Teriknya matahari membuat bumi semakin panas.
Banyaknya orang yang sudah memiliki kendaraan pribadi menjadikan jalanan semakin macet.
Di tengah polusi yang membuat sesak napas,Zhia merasa lelah.
Mondar-mandir dari rumahnya menuju rumah Syauqi membuat sarapan, kemudian menempuh perjalanan lagi ke butik utama.
Kak Elly sedang ke Jerman menemui Mamanya, jadi semua urusan di butik dalam seminggu ini dipercayakan pada Zhia.
Selesai bekerja di butik, Zhia kembali lagi ke rumah Syauqi untuk membuat makan malam, baru kemudian pulang kerumahnya.
Elly sebagai bosnya juga merasa kasihan membayangkan Zhia bolak-balik. Apalagi dia mengendarai sepeda motor dan jarak tempat satu ketempat lainnya lumayan jauh.
Elly menyuruh Zhia untuk sementara tidur di butik utama.
Sedangkan Syauqi kantornya dekat dengan butik, sehingga kalau mau makan tinggal mampir ke sana.
Pekerjaan di butik utama sangat banyak, karena sebagai tempat stok barang edisi terbaru, setelah itu di kirim ke butik-butik cabang.
Dengan izin keluarganya Zhia mulai menginap di butik utama. Dia juga merasa lega karena bisa menghemat energi dan waktu.
Sepulang dari kantor, Syauqi mampir ke butik kakaknya untuk makan malam.
Saat dia mulai memasuki pintu, semua mata tertuju padanya.
Wajahnya yang sangat tampan juga bentuk tubuhnya tegap tinggi membuat dia jadi pusat perhatian karyawan dan juga para pelanggan.
Namun Syauqi yang disapa hanya cuek saja, jangankan menjawab, menoleh pun dia merasa enggan.
Tetapi semua karyawan yang berjumlah dua belas itu sudah tahu sikap adik bosnya, mereka malah menganggap jika Syauqi cowok yang cool dan keren.
Sesampai di lantai dua yang tempatnya seperti apartemen, Syauqi segera duduk di kursi meja makan. Dia memperhatikan Zhia yang membungkus makanan dengan kertas minyak, kemudian dia membawa bungkusan serta botol air mineral turun ke lantai bawah.
Syauqi tahu jika makanan tadi mau dibagikan kepada pegawai dan dua satpam yang berjaga malam di luar, Syauqi sama sekali tidak merasa keberatan dengan Zhia.
Zhia memang gadis yang baik dan peduli pada sesama, dia selalu teringat bagaimana perjuangannya bisa kuliah dengan hasil kerjanya sendiri, jadi setiap pagi dan sore dia sengaja memasak makanan lebih supaya pegawainya yang rata-rata masih kuliah bisa menghemat uang jatah makan.
Sekembalinya Zhia di lantai dua, dia merasa heran dengan adik bosnya yang masih berdiam diri.
"Kenapa belum makan, Mas Syauqi?" tanya Zhia lembut.
"Malas makan sendirian," jawab Syauqi dingin, dia sendiri merasa aneh, kenapa setiap makan selalu ingin di temani gadis yang delapan tahun lebih muda darinya itu.
Zhia langsung duduk di kursi yang saling berhadapan dengan Syauqi.
Mereka mulai makan bersama, setelah selesai makan Zhia bergegas membereskan meja dan mencuci piringnya.
Kemudian Zhia kembali ke meja kerja milik bosnya, dia mengecek laporan-laporan dari semua cabang.
Syauqi tersenyum mengejek melihat bertumpuk-tumpuk laporan yang ada di atas meja, dia tergerak mendekati Zhia.
"Apa butuh bantuan?" tanya Syauqi datar.
"Terimakasih, Mas Syauqi. Tetapi sebaiknya Mas Syauqi segera pulang saja! Karena semua ini memang pekerjaan saya," Tolak Zhia lembut.
"Kamu berani mengusirku?" kata Syauqi yang hanya mengerjainya.
Seketika raut wajah Zhia berubah cemas.
"Oh tidak, maksud saya bukan begitu. Saya hanya tidak enak merepotkan, lebih baik Mas Syauqi segera istirahat karena besok harus bekerja," kata Zhia menjelaskan.
"Pekerjaanmu masih banyak begini, pagi baru kelar. Kalau nanti sampai ketiduran besok akan semakin menumpuk dan mengganggu pekerjaan yang lainnya," jawab Syauqi tegas.
Zhia berpikir memang benar dengan apa yang dikatakan adik bosnya.
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih ya, Mas Syauqi" kata Zhia tersenyum senang.
Nyes...
Seketika senyuman manis Zhia membuat hati Syauqi meleleh.
"Sebenarnya kakakku yang memaksaku!" kata Syauqi sengaja menutupi kebahagiaanya yang memuncak.
Zhia sekilas melihat Syauqi yang sibuk memeriksa laporan dan memasukkan data di laptop.
Gerakan mata dan tangannya sangat terampil, karena Syauqi sudah terbiasa dengan pekerjaan seperti ini.
Beberapa Bulan mengenal Syauqi, Zhia memahami ada sisi baik dalam dirinya, hanya saja Syauqi tidak mau mengakui dan menunjukkannya dengan sikap dingin.
Pukul 21.00 butik ditutup. Semua karyawan pamit pulang kecuali 2 satpam yang berjaga malam.
Pekerjaan Zhia baru selesai 75%, itupun dia dibantu Syauqi.
"Masih banyak sekali, bagaimana kalau seandainya semua ini aku kerjakan sendiri? bisa-bisa malam ini aku tidak bisa tidur," batin Zhia.
Zhia mulai menguap beberapa kali, dia meminta izin sholat isya' dulu.
Namun hampir setengah jam Zhia belum keluar dari kamar, membuat Syauqi penasaran.
Dia masuk ke kamar Zhia yang tidak dikunci, melihat Zhia yang tertidur masih mengenakan mukena membuat bibir Syauqi tersenyum. Syauqi segera mengeluarkan ponselnya, kemudian memotret wajah Zhia secara crose up.
Hasilnya sangat cantik, menampakkan hidung mancung dan bibir mungil milik Zhia.
Foto itu langsung di jadikannya sebagai Wallpaper.
Syauqi membiarkan gadis muda yang diam-diam merebut hatinya terlelap.
"Seandainya dia menjadi istriku, tak akan pernah aku biarkan dia bekerja dan hidup susah, pasti aku akan membahagiakannya dan membuat hidupnya senyaman mungkin."
Sebelum keluar Syauqi menyelimuti dan mengecup kening Zhia. Kemudian dia kembali menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit.
Tiba-tiba ponsel milik Zhia yang tertinggal di atas meja kerja bergetar.
From: Ms.Iyas
Sudak bobok calon istriku...?
Tanpa basa-basi jempol Syauqi memencet delete.
"Bikin kesal saja!" umpat Syauqi dalam hati.
Syauqi menjadi penasaran membuka pesan yang kebanyakan dari Iyas.
Seketika hati Syauqi memanas karena obrolan pesan Zhia dan Iyas sangat manis.
Kemudian Syauqi menyimpan nomer Zhia di ponselnya, dan meletakkannya kembali seperti semula. Syauqi langsung menyelesaikan pekerjaan yang masih lumayan banyak.
Syauqi ingin tidur jadi tak bisa tidur, dia berbaring di sofa empuk dan menonton televisi.
Dia bisa mendengar langkah kaki Zhia yang mendekatinya. Syauqi pura-pura tidur supaya tidak disuruh pulang kerumah.
********************************
Zhia tadi terbangun karena mendengar suara televisi yang menyala, dia kaget karena tertidur dan dia juga teringat pekerjaan yang belum selesai.
Jam menunjukkan pukul 10.45 malam, dan semua pekerjaan sudah selesai dikerjakan Syauqi sendirian.
Zhia merasa bersalah dan tak enak.
Zhia segera kembali ke kamar mengambil selimut. Namun ketika mau menyelimuti adik bosnya, kaki Zhia tersandung kaki meja.
Zhia langsung terjatuh di atas tubuh Syauqi, dan bibir mungilnya mendarat tepat di bibirnya Syauqi,
Cup...
keduanya saling berpandangan. Seketika pipi mereka merona merah, jantung berdetak kencang.
Apalagi bagi Zhia yang belum pernah merasakan ciuman, tubuhnya seakan dialiri listrik tegangan tinggi.
Zhia langsung berdiri dan meminta maaf dengan gugup.
"Maafkan saya, Mas Syauq. sungguh! saya tidak sengaja" kata Zhia ketakutan, juga menahan rasa malu.
"Tidak papa," jawab Syauqi yang juga terkejut, kemudian dia meninggalkan Zhia dan masuk ke kamar sebelahnya Zhia.
"Sialan! kenapa aku juga ikutan gugup seperti anak ABG yang baru pertama kali ciuman." gumam Syauqi sambil tertawa.
Syauqi tadi segera masuk ke kamar karena sebagai lelaki normal nafsu birahinya mulai naik.
Mengingat lembutnya bibir Zhia yang terasa manis membuat Syauqi ketagihan, dia juga teringat bagaimana wajah Zhia yang gemetar karena ketakutan bercampur malu, Zhia tampak menggemaskan sekali.
Zhia yang masih mematung di tempat tadi segera sadar, dia merasa bibirnya aneh, dia pun menggigitnya.
"Ampuni hambamu ini Ya Alloh, sungguh hambamu ini telah melakukan sebuah dosa," bisik Zhia dalam hati.
Setiap teringat kejadian tadi Zhia merasa malu sampai ingin lari sejauh mungkin dan bersembunyi, dia bingung memikirkan bagaimana besuk berhadapan dengan adik bosnya.
Ciuman yang tidak sengaja itu menimbulkan sensasi aneh diantara mereka, keduanya sama-sama sulit tidur malam ini.
Zhia bangun kesiangan, jam 5.30 dia baru melaksanakan sholat subuh. Dia juga tergesa-gesa membersihkan ruangan lantai dua, karena siang hari selalu ada banyak tamu.
Setelah semuanya bersih dan rapi, Zhia segera ke dapur untuk memasak. Namun dia teringat jika kemarin malam bahan-bahannya sudah habis.
Zhia berniat mau kepasar tradisional yang tidak terlalu jauh dari butik, sepuluh menit berjalan juga sudah sampai.
Namun ketika dia mau turun, langkah kakinya terhenti mendengar panggilan Syauqi.
"Zhia, mau kemana?" tanya Syauqi.
Zhia menundukkan pandangan menahan malu, jika dia tak memakai jilbab mungkin kupingnya yang memerah itu akan terlihat.
"Mau kemana?" tanya Syauqi lagi, dia bersikap biasa saja seolah tak pernah terjadi apa-apa semalam.
"Ke pasar, membeli sayuran," jawab Zhia lega, karena Syauqi tidak marah ataupun membahas masalah semalam.
"Aku ikut, beli yang banyak sekalian buat karyawan. Aku yakin mereka pasti juga menanti masakan kamu," kata Syauqi sambil tertawa.
Ketegangan Zhia pun hilang, dia bisa bersikap sewajarnya lagi.
Sebenarnya Syauqi belum pernah masuk ke pasar tradisional, karena dia terbiasa berada di tempat mewah. Namun demi Zhia, dia rela menemani gadis kecil itu kemana saja.
Syauqi bahagia sekali, rasa cintanya semakin hari semakin bertambah dalam.
Dia memutuskan untuk memberanikan diri mendekatinya.
Setelah semua yang dibutuhkan sudah terbeli. Mereka pulang dan mulai memasak. kali ini Syauqi membantu Zhia, dia tak ingin jauh darinya.
Syauqi juga mulai bersikap sedikit ramah, saat para karyawan yang sudah datang menyapanya, Syauqi menganggukkan kepalanya dengan senyuman.
Dia sendiri tidak menyadarinya, semua karena Zhia yang membawa virus kebaikan.
* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.
Mohon kritik dan sarannya , semoga kedepannya Cerita CINTA YANG TERPAKSA ini bisa lebih baik🙏*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Eni Jambi
kereenn
2022-05-27
0
Ida Rubaedah
jalan ceritanya sdh bagus
tinggal semangat author nya aja.. 😁😁
2022-04-26
0
Noer Anisa Noerma
cie cie jatuh cinta
2021-12-19
0