. Aku senang berhasil menghabisinya. Hahahahaa..." perempuan itu masih terus terkekeh sehingga membuat Leon semakin jijik.

"Kau perempuan tidak waras" Leon segera pergi mengejar Abust. Dia sudah tahu dimana Salwa disekap . Saat setelah pertengkaran di rumah sakit Leon mengikuti mobil Abust. Ia melihat Abust berhenti di sebuah rumah besar yang banyak terdapat penjaga. Leon lalu meretas CCTV yang berada di seluruh ruangan. Bahkan ia tahu bagaimana perlakuan Abust terhadap Salwa.

Abust dengan kecepatan tinggi menerobos jalan kota yang padat. Bahkan ia tidak menggubris beberapa pengendara lain yang hampir ia tabrak. Sampailah ia di depan rumahnya. Ia menghentikan mobilnya pas di depan pintu . Bergegas ia keluar dari mobil dengan membanting pintu mobilnya. Abust melangkahkan kakinya cepat ke tempat dimana Salwa di rawat. Dibukanya pintu kamar Salwa. Ia mendapati Salwa sedang disuapi oleh seorang perawat yang dikirim oleh Xiau Chien.

"Keluar"perintah Abust kepada perawat itu. Perawat itu menurut dan meletakkan mangkuk bubur yang masih tersisa sedikit di atas nakas. Setelah dirasa perawat itu telah menjauhinya ia mendekati Salwa. Salwa bergidik ketakutan. Ia masih ingat bagaimana perlakuan Abust kepadanya sebelumnya. Abust menarik rambut Salwa dengan keras kebelakang, sehingga Salwa merintih kesakitan. Abust mendekatkan wajahnya ke wajah mungil Salwa. Ia memperhatikan dengan lekat wajah gadis itu yang sedikit berwarna daripada sebelumnya yang terlihat pucat. Tatapan tajam dan aura membunuh ia perlihatkan dari manik matanya.

Salwa memejamkan matanya, air matanya menetes dan bibirnya bergetar. Ia sangat takut kepada Abust. Melihat Salwa yang ketakutan membuat Abust justru menginginkan gadis itu. Ia masih ingat beberapa jam lalu ia bercinta dengan wanitanya sambil membayangkan wajah gadis yang ada di depannya saat ini. Jiwa tempramen Abust berubah menjadi jiwa yang penuh hasrat dan nafsu. Ia mulai mencium Salwa dengan paksa. Tentu saja Salwa menolaknya. Ia bukan tipe wanita yang akan merelakan kesuciannya direngut oleh laki-laki begitu saja. Tangan Salwa masih tertanam jarum infus. Ia menampar Abust saat ia berhasil menghindar dari ciuman Abust.

Tatapan ketakutan Salwa berubah menjadi tatapan kebencian.

Abust tidak mau kalah ia menarik tubuh Salwa dan menarik kemejanya yang kebesaran itu, beberapa kancing sudah terlepas dari bajunya. Salwa menutupi tubuhnya dengan bantal, ia belum memakai pakaian dalamnya. Ia tidak ingin laki-laki biadab seperti Abust menikmati tubuhnya. Salwa mencabut jarum infus dengan kasar. Darah mengucur deras dari pergelangan tangannya. Ia menghentikan aliran darahnya dengan menekan selimut yang dipakainya di tempat darah yang mengucur. Abust mengambil kesempatan kelengahan Salwa dengan memeluk tubuh gadis itu. Ia membuang bantal yang menutupi tubuh Salwa. Abust mulai melakukan aksi bejatnya. Salwa meronta-ronta dengan sesekali memukul kepala Abust yang dengan lancangnya mulai menikmati bagian-bagian tubuhnya yang sudah tidak terkawal.

BRAAAKKKK

Leon menendang pintu ruangan Salwa. Ia melayangkan bogemnya ke arah kepala Abust.

"Apa yang kau lakukan bodoh!!!!" Leon sudah tidak bisa membendung kemarahannya kepada saudara angkatnya itu setelah melihat perbuatan bejatnya. Abust tersungkur dengan hidung mengeluarkan darah segar. Leon dengan cepat melepas T-shirt yang dipakainya dan dilemparkan ke arah Salwa yang kesulitan menutupi tubuhnya.

"Pakai ini" ucap Leon tanpa menoleh ke arah Salwa. Dengan segera Salwa memakai baju T-shirt yang diberikan Leon tanpa melepas kemejanya yang sudah koyak.

Abust yang tidak terima dengan perlakuan Leon segera membalas dengan memukul Leon secara brutal. Leon melihat ke arah Salwa sambil berteriak

"LARII... LARIII"

Salwa dengan tenaga yang masih tersisa berlari sekencang-kencangnya. Leon dan Abust masih melakukan baku hantam.

"Kenapa kau lindungi dia brengsek"ucap Abust marah.

"Aku melakukan apa yang harus aku lakukan. Kau sudah bertindak bodoh" Leon kembali menyerang Abust dengan pukulan-pukulannya.

Salwa yang sudah berhasil keluar dari rumah Abust karena semua penjaga berhasil dilumpuhkan oleh Leon dan anak buahnya. Ia kebingungan harus berlari kemana sampai ia tidak melihat ada mobil yang sedang melaju dengan cepat.

BRAAKKKKK

》》 next...

Terpopuler

Comments

Sunarty Narty

Sunarty Narty

serem jg y baru dua hari jd tkw

2022-10-12

0

the real ersyana

the real ersyana

seruuuu,,, degdegan

2022-09-13

0

epifania rendo

epifania rendo

dasar bodoh itu abust

2022-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 Perpisahan Sekolah
2 Keputusan Salwa
3 Bertolak ke Luar Negeri
4 Tugas Pertama
5 Leon dan Abust
6 Perhatian Sean
7 Penyerangan tersembunyi
8 Perawatan Sean
9 Penyiksaan Salwa
10 Pertengkaran Leon dan Abust
11 Perawatan Salwa
12 Penyelamatan Salwa
13 Sean Bangun
14 Kepiluhan
15 Penyelidikan
16 Michella
17 Pengaruh Yang PouHan
18 Hujan
19 Ketahuan
20 Pengakuan
21 Belajar
22 Kepergian
23 Kerinduan
24 Memasak
25 Sakit Hati
26 Nindy
27 Perselisihan
28 Menikahlah denganku
29 Pelukan Terakhir
30 Sambutan
31 Pertemuan
32 Ketakutan
33 CARI
34 Sadarlah ( Part I)
35 Sadarlah (Part II)
36 Remember me part I
37 Remember me part 2
38 Remember me part 3
39 Remember me part 4
40 Remember me part 5
41 Remember me part 6
42 Remember me Part 7
43 Remember Me part 8
44 Remember Me part 9
45 Remember me part 10
46 Remember me Part 11
47 Remember Me
48 Remember Me (MP part 2)
49 Remember me part 12
50 Remember Me part 13
51 Remember me Part 14
52 Remember me part 15
53 Remember me part 16
54 Remember me part 17
55 Remember me part 18
56 Remember me part 19
57 Remember me part 20
58 Remember me part 21
59 Remember me last part
60 Permintaan Salwa
61 Rumah Keluarga Arthur
62 Bertemu Sean
63 Kencan
64 Susah tidur
65 Club Malam
66 Kekecewaan Yang Pou Han
67 Perampok
68 Undangan
69 Pembelaan untuk Emelie
70 H-1
71 Hari Pernikahan
72 Pernikahan part 2
73 Di Hotel
74 Di Hotel Part 2
75 Tragedi part 1
76 Tragedi part 2
77 Tragedi part 3
78 Rumah Keluarga Bay
79 Rumah Keluarga Bay part 2
80 Rencana Liburan
81 Liburan Seru part 1
82 Liburan Seru part 2
83 Pengakuan Part 1
84 Pengakuan Part 2
85 Pengumuman
86 USG
87 Bertemu Kembali
88 Trauma
89 Mengikhlaskan
90 Kedatangan Nyonya Besar
91 Pria itu...
92 Pertengkaran suami istri
93 Ikut Bekerja
94 Lapar
95 Bangun pagi
96 Bersama lagi...
97 Mandi
98 Hotel
99 Berkunjung
100 Kecelakaan
101 Di Rumah Sakit
102 Berusaha Menerima
103 Kedatangan Nyonya Besar
104 Terjebak
105 Penemuan Abust
106 Menyelamatkan
107 Barang Bukti
108 Tangkap Mereka
109 Selamat tinggal..
110 Pemakaman
111 Masa Lalu
112 Penyesalan
113 Janji
114 Kembali Pulang
115 Datang Bulan..?
116 Cara Lain
117 Tenanglah
118 Saudara ?
119 Saudara ? II
120 Bukan siapa-siapa
121 Rencana Pembebasan
122 Tidak Pulang
123 Nyonya Bay
124 Leon
125 Leon II
126 Persiapan
127 Perjanjian
128 Jamuan
129 Jamuan II
130 Hancur I
131 Jangan Pergi !!
132 Maaf
133 Mengundurkan Diri
134 Pria Mesum
135 Sean I
136 Sean 2
137 Sean 3
138 Sean 4
139 Sean 5
140 Sean 6
141 Sean 7 End
142 Pengumuman
143 Ekstra Chapter 1
144 Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145 Ekstra Chapter 3
146 Ekstra Chapter 4
147 Ekstra Chapter End
148 Penutup
149 New Story
150 Pengumuman
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Perpisahan Sekolah
2
Keputusan Salwa
3
Bertolak ke Luar Negeri
4
Tugas Pertama
5
Leon dan Abust
6
Perhatian Sean
7
Penyerangan tersembunyi
8
Perawatan Sean
9
Penyiksaan Salwa
10
Pertengkaran Leon dan Abust
11
Perawatan Salwa
12
Penyelamatan Salwa
13
Sean Bangun
14
Kepiluhan
15
Penyelidikan
16
Michella
17
Pengaruh Yang PouHan
18
Hujan
19
Ketahuan
20
Pengakuan
21
Belajar
22
Kepergian
23
Kerinduan
24
Memasak
25
Sakit Hati
26
Nindy
27
Perselisihan
28
Menikahlah denganku
29
Pelukan Terakhir
30
Sambutan
31
Pertemuan
32
Ketakutan
33
CARI
34
Sadarlah ( Part I)
35
Sadarlah (Part II)
36
Remember me part I
37
Remember me part 2
38
Remember me part 3
39
Remember me part 4
40
Remember me part 5
41
Remember me part 6
42
Remember me Part 7
43
Remember Me part 8
44
Remember Me part 9
45
Remember me part 10
46
Remember me Part 11
47
Remember Me
48
Remember Me (MP part 2)
49
Remember me part 12
50
Remember Me part 13
51
Remember me Part 14
52
Remember me part 15
53
Remember me part 16
54
Remember me part 17
55
Remember me part 18
56
Remember me part 19
57
Remember me part 20
58
Remember me part 21
59
Remember me last part
60
Permintaan Salwa
61
Rumah Keluarga Arthur
62
Bertemu Sean
63
Kencan
64
Susah tidur
65
Club Malam
66
Kekecewaan Yang Pou Han
67
Perampok
68
Undangan
69
Pembelaan untuk Emelie
70
H-1
71
Hari Pernikahan
72
Pernikahan part 2
73
Di Hotel
74
Di Hotel Part 2
75
Tragedi part 1
76
Tragedi part 2
77
Tragedi part 3
78
Rumah Keluarga Bay
79
Rumah Keluarga Bay part 2
80
Rencana Liburan
81
Liburan Seru part 1
82
Liburan Seru part 2
83
Pengakuan Part 1
84
Pengakuan Part 2
85
Pengumuman
86
USG
87
Bertemu Kembali
88
Trauma
89
Mengikhlaskan
90
Kedatangan Nyonya Besar
91
Pria itu...
92
Pertengkaran suami istri
93
Ikut Bekerja
94
Lapar
95
Bangun pagi
96
Bersama lagi...
97
Mandi
98
Hotel
99
Berkunjung
100
Kecelakaan
101
Di Rumah Sakit
102
Berusaha Menerima
103
Kedatangan Nyonya Besar
104
Terjebak
105
Penemuan Abust
106
Menyelamatkan
107
Barang Bukti
108
Tangkap Mereka
109
Selamat tinggal..
110
Pemakaman
111
Masa Lalu
112
Penyesalan
113
Janji
114
Kembali Pulang
115
Datang Bulan..?
116
Cara Lain
117
Tenanglah
118
Saudara ?
119
Saudara ? II
120
Bukan siapa-siapa
121
Rencana Pembebasan
122
Tidak Pulang
123
Nyonya Bay
124
Leon
125
Leon II
126
Persiapan
127
Perjanjian
128
Jamuan
129
Jamuan II
130
Hancur I
131
Jangan Pergi !!
132
Maaf
133
Mengundurkan Diri
134
Pria Mesum
135
Sean I
136
Sean 2
137
Sean 3
138
Sean 4
139
Sean 5
140
Sean 6
141
Sean 7 End
142
Pengumuman
143
Ekstra Chapter 1
144
Ekstra Chapter 2 (gadis unik)
145
Ekstra Chapter 3
146
Ekstra Chapter 4
147
Ekstra Chapter End
148
Penutup
149
New Story
150
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!