Malam Minggu seperti yang sudah direncanakan.
Zhia di jemput Nindy menuju gedung pernikahan bos mereka.
Namun di tengah perjalanan Nindy mengajak Zhia mampir ke salon dulu. Sudaya penampilan mereka lebih cantik.
Pukul 19.45 mereka berdua sudah sampai. Tempat pestanya elegan dan berkelas, mencerminkan kepribadian yang punya hajat.
Di sana sudah banyak tamu yang kebanyakan dari golongan menengah keatas.
Zhia dan Nindy segera berjalan masuk ke tuangan mencari Elly untuk mengucapkan selamat.
*****************************
Kedua mata Syauqi belum melihat sosok Zhia, tapi hatinya bisa merasakan kehadiran seseorang yang tidak bisa dilupakan itu.
Jantung Syauqi berdetak semakin kencang seperti mau meledak.
Relung hatinya terasa ngilu menahan gejolak rindu yang sangat mendalam.
Syauqi memegang dadanya, dia mencoba menarik napas agar bisa menenangkan dirinya sendiri.
kemudian dari kejauhan mulai terlihat Zhia yang berjalan dengan anggun, wajah cantik alami apabila dipoles make up membuatnya tampak semakin mempesona.
Zhia memakai Gamis berwarna pink senada dengan jilbab panjangnya. Sangat cocok dengan kulitnya yang kuning langsat.
Senyuman Zhia dan keanggunannnya terlihat seperti bidadari surga yang turun dari langit.
Syauqi bisa melihat banyak pemuda yang ingin mengajak berkenalan, akan tetapi dengan sopan dan senyum manisnya Zhia mengangguk dan terus berjalan lurus.
Ishika yang sudah menyadari dari tadi langsung merangkul lengan Syauqi. membuat Syauqi menjadi salah tingkah.
Syauqi pun mengalihkan pandangan kearah kakaknya karena langkah Zhia yang semakin mendekat membuat dia gugub.
******************************
Tiba-tiba Zhia merasa sakit di bagian lengannya, karena di cubit oleh Nindya.
"Aduh, kamu ini kenapa?"tanya Zhia tak mengerti.
"Lihatlah wanita di samping Syauqi! Sebaiknya kita tunggu di sini saja. Sambil Menganti di urutan paling belakang. Aku belum siap kecewa, walaupun aku sekarang sudah kecewa sih," rengek Nindy memelas.
Zhia beralih melihat Syauqi, saat itu orang yang sedang dipandangnya juga menatap Zhia.
Hanya 3 detik keduanya saling bertemu mata, Syauqi langsung acuh melihat kearah lain.
Perasaan Zhia menjadi tidak enak, dia sendiri tidak mengetahui perasaan apa itu. Namun jika teringat Syauqi yang pernah mencium paksanya membuat Hati Zhia panas.
"kamu benar Nindy, sebaiknya kita antri yang paling belakang saja! biar kita bisa mengobrol lama dengan Kak Elly nanti," ucap Zhia.
Kemudian dia menarik tangan Nindy. Mereka berdua memilih duduk di kursi dan menikmati hidangan.
"Kau lihat tangan mereka? Mereka berdua memakai cincin yang sama. Sewaktu dulu aku tak pernah menganggap kamu sebagai saingan karena kamu sama sekali tak punya perasaan pada Syauqi. Namun kali ini berbeda, mereka sudah jelas pasangan yang saling mencintai. Rasanya sakit sekali," kata Nindy pilu.
Nindy merasa cemburu hatinya rasanya remuk, apalagi melihat penampilan wanita di samping Syauqi yang tinggi semampai dan menawan. Kecantikannya bahkan bisa menampar model papan atas sekaligus.
"Sabarlah... aku yakin suatu saat nanti kamu bisa menemukan seseorang yang lebih baik darinya," hibur Zhia,dia merasa kasihan pada sahabatnya.
"Iya benar, suatu saat kamu akan bertemu dengan seseorang yang tulus mencintaimu," kata Dony yang entah dari mana tiba-tiba sudah duduk di samping Nindy.
"Ngapain kamu disini?" tanya Nindy sewot.
"Dari pada antri mending duduk sini saja sambil makan," jawab Dony sekenanya.
"Zhia, bagaimana kabarmu? Semakin bertambah cantik saja," goda Dony.
"cih... mata keranjang," sindir Nindy.
Namun Dony dan Zhia hanya tertawa bersama melihat ekspresi kekesalan Nindya.
"Alhamdulillah, aku baik-baik saja, Mas Dony," jawab Zhia ramah.
Zhia sudah tau jika Dony suka bercanda. Jadi dia tidak menganggap serius gombalan dari sahabatnya Syauqi itu.
Cukup lama mereka saling mengobrol. Sampai akhirnya antrian panjang orang orang yang ingin mengucapkan selamat pada Elly tinggal beberapa barisan saja.
"Ayo... giliran kita sekarang," ajak Dony.
Zhia dan Nindy segera berdiridan mendekati ke arah Elly.
"selamat ya, Kak Elly. Semoga selalu bahagia," ucap Nindy sambil memeluk Elly.
"Iya,terimakasih, Nindy. Segeralah menyusul!Usiamu kan sudah cocok untuk menikah," jawab Elly sengaja mengisyaratkan Nindy.
Elly sebenarnya tahu jika gadis yang bekerja sebagai desainer ini sangat menyukai adiknya. Namun Syauqi selalu cuek dan acuh. Elly merasa kasihan penantian Nindy selama berbulan-bulan hanya berujung luka. Karena Syauqi sepulang dari Jepang membawa tunangan yang lebih cantik darinya.
Setelah Nindy kemudian gantian Dony.
Zhia hanya menunduk karena takut melihat Syauqi, dia sendiri merasa aneh kenapa harus bersikap seperti ini? Lagipula semua sudah lama berlalu, dan kini Syauqi juga sudah memiliki tunangan.
ketika giliran Zhia dia berani mengangkat wajahnya dengan tenang dan sopan.
"Selamat ya, Kak Elly. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Serta segera di beri momongan agar tali kasih keluarga baru kalian menjadi semakin erat," ucap Zhia lembut.
Elly pun langsung memeluk tubuh Zhia, mereka berdua tak kuasa menangis haru.
"Terima kasih, Zhia. Karena bertemu denganmu bisa merubah ketakutan Kak Elly. Membuat kak Elly berani menempu hidup ini," jawab Elly terisak.
Suami Elly adalah guru pengajian siraman rohani, usianya lebih muda dari Elly 4 tahun. Meskipun begitu mereka tetap terlihat serasi karena Elly pintar merawat diri.
"Lho... di mana calon suamimu?"tanya Elly penasaran.
"Mas Iyas ada tugas kuliah, saya kesini bersama Nindy, Kak Elly," jawab Zhia tersenyum ramah.
************************
Syauqi sangat tersentuh hatinya, ingin rasanya dia mendekat dan menghapus air mata Zhia kemudian memeluknya. Namun semua itu hanya angan-angan saja.
Ketika kakaknya bertanya pada Zhia tentang 'calon suami'nya seketika Hati Syauqi terasa teriris pilu.
Syauqi terus menarik napasnya yang terasa berat. Dia mencoba mendinginkan hatinya yang panas.
*****************************
Ishika tak berhenti menatap Zhia.
Melihat penampilan Zhia, dia sangat percaya diri jika dari segala aspek unggul dirinya, kecantikan, pendidikan, tinggi badan, kesuksesan juga keturunan.
Lalu ishika tak mengerti kenapa Syauqi sampai tergila-gila padanya.
Hingga dia sendiri tidak bisa merebut hati Syauqi meskipun mereka sudah berpacaran selama berbulan-bulan.
*****************************
Selesai mengucapkan salam pada mantan bosnya, Zhia berjalan melewati Syauqi yang berdiri di samping Elly.
Zahia mengatur napas dan menganggap seolah tidak pernah terjadi apa-apa antara dia dan Syauqi.
"Bagaimana kabarmu, Mas Syauqi?" sapa Zhia lembut dan tenang.
"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" kata Syauqi yang juga mencoba menenangkan diri, walau sebenarnya hatinya bergetar.
"Alhamdulillah... seperti yang Mas Syauqi lihat, aku baik baik saja," jawab Zhia ceria.
Di balik ketenangan mereka tidak ada yang tahu jika sebenarnya keduanya saling merasa gugub.
"Hallo bro... kenalin calon istrimu pada kita dong," Kata Dony sambil berjabat tangan Syauqi.
Sedangkan Nindy yang di samping Dony terbakar cemburu, sahabatnya Zhua itu tidak berani menyapa Syauqi.
"Kenalkan dia adalah ishika. Dia dari Jepang," ucap Syauqi memaksakan senyumnya.
"Senang bertemu dengan kalian, aku juga punya darah Indonesia karena ibuku tanah kelahirannya di sini," sapa Ishika manis.
Ishika memang cantik, kelewat cantik malahan... wajahnya persis seperti boneka yang imut, kulitnya juga putih bersih.
Kemudian mereka semua melihat kelayar besar yang menyuguhkan kisah cinta Elly dan suaminya.
Dari awal mereka bertemu sampai mereka lamaran.
Kisahnya juga sangat mengharukan ketika di akhir Elly menambahkan ceritanya.
"Aku pernah merasa seperti mayat hidup, tubuhku bisa bergerak namun hati dan jiwaku mati. Aku juga sempat memilih bunuh diri karena tak kuat setiap saat selalu terbayang kenangan manis almarhum suami dan anak tercintaku.
Hingga suatu ketika datang seorang gadis kecil yang masih polos dan lugu, kekuatan jiwanya dalam menghadapi nafsu dunia menyadarkanku jika hidup ini hanyalah sementara.
Sejak saat itu aku mulai memberanikan diri untuk memakai hijab, perlahan aku mulai belajar mengaji dan mempelajari ilmu agama pada Zhia. Hatiku mulai tenang, aku bisa ikhlas dan menganggap semua ini adalah ujian dari alloh.
Aku juga mulai mengikuti pengajian Siraman rohani dan... akhirnya aku bertemu dengan jodohku, dia adalah ustad Fauzi, seseorang yang bisa menerimaku apa adanya. Meskipun usianya lebih muda dariku tapi ilmunya agamanya subhanallah... Semoga suamiku bisa membimbingku kejalan surga Alloh."
Semua orang bertepuk tangan, dan mereka ikut terharu sampai menangis.
****************************
Tak terkecuali Syauqi yang juga meneteskan air matanya melihat kakaknya sekarang sangat berbeda, penampilan juga sifatnya seperti bu nyai.
Syauqi melirik Zhia yang fokus melihat ke layar.
"Aku tak mau lemah begini. Aku adalah Syauqi Malik yang harus bisa mendapatkan apapun yang aku inginkan," bisik Syauqi dalam hati.
Kemudian Syauqi menghapus air matanya dan menarik tangan ishika keluar dari gedung. Namun tiada orang yang menyadari kepergian mereka karena di gedung sedang ramai suara riuh tepuk tangan.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Ardika Zuuly Rahmadani
bau" nekat syauqi mulai tercium ini
2021-12-27
0
Noer Anisa Noerma
mas syaukqi jangan menyerah selama janur kuning blm terpasang
2021-12-19
0
meE😊😊
putusin dlu ishika y bru ngjar zhia.. tp syang shauqi hrus mrenggut ksucian zhia dmi mndptkn y
2021-12-12
0