Mr.Jutek sakit...?

 

Badan menggigil lemas, kepala seakan berputar, tenggorokan kering, lidahpun terasa pahit.

Syauqi sejak kemarin sudah merasa tidak enak badannya. Makanya sepulang dari luar negeri, dia berniat langsung istirahat di rumah.

Namun hatinya tergerak ketika mendengar Zhia kehujanan di jalan. Tanpa memperdulikan rasa lelah dia segera menolong Zhia.

Pagi ini Syauqi enggan bangun, namun meskipun matanya masih terpejam, akan tetapi hatinya melambung tinggi di angkasa.

Bagaimana tidak, Zhia yang tak pernah mau menyentuh lelaki bukan muhrim barusan menyentuh lembut keningnya.

Sudah lama sekali Syauqi tak pernah merasakan perasaan seperti ini.

Zhia mengetuk pintu kamar Syauqi, dia membawa nampan yang berisi bubur dan air putih hangat.

 

"Makan dulu, mas Syauqi ! Setelah itu diminum obatnya,"

kata Zhia sambil meletakkan nampannya di atas meja.

Syauqi bangun dan menyandarkan punggungnya di bantal.

"Bisakah kamu menyuapiku?" tanya Syauqi dengan ekspresi cuek.

"apa-apaan ini, baru kali ini melihat orang yang meminta tolong dengan cara seperti itu" batin Zhia, dia merasa kesal.

"Tanganku lemas," kini nadanya lemah, Syauqi tak berbohong.

Zhia Merasa tak tega juga, karena sejak tadi pagi adik bosnya belum sarapan.

Zhia mulai menyuapi Syauqi dengan telaten, sedangkan Syauqi hanya acuh tak acuh, sikapnya itu sengaja dilakukan, dirinya takut bila detak jantungnya yang berdegup kencang ketahuan.

Selesai makan Syauqi meminum obat, dia berbaring lagi dan perlahan matanya terpejam karena efek obat.

Zhia menatap Syauqi yang tertidur, terlihat seperti bayi yang tertidur pulas.

Zhia mengakui wajah Syauqi sangat tampan dan menawan, andai saja dia memiliki sifat yang bersahaja dan alim seperti Iyas, pasti Syauqi menjadi orang yang sempurna.

Namun Zhia sadar tak ada manusia yang sempurna kecuali sang pencipta penguasa alam.

Zhia selalu merasa rendah diri dan merasa masih banyak kekurangan, sehingga dia selalu belajar memperbaiki diri.

Zhia membawa kembali nampannya turun kelantai dapur. Dia merasa jenuh, akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan rumah.

Zhia berfikir kalau dia hanya berdiam diri sama seperti memakan gaji buta, karena bos Elly memberi gaji yang banyak.

Jam dua belas siang semuanya sudah selesai, lantai kinclong dan wangi, ruangan juga tertata rapi, cucian yang kemarin kering juga sudah disetlika.

Zhia mandi, lalu melaksanakan sholat Dzuhur.

Selesai sholat Mata Zhia terasa berat, tanpa sadar dia tertidur diatas sajadah.

Syauqi terbangun karena perutnya keroncongan lapar, dia melirik jam di meja menunjukkan jam satu siang,

"Lama juga tidurku, Zhia sedang apa ya?" batin Syauqi.

Syauqi beranjak dari tempat tidurnya, dia merasa badannya lebih ringan dan cenat-cenut di kepalanya mulai berkurang.

Syauqi keluar kamar mencari Zhia, sesampai didepan musholla yang hanya tertutup tirai putih transparan, dia melihat Zhia yang tertidur.

Tanpa sadar hati dan pikiran Syauqi menarik tubuhnya sendiri mendekati Zhia.

Semakin dilihat kecantikannya semakin nyata, cantik yang tanpa perlu polesan, atau menampakkan tubuhnya dengan baju sexi.

Syauqi kini menyadari, dirinya memang sudah mulai memiliki perasaan pada gadis yang usianya jauh lebih muda, namun menurutnya sifat Zhia jauh lebih dewasa dan keibuan.

Sungguh beruntung bila dia memiliki istri seperti Zhia dan keturunan darinya.

Syauqi berjongkok memandang wajah Zhia cukup lama, sedetikpun dia tak mengalihkan pandangan pada mahluk indah didepannya.

Kemudian Zhia terbangun dan menjerit karena kaget ada orang disampingnya.

"Aku lapar," kata Syauqi dingin, lalu berdiri dan keluar menuju meja makan.

Syauqi sedikit salah tingkah karena dia semakin tak bisa mengendalikan diri saat bertatap muka dengannya.

Zhia buru-buru melepas mukena dan memakai kembali jilbabnya, karena Zhia ingat dia belum memasak.

"Mau makan apa, Mas Syauqi?"

tanya Zhia setelah menyusul Syauqi di lantai bawah.

"Terserah!" jawab Syauqi datar, dia pura-pura sibuk memainkan ponsel.

Zhia merasa heran, semalam sikap Syauqi mulai melunak, tapi kenapa sekarang jutek lagi.

Zhia memang tak pernah bisa menebak apa yang ada dipikiran adik majikannya.

Siang ini Zhia memutuskan memasak sup, perkedel kentang dan sambal terasi.

Ruangan Meja makan dan dapur memang tidak ada penghalang, jadi Syauqi dengan leluasa bisa melihat punggung Zhia yang berdiri.

Gerakan Zhia sangat cekatan dan aroma masakannya harum mengunggah selera.

hanya butuh 20 menit semua sudah terhidang di atas meja.

"Ayo makan siang bersama!" ajak Syauqi dengan nada memerintah.

Zhia mengangguk pelan dan duduk dihadapan Syauqi.

"Alangkah indahnya jika selamanya bisa seperti ini," pikir Syauqi.

Mereka sedang menikmati makan siang, Syauqi selalu merasa puas dengan masakan Zhia.

Dulu sebelum ada Zhia Syauqi jarang makan dirumah, dia memilih sarapan dikantor ataupun makan malam di restoran.

Tapi sekarang Syauqi selalu Sarapan dan makan malam dirumah, termasuk kakaknya.

Mereka jadi punya waktu lebih untuk bersama.

Selesai makan Zhia membereskan meja dan mencuci piring yang kotor, dia kemudian berjalan menuju Syauqi yang tiduran diruangan santai sambil menonton televisi.

"Maaf, Mas Syauqi. bolehkah saya minta nomer telepon montir yang semalam membawa motor saya?" tanya Zhia pelan.

"Nanti biarku antar saja kebengkel langsung, sekalian aku mau mengecek mobil," ucap Syauqi beralasan, padahal mobilnya baik-baik saja.

Tiba tiba terdengar dering hp Zhia, dia segera menjauh dari ruang santai.

"Kenapa harus menghindar? apakah dari kekasihnya?" pikir Syauqi merasa kesal.

Zhia padahal menjauh karena takut tidak mendengar, sebab suara televisinya lumayan keras.

tiga menit kemudian Zhia kembali ke ruang santai,

"Mas Syauqi, barusan kak Elly menelpon, katanya nanti pulangnya telat sekitar jam delapan. Jadi makan malamnya nggak perlu ditunggu," kata Zhia menjelaskan panjang lebar.

Sedangkan Syauqi hanya menjawab "oh".

Disisi lain Syauqi menahan tawa dengan kekonyolan diri sendiri, yang menyangka tadi panggilan dari pacarnya Zhia.

Setelah Sholat Maghrib, Zhia memasak untuk makan malam.

Kali ini menunya sambal rempelo ati, sayur sawi rebus dan jamur kryspi.

Syauqi selalu menunggu kejutan baru setiap mau makan, karena Zhia memasak menu yang berbeda setiap harinya.

Sehabis makan mereka duduk menonton televisi diruang santai,

"Zhia, kamu kursus masak ya?" tanya Syauqi penasaran.

"Tidak, tapi ibu saya dulu punya usaha warung makan, dari kecil saya sudah terbiasa membantunya," jawab Zhia.

"Sekarang rukonya masih buka?" tanya Syauqi penasaran.

"Sudah dijual, dua tahun yang lalu Ayah meninggal, kemudian ibu mulai sakit-sakitan dan butuh biaya banyak untuk berobat," jawab Zhia lembut.

"Setelah itu?" tanya Syauqi lagi menatap Zhia, terlihat sangat jelas dari raut wajahnya kalau Syauqi penasaran.

Zhia yang tak ingin Mr.jutek ini kumat lagi, diapun melanjutkan ceritanya.

"Yah, untuk kuliah saya harus kerja sambilan menjaga pom mini, pagi bangun jam dua dibantu mbak Tia membuat kue dititipin kewarung-warung. Akan Tetapi alhamdulilah bisa membayar biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan gaji Kakakku untuk berobat ibuk, itupun sering di bantu mas Iyas," jawab Zhia.

Syauqi yang mendengar kisah Zhia menjadi sadar, betapa selama ini dia mengabaikan hidup, padahal dia termasuk beruntung dibanding nasipnya Zhia, dia jadi semakin ingin melindungi dan membuat Zhia hidup bahagia.

"kamu bisa bikin kue? kenapa aku nggak pernah dibuatin?" tanya Syauqi mengalihkan pembicaraan, supaya Zhia tidak bersedih lagi.

"Bisa, insyaalloh nanti kalau ada waktu,"jawab Zhia tersenyum manis.

"Iyas itu pacarmu ya?" tanya Syauqi yang selama ini penasaran, membuat dia gelisah setiap mau tidur.

Zhia tertawa kecil, "Dalam aturan Agama dilarang pacaran. Ayah kita dulu sahabat, makanya aku dan mas Iyas sudah kenal dari kecil, dia selau menjagaku, selalu ada saat susah dan mas Iyas satu satunya teman lelakiku," tutur Zhia.

Sorot mata Syauqi memancarkan tatapan iri, kenapa bukan dia yang menjaganya dan selalu bersamanya sejak kecil?

Namun Zhia tak pernah menyadarinya karena dia adalah gadis polos dan lugu.

Kemudian Zhia balik bertanya, namun dia sangat hati hati,

"Selama ini aku penasaran, kenapa Ibunya Mas Syauqi tidak pernah terlihat? Kak Elly pun tak pernah bercerita."

Zhia takut jika Syauqi marah, tapi dari pada penasaran dia berani bertanya.

Tanpa diduga Syauqi menjawab dengan tenang,

"Ketika aku masih kelas tiga SMA mereka cerai, Ibu menikah lagi dan punya satu anak perempuan. Kemudian dia menetap di Jerman dan pulang kesini hanya saat pernikahan Kak Elly dan terjadinya kecelakaan yang pasti kakak udah ceritain ke kamu."

"Apa Mas Syauqi merindukannya?" Zhia keceplosan bertanya, karena selama dia kenal dengan Syauqi dibalik tatapannya yang dingin tersimpan kehampaan.

"Sudah jam tujuh malam ayo segera kebengkel, nanti keluargamu khawatir!"Syauqi malas membahasnya, dia langsung berdiri dan keluar menuju garasi.

Zhia mengikuti, tapi dia hanya berdiri diluar mobil,

"Apa mas Syauqi baik-baik saja menyetir?" tanya Zhia cemas, karena Syauqi masih belum sembuh sepenuhnya.

"Masuklah!"perintah Syauqi dingin, seperti kewajiban yang tidak boleh dibantah.

Zhia akhirnya masuk dan duduk didepan bersama Syauqi.

Syauqi sebenarnya masih merasa tak enak badannya, tapi dia akan merasa jauh lebih sakit jika Iyas yang menjemput Zhia.

Baru dipikirkan Syauqi Ponsel Zhia sudah berbunyi, tapi Syauqi hanya bisa mendengar suara Zhia saja,

"wa'alaikum salam,"

"Nggak usah Mas Iyas, motorku sudah baik lagi kok, jangan khawatir!"

"Ya sudah ya, kututup dulu! Nanti ku telepon lagi,"

"heh, jangan lebay deh... assalamu'alaikum,"

Setelah memutus sambungannya kemudian Zhia memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Syauqi senang karena dia bergerak lebih cepat, dia sudah meyakinkan hati.

selama apapun mereka kenal, sedekat apapun mereka...

Syauqi akan memperjuangkan untuk mendapatkan Zhia.

* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.

Mohon kritik dan sarannya juga, semoga kedepannya novel ini bisa lebih baik🙏

Terpopuler

Comments

Noer Anisa Noerma

Noer Anisa Noerma

lanjut thoor seru

2021-12-19

0

Sitialya Cintamaulana Apaadanya

Sitialya Cintamaulana Apaadanya

syauwi zaqia itu cewek setia gak mungkin menduakan iyas maulana

2021-12-17

0

nnkurniasih

nnkurniasih

semangat ya bg syauqi PDKTnya..

2021-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Jalan masih panjang
2 Hari pertama kerja
3 Jangan sentuh aku
4 Lahirnya keponakan tersayang
5 Mr.Jutek sakit...?
6 Dialah yang terbaik
7 Bukan sebatas teman
8 Bukan ciuman pertama
9 Teman baru
10 Diam-diam perhatian
11 Kejutan di liburan yang singkat
12 Hatiku ada yang memiliki
13 Penyesalan Syauqi..
14 Tentang waktu
15 Mimpi yang terwujud
16 Pesta Pernikahan kak Elly
17 Malam berkelabu untuk Zhia
18 Cinta atau Nafsu
19 Diantara dua Cinta yang berbeda
20 Sepedih hati yang luka
21 Kehamilan yang tak diinginkan
22 Bulan dan bintang
23 Demi buah hati
24 Iyas yang malang
25 Lamaran
26 Tamu tak diundang
27 Kecemburuan Syauqi
28 Kencan Pertama
29 Menyatukan dua perbedaan
30 Keresahan hati
31 Sang penggoda
32 Berantem mesra
33 Perjodohan Iyas
34 Pertemuan tak terduga
35 Ujian yang bertubi
36 Tragedi pilu
37 Kasih dan sayang
38 Pengorbanan terakhir Iyas
39 Kenakalan calon suami
40 Mimpi ajaib.
41 Ketegangan sebelum ijab kabul
42 Alhamdulillah... SAH
43 Kita pacaran yuk?
44 Pemandangan di atas awan
45 Suamiku Pahlawanku
46 Suamiku berdarah biru
47 Arti Sebuah Keluarga
48 Tamu spesial
49 Tetangga kecil
50 Suamiku pengertian
51 Single Parent
52 Aku bukan PELAKOR
53 Kebaikan dibalik Keangkuhan
54 Kenangan Mantan
55 Kecerdikan Tuan Syauqi
56 Gelora cinta Nindya
57 Rindu yang Mendalam
58 Ngidamnya Istri konglomerat.
59 Skenario Tuhan
60 Bawa aku bersamamu
61 Kebohongan demi kebaikan
62 Dimanjakan suami
63 Perjuangan hidup
64 Jodoh yang ditakdirkan
65 Pernikahan Dony dan Nindya
66 Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67 Tiga kisah yang berbeda
68 Penantian
69 Selamat datang Malaikat kecilku
70 Kembalinya Nayla
71 Mama untuk Orlin
72 Malam terindah
73 Indahnya berkeluarga
74 Om-0m Tampan
75 Olah raga malam Tuan Syauqi
76 Anak Angkat yang tampan
77 Permainan
78 Kelahiran prematur
79 Tahun-tahun berlalu
80 Kaysa dan Syadev
81 Ayah dan Bunda
82 Pembantu baru
83 Mata-mata
84 Kaysa minta Adik
85 Anak ayam
86 Mari membuat anak lagi
87 Bunda hamil lagi
88 Mama Papanya Karren
89 Jangan dekati Ayah kami
90 Kepolosan anak-anak
91 Happy family
92 Hoki Twins - BAB 1
93 Hoki Twins - BAB 2
94 Hoki Twins - BAB 3
95 Hoki Twins - BAB 4
96 Hoki Twins - BAB 5
97 Hoki Twins - BAB 6
98 Hoki Twins - BAB 7
99 Hoki Twins - BAB 8
100 Hoki Twins - BAB 9
101 Hoki Twins - BAB 10
102 Hoki Twins - BAB 11
103 Hoki Twins - BAB 12
104 Hoki Twins - BAB 13
105 Hoki Twins - BAB 14
106 Hoki Twins - BAB 15
107 Hoki Twins - BAB 16
108 Hoki Twins - BAB 17
109 Hoki Twins - BAB 18
110 Hoki Twins - BAB 19
111 Hoki Twins - BAB 2O
112 Hoki Twins - BAB 21
113 Hoki Twins - BAB 22
114 Hoki Twins - BAB 23
115 Hoki Twins - BAB 24
116 Hoki Twins - BAB 25
117 Hoki Twins - BAB 26
118 Hoki Twins - BAB 27
119 Hoki Twins - BAB 28
120 Hoki Twins - BAB 29
121 Hoki Twins - BAB 30
122 Hoki Twins - BAB 31
123 Hoki Twins - BAB 32
124 Hoki Twins - BAB 33
125 Hoki Twins - BAB 34
126 Hoki Twins - BAB 35
127 Hoki Twins - BAB 36
128 Hoki Twins BAB 37
129 Hoki Twins - BAB 38
130 Hoki Twins - BAB 39
131 Hoki Twins - BAB 40
132 Hoki Twins - BAB 41
133 Hoki Twins - BAB 42
134 Hoki Twins - BAB 43
135 Hoki Twins - BAB 44
136 Hoki Twins - BAB 45
137 Hoki Twins - BAB 46
138 Hoki Twins - BAB 47
139 Hoki Twins - BAB 48
140 Hoki Twins - BAB 49
141 Hoki Twins - BAB 50
142 Hoki Twins - BAB 51
143 Hoki Twins - BAB 52
144 Hoki Twins - BAB 53
145 Hoki Twins - BAB 54
146 Hoki Twins - BAB 55
147 Hoki Twins - BAB 56
148 Hoki Twins - BAB 57
149 Hoki Twins - BAB 58
150 Hoki Twins - BAB 59
151 Hoki Twins - BAB 60
152 Hoki Twins - BAB 61
153 Hoki Twins - BAB 62
154 Hoki Twins - BAB 63
155 Hoki Twins - BAB 64
156 Hoki Twins - BAB 65
157 Hoki Twins - BAB 66
158 Hoki Twins - BAB 67
159 Hoki Twins - BAB 68
160 Hoki Twins - BAB 69
161 Hoki Twins - BAB 70
162 Hoki Twins - BAB 71
163 Hoki Twins - BAB 72
164 Hoki Twins - BAB 73
165 Hoki Twins - BAB 74
166 Hoki Twins - BAB 75
167 Hoki Twins - BAB 76
168 Hoki Twins - BAB 77
169 Hoki Twins - BAB 78
170 Hoki Twins - BAB 79
171 Hoki Twins - BAB 80
172 Hoki Twins - BAB 81
173 Hoki Twins - BAB 82
174 Hoki Twins - BAB 83
175 Hoki Twins - BAB 84
176 Hoki Twins - BAB 85
177 Hoki Twins - BAB 86
178 Hoki Twins - BAB 87
179 Hoki Twins - BAB 89
180 Hoki Twins - BAB 90
181 Hoki Twins - BAB 91
182 Hoki Twins - BAB 92
183 Hoki Twins - BAB 93
184 Hoki Twins - BAB 94
185 Hoki Twins - BAB 95
186 Hoki Twins - BAB 96
187 Hoki Twins - BAB 97
188 Hoki Twins - BAB 98
189 Hoki Twins - BAB 99
190 Hoki Twins - BAB 100
191 Hoki Twins - BAB 101
192 Hoki Twins - BAB 102
193 Hoki Twins - BAB 103
194 Hoki Twins - BAB 104
195 Hoki Twins - BAB 105
196 Hoki Twins - BAB 106
197 Hoki Twins - BAB 107
198 Hoki Twins - BAB 108
199 Hoki Twins - BAB 109
200 Hoki Twins - BAB 110
201 Hoki Twins - BAB 111
202 Hoki Twins - BAB 112
203 Hoki Twins - BAB 113
204 Hoki Twins - BAB 114
205 Hoki Twins - BAB 115
206 Hoki Twins - BAB 116
207 Hoki Twins - BAB 117
208 Hoki Twins - BAB 118
209 Hoki Twins - BAB 119
210 Hoki Twins - BAB 120
211 Hoki Twins - BAB 121
212 Hoki Twins - BAB 122
213 Hoki Twins - BAB 123
214 Hoki Twins - BAB 124
215 Hoki Twins - BAB 125
216 Hoki Twins - BAB 126
217 Hoki Twins - BAB 127
218 Hoki Twins - BAB 128
219 Hoki Twins - BAB 129
220 Hoki Twins - BAB 130
221 Hoki Twins - BAB 131
222 Hoki Twins - BAB 132
223 Hoki Twins - BAB 133
224 Hoki Twins - BAB 134
225 Flora And Daichi - BAB 1
226 Flora and Daichi - BAB 2
227 Flora And Daichi - BAB 3
228 Flora And Daichi - BAB 4
229 Flora And Daichi - BAB 5
230 Flora And Daichi - BAB 6
231 Flora And Daichi - BAB 7
232 Flora And Daichi - BAB 8
233 Flora And Daichi - BAB 9
234 Flora And Daichi - BAB 10
235 BAB TERAKHIR
236 Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237 Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238 Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239 Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240 Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241 Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242 Salam Kenal Dari Author
243 Season 3. Generasi Syauqi
244 Kenakalan Remaja
245 Nakal Yang Keren
246 Terjebak di Asrama Putri
247 Terbongkarnya Rahasia
248 Misi Berbayar
249 Kegelisahan Alarik dan Syadev
250 Pengumuman
251 Kemenangan Palsu
252 Liburan Panjang
253 Salah Sasaran
254 Mengulur Waktu
255 Melarikan Diri
256 Kepanikan Keluarga Yudistira
257 Balas Budi
258 Hati Perempuan
259 Makan Bersama
260 Kepolosan Deby
261 Ujian Cinta
262 Perbedaan
263 Perjuangan Arkananta
264 Jabakan Musuh
265 Duka Deby
266 Kemalangan Sarah
267 Cinta Yang Terpendam
268 Cinta Beda Keyakinan
269 Kembali Ke Asrama
270 Perjodohan Yang Tertukar
271 Rahasia Cinta
272 Kisah Cinta Yang Manis
273 Keresahan Dua Saudara
274 Perjuangan Arkananta
275 Titik Terang
276 Berlomba Dalam Kebaikan
277 Cinta Dalam Do'a
278 Teguran Yang Terakhir
279 Mengejar Mimpi
280 Langkah Awal Menuju Perubahan
281 Melindungi Dari Jauh
282 Melodi Cinta
283 Kesucian Cinta
284 Pengumuman
285 Novel Cetak
Episodes

Updated 285 Episodes

1
Jalan masih panjang
2
Hari pertama kerja
3
Jangan sentuh aku
4
Lahirnya keponakan tersayang
5
Mr.Jutek sakit...?
6
Dialah yang terbaik
7
Bukan sebatas teman
8
Bukan ciuman pertama
9
Teman baru
10
Diam-diam perhatian
11
Kejutan di liburan yang singkat
12
Hatiku ada yang memiliki
13
Penyesalan Syauqi..
14
Tentang waktu
15
Mimpi yang terwujud
16
Pesta Pernikahan kak Elly
17
Malam berkelabu untuk Zhia
18
Cinta atau Nafsu
19
Diantara dua Cinta yang berbeda
20
Sepedih hati yang luka
21
Kehamilan yang tak diinginkan
22
Bulan dan bintang
23
Demi buah hati
24
Iyas yang malang
25
Lamaran
26
Tamu tak diundang
27
Kecemburuan Syauqi
28
Kencan Pertama
29
Menyatukan dua perbedaan
30
Keresahan hati
31
Sang penggoda
32
Berantem mesra
33
Perjodohan Iyas
34
Pertemuan tak terduga
35
Ujian yang bertubi
36
Tragedi pilu
37
Kasih dan sayang
38
Pengorbanan terakhir Iyas
39
Kenakalan calon suami
40
Mimpi ajaib.
41
Ketegangan sebelum ijab kabul
42
Alhamdulillah... SAH
43
Kita pacaran yuk?
44
Pemandangan di atas awan
45
Suamiku Pahlawanku
46
Suamiku berdarah biru
47
Arti Sebuah Keluarga
48
Tamu spesial
49
Tetangga kecil
50
Suamiku pengertian
51
Single Parent
52
Aku bukan PELAKOR
53
Kebaikan dibalik Keangkuhan
54
Kenangan Mantan
55
Kecerdikan Tuan Syauqi
56
Gelora cinta Nindya
57
Rindu yang Mendalam
58
Ngidamnya Istri konglomerat.
59
Skenario Tuhan
60
Bawa aku bersamamu
61
Kebohongan demi kebaikan
62
Dimanjakan suami
63
Perjuangan hidup
64
Jodoh yang ditakdirkan
65
Pernikahan Dony dan Nindya
66
Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67
Tiga kisah yang berbeda
68
Penantian
69
Selamat datang Malaikat kecilku
70
Kembalinya Nayla
71
Mama untuk Orlin
72
Malam terindah
73
Indahnya berkeluarga
74
Om-0m Tampan
75
Olah raga malam Tuan Syauqi
76
Anak Angkat yang tampan
77
Permainan
78
Kelahiran prematur
79
Tahun-tahun berlalu
80
Kaysa dan Syadev
81
Ayah dan Bunda
82
Pembantu baru
83
Mata-mata
84
Kaysa minta Adik
85
Anak ayam
86
Mari membuat anak lagi
87
Bunda hamil lagi
88
Mama Papanya Karren
89
Jangan dekati Ayah kami
90
Kepolosan anak-anak
91
Happy family
92
Hoki Twins - BAB 1
93
Hoki Twins - BAB 2
94
Hoki Twins - BAB 3
95
Hoki Twins - BAB 4
96
Hoki Twins - BAB 5
97
Hoki Twins - BAB 6
98
Hoki Twins - BAB 7
99
Hoki Twins - BAB 8
100
Hoki Twins - BAB 9
101
Hoki Twins - BAB 10
102
Hoki Twins - BAB 11
103
Hoki Twins - BAB 12
104
Hoki Twins - BAB 13
105
Hoki Twins - BAB 14
106
Hoki Twins - BAB 15
107
Hoki Twins - BAB 16
108
Hoki Twins - BAB 17
109
Hoki Twins - BAB 18
110
Hoki Twins - BAB 19
111
Hoki Twins - BAB 2O
112
Hoki Twins - BAB 21
113
Hoki Twins - BAB 22
114
Hoki Twins - BAB 23
115
Hoki Twins - BAB 24
116
Hoki Twins - BAB 25
117
Hoki Twins - BAB 26
118
Hoki Twins - BAB 27
119
Hoki Twins - BAB 28
120
Hoki Twins - BAB 29
121
Hoki Twins - BAB 30
122
Hoki Twins - BAB 31
123
Hoki Twins - BAB 32
124
Hoki Twins - BAB 33
125
Hoki Twins - BAB 34
126
Hoki Twins - BAB 35
127
Hoki Twins - BAB 36
128
Hoki Twins BAB 37
129
Hoki Twins - BAB 38
130
Hoki Twins - BAB 39
131
Hoki Twins - BAB 40
132
Hoki Twins - BAB 41
133
Hoki Twins - BAB 42
134
Hoki Twins - BAB 43
135
Hoki Twins - BAB 44
136
Hoki Twins - BAB 45
137
Hoki Twins - BAB 46
138
Hoki Twins - BAB 47
139
Hoki Twins - BAB 48
140
Hoki Twins - BAB 49
141
Hoki Twins - BAB 50
142
Hoki Twins - BAB 51
143
Hoki Twins - BAB 52
144
Hoki Twins - BAB 53
145
Hoki Twins - BAB 54
146
Hoki Twins - BAB 55
147
Hoki Twins - BAB 56
148
Hoki Twins - BAB 57
149
Hoki Twins - BAB 58
150
Hoki Twins - BAB 59
151
Hoki Twins - BAB 60
152
Hoki Twins - BAB 61
153
Hoki Twins - BAB 62
154
Hoki Twins - BAB 63
155
Hoki Twins - BAB 64
156
Hoki Twins - BAB 65
157
Hoki Twins - BAB 66
158
Hoki Twins - BAB 67
159
Hoki Twins - BAB 68
160
Hoki Twins - BAB 69
161
Hoki Twins - BAB 70
162
Hoki Twins - BAB 71
163
Hoki Twins - BAB 72
164
Hoki Twins - BAB 73
165
Hoki Twins - BAB 74
166
Hoki Twins - BAB 75
167
Hoki Twins - BAB 76
168
Hoki Twins - BAB 77
169
Hoki Twins - BAB 78
170
Hoki Twins - BAB 79
171
Hoki Twins - BAB 80
172
Hoki Twins - BAB 81
173
Hoki Twins - BAB 82
174
Hoki Twins - BAB 83
175
Hoki Twins - BAB 84
176
Hoki Twins - BAB 85
177
Hoki Twins - BAB 86
178
Hoki Twins - BAB 87
179
Hoki Twins - BAB 89
180
Hoki Twins - BAB 90
181
Hoki Twins - BAB 91
182
Hoki Twins - BAB 92
183
Hoki Twins - BAB 93
184
Hoki Twins - BAB 94
185
Hoki Twins - BAB 95
186
Hoki Twins - BAB 96
187
Hoki Twins - BAB 97
188
Hoki Twins - BAB 98
189
Hoki Twins - BAB 99
190
Hoki Twins - BAB 100
191
Hoki Twins - BAB 101
192
Hoki Twins - BAB 102
193
Hoki Twins - BAB 103
194
Hoki Twins - BAB 104
195
Hoki Twins - BAB 105
196
Hoki Twins - BAB 106
197
Hoki Twins - BAB 107
198
Hoki Twins - BAB 108
199
Hoki Twins - BAB 109
200
Hoki Twins - BAB 110
201
Hoki Twins - BAB 111
202
Hoki Twins - BAB 112
203
Hoki Twins - BAB 113
204
Hoki Twins - BAB 114
205
Hoki Twins - BAB 115
206
Hoki Twins - BAB 116
207
Hoki Twins - BAB 117
208
Hoki Twins - BAB 118
209
Hoki Twins - BAB 119
210
Hoki Twins - BAB 120
211
Hoki Twins - BAB 121
212
Hoki Twins - BAB 122
213
Hoki Twins - BAB 123
214
Hoki Twins - BAB 124
215
Hoki Twins - BAB 125
216
Hoki Twins - BAB 126
217
Hoki Twins - BAB 127
218
Hoki Twins - BAB 128
219
Hoki Twins - BAB 129
220
Hoki Twins - BAB 130
221
Hoki Twins - BAB 131
222
Hoki Twins - BAB 132
223
Hoki Twins - BAB 133
224
Hoki Twins - BAB 134
225
Flora And Daichi - BAB 1
226
Flora and Daichi - BAB 2
227
Flora And Daichi - BAB 3
228
Flora And Daichi - BAB 4
229
Flora And Daichi - BAB 5
230
Flora And Daichi - BAB 6
231
Flora And Daichi - BAB 7
232
Flora And Daichi - BAB 8
233
Flora And Daichi - BAB 9
234
Flora And Daichi - BAB 10
235
BAB TERAKHIR
236
Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237
Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238
Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239
Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240
Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241
Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242
Salam Kenal Dari Author
243
Season 3. Generasi Syauqi
244
Kenakalan Remaja
245
Nakal Yang Keren
246
Terjebak di Asrama Putri
247
Terbongkarnya Rahasia
248
Misi Berbayar
249
Kegelisahan Alarik dan Syadev
250
Pengumuman
251
Kemenangan Palsu
252
Liburan Panjang
253
Salah Sasaran
254
Mengulur Waktu
255
Melarikan Diri
256
Kepanikan Keluarga Yudistira
257
Balas Budi
258
Hati Perempuan
259
Makan Bersama
260
Kepolosan Deby
261
Ujian Cinta
262
Perbedaan
263
Perjuangan Arkananta
264
Jabakan Musuh
265
Duka Deby
266
Kemalangan Sarah
267
Cinta Yang Terpendam
268
Cinta Beda Keyakinan
269
Kembali Ke Asrama
270
Perjodohan Yang Tertukar
271
Rahasia Cinta
272
Kisah Cinta Yang Manis
273
Keresahan Dua Saudara
274
Perjuangan Arkananta
275
Titik Terang
276
Berlomba Dalam Kebaikan
277
Cinta Dalam Do'a
278
Teguran Yang Terakhir
279
Mengejar Mimpi
280
Langkah Awal Menuju Perubahan
281
Melindungi Dari Jauh
282
Melodi Cinta
283
Kesucian Cinta
284
Pengumuman
285
Novel Cetak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!