"My Princess, Angga itu pria paling dingin yang pernah aku tahu, sangat dingin hingga bisa membuatku ingin membeku, siapa sih yang tahan dengan pria begitu? Hanya Mika yang bisa bertahan dengannya, dia itu tidak pengertian, sorot matanya kejam, bahkan aku dengar para pekerjanya saja sangat takut padanya, dia suka memecat orang tanpa belas kasih, Mika bercerita dia pernah memecat 38 orang bahkan dalam 15 hari, itu salah satu sifat Angga yang tidak disukai oleh Mika sebenarnya, selain sombong dan angkuh tentunya," Kata Dorland.
Bella menatap Dorland dari kaca yang ada di depannya, 1 harian ini dia menanyakan kepada orang terdekat tentang Angga, dan jawaban itu malah datang tanpa dia bertanya.
"Benarkah?" Kata Bella lagi mencoba untuk pura-pura tidak percaya, dia yakin Dorland lebih terpancing.
"Benar! Dulu saat Mika masih hidup, dia bahkan sering meninggalkan Mika sendiri, sibuk dengan pekerjaannya, dia memang mencukupi semua kebutuhan Mika, dia juga meberikannya dengan seluruh gemilang harta, apa pria pikir dengan memberikan kekayaan, wanita akan puas?, wanita juga butuh sentuhan kasih sayang dan perhatian bukan?" Kata Dorland yang benar saja terpancing.
"Tapi bukannya Angga begitu mencintai Mika?, Dia bahkan selalu terlihat sedih jika mengenang Mika."
"Haha! klise sekali, untuk apa sedih jika memang sudah tidak ada, seharusnya saat Mika ada, dia harusnya lebih perhatian, lebih mendengarkan keluh kesahnya, Mika memang pacarnya namun hubungan mereka itu hanya seperti rekan kerja, Angg begitu terpikul karena merasa menyesal tidak memperhatikan Mika selagi dia masih hidup, untuk apa menyesal sekarang kan? sudah sangag terlambat."
"Apakah semua itu benar?"
"Tentu, aku yang tahu segalanya, hah... Hanya saja tak percaya gadis semanis Mika mengambil jalan singkat untuk mengakhiri hidupnya," kata Dorland dengan wajah sedih.
"Maaf, tapi kenapa Mika memutuskan untuk bunuh diri? Aku rasa dia tidak mungkin bunuh diri hanya gara-gara Angga begitu dingin kan?" Kata Bella penasaran.
"My princess, aku memang dekat dengannya, tapi aku juga tak tahu, aku bahkan sangat kaget, soal Angga begitu dingin, Mika sudah ikut dengannya dari kecil, tentu dia sudah biasa, kenapa kau tidak tanyakan dengan Pria yang satunya?"
"Pria yang satunya?" Kata Bella dengan wajah bertanya.
"Yup! Ehm ... pria tampan itu loh, Dai, ehm ... Daihan! Ya Daihan," kata Dorland lagi
Bella makin kaget ... Semakin binggung, apa hubungan kak Daihan dengan Mika?.
"Kak Daihan? Ada apa dengan Mika dan Kak Daihan?" Kata Bella lagi penasaran.
"Hanya mereka yang tahu, tapi setauku mereka sangat dekat, apapun yang Mika rasa, dia akan menceritakannya pada Daihan, jadi aku rasa pria itu tahu alasannya," kata Dorland tetap profesional menata rambut Bella.
Bella tidak menjawab, di otaknya sekarang banyak pertanyaan. Ada apa sebenarnya dengan Mika, Angga dan Kak Daihan?. Kenapa sepertinya hubungan mereka sangat rumit?.
"Sudah, kau jangan memikirkannya, fokus saja dengan tujuanmu, dan 1 hal lagi," kata Dorland menatap Bella dengan serius.
"Apa?" Kata Bella jadi takut karena tatapan Dorland.
"Jangan sampai jatuh cinta pada Angga, atau nasibmu akan seperti Mika, Pria itu tak punya hati untuk mencintai," kata Dorland mewanti-wanti.
"Oh ... aku berhubungan denganya hanya sebatas ini saja kok," kata Bella tersenyum.
"Hush, hati-hati, kadang yang kau tidak inginkan malah itu yang terjadi," kata Dorland lagi.
Bella menatap Dorland, di luar penampilannya yang nyentrik, tapi ternyata Dorland cukup enak di ajak bicara, dan hanya dia yang blak-blakan, tak takut pada Angga.
Waktu berjalan, dan tanpa terasa, Dorland akhirnya selesai menata rambut Bella, rambutnya di potong dengan gaya bob sebahu dan di beri warna burgundy, percis seperti foto Mika yang waktu itu di lihat oleh Bella, Bella tidak pernah membayangkan rambutnya akan seperti ini, karena dari dulu rambutnya di biarkan saja panjang.
"Aku tahu kau cantik, tapi tak tahu hasilnya akan begitu mengesankan," kata Dorland begitu puas dengan apa yang sudah di kerjakannya.
"Terima kasih," kata Bella.
"Sama-sama, Anyway, ini pakai baju ini, kalau Angga ingin membuatmu seperti Mika, maka gayamu harus juga seperti dia, Hap, Hap, Princess, Ayo, cepat ganti bajumu," kata Dorland menyerahkan beberapa potong baju pada Bella. Bella hanya mengikutinya walau terlihat bingung.
Dia segera menganti bajunya di ruang ganti, dia memperhatikan baju yang di berikan oleh Dorland, sebuah T-shirt hitam polos, Celana Jeans biru muda, Jacket kulit berwarna hitam, Bella menatap pakaian itu, berbeda sekali dengan gaun-gaun yang biasa dia pakai dulu, tanpa menunggu lama dia memakai pakaian itu. Celana jeans itu slim fit, terasa sangat ketat bagi Bella yang biasanya tak pernah menggunakan jeans.
Dia menatap dirinya dikaca, dia bahkan tidak lagi mengenali dirinya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kakinya semua sekarang berubah, benar-benar berbeda dengan Bella yang dulu, sekarang Bella bukan lagi terlihat seperti putri yang anggun, sudah menjelma menjadi wanita modern yang tampak sangat stylist. Dia mengarahkan wajahnya ke kaca, dia sudah mulai terbiasa melihat tahi lalat yang ada dibawah matanya, yah … hari ini dia terlahir kembali, bukan lagi menjadi Bella, sang putri Alexandrite, namun Mika. Dia tersenyum menatap perubahannya, lalu keluar dari ruang ganti itu.
Saat dia keluar, dia menatap Angga yang ternyata sudah menunggunya di sana, Angga tampak kaget dengan perubahan Bella, dia bahkan hanya tertegun memandang Bella, seluruhnya, seluruh penampilan Bella benar-benar mirip dengan Mika sekarang, hanya wajahnya saja yang berbeda, Angga terus memandang Bella dengan seksama, seakan sudah tidak melihatnya bertahun-tahun. Bella tersenyum melihat Angga yang terus memandanginya.
"Voalah, bagaimana? Sudah aku katakan kau memang sangat cantik, Hasil karya terbaikku," kata Dorland bangga melihat Bella.
Mendengar kata-kata Dorland, Angga jadi tersadar, dia lalu salah tingkah dan membuang pandangannya dari Bella.
"Yah, bagus," kata Angga seadanya.
"Karyaku yang begitu sempurna dan kau hanya mengatakan bagus, dasar pria, tidak mengerti tentang mahakarya, sudah My Princess, kau begitu sempurna," kata Dorland mendumel karena melihat respon Angga yang dingin, Bella sedikit tertawa, bukannya Dorland juga pria, dia malah mengatakan seperti itu.
"Terima kasih, Dorland," kata Bella.
"Panggil aku, Dorby," kata Dorland lagi.
"Dorby?"
"Dorland baby, itu panggilan sayangku."
"Oh, ok, Dorby," kata Bella yang sedikit aneh dengan panggilan Dorland itu.
"Jam berapa Mall Galaxy mu tutup?" kata Dorland lagi pada Angga yang masih tidak percaya apa yang dia lihat, karena itu sesekali dia masih menatap Bella dengan wajah tak percaya.
"Jam 10 malam," kata Angga lagi.
"Masih ada 2 jam lagi, Ayo kita makan malam dulu, setelah itu shopping!" kata Dorland sangat semangat.
"Bukannya kalau Mallnya tutup, kita tidak bisa berbelanja?" kata Bella polos.
"Oh, My Princess, kau memang terlalu lugu, kau tidak tahu dengan siapa kau berurusan, Pria ini Pria paling sukses, Kaya dan berpengaruh di kota ini, So kalau dia pergi ke Mall saat Mall buka? Yang ada nanti akan mengundang perhatian, Angga ini sekarang ada High Quality jomblo yang sedang di gandrungi, bahkan lebih dari pada artis," kata Dorland.
"Wah, benarkah?" kata Bella tak percaya, dia tahu kalau memang Angga kaya, tapi kalau dia terkenal, Bella sama sekali tidak tahu, dia melirik ke arah Angga yang sama sekali tidak mengubah wajahnya walaupun sedang di goda oleh Dorland.
"Tidak, dia hanya melebih-lebihkan, Aku tak suka keramaian makanya aku tak pernah ke Mall, jika ingin aku ingin Mallnya sudah kosong, " kata Angga membantah.
Dorland tampak melirik Angga kesal karena sudah di sanggah, dia tampak malas melihat Angga, lalu dengan cepat dia menarik Bella dari sana.
"Ayolah, aku sudah lapar, Angga kau harus mengizinkan aku makan di Sky Tower restauran," kata Dorland dengan gayanya.
Angga tidak menjawab, dia hanya mengikuti Dorland yang menarik Bella. Bella tampak pasrah, Dorland baru saja ingin keluar, namun dia melihat diluar sedang turun hujan.
"Ok, sekarang aku percaya kau memang Putri Alexandrite, tapi tidak ada kutukan yang lain yang akan terjadi untuk orang yang memotong rambutmu bukan?" kata Dorland menatap Bella.
"Haha, itu hanya kebetulan, mereka mengatakan itu agar aku tidak bebas memotong rambutku dengan gaya yang aku mau," kata Bella tertawa melihat wajah Dorland yang menatapnya dengan sedikit khawatir.
"Baguslah, aku terlalu muda untuk mendapatkan kutukan," kata Dorland yang penuh dengan percaya diri.
Judy yang melihat Angga dan Bella yang sudah keluar, lalu mendatangi Tuannya.
"Siapkan Mobil, kita butuh mobil yang lebih besar," kata Angga.
"Baik Tuan, mohon tunggu sebentar," kata Judy lalu segera menelepon.
"Nah, gitu dong, aku tidak bisa membiarkan bajuku yang hebat ini terkena air hujan," kata Dorland lagi.
Angga yang tampak sedikit terganggu dengan sikap Dorland, dia tak menanggapi, dia hanya duduk di sofa yang tersedia di sana, wajahnya kembali dingin.
"Dasar, pria," kata Dorland lagi, Bella hanya bisa tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Mimilngemil
Wkwkwkw
2023-12-11
0
Mimilngemil
Kok aku bayanginnya Rani Mukerji Di film Kuci-Kuci Khotahe saat masih tomboy.
2023-12-11
0
Mimilngemil
Dorland pasti pria cantik dan gemulai 😂😅😆😃
2023-12-11
0