Di sini kita duduk berdua, kita saling bertukar cerita, tentang aku, kau dan mereka, dan tanpa sadar kita terjebak sesuatu di balik selubung air mata dan tawa, dan aku sebut itu cinta.
____________________________________________
"Hidup menjadi Putri bukankah banyak wanita yang menginginkannya? Hidup seperti Cinderlela bukan?" kata Angga lagi menatap Bella, dia sedikit menunjukan senyuman sinisnya, Dia ingat Mika begitu menyukai kisah cinta itu, ide tentang si upik abu yang tiba-tiba menjadi putri, itu cerita dogeng kesukaannya hingga Angga harus menceritakannya setiap malam dulu.
"Cinderlela memang hidup menderita sebelumnya, tapi apakah dia juga ingin dibunuh oleh pangerannya? Hidupku bukan cerita Cinderlela, jika pun seperti cinderlela, aku rasa aku cinderlela yang tragis," kata Bella tersenyum lagi.
"Lalu setelah ini apa yang ingin kau lakukan?" kata Angga lagi menatap Bella dengan serius.
"Aku tidak tahu," kata Bella
"Tak ingin kah membalas mereka?" kata Angga lagi seolah bisa membaca pikiran Bella.
"Iya, sebenarnya aku ingin membalas mereka, aku ingin membalas sakit hatiku, agar mereka merasakan bagaimana sakitnya," kata Bella tampak kembali memunculkan kebanciannya di kedua matanya.
"Baiklah, aku akan membantumu," kata Angga tenang.
"Kau ingin membantuku? Kau serius?" kata Bella tak percaya.
" Ya."
"Kau serius, yang ingin kita lawan itu seorang keluarga Huxley, kau tahu mereka siapa kan?1" kata Bella lagi, Angga memang kaya raya, tapi dia yakin Angga tak mungkin punya kekuasaan yang bisa menyentuh keluarga kerajaan.
Angga hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya, menampilkan senyum yang terlihat sedikit sinis bagi Bella, apakah dia salah bicara?.
“Kau hanya belum tahu aku ini siapa?" kata Angga lagi dengan nada angkuhnya, menunjukkan salah satu sifatnya.
"Memangnya kau ini siapa?" kata Bella lagi sedikit penasaran, kenapa Angga begitu percaya diri.
Asisten Jang datang mendekati mereka, membuat percakapan itu terhenti sejenak.
"Ada apa?" kata Angga lagi menatap Asisten Jang.
"Utusan kerajaan itu datang lagi Tuan, kali ini dia datang kemari," kata Asisten Jang.
Mendengar kata-kata Asisten Jang, Bella kaget, ada kepanikan yang tampak di matanya, dia lalu melihat ke arah Angga yang menatapnya dengan tenang dan penuh percaya diri, saking percaya dirinya hingga terlihat angkuh bagi Bella,
Siapa Angga ini sebenarnya? Kenapa ada utusan kerajaan yang mencarinya? Apa dia melaporkan aku? Padahal aku percaya padanya hingga menceritakan semuanya padanya, kalau begini, sama saja masuk ke dalam lubang yang sama.
"Kau melaporkanku ke istana?" kata Bella dengan tatapan kaget dan tak percaya, dia menahan dirinya agar tak terlalu terlihat cemas, jika Aksa tahu dia masih hidup, kali ini dia akan benar-benar dibunuh hingga mati di depan matanya.
"Tenanglah, aku tidak melaporkanmu, Asisten Jang jangan biarkan dia masuk, katakan saja aku sedang keluar negeri," kata Angga lagi.
"Baiklah Tuan," kata Asisten Jang bergegas pergi dari sana.
Bella menatap Angga dengan tatapan penasaran dan cemas menjadi satu, Angga yang melihat itu malah menikmati tatapan ketakutan dari Bella.
“Siapa kau ini sebenarnya?" kata Bella ingin memastikan bahwa dia tidak salah langkah.
"Namaku Angga, Angga Xavier Huxley, jika kau ingin tahu nama lengkapku," kata Angga dingin.
Bella tediam, Huxley?, dia keluarga kerajaan, dia benar-benar akan mati kali ini, dia pikir dia sudah lolos dari kandang singa, ternyata dia kembali masuk ke kandang macan, hukuman menjelekkan seorang pangeran dari kerajaan adalah penjara, tapi kalau mengatakan hal buruk seperti tadi walaupun itu kenyataannya, bahkan Raja akan menghukum mati dirinya.
Bella menunduk, tidak tahu harus melakukan apa, tangannya dikepalkan dengan begitu erat, entah apa yang telah di lakukannya, nasib buruknya memang selalu menyeretnya kembali ke keluarga kerajaan. Kerajaan adalah kutukan padanya.
"Jangan takut, walaupun nama belakangku Huxley, aku tidak ada hubungan dengan keluarga kerajaan, keluarga kami sudah lama tidak berhubungan dengan keluarga kerajaan," kata Angga lagi.
Bella menatap Angga mencoba mencari apakah yang dikatakan oleh Angga itu benar, Bella menangkap keseriusan di wajah Angga.
"Benarkah?" kata Bella lagi ingin memastikan.
"Ya, aku tidak pernah berbohong, lagi pula sekali aku katakan ingin membantu, aku pasti akan membantunya," kata Angga lagi masih dengan gayanya yang dingin dan angkuh itu.
"Kalau begitu terima kasih karena sudah tidak melaporkanku, tapi kenapa kau ingin membantuku, dia itu keluargamu?" kata Bella lagi.
"Ehm … Anggap saja aku tak menyukai keluarga kerajaan walaupun mereka keluargaku," kata Angga lagi dengan sikapnya yang berwibawa.
"Baiklah, terima kasih sekali lagi," kata Bella.
"Ok, bagaimana caramu membalas dendam padanya?"
"Aku belum tahu apa yang harus aku kalakukan."
"Jika ingin membalas seseorang, kau harus tahu kelemahannya, apa kelemahan Aksa?" kata Angga lagi sambil berpikir.
"Wanita, aku rasa kelemahannya adalah wanita, dia suka bersama wanita-wanita," kata Bella lagi menatap Angga, Angga pun menatap Bella, sejenak pandangan mereka bertemu, sebelum Angga memalingkan wajahnya, takut terlalu terperangkap di mata Bella yang indah itu.
"Pembalasan dendam yang paling baik adalah dengan cara tak terlihat seperti balas dendam," kata Angga lagi
"Ya, tapi bagaimana caranya?" kata Bella.
"Saat ini statusmu sudah dinyatakan meninggal, karena itu aku izinkan kau memakai identitas Mika untuk sementara," kata Angga
"Aku bisa mengunakan identitas Mika untuk mengoda Aksa kembali, memisahkannya dengan Sania, lalu menghancurkan hubungan mereka berdua, juga menghancurkan Aksa dan Sania, tapi apa kau mengizinkanku untuk melakukan itu?" kata Bella
"Yah, itu terserah padamu bagaimana selanjutnya, Aku akan izinkan kau melakukan itu, aku juga akan membantumu untuk mendapatkan identitas baru, tapi ada beberapa hal yang perlu kau ketahui tentang Mika," kata Angga lagi.
"Baiklah, apa itu?" kata Bella antusias, akhirnya dia tahu bagaimana caranya dia bisa membalas dendamnya.
"Mika gadis yang ceria, dia penuh semangat, dia selalu tersenyum, dia penuh energi ...." kata Angga sesaat terdiam, dia sedang mengenang wanita yang paling dia cintai itu, dan mengenang itu semua membuat hatinya sakit. Bella bisa merasakan sakit itu dari pancaran mata Angga, hingga dia tidak bisa mengatakan apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Arya Al-Qomari@AJK
mungkinkah mika di intimidasi pihak kerajaan makanya depresi dan bunuh diri.
2025-02-13
0
Mimilngemil
ah... dalemnya
2023-12-10
0
💠⃟⃝♠Yeyen
sepertinya Angga akan terjebak dengan permainannya sendiri.. menciptakan mika pada Bella.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-11-28
1