Bella bergegas keluar, kalau tidak Angga pasti akan menegurnya lagi, dia melihat Angga sudah cukup jauh, pria ini sama sekali tidak mau menunggu.
Setelah Bella mengejar mereka, Angga berhenti sebentar.
"Sekarang, kita akan menemui dokter kulit, Mika punya tahi lalat di bawah mata kirinya, kau juga harus punya, selain itu hari ini kau akan menjalani laser untuk menghilangkan tanda di tubuhmu," kata Angga menjelaskan.
Bella hanya mendengarkannya dengan seksama, melihat kelakuan Angga hari ini, dia jadi takut bertanya apa lagi membantah Angga.
"Baik," kata Bella lagi.
Angga mulai berjalan lagi, dia lalu masuk ke salah satu ruangan, di pintunya tertulis dokter spesialis kulit, di sana sudah menunggu seoarang dokter wanita, dia sangat cantik, dan modis.
"Selamat pagi Tuan Angga, saya sudah menunggu Anda," kata Wanita itu yang dari nama di jasnya bernama dokter Anita.
"Selamat pagi, ini wanita yang harus Anda tangani, saya akan menunggu kabar dari Anda setelah prosesnya selesai," kata Angga
"Baiklah Tuan, ini bukan prosedur yang susah, saya akan segera melaporkannya," kata dokter Anita tersenyum
Angga tidak membalas senyuman itu, menatap Bella sejenak, lalu dia pergi begitu saja. Setelah pintu tertutup, dokter Anita langsung menghampiri Bella.
"Nona, saya ingin tahu di mana saja Anda memiliki tanda lahir, atau tahi lalat?" kata dokter itu ramah
"Oh, baiklah," kata Bella, dokter itu memperhatikan, lalu mengecek tubuh Bella sedetail mungkin, hingga ke daerah pribadinya, asistennya mencatat segala yang di katakan oleh dokter itu. Bella hanya bisa pasrah saja.
Setelah melakukan pengecekan, Bella dikawal masuk ke dalam ruangan, di sana dia disuruh berganti pakainan memakai pakaian khusus di sana, dia lalu segera melakukan treatment untuk menghapus semua tanda di tubuhnya. Rasanya bagaikan di gigit semut kecil-kecil, walaupun dia sudah di mengunakan cream bius.
Setelah itu, dokter Anita juga dengan teliti membuat tahi lalat di bawah mata kiri Bella, percis seperti terlihat di foto Mika yang sebelumnya sudah di serahkan Angga pada dokter Anita. Setelah melakukan semuanya, kulit Bella masih merah-merah, dokter mangatakan untuk tidak mengunakan apapun selama 3 hari, agar kulitnya kembali seperti semula.
Bella menatap dirinya, melihat tahi lalat kecil di mata kirinya, dia tersenyum sedikit, bukan tak menyukainya, namun seperti bukan dirinya.
Ternyata dokter Anita sudah melaporkan keadaan Bella, sehingga setelah dia menganti baju, dokter mengatakan bahwa Angga sudah menunggunya di ruangannya. Bella keluar, melihat Asisten Jang sudah menunggunya.
"Nona Mika, Tuan Angga sudah menunggu Anda di ruangannya," kata Asisten Jang.
"Terima kasih Asisten Jang," kata Bella tersenyum manis. Melihat perlakuan Bella yang begitu hangat, membuat Asisten Jang senang, selama dia bekerja dengan Angga, mendapatkan kata terima kasih itu sangat jarang, jadi kalau ada yang mengatakan terima kasih, rasanya Asisten Jang sangat senang.
"Sama-sama, Nona," kata Asisten Jang membalas senyuman itu.
" Asisten Jang, Tuan Angga memang selalu begitu dingin?" kata Bella penasaran.
Asisten Jang menatap Bella, dia bingung harus menjawab apa, dia takut jika salah bicara, maka karirnya akan terancam.
"Tuan memang jarang berbicara, Nona," kata Asisten Jang seadanya.
Bella mengerutkan dahi, semua orang yang dia tanya, jawabannya pasti hanya itu.
"Jangan takut, aku janji tidak akan mengatakannya pada Angga, aku juga rasa dia begitu dingin."
"Eh … Tuan Angga sudah jadi yatim piatu saat umurnya masih 12 tahun, sejak itu dia hidup sendiri, hanya berteman dengan Nona Mika yang asli, saat Nona Mika meninggal, dia tambah pendiam, karena itu mungkin Anda merasa dia sangat dingin," kata Asisten Jang menjelaskan, dia percaya Bella tidak akan mengadukannya.
"Oh, begitu ya?" kata Bella, ternyata Angga kasihan juga, pantas saja begitu angkuh dan dingin, dia juga tak punya siapa-siapa, percis seperti Bella.
Tak lama mereka sampai di suatu ruangan, Asisten Jang membukakan pintu untuk Bella. Dia bisa melihat Angga yang duduk dengan serius di depan laptopnya, Bella lalu duduk di depannya.
Angga melirik Bella sebentar, melihat perubahan di wajah Bella, tahi lalat kecil di bawah mata kirinya membuat wajah Bella tambah manis. Kulit di sekitarnya masih terlihat memerah. Angga tak menunjukan ekspresi apapun di wajahnya. Dia lalu mengambil kotak di samping tempat duduknya.
"Ini, hanphone untukmu, kau bisa mengunakannya," kata Angga.
"Wah, benarkah?" kata Bella langsung terlihat begitu senang, dia tidak pernah punya handphone, karena mengunakan telepon saja di sana dilarang.
Angga mengerutkan dahinya karena kembali melihat tingkah Bella yang kegirangan, senyuman Bella yang terus menerus mengembang membuatnya kembali merasa lucu dengan tingkah polos Bella. Gadis yang dulunya sangat suram dan bertingkah sangat anggun itu ternyata punya sisi seperti anak-anak.
Bella membuka handphonenya, itu handphone keluaran terbaru berwarna rose gold, Bella begitu senang, walaupun sejujurnya dia belum tahu bagaimana mengunakannya.
"Terima kasih Tuan, wah, ini kado terbaik yang pernah aku dapat, rasanya seperti dapat kado pada hari ulang tahunku," kata Bella sangat kegirangan, tawa dan senyuman tidak lepas dari wajahnya, benar-benar seperti anak-anak. Membuat Angga jadi tersenyum tipis, sekali lagi Bella terlalu senang hingga tidak memperhatikan itu.
"Aku sudah memasukkan nomor handphoneku, nomor handphone Asisten Jang, dan Judy di sana, aku juga mengisi 1 juta untuk pulsamu, akan di isi otomatis setiap bulan," kata Angga menjelaskan, Bella mendengarkan dengan seksama, walaupun dia belum begitu mengerti apa yang dikatakan oleh Angga.
"Sekali lagi terima kasih, Tuan," kata Bella sangat bersyukur, dia meletakkan handphone pertamanya dengan begitu hati-hati, seolah tak ingin mengoresnya. Angga melihat itu hanya bisa mengelengkan kepalanya.
"Mulai sekarang namamu Mika, bukan lagi Bella, biasakanlah," kata Angga dengan datar.
"Baik, Akan aku laksanakan," kata Bella dengan begitu semangat.
"Kau boleh memanggilku Angga, tapi terkadang Mika memanggilku Gaga, itu nama kecilku yang diberikan oleh Mika," kata Angga, tiba-tiba cahaya matanya meredup, Bella menangkap itu, pria ini pasti sangat merindukan Mikanya.
"Baik," kata Bella lagi.
"Hari ini sampai di sini dulu, aku harus bekerja, supir akan mengantarmu pulang, tapi jika kau ingin pergi aku sarankan untuk menjemput Judy dulu, kau bisa pergi bersamanya, dia akan menemanimu, Asisten Jang berikan dia ATMnya," kata Angga.
"Baik Tuan," kata Asisten Jang mengambilkan ATM dan sebuah amplop dari tempat penyimpanannya, dia lalu dengan sopan menyerahkannya pada Bella.
"Terima kasih Asisten Jang," kata Bella dengan begitu ramah.
Bella memperhatikan kartu ATMnya, dia belum pernah punya ATM, di sana dia tidak butuh uang, tinggal katakan apapun yang dia mau, dia akan mendapatkannya, semudah itu.
“Aku sudah transferkan uang 200.000.000 ke rekeningmu, akan di isikan otomatis setiap bulannya selama kau masih berstatus sebagai Mika, itu uangmu, pergunakan untuk apapun yang kau mau," kata Angga lagi.
"Ehm, bukankah ini berlebihan, aku hanya ingin membalas sakit hatiku, kalau begini aku terlalu berhutang budi padamu, aku takut tidak bisa membalasnya," kata Bella lagi yang sebenarnya cukup kebingungan dengan semua ini, dan dia tahu jika sudah berurusan dengan uang, hal ini pasti lebih sulit nantinya.
Angga diam sesaat, hanya memandangi Bella dengan tajam, Bella merasa apa dia salah bicara, sepertinya tidak.
"Di sini bukan di istana, kau pasti membutuhkan uang, aku tidak suka jika melakukan sesuatu setengah-setengah, Ambilah kalau kau tidak mengunakannya, bisa kau berikan pada orang lain," kata Angga seolah tak peduli. Bella malah merasa semakin tidak enak.
"Terima kasih," kata Bella seadanya.
“Ok, kau boleh pulang sekarang, nanti sore aku akan menjemputmu, kita akan menemui seseorang."
"Iya."
Angga lalu mengeluarkan gestur agar Asisten Jang membawa Bella keluar, Asisten Jang dengan tanggap lalu menghampiri Bella.
"Baik nona, saya akan mengantarkan Anda," kata Asisten Jang
Bella tidak membalas perkataan Asisten Jang, dia berdiri lalu mengikuti Asisten Jang, dia sedikit melirik kearah Angga yang sekali lagi terlihat sudah serius dengan kerajaannya, membuat wajahnya yang dingin itu semakin terlihat.
Asisten Jang memimpin jalan untuk mengantarkan Bella ke mobil.
"Asisten Jang, bolehkah aku bertanya sesuatu?" kata Bella dengan lembut.
"Baik Nona, silakan," kata Asisten Jang dengan sopan.
"Bagaimana menggunakan kartu ini?" kata Bella dengan sangat polosnya, memutar-mutar kartu ATM yang baru di berikan oleh Angga padanya.
"Anda tidak tahu bagaimana mengunakannya? " kata Asisten Jang tidak percaya, bagaimana bisa masih ada orang yang tidak bisa mengunakan kartu ATM?, memangnya nona ini dari mana? Pikir Asisten Jang, namun tidak bisa di utarakannya.
"Iya, aku belum pernah mengunakannya," kata Bella lagi.
"Baiklah, saya akan menunjukan bagaimana cara mengunakannya," kata Asisten Jang tersenyum.
"Sekali lagi, terima kasih Asisten Jang," kata Bella begitu senang.
Asisten Jang menjelaskan secara perlahan pada Bella bagaimana cara mengunakan ATM itu, baik di mesin maupun saat dia ingin melakukan debet untuk membeli barang tanpa mengunakan uang tunai, dan juga untuk menjaga agar PIN ATMnya jangan sampai di ketahui oleh orang lain.
Bella yang mendengarkan secara seksama merasa kagum, ternyata hanya dengan membawa kartu setipis itu dia bisa membeli barang, kenapa dulu dia tidak pernah di ajari tentang ini yah? Pikirnya.
Setelah memberikan pelajaran singkat bagaimana mengunakan ATM, Asisten Jang membawa Bella kembali ke mobilnya, saat dia kembali ternyata Judy sudah ada di sana, Asisten Jang yang memanggilnya, dia merasa Nona sepolos ini harus di perhatikan dengan baik, kalau tidak dia takut akan terjadi apa-apa padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Mimilngemil
Judy...
tet...
*Roma Irama
BTW Judy wanita apa laki"?
2023-12-11
0
Mimilngemil
😂😂😂😅
2023-12-11
0
Mimilngemil
Pulsa 1jt
Kenapa gak pakai Pra bayar aja, biar gak kehabisan pulsa.
Tinggal bayar tagihan aja tiap bulan.
2023-12-11
0