Aku tak pernah tahu bagaimana, namun tiba-tiba saja, ntah dimulai dari mana, ada sesuatu selain rindu yang merasuk dalam dada ....
Sungguh sebenarnya aku tak suka, karna terkandang sangat menyiksa, sekarang aku tahu kenyataannya, ada rasa cemburu yang dengan halus menyisip dalam sukma.
____________________________________________
"Aku tidak sengaja membuat tangan Kak Daihan terkena cipratan minyak panas, makanya aku memberikannya pertolongan pertama," kata Bella menjelaskan.
Angga mengerutkan dahi, Kak Daihan?
"Kenapa kau memasak? Di sini kita punya koki sendiri," kata Angga dengan nada datarnya.
"Aku suka memasak, semoga kalian juga suka masakanku, lagi pula aku tidak tahu harus melakukan apa, terlalu pagi untuk tidur lagi," kata Bella menjelaskan pada Angga, Angga seperti mengerti, namun tidak merespon.
"Aku pasti akan suka," kata Daihan lembut dan tersenyum pada Bella, melihat hal itu, Angga merasa agak aneh dengan sikap Daihan.
"Baiklah, bawa saja masakanmu jika sudah selesai, aku dan Daihan akan menunggu di ruang makan," kata Angga lagi dengan datar, dia lalu memutar tubuhnya, melangkah keluar dari ruangan itu.
"Iya, tunggulah sebentar," kata Bella kembali ke masakannya.
"Daihan, masih ingin di situ?" kata Angga lagi melihat sahabatnya tak bergeming.
"Baiklah, aku akan ke sana," kata Daihan lagi. Lalu dia melangkah mendekati Bella terlebih dahulu, Bella lalu menatap Daihan.
"Aku tinggal dulu ya," kata Daihan lembut dengan senyuman ciri khasnya.
"Ya, akan segera selesai."
"Pelan-pelan saja, nanti malah kau yang terluka."
"Terima kasih Kakak," kata Bella dengan senyuman manisnya, merasa senang dengan perhatian yang diberikan Daihan.
"Sama-sama," kata Daihan, dia lalu melangkah pergi dari sana.
Setelah selesai, pelayan membantu Bella untuk menghidangkan makanan ke ruang makan, di sana Angga dan Daihan sudah menunggu. Angga duduk di ujung meja makan, di sebelahnya Daihan duduk, sedangkan Bella duduk di depan Daihan, Daihan kembali menatap Bella dalam-dalam. Angga memperhatikan itu, dia sedikit terganggu.
"Silahkan makan," kata Bella lagi.
Angga tidak menjawab, Daihan hanya tesenyum, mereka mulai makan masakan yang dimasak oleh Bella, Bella tidak mengambil makanan duluan, dia hanya memperhatikan Angga dan Daihan yang mulai memakan makananya, dia sedikit cemas, apakah makanan ini cocok dengan mereka?
Angga terdiam sejenak setelah mengunyah makanan dari Bella, Bella sedikit takut, sepertinya Angga tidak suka dengan makanannya. Daihan juga menunjukkan hal yang sama, apakah setelah jatuh ke laut dia jadi tidak bisa memasak? Padahal dulu masakannya sempat di puji oleh chef yang ada di kastil.
"Bella, makananmu begitu enak, kau memang pintar memasak," kata Daihan tersenyum.
"Benarkah? Kakak suka?" kata Bella senang. Dia sampai tersenyum lebar.
Angga lalu melanjutkan makannya, di benaknya dia terkejut,
Wanita ini benar-benar bisa segalanya, bahkan masakannya saja sangat enak, apa sih yang dia tidak bisa?.
Angga menatap Bella yang masih kegirangan karena pujian dari Daihan, Angga bukan lah orang yang suka memuji, makanya dia hanya diam saja.
Setelah tahu hasil masakannya bisa di terima oleh Angga dan Daihan, Bella lalu mulai makan, Mereka lalu makan dengan diam, hanya sesekali Daihan menatap Bella dengan penuh perasaan, entah kenapa dia tidak bisa menolak untuk memandang gadis itu.
Sedangkan Angga, dia hanya melirik Daihan, bukannya tadi Daihan tampak tak suka pada Bella, tapi sekarang dia malah selalu melihat kearah Bella, ada apa dengannya? pikir Angga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Hersus
suka sama cerita nya ....... sebenernya aku nunggu Athena up Thor tapi udh tujuh purnama g up jg iseng iseng cari cerita karya author ehhhh Nemu cerita ini teryata bagus isi y untuk Athena kpn up y thor
2022-09-28
0
Anggi King
semangaaaaaatt kak
2022-08-27
0
ksoo
sebenarnya dulu aku udah pernah baca cerita ini,sampai Anak2nya juga tapi pengen baca lagi
thanks thor karya2nya sangat bagus
2022-06-27
0