Saat aku mencoba mencari kekuranganmu, disitu aku malah mengagumimu, di saat kau bercerita tentang hidupmu, entah bagaimana aku izinkan hatiku menerima kehadiranmu.
____________________________________________
"Mika gadis yang cerdas, dia menguasai 3 bahasa," kata Angga.
"Aku bisa 5 bahasa," kata Bella lagi, Angga mengerutkan dahinya.
“5 bahasa?" kata Angga serasa tak percaya, dia pikir akan susah mengajari Bella untuk mengerti 3 bahasa, tapi diluar dugaannya wanita ini malah membuatnya kagum.
"Ya, Inggris, Rusia, Mandarin, Jepang, dan Prancis, itu diluar bahasa kita," kata Bella menjelaskan.
"Wah, aku akui aku kagum, Mika menguasai bahasa Inggris dan Jepang, kalau begitu tidak akan susah membuatmu seperti dia, satu lagi, dia ahli dengan bahasa isyarat, dia adalah pengajar di salah satu sekolah disabilitas," kata Angga menatap Bella.
Pikiran Angga terbang ke masa lalu, di mana Mika lebih suka mengunakan bahasa isyarat padanya apalagi ketika dia sedang marah, dia pasti akan menunjukan bahasa isyarat pada Angga, alasannya agar orang lain tidak ada tahu apa yang dia katakan jika dia marah, dan hal itu adalah kenangan indah bagi Angga.
Bella mengerakan tangannya dengan lembut, dia menujukkan bahasa isyarat pada Angga.
Internasional atau nasional? katanya dengan bahasa isyarat.
Angga terdiam, wanita ini juga menguasai bahasa isyarat?
"Kau benar benar bisa bahasa isyarat?" kata Angga, ini kebetulan yang sangat aneh, bahkan saking anehnya, Angga sulit percaya.
Iya, aku bisa, kata Bella lagi dengan bahasa isyarat.
Angga menatap Bella dengan tatapan benar-benar tak percaya, gadis ini benar-benar cocok menjadi Mika, dia benar-benar tidak habis pikir.
"Kau juga menguasai piano kan?" kata Angga.
" Yah, aku bisa, piano dan biola, mereka mengajariku keduanya," kata Bella lagi.
" Aku jadi penasaran apa yang kau tidak bisa?" kata Angga menatap tak percaya, wanita ini seperti paket lengkap yang bisa melakukan segalanya.
" Haha, mereka mengajariku semuanya, bayangkan dari umur 5 tahun belajar, tentu banyak yang aku pahami," kata Bella tertawa kecil, Angga menatapnya, dari awal dia bertemu dengan Bella dia belum pernah melihat Bella tertawa, ternyata tawanya begitu menarik.
"Baiklah, tinggal mengubah sedikit penampilanmu, Mika bukan wanita yang suka mengunakan gaun, dia wanita yang suka berpenampilan kasual," kata Angga mencari foto Mika di ponselnya. Setelah dia dapat, dia memberikannya pada Bella.
Bella menatap foto Mika yang di berikan, Mika gadis yang manis, dia tampak begitu ceria, senyumannya bisa membawa kebahagian bahkan dari foto, rambutnya dipotong dengan model bob sebahunya, berwarna burgundy, tampak sangat cocok dengan kulitnya, matanya coklat terang, dia berpakaian dengan kaos hitam sederhana dan ripped jeans dipadu dengan sneakernya. Benar-benar wanita yang punya gayanya sendiri.
“ Aku belum pernah memakai celana jeans," kata Bella pada Angga dengan polosnya, Angga sedikit terkejut.
"Yang benar? Apa kau bercanda?, kau tidak punya celana jeans di sana?," kata Angga, gadis ini bisa 5 bahasa, tahu bahasa isyarat, mengerti memainkan piano dan biola, tapi memakai celana jeans saja dia tidak pernah? apa dia mencoba melucu? pikir Angga.
"Menjadi putri tidak boleh memakai celana, selalu mengunakan gaun atau terusan," kata Bella menjelaskan.
"Ok, aku tidak tahu soal itu, soal penampilanmu kau tidak perlu khawatir, aku akan mengaturnya, kita bisa mulai besok," kata Angga.
"Baiklah, terima kasih,k" kata Bella tersenyum manis.
Angga menatap itu lalu membuang wajahnya, sebenarnya jika ingin bersikap tidak peduli, dia bisa melakukannya, tapi entah kenapa dengan Bella, dia merasa tidak bisa untuk tidak peduli.
"Tuan Muda, Tuan Daihan datang ingin menemui Anda," kata Judy melaporkan.
"Daihan?, suruh saja dia masuk, kata Angga lagi.
"Baiklah, Tuan."
Daihan masuk ke dalam, dia sedikit terhenti ketika melihat Angga bersama seorang wanita, dia menatap Bella dengan seksama, Bella pun menatap ke arah Daihan, pria itu tinggi, wajahnya juga tak kalah tampan dengan Angga, Bella sedikit mengerutkan dahinya karena Daihan terus menatapnya.
"Hei, ada apa?" kata Angga membuyarkan pandangan Daihan, dia lalu menatap Angga, dan mendekatinya.
"Aku datang ke kantormu, tapi katanya kau sudah pulang, tumben kau sudah pulang jam segini?" kata Daihan sesekali masih tertarik melihat Bella yang ada di depan Angga.
"Namanya Bella, Bella ini Daihan, kau juga harus mengenalnya jika ingin menjadi Mika,
" kata Angga datar saja.
Daihan mengerutkan dahinya, jadi Mika?
"Salam kenal Tuan Daihan," kata Bella dengan senyumnya memberikan salam.
"Dia? Gadis yang di pantai itu?" kata Daihan lagi.
"Iya," kata Angga seadaanya.
Daihan kembali menatap Bella, dia terpesona dengan ke dua mata Bella, namun walaupun indah, di dalam mata itu terlihat kesedihan yang mendalam, membuat Daihan penasaran sekaligus tersentuh.
"Matamu?" kata Daihan.
"Oh, iya, ini mata asliku, banyak yang tidak percaya, aku punya kelainan karena itu mata ku menjadi begini," kata Bella tersenyum manis, dia sudah biasa ditanya tentang keadaan matanya.
Daihan memperhatikan wanita itu, cantik namun terlihat sangat rapuh, wajahnya tersenyum tapi tak bisa menutupi lukanya.
"Aku, dia dan Mika adalah sahabat dari kecil, jadi kau juga bisa bertanya tentang Mika padanya," kata Angga. Daihan yang masih belum mengerti hanya mengeluarkan wajah penasarannya.
"Angga, ada yang ingin aku katakan padamu," kata Daihan tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Oh, kalau begitu aku akan kembali ke kamar dulu, permisi," kata Bella yang merasa harus meninggalkan dua pria ini, dia lalu berdiri dan mulai beranjak dari sana, Daihan memperhatikan Bella yang menjauh dari mereka, gadis itu memang punya daya tarik sendiri.
Daihan duduk di depan Angga yang tampak dingin seperti biasanya.
"Ada apa ?" kata Angga.
"Bagaimana dia bisa ada di sini?" kata Daihan menatap Angga dengan serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
💠⃟⃝♠Yeyen
Apa dulu Angga mika Daihan terlibat cinta segitiga 🤔
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-02
1
Eylna Fadli
aku kok curiga sm Daihan,jgn2 gara2 dia si mika bunuh diri...
2023-10-17
0
Irenes Wulandari
next
2022-06-20
0