Bukan ciuman pertama

Teriknya matahari membuat bumi semakin panas.

Banyaknya orang yang sudah memiliki kendaraan pribadi menjadikan jalanan semakin macet.

Di tengah polusi yang membuat sesak napas,Zhia merasa lelah.

Mondar-mandir dari rumahnya menuju rumah Syauqi membuat sarapan, kemudian menempuh perjalanan lagi ke butik utama.

Kak Elly sedang ke Jerman menemui Mamanya, jadi semua urusan di butik dalam seminggu ini dipercayakan pada Zhia.

Selesai bekerja di butik, Zhia kembali lagi ke rumah Syauqi untuk membuat makan malam, baru kemudian pulang kerumahnya.

Elly sebagai bosnya juga merasa kasihan membayangkan Zhia bolak-balik. Apalagi dia mengendarai sepeda motor dan jarak tempat satu ketempat lainnya lumayan jauh.

Elly menyuruh Zhia untuk sementara tidur di butik utama.

Sedangkan Syauqi kantornya dekat dengan butik, sehingga kalau mau makan tinggal mampir ke sana.

Pekerjaan di butik utama sangat banyak, karena sebagai tempat stok barang edisi terbaru, setelah itu di kirim ke butik-butik cabang.

Dengan izin keluarganya Zhia mulai menginap di butik utama. Dia juga merasa lega karena bisa menghemat energi dan waktu.

Sepulang dari kantor, Syauqi mampir ke butik kakaknya untuk makan malam.

Saat dia mulai memasuki pintu, semua mata tertuju padanya.

Wajahnya yang sangat tampan juga bentuk tubuhnya tegap tinggi membuat dia jadi pusat perhatian karyawan dan juga para pelanggan.

Namun Syauqi yang disapa hanya cuek saja, jangankan menjawab, menoleh pun dia merasa enggan.

Tetapi semua karyawan yang berjumlah dua belas itu sudah tahu sikap adik bosnya, mereka malah menganggap jika Syauqi cowok yang cool dan keren.

Sesampai di lantai dua yang tempatnya seperti apartemen, Syauqi segera duduk di kursi meja makan. Dia memperhatikan Zhia yang membungkus makanan dengan kertas minyak, kemudian dia membawa bungkusan serta botol air mineral turun ke lantai bawah.

Syauqi tahu jika makanan tadi mau dibagikan kepada pegawai dan dua satpam yang berjaga malam di luar, Syauqi sama sekali tidak merasa keberatan dengan Zhia.

Zhia memang gadis yang baik dan peduli pada sesama, dia selalu teringat bagaimana perjuangannya bisa kuliah dengan hasil kerjanya sendiri, jadi setiap pagi dan sore dia sengaja memasak makanan lebih supaya pegawainya yang rata-rata masih kuliah bisa menghemat uang jatah makan.

Sekembalinya Zhia di lantai dua, dia merasa heran dengan adik bosnya yang masih berdiam diri.

"Kenapa belum makan, Mas Syauqi?" tanya Zhia lembut.

"Malas makan sendirian," jawab Syauqi dingin, dia sendiri merasa aneh, kenapa setiap makan selalu ingin di temani gadis yang delapan tahun lebih muda darinya itu.

Zhia langsung duduk di kursi yang saling berhadapan dengan Syauqi.

Mereka mulai makan bersama, setelah selesai makan Zhia bergegas membereskan meja dan mencuci piringnya.

Kemudian Zhia kembali ke meja kerja milik bosnya, dia mengecek laporan-laporan dari semua cabang.

Syauqi tersenyum mengejek melihat bertumpuk-tumpuk laporan yang ada di atas meja, dia tergerak mendekati Zhia.

"Apa butuh bantuan?" tanya Syauqi datar.

"Terimakasih, Mas Syauqi. Tetapi sebaiknya Mas Syauqi segera pulang saja! Karena semua ini memang pekerjaan saya," Tolak Zhia lembut.

"Kamu berani mengusirku?" kata Syauqi yang hanya mengerjainya.

Seketika raut wajah Zhia berubah cemas.

"Oh tidak, maksud saya bukan begitu. Saya hanya tidak enak merepotkan, lebih baik Mas Syauqi segera istirahat karena besok harus bekerja," kata Zhia menjelaskan.

"Pekerjaanmu masih banyak begini, pagi baru kelar. Kalau nanti sampai ketiduran besok akan semakin menumpuk dan mengganggu pekerjaan yang lainnya," jawab Syauqi tegas.

Zhia berpikir memang benar dengan apa yang dikatakan adik bosnya.

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih ya, Mas Syauqi" kata Zhia tersenyum senang.

Nyes...

Seketika senyuman manis Zhia membuat hati Syauqi meleleh.

"Sebenarnya kakakku yang memaksaku!" kata Syauqi sengaja menutupi kebahagiaanya yang memuncak.

Zhia sekilas melihat Syauqi yang sibuk memeriksa laporan dan memasukkan data di laptop.

Gerakan mata dan tangannya sangat terampil, karena Syauqi sudah terbiasa dengan pekerjaan seperti ini.

Beberapa Bulan mengenal Syauqi, Zhia memahami ada sisi baik dalam dirinya, hanya saja Syauqi tidak mau mengakui dan menunjukkannya dengan sikap dingin.

Pukul 21.00 butik ditutup. Semua karyawan pamit pulang kecuali 2 satpam yang berjaga malam.

Pekerjaan Zhia baru selesai 75%, itupun dia dibantu Syauqi.

"Masih banyak sekali, bagaimana kalau seandainya semua ini aku kerjakan sendiri? bisa-bisa malam ini aku tidak bisa tidur," batin Zhia.

Zhia mulai menguap beberapa kali, dia meminta izin sholat isya' dulu.

Namun hampir setengah jam Zhia belum keluar dari kamar, membuat Syauqi penasaran.

Dia masuk ke kamar Zhia yang tidak dikunci, melihat Zhia yang tertidur masih mengenakan mukena membuat bibir Syauqi tersenyum. Syauqi segera mengeluarkan ponselnya, kemudian memotret wajah Zhia secara crose up.

Hasilnya sangat cantik, menampakkan hidung mancung dan bibir mungil milik Zhia.

Foto itu langsung di jadikannya sebagai Wallpaper.

Syauqi membiarkan gadis muda yang diam-diam merebut hatinya terlelap.

"Seandainya dia menjadi istriku, tak akan pernah aku biarkan dia bekerja dan hidup susah, pasti aku akan membahagiakannya dan membuat hidupnya senyaman mungkin."

Sebelum keluar Syauqi menyelimuti dan mengecup kening Zhia. Kemudian dia kembali menyelesaikan pekerjaan yang tinggal sedikit.

Tiba-tiba ponsel milik Zhia yang tertinggal di atas meja kerja bergetar.

From: Ms.Iyas

Sudak bobok calon istriku...?

Tanpa basa-basi jempol Syauqi memencet delete.

"Bikin kesal saja!" umpat Syauqi dalam hati.

Syauqi menjadi penasaran membuka pesan yang kebanyakan dari Iyas.

Seketika hati Syauqi memanas karena obrolan pesan Zhia dan Iyas sangat manis.

Kemudian Syauqi menyimpan nomer Zhia di ponselnya, dan meletakkannya kembali seperti semula. Syauqi langsung menyelesaikan pekerjaan yang masih lumayan banyak.

Syauqi ingin tidur jadi tak bisa tidur, dia berbaring di sofa empuk dan menonton televisi.

Dia bisa mendengar langkah kaki Zhia yang mendekatinya. Syauqi pura-pura tidur supaya tidak disuruh pulang kerumah.

********************************

Zhia tadi terbangun karena mendengar suara televisi yang menyala, dia kaget karena tertidur dan dia juga teringat pekerjaan yang belum selesai.

Jam menunjukkan pukul 10.45 malam, dan semua pekerjaan sudah selesai dikerjakan Syauqi sendirian.

Zhia merasa bersalah dan tak enak.

Zhia segera kembali ke kamar mengambil selimut. Namun ketika mau menyelimuti adik bosnya, kaki Zhia tersandung kaki meja.

Zhia langsung terjatuh di atas tubuh Syauqi, dan bibir mungilnya mendarat tepat di bibirnya Syauqi,

Cup...

keduanya saling berpandangan. Seketika pipi mereka merona merah, jantung berdetak kencang.

Apalagi bagi Zhia yang belum pernah merasakan ciuman, tubuhnya seakan dialiri listrik tegangan tinggi.

Zhia langsung berdiri dan meminta maaf dengan gugup.

"Maafkan saya, Mas Syauq. sungguh! saya tidak sengaja" kata Zhia ketakutan, juga menahan rasa malu.

"Tidak papa," jawab Syauqi yang juga terkejut, kemudian dia meninggalkan Zhia dan masuk ke kamar sebelahnya Zhia.

"Sialan! kenapa aku juga ikutan gugup seperti anak ABG yang baru pertama kali ciuman." gumam Syauqi sambil tertawa.

Syauqi tadi segera masuk ke kamar karena sebagai lelaki normal nafsu birahinya mulai naik.

Mengingat lembutnya bibir Zhia yang terasa manis membuat Syauqi ketagihan, dia juga teringat bagaimana wajah Zhia yang gemetar karena ketakutan bercampur malu, Zhia tampak menggemaskan sekali.

Zhia yang masih mematung di tempat tadi segera sadar, dia merasa bibirnya aneh, dia pun menggigitnya.

"Ampuni hambamu ini Ya Alloh, sungguh hambamu ini telah melakukan sebuah dosa," bisik Zhia dalam hati.

Setiap teringat kejadian tadi Zhia merasa malu sampai ingin lari sejauh mungkin dan bersembunyi, dia bingung memikirkan bagaimana besuk berhadapan dengan adik bosnya.

Ciuman yang tidak sengaja itu menimbulkan sensasi aneh diantara mereka, keduanya sama-sama sulit tidur malam ini.

Zhia bangun kesiangan, jam 5.30 dia baru melaksanakan sholat subuh. Dia juga tergesa-gesa membersihkan ruangan lantai dua, karena siang hari selalu ada banyak tamu.

Setelah semuanya bersih dan rapi, Zhia segera ke dapur untuk memasak. Namun dia teringat jika kemarin malam bahan-bahannya sudah habis.

Zhia berniat mau kepasar tradisional yang tidak terlalu jauh dari butik, sepuluh menit berjalan juga sudah sampai.

Namun ketika dia mau turun, langkah kakinya terhenti mendengar panggilan Syauqi.

"Zhia, mau kemana?" tanya Syauqi.

Zhia menundukkan pandangan menahan malu, jika dia tak memakai jilbab mungkin kupingnya yang memerah itu akan terlihat.

"Mau kemana?" tanya Syauqi lagi, dia bersikap biasa saja seolah tak pernah terjadi apa-apa semalam.

"Ke pasar, membeli sayuran," jawab Zhia lega, karena Syauqi tidak marah ataupun membahas masalah semalam.

"Aku ikut, beli yang banyak sekalian buat karyawan. Aku yakin mereka pasti juga menanti masakan kamu," kata Syauqi sambil tertawa.

Ketegangan Zhia pun hilang, dia bisa bersikap sewajarnya lagi.

Sebenarnya Syauqi belum pernah masuk ke pasar tradisional, karena dia terbiasa berada di tempat mewah. Namun demi Zhia, dia rela menemani gadis kecil itu kemana saja.

Syauqi bahagia sekali, rasa cintanya semakin hari semakin bertambah dalam.

Dia memutuskan untuk memberanikan diri mendekatinya.

Setelah semua yang dibutuhkan sudah terbeli. Mereka pulang dan mulai memasak. kali ini Syauqi membantu Zhia, dia tak ingin jauh darinya.

Syauqi juga mulai bersikap sedikit ramah, saat para karyawan yang sudah datang menyapanya, Syauqi menganggukkan kepalanya dengan senyuman.

Dia sendiri tidak menyadarinya, semua karena Zhia yang membawa virus kebaikan.

* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.

Mohon kritik dan sarannya , semoga kedepannya Cerita CINTA YANG TERPAKSA ini bisa lebih baik🙏*

Terpopuler

Comments

Eni Jambi

Eni Jambi

kereenn

2022-05-27

0

Ida Rubaedah

Ida Rubaedah

jalan ceritanya sdh bagus
tinggal semangat author nya aja.. 😁😁

2022-04-26

0

Noer Anisa Noerma

Noer Anisa Noerma

cie cie jatuh cinta

2021-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Jalan masih panjang
2 Hari pertama kerja
3 Jangan sentuh aku
4 Lahirnya keponakan tersayang
5 Mr.Jutek sakit...?
6 Dialah yang terbaik
7 Bukan sebatas teman
8 Bukan ciuman pertama
9 Teman baru
10 Diam-diam perhatian
11 Kejutan di liburan yang singkat
12 Hatiku ada yang memiliki
13 Penyesalan Syauqi..
14 Tentang waktu
15 Mimpi yang terwujud
16 Pesta Pernikahan kak Elly
17 Malam berkelabu untuk Zhia
18 Cinta atau Nafsu
19 Diantara dua Cinta yang berbeda
20 Sepedih hati yang luka
21 Kehamilan yang tak diinginkan
22 Bulan dan bintang
23 Demi buah hati
24 Iyas yang malang
25 Lamaran
26 Tamu tak diundang
27 Kecemburuan Syauqi
28 Kencan Pertama
29 Menyatukan dua perbedaan
30 Keresahan hati
31 Sang penggoda
32 Berantem mesra
33 Perjodohan Iyas
34 Pertemuan tak terduga
35 Ujian yang bertubi
36 Tragedi pilu
37 Kasih dan sayang
38 Pengorbanan terakhir Iyas
39 Kenakalan calon suami
40 Mimpi ajaib.
41 Ketegangan sebelum ijab kabul
42 Alhamdulillah... SAH
43 Kita pacaran yuk?
44 Pemandangan di atas awan
45 Suamiku Pahlawanku
46 Suamiku berdarah biru
47 Arti Sebuah Keluarga
48 Tamu spesial
49 Tetangga kecil
50 Suamiku pengertian
51 Single Parent
52 Aku bukan PELAKOR
53 Kebaikan dibalik Keangkuhan
54 Kenangan Mantan
55 Kecerdikan Tuan Syauqi
56 Gelora cinta Nindya
57 Rindu yang Mendalam
58 Ngidamnya Istri konglomerat.
59 Skenario Tuhan
60 Bawa aku bersamamu
61 Kebohongan demi kebaikan
62 Dimanjakan suami
63 Perjuangan hidup
64 Jodoh yang ditakdirkan
65 Pernikahan Dony dan Nindya
66 Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67 Tiga kisah yang berbeda
68 Penantian
69 Selamat datang Malaikat kecilku
70 Kembalinya Nayla
71 Mama untuk Orlin
72 Malam terindah
73 Indahnya berkeluarga
74 Om-0m Tampan
75 Olah raga malam Tuan Syauqi
76 Anak Angkat yang tampan
77 Permainan
78 Kelahiran prematur
79 Tahun-tahun berlalu
80 Kaysa dan Syadev
81 Ayah dan Bunda
82 Pembantu baru
83 Mata-mata
84 Kaysa minta Adik
85 Anak ayam
86 Mari membuat anak lagi
87 Bunda hamil lagi
88 Mama Papanya Karren
89 Jangan dekati Ayah kami
90 Kepolosan anak-anak
91 Happy family
92 Hoki Twins - BAB 1
93 Hoki Twins - BAB 2
94 Hoki Twins - BAB 3
95 Hoki Twins - BAB 4
96 Hoki Twins - BAB 5
97 Hoki Twins - BAB 6
98 Hoki Twins - BAB 7
99 Hoki Twins - BAB 8
100 Hoki Twins - BAB 9
101 Hoki Twins - BAB 10
102 Hoki Twins - BAB 11
103 Hoki Twins - BAB 12
104 Hoki Twins - BAB 13
105 Hoki Twins - BAB 14
106 Hoki Twins - BAB 15
107 Hoki Twins - BAB 16
108 Hoki Twins - BAB 17
109 Hoki Twins - BAB 18
110 Hoki Twins - BAB 19
111 Hoki Twins - BAB 2O
112 Hoki Twins - BAB 21
113 Hoki Twins - BAB 22
114 Hoki Twins - BAB 23
115 Hoki Twins - BAB 24
116 Hoki Twins - BAB 25
117 Hoki Twins - BAB 26
118 Hoki Twins - BAB 27
119 Hoki Twins - BAB 28
120 Hoki Twins - BAB 29
121 Hoki Twins - BAB 30
122 Hoki Twins - BAB 31
123 Hoki Twins - BAB 32
124 Hoki Twins - BAB 33
125 Hoki Twins - BAB 34
126 Hoki Twins - BAB 35
127 Hoki Twins - BAB 36
128 Hoki Twins BAB 37
129 Hoki Twins - BAB 38
130 Hoki Twins - BAB 39
131 Hoki Twins - BAB 40
132 Hoki Twins - BAB 41
133 Hoki Twins - BAB 42
134 Hoki Twins - BAB 43
135 Hoki Twins - BAB 44
136 Hoki Twins - BAB 45
137 Hoki Twins - BAB 46
138 Hoki Twins - BAB 47
139 Hoki Twins - BAB 48
140 Hoki Twins - BAB 49
141 Hoki Twins - BAB 50
142 Hoki Twins - BAB 51
143 Hoki Twins - BAB 52
144 Hoki Twins - BAB 53
145 Hoki Twins - BAB 54
146 Hoki Twins - BAB 55
147 Hoki Twins - BAB 56
148 Hoki Twins - BAB 57
149 Hoki Twins - BAB 58
150 Hoki Twins - BAB 59
151 Hoki Twins - BAB 60
152 Hoki Twins - BAB 61
153 Hoki Twins - BAB 62
154 Hoki Twins - BAB 63
155 Hoki Twins - BAB 64
156 Hoki Twins - BAB 65
157 Hoki Twins - BAB 66
158 Hoki Twins - BAB 67
159 Hoki Twins - BAB 68
160 Hoki Twins - BAB 69
161 Hoki Twins - BAB 70
162 Hoki Twins - BAB 71
163 Hoki Twins - BAB 72
164 Hoki Twins - BAB 73
165 Hoki Twins - BAB 74
166 Hoki Twins - BAB 75
167 Hoki Twins - BAB 76
168 Hoki Twins - BAB 77
169 Hoki Twins - BAB 78
170 Hoki Twins - BAB 79
171 Hoki Twins - BAB 80
172 Hoki Twins - BAB 81
173 Hoki Twins - BAB 82
174 Hoki Twins - BAB 83
175 Hoki Twins - BAB 84
176 Hoki Twins - BAB 85
177 Hoki Twins - BAB 86
178 Hoki Twins - BAB 87
179 Hoki Twins - BAB 89
180 Hoki Twins - BAB 90
181 Hoki Twins - BAB 91
182 Hoki Twins - BAB 92
183 Hoki Twins - BAB 93
184 Hoki Twins - BAB 94
185 Hoki Twins - BAB 95
186 Hoki Twins - BAB 96
187 Hoki Twins - BAB 97
188 Hoki Twins - BAB 98
189 Hoki Twins - BAB 99
190 Hoki Twins - BAB 100
191 Hoki Twins - BAB 101
192 Hoki Twins - BAB 102
193 Hoki Twins - BAB 103
194 Hoki Twins - BAB 104
195 Hoki Twins - BAB 105
196 Hoki Twins - BAB 106
197 Hoki Twins - BAB 107
198 Hoki Twins - BAB 108
199 Hoki Twins - BAB 109
200 Hoki Twins - BAB 110
201 Hoki Twins - BAB 111
202 Hoki Twins - BAB 112
203 Hoki Twins - BAB 113
204 Hoki Twins - BAB 114
205 Hoki Twins - BAB 115
206 Hoki Twins - BAB 116
207 Hoki Twins - BAB 117
208 Hoki Twins - BAB 118
209 Hoki Twins - BAB 119
210 Hoki Twins - BAB 120
211 Hoki Twins - BAB 121
212 Hoki Twins - BAB 122
213 Hoki Twins - BAB 123
214 Hoki Twins - BAB 124
215 Hoki Twins - BAB 125
216 Hoki Twins - BAB 126
217 Hoki Twins - BAB 127
218 Hoki Twins - BAB 128
219 Hoki Twins - BAB 129
220 Hoki Twins - BAB 130
221 Hoki Twins - BAB 131
222 Hoki Twins - BAB 132
223 Hoki Twins - BAB 133
224 Hoki Twins - BAB 134
225 Flora And Daichi - BAB 1
226 Flora and Daichi - BAB 2
227 Flora And Daichi - BAB 3
228 Flora And Daichi - BAB 4
229 Flora And Daichi - BAB 5
230 Flora And Daichi - BAB 6
231 Flora And Daichi - BAB 7
232 Flora And Daichi - BAB 8
233 Flora And Daichi - BAB 9
234 Flora And Daichi - BAB 10
235 BAB TERAKHIR
236 Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237 Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238 Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239 Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240 Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241 Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242 Salam Kenal Dari Author
243 Season 3. Generasi Syauqi
244 Kenakalan Remaja
245 Nakal Yang Keren
246 Terjebak di Asrama Putri
247 Terbongkarnya Rahasia
248 Misi Berbayar
249 Kegelisahan Alarik dan Syadev
250 Pengumuman
251 Kemenangan Palsu
252 Liburan Panjang
253 Salah Sasaran
254 Mengulur Waktu
255 Melarikan Diri
256 Kepanikan Keluarga Yudistira
257 Balas Budi
258 Hati Perempuan
259 Makan Bersama
260 Kepolosan Deby
261 Ujian Cinta
262 Perbedaan
263 Perjuangan Arkananta
264 Jabakan Musuh
265 Duka Deby
266 Kemalangan Sarah
267 Cinta Yang Terpendam
268 Cinta Beda Keyakinan
269 Kembali Ke Asrama
270 Perjodohan Yang Tertukar
271 Rahasia Cinta
272 Kisah Cinta Yang Manis
273 Keresahan Dua Saudara
274 Perjuangan Arkananta
275 Titik Terang
276 Berlomba Dalam Kebaikan
277 Cinta Dalam Do'a
278 Teguran Yang Terakhir
279 Mengejar Mimpi
280 Langkah Awal Menuju Perubahan
281 Melindungi Dari Jauh
282 Melodi Cinta
283 Kesucian Cinta
284 Pengumuman
285 Novel Cetak
Episodes

Updated 285 Episodes

1
Jalan masih panjang
2
Hari pertama kerja
3
Jangan sentuh aku
4
Lahirnya keponakan tersayang
5
Mr.Jutek sakit...?
6
Dialah yang terbaik
7
Bukan sebatas teman
8
Bukan ciuman pertama
9
Teman baru
10
Diam-diam perhatian
11
Kejutan di liburan yang singkat
12
Hatiku ada yang memiliki
13
Penyesalan Syauqi..
14
Tentang waktu
15
Mimpi yang terwujud
16
Pesta Pernikahan kak Elly
17
Malam berkelabu untuk Zhia
18
Cinta atau Nafsu
19
Diantara dua Cinta yang berbeda
20
Sepedih hati yang luka
21
Kehamilan yang tak diinginkan
22
Bulan dan bintang
23
Demi buah hati
24
Iyas yang malang
25
Lamaran
26
Tamu tak diundang
27
Kecemburuan Syauqi
28
Kencan Pertama
29
Menyatukan dua perbedaan
30
Keresahan hati
31
Sang penggoda
32
Berantem mesra
33
Perjodohan Iyas
34
Pertemuan tak terduga
35
Ujian yang bertubi
36
Tragedi pilu
37
Kasih dan sayang
38
Pengorbanan terakhir Iyas
39
Kenakalan calon suami
40
Mimpi ajaib.
41
Ketegangan sebelum ijab kabul
42
Alhamdulillah... SAH
43
Kita pacaran yuk?
44
Pemandangan di atas awan
45
Suamiku Pahlawanku
46
Suamiku berdarah biru
47
Arti Sebuah Keluarga
48
Tamu spesial
49
Tetangga kecil
50
Suamiku pengertian
51
Single Parent
52
Aku bukan PELAKOR
53
Kebaikan dibalik Keangkuhan
54
Kenangan Mantan
55
Kecerdikan Tuan Syauqi
56
Gelora cinta Nindya
57
Rindu yang Mendalam
58
Ngidamnya Istri konglomerat.
59
Skenario Tuhan
60
Bawa aku bersamamu
61
Kebohongan demi kebaikan
62
Dimanjakan suami
63
Perjuangan hidup
64
Jodoh yang ditakdirkan
65
Pernikahan Dony dan Nindya
66
Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67
Tiga kisah yang berbeda
68
Penantian
69
Selamat datang Malaikat kecilku
70
Kembalinya Nayla
71
Mama untuk Orlin
72
Malam terindah
73
Indahnya berkeluarga
74
Om-0m Tampan
75
Olah raga malam Tuan Syauqi
76
Anak Angkat yang tampan
77
Permainan
78
Kelahiran prematur
79
Tahun-tahun berlalu
80
Kaysa dan Syadev
81
Ayah dan Bunda
82
Pembantu baru
83
Mata-mata
84
Kaysa minta Adik
85
Anak ayam
86
Mari membuat anak lagi
87
Bunda hamil lagi
88
Mama Papanya Karren
89
Jangan dekati Ayah kami
90
Kepolosan anak-anak
91
Happy family
92
Hoki Twins - BAB 1
93
Hoki Twins - BAB 2
94
Hoki Twins - BAB 3
95
Hoki Twins - BAB 4
96
Hoki Twins - BAB 5
97
Hoki Twins - BAB 6
98
Hoki Twins - BAB 7
99
Hoki Twins - BAB 8
100
Hoki Twins - BAB 9
101
Hoki Twins - BAB 10
102
Hoki Twins - BAB 11
103
Hoki Twins - BAB 12
104
Hoki Twins - BAB 13
105
Hoki Twins - BAB 14
106
Hoki Twins - BAB 15
107
Hoki Twins - BAB 16
108
Hoki Twins - BAB 17
109
Hoki Twins - BAB 18
110
Hoki Twins - BAB 19
111
Hoki Twins - BAB 2O
112
Hoki Twins - BAB 21
113
Hoki Twins - BAB 22
114
Hoki Twins - BAB 23
115
Hoki Twins - BAB 24
116
Hoki Twins - BAB 25
117
Hoki Twins - BAB 26
118
Hoki Twins - BAB 27
119
Hoki Twins - BAB 28
120
Hoki Twins - BAB 29
121
Hoki Twins - BAB 30
122
Hoki Twins - BAB 31
123
Hoki Twins - BAB 32
124
Hoki Twins - BAB 33
125
Hoki Twins - BAB 34
126
Hoki Twins - BAB 35
127
Hoki Twins - BAB 36
128
Hoki Twins BAB 37
129
Hoki Twins - BAB 38
130
Hoki Twins - BAB 39
131
Hoki Twins - BAB 40
132
Hoki Twins - BAB 41
133
Hoki Twins - BAB 42
134
Hoki Twins - BAB 43
135
Hoki Twins - BAB 44
136
Hoki Twins - BAB 45
137
Hoki Twins - BAB 46
138
Hoki Twins - BAB 47
139
Hoki Twins - BAB 48
140
Hoki Twins - BAB 49
141
Hoki Twins - BAB 50
142
Hoki Twins - BAB 51
143
Hoki Twins - BAB 52
144
Hoki Twins - BAB 53
145
Hoki Twins - BAB 54
146
Hoki Twins - BAB 55
147
Hoki Twins - BAB 56
148
Hoki Twins - BAB 57
149
Hoki Twins - BAB 58
150
Hoki Twins - BAB 59
151
Hoki Twins - BAB 60
152
Hoki Twins - BAB 61
153
Hoki Twins - BAB 62
154
Hoki Twins - BAB 63
155
Hoki Twins - BAB 64
156
Hoki Twins - BAB 65
157
Hoki Twins - BAB 66
158
Hoki Twins - BAB 67
159
Hoki Twins - BAB 68
160
Hoki Twins - BAB 69
161
Hoki Twins - BAB 70
162
Hoki Twins - BAB 71
163
Hoki Twins - BAB 72
164
Hoki Twins - BAB 73
165
Hoki Twins - BAB 74
166
Hoki Twins - BAB 75
167
Hoki Twins - BAB 76
168
Hoki Twins - BAB 77
169
Hoki Twins - BAB 78
170
Hoki Twins - BAB 79
171
Hoki Twins - BAB 80
172
Hoki Twins - BAB 81
173
Hoki Twins - BAB 82
174
Hoki Twins - BAB 83
175
Hoki Twins - BAB 84
176
Hoki Twins - BAB 85
177
Hoki Twins - BAB 86
178
Hoki Twins - BAB 87
179
Hoki Twins - BAB 89
180
Hoki Twins - BAB 90
181
Hoki Twins - BAB 91
182
Hoki Twins - BAB 92
183
Hoki Twins - BAB 93
184
Hoki Twins - BAB 94
185
Hoki Twins - BAB 95
186
Hoki Twins - BAB 96
187
Hoki Twins - BAB 97
188
Hoki Twins - BAB 98
189
Hoki Twins - BAB 99
190
Hoki Twins - BAB 100
191
Hoki Twins - BAB 101
192
Hoki Twins - BAB 102
193
Hoki Twins - BAB 103
194
Hoki Twins - BAB 104
195
Hoki Twins - BAB 105
196
Hoki Twins - BAB 106
197
Hoki Twins - BAB 107
198
Hoki Twins - BAB 108
199
Hoki Twins - BAB 109
200
Hoki Twins - BAB 110
201
Hoki Twins - BAB 111
202
Hoki Twins - BAB 112
203
Hoki Twins - BAB 113
204
Hoki Twins - BAB 114
205
Hoki Twins - BAB 115
206
Hoki Twins - BAB 116
207
Hoki Twins - BAB 117
208
Hoki Twins - BAB 118
209
Hoki Twins - BAB 119
210
Hoki Twins - BAB 120
211
Hoki Twins - BAB 121
212
Hoki Twins - BAB 122
213
Hoki Twins - BAB 123
214
Hoki Twins - BAB 124
215
Hoki Twins - BAB 125
216
Hoki Twins - BAB 126
217
Hoki Twins - BAB 127
218
Hoki Twins - BAB 128
219
Hoki Twins - BAB 129
220
Hoki Twins - BAB 130
221
Hoki Twins - BAB 131
222
Hoki Twins - BAB 132
223
Hoki Twins - BAB 133
224
Hoki Twins - BAB 134
225
Flora And Daichi - BAB 1
226
Flora and Daichi - BAB 2
227
Flora And Daichi - BAB 3
228
Flora And Daichi - BAB 4
229
Flora And Daichi - BAB 5
230
Flora And Daichi - BAB 6
231
Flora And Daichi - BAB 7
232
Flora And Daichi - BAB 8
233
Flora And Daichi - BAB 9
234
Flora And Daichi - BAB 10
235
BAB TERAKHIR
236
Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237
Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238
Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239
Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240
Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241
Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242
Salam Kenal Dari Author
243
Season 3. Generasi Syauqi
244
Kenakalan Remaja
245
Nakal Yang Keren
246
Terjebak di Asrama Putri
247
Terbongkarnya Rahasia
248
Misi Berbayar
249
Kegelisahan Alarik dan Syadev
250
Pengumuman
251
Kemenangan Palsu
252
Liburan Panjang
253
Salah Sasaran
254
Mengulur Waktu
255
Melarikan Diri
256
Kepanikan Keluarga Yudistira
257
Balas Budi
258
Hati Perempuan
259
Makan Bersama
260
Kepolosan Deby
261
Ujian Cinta
262
Perbedaan
263
Perjuangan Arkananta
264
Jabakan Musuh
265
Duka Deby
266
Kemalangan Sarah
267
Cinta Yang Terpendam
268
Cinta Beda Keyakinan
269
Kembali Ke Asrama
270
Perjodohan Yang Tertukar
271
Rahasia Cinta
272
Kisah Cinta Yang Manis
273
Keresahan Dua Saudara
274
Perjuangan Arkananta
275
Titik Terang
276
Berlomba Dalam Kebaikan
277
Cinta Dalam Do'a
278
Teguran Yang Terakhir
279
Mengejar Mimpi
280
Langkah Awal Menuju Perubahan
281
Melindungi Dari Jauh
282
Melodi Cinta
283
Kesucian Cinta
284
Pengumuman
285
Novel Cetak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!