Di sini, di malam yang gelap ini, aku hanya berbisik pada tetes hujan dan air yang menggenang, adakah di hatimu namaku terkenang?.
___________________________________________
Angga menarik tubuh gadis itu ke pantai berpasir, dia menatap gadis itu lagi, memastikan sekali lagi bahwa gadis itu adalah Mika, namun bukan. Daihan mendekat, mengecek nadi di lehernya, Angga melihat Daihan, Daihan mengangguk.
Angga segera memberikan CPR, memberikan kompresi dada 30x, mencubit hidungnya lalu menghembuskan udara ke mulut wanita itu.
Angga terus melakukannya hingga ambulans datang, namun bukan mobil yang datang, ambulans helikopter yang datang. Mereka segera mengevakuasi gadis itu, Angga ikut di dalam ambulans itu.
" Apa itu tidak berlebihan? kita bahkan tidak mengenalnya," kata Jofan
" Aku bilang Angga ada masalah, makanya yang dikirim helikopter," kata Daihan
" Kenapa kau melakukan itu?" kata Jofan
" Entahlah, merasa gadis itu butuh sekedar mobil ambulans, tenang saja lagian itu kan punya Angga," kata Daihan.
" Hah ... aku selalu tak mengerti jalan pikiran kalian orang-orang kaya," kata Jofan.
" Memang kau tidak kaya, ayo pergi dari sini, kita harus mengejar Angga," kata Daihan masuk ke dalam mobil sport Angga.
" Ok lah," kata Jofan pergi ke mobil yang lain, mereka lalu melaju meninggalkan pantai itu.
Sesampainya di rumah sakit, tim dokter terbaik sudah menunggu, mereka mendengar bahwa Anggalah yang dalam bahaya, hingga seluruh tim dokter standby, namun mereka sedikit terkejut melihat siapa yang dalam keadaan bahaya, seorang gadis, namun mereka langsung menanganinya.
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" kata seorang yang merupakan asisten Angga datang.
"Tidak, siapkan baju untukku," kata Angga membuka jasnya
"Baik tuan, saya akan menyiapkannya," kata Asisten Jang
"Aku akan menunggu di ruanganku," kata Angga.
"Baik Tuan," kata Asisten Jang
Angga melihat ke arah jendela di ruangannya, ruangannya sangat luas, di dekorasi sangat bagus, dengan meja besar, dan banyak sofa yang tampak mewah. Tempatnya sendiri berada di paling atas, dari jendelanya terlihat pemandangan seluruh kota, dia sudah berganti pakaian, hanya memakai sweater santai, melihat air yang mengalir di jendela karena hujan.
Sesaat tadi, saat dia melihat gadis itu, dia sangat berharap wanita itu adalah Mika, karena itu dia rela sampai masuk ke dalam, saat melihat wajahnya dia sangat kecewa, namun entah kenapa wajah gadis itu menyentuhnya, seakan ada kesedihan yang terlihat.
Air yang mengalir di jendela membangkitkan memorinya tentang Mika, mereka memang baru berhubungan 5 tahun sebagai sepasang kekasih, namun Angga mengenal Mika hampir seumur hidupnya, karena memang Mika ikut keluarganya dari kecil, kedua orang tuanya mengadopsi Mika dari pantai asuhan, membuat Mika adalah satu-satunya wanita yang selama ini ada di hidup Angga. bagaimana bisa melupakan seseorang yang sudah begitu lama di hidupmu?.
Aku sangat merindukanmu Mika, kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun? Di mana aku harus mencarimu?.
"Tuan, kepala dokter yang menangani wanita itu ingin menemui Anda," kata asisten Jang.
"Baiklah, suruh dia masuk," kata Angga.
"Selamat malam Tuan Angga," kata Kepala dokter itu.
Angga hanya tersenyum sedikit, menunjukan aura kepemimpinannya yang kuat.
"Wanita itu keadaanya sangat kritis, harapan hidupnya juga tipis, wanita itu harus mengunakan ventilator untuk membuat dia tetap bernapas, sekarang dia ada di ICU," kata dokter itu
Angga diam, dia seperti berpikir sesuatu.
"Baiklah, lakukan yang terbaik untuknya," kata Angga
"Siap Tuan," kata Dokter itu, lalu dia kembali keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Mimilngemil
Seperti sebelumnya Karya Quin bikin nagih.
2023-12-10
0
Mimilngemil
😅😂
2023-12-10
0
Mimilngemil
True...
2023-12-10
0