MAS DUDA

MAS DUDA

Mas Duda

Author membuat cerita ini, bukan karena ingin melupakan ibu kandung si kembar Raka dan Talita. Author datang karena ingin menyelamatkan si kembar yang gemoy dan bapaknya juga.😅

...Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama, tempat dan unsur tema hanya kebetulan belaka.......

...Enjoyyy😉...

"Raka, Talita! Harus berapa kali ayah bilang supaya tidak nakal sama sus?"

Eric tidak tahu lagi harus bagaimana supaya si kembar tidak jahil dan nakal terhadap pengasuh mereka yang Eric bayar. Terakhir pengasuh yang mengundurkan diri karena gawainya yang berharga harus hilang begitu saja oleh si kembar. Ponsel milik pengasuhnya, Raka jeburkan ke dalam toilet duduk dan Talita bertugas mem-flush toilet. Dalam hitungan detik, gawai milik pengasuhnya itu raib ke dalam sepiteng.

"Sudah tujuh kali kalian ganti sus dalam satu tahun. Ayah bingung mau cari yang gimana buat kalian. Semua sus meminta pulang gara-gara kalian nakal." Eric harus menahan depresinya karena ulah sang buah hatinya.

"Talita enggak mau sama sus Ina. Talita inginnya sama Ayah sama Bunda." Kalau sudah begini Eric tidak bisa berkutik.

*Sus adalah panggilan untuk pengasuh si kembar.

Eric sudah kembali bangkit dari keterpurukannya sejak delapan tahun silam. Duda beranak kembar itu harus menerima kenyataan bahwa sang istri telah meninggalkan keluarga kecil itu untuk selama-lamanya.

"Besok kalian sekolah. Ayah harus cepat-cepat cari pengganti sus Ina." Urat emosi Eric sudah mulai merenggang.

"Ayah tidak mau tahu, pokoknya nanti kalau kalian sudah nemu sus baru. Ayah tidak akan membiarkan sus pergi begitu saja dari rumah ini." Dasi yang sedari tadi melekat pada lehernya Eric lepas pelan-pelan.

"Tidur. Ayah masih ada kerjaan di rumah."

Eric pergi meninggalkan kedua anaknya di dalam kamar setelah mencium kedua kening buah hatinya bersama Lolita, cinta pertamanya. Tidak lupa, Eric mematikan lampu kamar anaknya dan menyalakan lampu tidur mereka agar kamar anaknya tidak benar-benar gelap seperti gua.

Gila kerja adalah cara Eric melampiaskan kesedihannya. Lolita tidak bisa muncul ketika dia sudah berbaur dengan komputer jinjing dengan seabrek data-data yang harus dia selesaikan. Akibatnya, Raka dan Talita sudah jarang terurus olehnya secara langsung. Si kembar hanya bisa melampiaskan ke para barisan mantan sus-nya. Dia nakal karena ingin mendapat perhatian dari ayahnya yang super sibuk.

"Besok, antar saya cari pengasuh baru untuk Raka dan Talita. Saya ingin mencari pengasuh buat mereka, dengan tangan saya sendiri." Eric sudah tersambung dengan sekretaris sekaligus asisten pribadinya. Rai sudah menjadi kepercayaan Eric dalam waktu lima tahun ini.

"Baik, pak."

Tutt...tutttt.

Eric kembali menjadi Eric yang dulu. Dingin dan seenaknya sendiri.

Rai hanya menarik napas panjang ketika bos besarnya memberi perintah. Kalau saja cari pekerjaan semudah orang mengedipkan mata, Rai pasti sudah meninggalkan bosnya yang tidak bisa dikendalikan oleh siapapun.

Kedua orangtua Eric sudah meninggalkan Jakarta dua tahun lalu. Keduanya memilih menua di kota kelahiran Nia, mama Eric. Mereka sudah lega melihat anak semata wayangnya kembali seperti semula.

Eric melemparkan tas kantornya di atas kasur. Dia langsung membersihkan diri ke dalam kamar mandi sebelum akan kembali berkutat dengan pekerjaannya. Selamat datang di dunia Eric yang membosankan.

Aroma sabun mandi sudah melekat pada tubuhnya. Dia menyeduh kopi sendiri di dapur karena jam segini pembantu di rumahnya sudah terbebas dari pekerjaan apapun. Seperti dia yang membatasi para karyawan di kantornya, pembantu di rumahnya memiliki waktu jam kerja sampai maksimal pukul delapan malam. Mereka yang lembur harus membawa pekerjannya di rumah.

Dia kembali lagi ke kamar dengan membawa secangkir kopi hitan yang biasa menjadi teman begadangnya. Selamat lembur Eric.

"Sampai kapan, kamu akan terus bertengger di ingatanku, Ta?" Air matanya turun setelah menutup bingkai foto di meja kerjanya. Dia masih menyimpan foto masa SMA-nya dulu bersama Lolita.

Eric tidak pernah berubah setelah kematian sang istri. Dia akan menjatuhkan air matanya saat melihat gambar istrinya.

"Pikirkan anak-anak, Eric." Komputer di depannya sudah dinyalakan beberapa detik setelah dia meletakkan bingkai fotonya di laci mejanya.

Eric tidak ingin mengajak anaknya larut dalam kesedihannya. Bairkan dia yang mengenang sendiri. Raka dan Talita harus menatap masa depan.

Cek sound.

Gimana intro dari 'Mas Dua'? Masih penasaran atau stop di sini saja, karena kalian tidak ingin Eric mencari pengganti Lolita.

Jangan lupa dukungannya yah.😘

Potret kedekatan si kembar

Terpopuler

Comments

Azriel Prayoga

Azriel Prayoga

maaf thor, hanya sekedar saran.
kalau bisa panggilannya jangan Rai ya thor, karena kalau di Jawa Tengah & Jawa Timur itu Rai = muka thor.

2022-12-02

0

Siti Qori'ah

Siti Qori'ah

baru ktmu, kata2 Awa aj udah keren..

2022-05-17

0

Herlina Lina

Herlina Lina

kaya anajx jonathan frizi

2021-10-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!