Di tengah lamunannya, mobil Angga akhirnya datang, Judy langsung membukakan pintu mobil itu, Bella bisa melihat sosok Angga yang masih saja sama, dingin.
Setelah dia dan Judy masuk, mobil langsung pergi meninggalkan Mall itu, Angga memperhatikan Bella yang hanya menutup lurus ke depan.
"Kau sudah boleh membuka kacamata dan maskermu," kata Angga.
Bella tidak ingin membukanya, bukan karena nyaman, tapi dia tidak ingin Angga melihat wajahnya yang masih muram, bukan kah Mika gadis yang ceria? Dia ingin mengatur perasaannya dulu.
"Nanti saja bukanya, bukannya kita akan keluar lagi?, aku nyaman mengunakannya," kata Bella mencari alasan.
Angga merasa alasan itu tidak masuk akal, namun dia tidak merespon, sebenarnya tidak telalu peduli, dia sudah menyuruhnya namun Bella menolak, dia bukan tipe pria yang akan meminta 2 kali, jadi kalau memang Bella tidak ingin membukanya, ya sudah, pikirnya.
Mobil membawa mereka sebuah gedung, di bawahnya terlihat seperti butik biasa, setelah supir membukakan pintu, Angga dan Bella keluar, Judy juga mengikuti mereka. Seperti biasa Angga jalan duluan tanpa memikirkan orang yang mengikutinya, Bella bertanya-tanya, apakah butik ini juga milik Angga?
"Selamat sore Tuan dan Nona, ada yang bisa saya bantu?" kata salah satu karyawan di sana.
"Aku ingin bertemu Dorland," kata Angga dengan ciri khasnya.
"Apakah Anda sudah membuat janji?" kata karyawan itu lagi
"Belum," kata Angga seadanya
"Kalau begitu maaf, Anda hanya bisa bertemu dengannya jika sudah punya janji," kata pelayan itu menjelaskan.
"Katakan saja padanya, Xavier ingin bertemu," kata Angga lagi.
"Eh … baiklah, saya akan coba," kata Pelayan itu, dia menuju ke sudut ruangan tempat telepon berada, membuat panggilan lalu berbicara di sana, tak lama dia kembali.
"Anda di tunggu di lantai 2, Saya akan mengantarkan Anda," kata Pelayan itu sangat sopan.
" Mmm .…" kata Angga menjawab.
Pelayan itu memimpin jalan, lalu membawa mereka kelantai 2, di lantai 2 ternyata ada sebuah salon lengkap dan cukup ramai, mereka melawati semua, lalu pelayan itu membukakan pintu suatu ruangan, ruangan itu di pasangi wallpaper dominasi ungu dan hitam, terlihat misterius bagi Bella, Angga dan Bella masuk, namun Judy menunggu di luar.
" OMG, Angga, sudah berapa lama? Kau sudah lama sekali tidak mendatangiku," kata seorang pria dengan dandanan nyentrik bertubuh cukup tambun. Dia ingin mendekati Angga, namun Angga langsung duduk di sofa yang ada di sana, perhatiannya langsung berubah melihat kearah Bella yang masih lengkap dengan kaca mata dan maskernya.
"Lalu, Siapa dia?" kata Dorland sedikit melirik sinis.
"Aku ingin kau mendandaninya seperti Mika,
" kata Angga lagi pada Dorland, Dorland terkejut, bahkan dia terkejut saja terlihat sangat berlebihan. Dia lalu kembali melihat kearah Bella, memperhatikannya dari atas hingga bawah.
"Bodynya sih Ok, tapi kenapa harus memakai kaca mata dan masker, aku jadi tidak bisa menilainya, lagi pula, bagaimana bisa kau menyuruhku untuk mendadaninya seperti Mika?, Mika itu gadis termanis yang aku pernah kenal, dia tidak mungkin bisa menyamainya, " kata Dorland dengan ketus, Bella jadi sedikit menaikan alisnya.
"Bukalah kacamata dan maskermu, di sini aman, dia adalah teman sekaligus stylish Mika dulu," kata Angga lagi.
Bella membuka masker dan kacamatanya, Dorland menatap Bella dengan wajah terkejut, dia sangat kagum, wajah Bella itu sudah cantik dari lahir, bahkan tanpa cacat, apa lagi matanya yang indah itu, membuat mulut Dorland hingga menganga.
"OMG, dari mana kau dapatkan wanita ini? me" kata Dorland tidak bisa lepas melihat wajah Bella yang sangat membuat dia terpaku.
Angga mulai menjelaskan pada Dorland tentang Bella yang akan menjadi Mika, Dorland mendengarkannya seksama, dia bahkan sangat emosional mendengar kisah Bella, Bella bukannya ikut emosional mendengar kisahnya, dia malah geli melihat ekspresi-ekspresi Dorland yang menurutnya berlebihan sekali.
"Oh, my Princess, ternyata hidupmu begitu sedih, Aku jadi tidak bisa menahan tangisku," kata Dorland berlebihan, Angga sudah biasa, hanya memandang Dorland dengan tatapan malas, dia sebenarnya tidak suka gaya yang berlebih seperti Dorland ini, tapi karena dia butuh, dia harus kembali menemui pria aneh ini.
"Baiklah, aku akan membantu kalian, pertama, kita harus menata rambutmu, Mika sedikit tomboy, dia suka menyelam, so, dia tidak pernah memiliki rambut yang panjang, Ayo, kita mulai mengubahmu menjadi ‘MIKA’" kata Dorland menekan kata Mika dengan gayanya.
Bella lalu ditariknya ke sebuah ruangan, ruangan itu penuh dengan peralatan salon yang sangat lengkap, Bella langsung di dudukan di kursinya, Dorland menanganinya langsung, dia langsung membuka ikatan rambut Bella, lalu mulai menguntingnya. Angga yang melihat hal itu hanya diam menatap tanpa ekspresi.
"Bukannya menurut legenda, jika Putri Alexandrite memotong rambutnya tanpa izin, akan turun hujan? Apakah itu benar?" kata Dorland bertanya pada Bella.
"Aku belum pernah memotong rambutku tanpa izin," jawab Bella yang pasrah rambutnya di potong oleh Dorland, kenapa dia bertanya setelah dia memotong setengah rambutnya? , pikir Bella lagi.
"Ok, kita lihat saja, legenda itu benar atau tidak," kata Dorland, dia kembali fokus dengan pekerjaannya, Angga tampak keluar dari ruangan itu sambil menerima telepon, sepertinya dari kantornya.
Bella hanya bisa melihat Angga yang keluar dari pantulan cermin yang ada di belakangnya, setelah Angga keluar dari sana Dorland lalu menatap Bella serius.
"Aku tak tahu kau harus senang atau tidak karena Angga menemukanmu," kata Dorland sedikit berbisik.
"Maksudmu?" Kata Bella.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Mimilngemil
Jangan-Jangan Mika tertekan dengan Angga.
2023-12-11
0
Anggi King
semangaaaatt kak
2022-08-27
0
Irenes Wulandari
Dorland tahu banyak tentang Mika
2022-06-20
0