Badan menggigil lemas, kepala seakan berputar, tenggorokan kering, lidahpun terasa pahit.
Syauqi sejak kemarin sudah merasa tidak enak badannya. Makanya sepulang dari luar negeri, dia berniat langsung istirahat di rumah.
Namun hatinya tergerak ketika mendengar Zhia kehujanan di jalan. Tanpa memperdulikan rasa lelah dia segera menolong Zhia.
Pagi ini Syauqi enggan bangun, namun meskipun matanya masih terpejam, akan tetapi hatinya melambung tinggi di angkasa.
Bagaimana tidak, Zhia yang tak pernah mau menyentuh lelaki bukan muhrim barusan menyentuh lembut keningnya.
Sudah lama sekali Syauqi tak pernah merasakan perasaan seperti ini.
Zhia mengetuk pintu kamar Syauqi, dia membawa nampan yang berisi bubur dan air putih hangat.
"Makan dulu, mas Syauqi ! Setelah itu diminum obatnya,"
kata Zhia sambil meletakkan nampannya di atas meja.
Syauqi bangun dan menyandarkan punggungnya di bantal.
"Bisakah kamu menyuapiku?" tanya Syauqi dengan ekspresi cuek.
"apa-apaan ini, baru kali ini melihat orang yang meminta tolong dengan cara seperti itu" batin Zhia, dia merasa kesal.
"Tanganku lemas," kini nadanya lemah, Syauqi tak berbohong.
Zhia Merasa tak tega juga, karena sejak tadi pagi adik bosnya belum sarapan.
Zhia mulai menyuapi Syauqi dengan telaten, sedangkan Syauqi hanya acuh tak acuh, sikapnya itu sengaja dilakukan, dirinya takut bila detak jantungnya yang berdegup kencang ketahuan.
Selesai makan Syauqi meminum obat, dia berbaring lagi dan perlahan matanya terpejam karena efek obat.
Zhia menatap Syauqi yang tertidur, terlihat seperti bayi yang tertidur pulas.
Zhia mengakui wajah Syauqi sangat tampan dan menawan, andai saja dia memiliki sifat yang bersahaja dan alim seperti Iyas, pasti Syauqi menjadi orang yang sempurna.
Namun Zhia sadar tak ada manusia yang sempurna kecuali sang pencipta penguasa alam.
Zhia selalu merasa rendah diri dan merasa masih banyak kekurangan, sehingga dia selalu belajar memperbaiki diri.
Zhia membawa kembali nampannya turun kelantai dapur. Dia merasa jenuh, akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan rumah.
Zhia berfikir kalau dia hanya berdiam diri sama seperti memakan gaji buta, karena bos Elly memberi gaji yang banyak.
Jam dua belas siang semuanya sudah selesai, lantai kinclong dan wangi, ruangan juga tertata rapi, cucian yang kemarin kering juga sudah disetlika.
Zhia mandi, lalu melaksanakan sholat Dzuhur.
Selesai sholat Mata Zhia terasa berat, tanpa sadar dia tertidur diatas sajadah.
Syauqi terbangun karena perutnya keroncongan lapar, dia melirik jam di meja menunjukkan jam satu siang,
"Lama juga tidurku, Zhia sedang apa ya?" batin Syauqi.
Syauqi beranjak dari tempat tidurnya, dia merasa badannya lebih ringan dan cenat-cenut di kepalanya mulai berkurang.
Syauqi keluar kamar mencari Zhia, sesampai didepan musholla yang hanya tertutup tirai putih transparan, dia melihat Zhia yang tertidur.
Tanpa sadar hati dan pikiran Syauqi menarik tubuhnya sendiri mendekati Zhia.
Semakin dilihat kecantikannya semakin nyata, cantik yang tanpa perlu polesan, atau menampakkan tubuhnya dengan baju sexi.
Syauqi kini menyadari, dirinya memang sudah mulai memiliki perasaan pada gadis yang usianya jauh lebih muda, namun menurutnya sifat Zhia jauh lebih dewasa dan keibuan.
Sungguh beruntung bila dia memiliki istri seperti Zhia dan keturunan darinya.
Syauqi berjongkok memandang wajah Zhia cukup lama, sedetikpun dia tak mengalihkan pandangan pada mahluk indah didepannya.
Kemudian Zhia terbangun dan menjerit karena kaget ada orang disampingnya.
"Aku lapar," kata Syauqi dingin, lalu berdiri dan keluar menuju meja makan.
Syauqi sedikit salah tingkah karena dia semakin tak bisa mengendalikan diri saat bertatap muka dengannya.
Zhia buru-buru melepas mukena dan memakai kembali jilbabnya, karena Zhia ingat dia belum memasak.
"Mau makan apa, Mas Syauqi?"
tanya Zhia setelah menyusul Syauqi di lantai bawah.
"Terserah!" jawab Syauqi datar, dia pura-pura sibuk memainkan ponsel.
Zhia merasa heran, semalam sikap Syauqi mulai melunak, tapi kenapa sekarang jutek lagi.
Zhia memang tak pernah bisa menebak apa yang ada dipikiran adik majikannya.
Siang ini Zhia memutuskan memasak sup, perkedel kentang dan sambal terasi.
Ruangan Meja makan dan dapur memang tidak ada penghalang, jadi Syauqi dengan leluasa bisa melihat punggung Zhia yang berdiri.
Gerakan Zhia sangat cekatan dan aroma masakannya harum mengunggah selera.
hanya butuh 20 menit semua sudah terhidang di atas meja.
"Ayo makan siang bersama!" ajak Syauqi dengan nada memerintah.
Zhia mengangguk pelan dan duduk dihadapan Syauqi.
"Alangkah indahnya jika selamanya bisa seperti ini," pikir Syauqi.
Mereka sedang menikmati makan siang, Syauqi selalu merasa puas dengan masakan Zhia.
Dulu sebelum ada Zhia Syauqi jarang makan dirumah, dia memilih sarapan dikantor ataupun makan malam di restoran.
Tapi sekarang Syauqi selalu Sarapan dan makan malam dirumah, termasuk kakaknya.
Mereka jadi punya waktu lebih untuk bersama.
Selesai makan Zhia membereskan meja dan mencuci piring yang kotor, dia kemudian berjalan menuju Syauqi yang tiduran diruangan santai sambil menonton televisi.
"Maaf, Mas Syauqi. bolehkah saya minta nomer telepon montir yang semalam membawa motor saya?" tanya Zhia pelan.
"Nanti biarku antar saja kebengkel langsung, sekalian aku mau mengecek mobil," ucap Syauqi beralasan, padahal mobilnya baik-baik saja.
Tiba tiba terdengar dering hp Zhia, dia segera menjauh dari ruang santai.
"Kenapa harus menghindar? apakah dari kekasihnya?" pikir Syauqi merasa kesal.
Zhia padahal menjauh karena takut tidak mendengar, sebab suara televisinya lumayan keras.
tiga menit kemudian Zhia kembali ke ruang santai,
"Mas Syauqi, barusan kak Elly menelpon, katanya nanti pulangnya telat sekitar jam delapan. Jadi makan malamnya nggak perlu ditunggu," kata Zhia menjelaskan panjang lebar.
Sedangkan Syauqi hanya menjawab "oh".
Disisi lain Syauqi menahan tawa dengan kekonyolan diri sendiri, yang menyangka tadi panggilan dari pacarnya Zhia.
Setelah Sholat Maghrib, Zhia memasak untuk makan malam.
Kali ini menunya sambal rempelo ati, sayur sawi rebus dan jamur kryspi.
Syauqi selalu menunggu kejutan baru setiap mau makan, karena Zhia memasak menu yang berbeda setiap harinya.
Sehabis makan mereka duduk menonton televisi diruang santai,
"Zhia, kamu kursus masak ya?" tanya Syauqi penasaran.
"Tidak, tapi ibu saya dulu punya usaha warung makan, dari kecil saya sudah terbiasa membantunya," jawab Zhia.
"Sekarang rukonya masih buka?" tanya Syauqi penasaran.
"Sudah dijual, dua tahun yang lalu Ayah meninggal, kemudian ibu mulai sakit-sakitan dan butuh biaya banyak untuk berobat," jawab Zhia lembut.
"Setelah itu?" tanya Syauqi lagi menatap Zhia, terlihat sangat jelas dari raut wajahnya kalau Syauqi penasaran.
Zhia yang tak ingin Mr.jutek ini kumat lagi, diapun melanjutkan ceritanya.
"Yah, untuk kuliah saya harus kerja sambilan menjaga pom mini, pagi bangun jam dua dibantu mbak Tia membuat kue dititipin kewarung-warung. Akan Tetapi alhamdulilah bisa membayar biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan gaji Kakakku untuk berobat ibuk, itupun sering di bantu mas Iyas," jawab Zhia.
Syauqi yang mendengar kisah Zhia menjadi sadar, betapa selama ini dia mengabaikan hidup, padahal dia termasuk beruntung dibanding nasipnya Zhia, dia jadi semakin ingin melindungi dan membuat Zhia hidup bahagia.
"kamu bisa bikin kue? kenapa aku nggak pernah dibuatin?" tanya Syauqi mengalihkan pembicaraan, supaya Zhia tidak bersedih lagi.
"Bisa, insyaalloh nanti kalau ada waktu,"jawab Zhia tersenyum manis.
"Iyas itu pacarmu ya?" tanya Syauqi yang selama ini penasaran, membuat dia gelisah setiap mau tidur.
Zhia tertawa kecil, "Dalam aturan Agama dilarang pacaran. Ayah kita dulu sahabat, makanya aku dan mas Iyas sudah kenal dari kecil, dia selau menjagaku, selalu ada saat susah dan mas Iyas satu satunya teman lelakiku," tutur Zhia.
Sorot mata Syauqi memancarkan tatapan iri, kenapa bukan dia yang menjaganya dan selalu bersamanya sejak kecil?
Namun Zhia tak pernah menyadarinya karena dia adalah gadis polos dan lugu.
Kemudian Zhia balik bertanya, namun dia sangat hati hati,
"Selama ini aku penasaran, kenapa Ibunya Mas Syauqi tidak pernah terlihat? Kak Elly pun tak pernah bercerita."
Zhia takut jika Syauqi marah, tapi dari pada penasaran dia berani bertanya.
Tanpa diduga Syauqi menjawab dengan tenang,
"Ketika aku masih kelas tiga SMA mereka cerai, Ibu menikah lagi dan punya satu anak perempuan. Kemudian dia menetap di Jerman dan pulang kesini hanya saat pernikahan Kak Elly dan terjadinya kecelakaan yang pasti kakak udah ceritain ke kamu."
"Apa Mas Syauqi merindukannya?" Zhia keceplosan bertanya, karena selama dia kenal dengan Syauqi dibalik tatapannya yang dingin tersimpan kehampaan.
"Sudah jam tujuh malam ayo segera kebengkel, nanti keluargamu khawatir!"Syauqi malas membahasnya, dia langsung berdiri dan keluar menuju garasi.
Zhia mengikuti, tapi dia hanya berdiri diluar mobil,
"Apa mas Syauqi baik-baik saja menyetir?" tanya Zhia cemas, karena Syauqi masih belum sembuh sepenuhnya.
"Masuklah!"perintah Syauqi dingin, seperti kewajiban yang tidak boleh dibantah.
Zhia akhirnya masuk dan duduk didepan bersama Syauqi.
Syauqi sebenarnya masih merasa tak enak badannya, tapi dia akan merasa jauh lebih sakit jika Iyas yang menjemput Zhia.
Baru dipikirkan Syauqi Ponsel Zhia sudah berbunyi, tapi Syauqi hanya bisa mendengar suara Zhia saja,
"wa'alaikum salam,"
"Nggak usah Mas Iyas, motorku sudah baik lagi kok, jangan khawatir!"
"Ya sudah ya, kututup dulu! Nanti ku telepon lagi,"
"heh, jangan lebay deh... assalamu'alaikum,"
Setelah memutus sambungannya kemudian Zhia memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Syauqi senang karena dia bergerak lebih cepat, dia sudah meyakinkan hati.
selama apapun mereka kenal, sedekat apapun mereka...
Syauqi akan memperjuangkan untuk mendapatkan Zhia.
* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga kedepannya novel ini bisa lebih baik🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Noer Anisa Noerma
lanjut thoor seru
2021-12-19
0
Sitialya Cintamaulana Apaadanya
syauwi zaqia itu cewek setia gak mungkin menduakan iyas maulana
2021-12-17
0
nnkurniasih
semangat ya bg syauqi PDKTnya..
2021-12-17
0