Malam semakin larut, Zhia masih di sibukkan dengan pekerjaaan yang lumayan banyak.
"Aku tidur duluan ya? Sudah ngantuk banget ini," pamit Nindy sambil berdiri dan meregangkan kedua tangannya keatas bawah.
Sebenarnya Nindya sudah selesai dari tadi. Namun wanita seusia Syauqi itu menemani Zhia sambil nonton televisi di sofa.
"Iya, terimakasih sudah menemani. Selamat tidur semoga mimpi indah," jawab Zhia tapi matanya masih fokus menatap layar laptopnya.
Pukul 24.00 Zhia masih belum selesai. Meski sudah mengantuk tapi tetap melanjutkan pekerjaannya supaya besok tidak menumpuk.
Tiba-tiba Syauqi muncul dari balik tangga membuat Zhia sangat terkejut.
"Mas Syauqi..." pekik Zhia.
"Sstt.... Tenanglah! Nanti mengganggu tidurnya Nindya," telunjuk jari Syauqi menyentuh bibir Zhia supaya diam.
Zhia yang terkejut langsung memundurkan kepalanya.
"Oh... maaf," ucap Syauqi.
Pemuda tampan itu menyadari kalau Zhia tak pernah mau disentuh lelaki bukan mahram.
"Kenapa malam-malam begini kesini, Mas Syauqi?" tanya Zhia penasaran.
"Baru pulang dari kantor, melewati butik ini jadi rindu masakan kamu," jawab Syauqi jujur.
Zhia hanya tersenyum, karena tiga hari adik bosnya tidak kesini pekerjaannya jadi keteter.
"Lalu....?" tanya Zhia pura-pura tidak mengerti.
"Masaklah sesuatu! Aku kelaparan," rengek Syauqi seperti anak kecil.
Zhia tertawa, karena baru kali ini melihat adik bosnya bertingkah seperti itu.
"Hmm ... bahan sayurannya habis, tapi masih ada sisa nasi. Maukah Mas Syauqi makan nasi goreng?" tanya Zhia menyarankan.
Syauqi langsung mengangguk senang. Kemudian matanya melirik ke arah meja kerja Zhia yang masih banyak pekerjaan.
"Sudah kuduga, tanpa aku pekerjaan kamu tak selesai-selesai," sindir Syauqi tersenyum sinis.
Mendengar celoteh Syauqi, Zhia hanya diam karena dia menyadari memang benar apa adanya.
Zhia berjalan kearah dapur dan memasak nasi goreng, Zhia hampir lupa di dalam kulkas masih ada sisa 2 potong ayam goreng. kemudian dia hangatkan lagi.
*************************
Syauqi yang sudah menyelesaikan pekerjaan Zhia beralih duduk di sofa sambil menonton televisi.
Beberapa menit kemudian Zhia datang membawa nampan.
"Bawa kesini saja!" Syauqi bangun dari rebahannya.
Kemudian Zhia meletakkan sepiring nasi goreng, piring kecil berisi dua ayam goreng, dan segelas teh hangat.
Syauqi hanya menatap senang tak sabar ingin segera menikmati masakan Zhia.
"Kenapa cuma buat satu?" tanya Syauqi.
"Aku sudah kenyang,"jawab Zhia.
Zhia juga tak kalah senang ketika melirik ke atas meja kerja, semua sudah beres.
Zhia tahu tanpa di minta pasti adik bosnya akan membantu menyelesaikan pekerjaannya.
Syauqi hanya fokus dengan makanannya.
"Bagaimana mungkin aku bisa melupakan wanita seperti ini, tak sekedar cantik dan pandai memasak. Tetapi senyumannya membuat hati merasa damai. Zhia memang tidak ada tandingannya, bagaimanapun juga aku harus mendapatkannya," batin Syauqi.
Syauqi sudah bertekad malam ini mau menyatakan cinta pada Zhia.
Dia memikirkan apa yang dikatakan Dony benar juga, jika hanya memendamnya makan Zhia takkan pernah tau perasaannya.
Akhirnya Syauqi selesai makan dan minum.
Zhia langsungnmembawa piring dan gelas ke dapur, mencucinya dan mengembalikan di rak seperti semula.
"Sudah larut malam, saya pamit tidur dulu," ucap Zhia tersenyum ramah.
Namun ketika Zhia mau memasuki kamarnya, Syauqi langsung berdiri dan menghadang tepat di balik pintu, Zhia jadi tidak bisa masuk ke kamar.
"Tunggu! Ada yang perlu ku bicarakan," cegah Syauqi.
Dadanya Syauqi bergemuruh, jantungnya berdetak kencang dan pita suaranya seperti tak berfungsi. Bagaimanapun juga baru pertama kali ini dia tergila-gila pada wanita.
"Ada apa, Mas Syauqi?" tanya Zhia polos.
Zhia penasaran, karena sudah berdiri lama tapi Syauqi hanya membisu.
Satu menit kemudian Syauqi menatap ke bola mata wanita di depannya.
"Aku... aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu walaupun aku tahu hatimu sudah milik orang lain. Aku mencoba untuk melupakanmu tapi ku tak bisa. Terbayang dirimu bersama orang lain membuat aku frustasi dan marah," ungkap Syauqi.
Dia menatap Zhia dengan pandangan memelas, sedangkan wanita yang dicintainya diam tidak merespon.
"Zhia... beri aku kesempatan untuk membuktikan jika cintaku tidak kalah besar dengannya," timpal Syauqi memohon.
Tak terasa air matanya berlinang.
Sedangkan Zhia masih membisu, membuat Syauqi gemas dan sedikit emosi.
"katakanlah sesuatu, Zhia!" Syauqi memegang dua pundak wanita yang dicintainya dengan erat.
Zhia yang merasa kebingungan melepaskan diri dari cengkraman Syauqi.
"Maafkan aku, Mas Syauqi," jawab Zhia lirih.
Zhia berharap semua ini hanyalah mimpi, karena seorang Syauqi Malik yang kaya raya dan sangat tampan pasti memiliki banyak pilihan. Apalagi Zhia juga sudah memiliki Iyas dan mereka telah sepakat suatu saat nanti menikah.
Syauqi merasa kecewa, rasa sakit hatinya sampai membuat dia hilang kendali.
Tangan kiri Syauqi langsung mendekap erat tubuh Zhia sedangkan tangan kanannya menaikkan dagu Zhia.
Belum sempat Zhia berteriak Syauqi langsung mencium lembut bibir Zhia.
Syauqi bisa melihat Zhia meronta ingin melepaskan diri, tapi justru membuat Syauqi semakin bernafsu. Ciuman Syauqi semakin ganas, dia melahab habis bibir Zhia bagaikan tebu yang diperas airnya.
Setelah cukup lama di cium bibirnya Zhia kesulitan bernafas, Syauqi segera mengakhiri ciumannya dengan menggigit kecil bibir Zhia.
Syauqi sangat gemas dan kesal, dia langsung pergi keluar meninggalkan butik.
******************************
Zhua merasakan sakit pada bibirnya, hatinya juga sakit karena ciuman pertamanya di ambil paksa oleh seseorang yang tidak dicintai.
Zhia berlari masuk ke kamar dan terisak menangis.
Antara takut dosa, juga takut Iyas tahu dan kecewa.
"Kenapa semua ini bisa terjadi ya Alloh? Hambamu ini hanya menganggap Mas Syauqi sebagai teman biasa."
Zhia terus menangis sampai kelelahan, diapun tertidur dengan sendirinya.
Adzan subuh Zhia terbangun, matanya sembab setelah semalaman menangis.
Saat berdiri dia merasa seperti ada sesuatu yang mengalir di celana dalamnya.
Kemudian dia teringat hari ini sudah waktunya datang bulan.
Akhirnya Zhia kekamar mandi dan memakai pembalut, kemudian tidur lagi karena merasa letih dan perutnya juga nyeri.
Pukul 07.45 Elly sang pemilik butik sudah kembali dari Jerman, Janda cantik itu langsung mampir ke butik.
"Bagaimana kabarmu, Kak Elly?" sapa Nindy sambil memeluk Elly.
"Alhamdulillah baik, di mana Zhia ?" tanya Elly penasaran.
"Dari tadi belum keluar kamar, nggak biasanya dia seperti ini" jawab Nindy yang juga kebingungan.
"Apa dia sakit ya?" tanya Elly lagi.
Karena saking penasarannya Elly mendekati pintu kamar Zhia dan mengetuknya.
"Zhia.... ini Kak Elly, kamu baik baik saja kan?" teriak Elly.
Tak beberapa lama Zhia keluar dari kamar, penampilannya membuat Elly dan Nindy terkejut.
"Ya ampun... kamu sakit?"tanya Nindy khawatir.
Kedua mata Zhia sedikit bengkak dan wajahnya pucat pasi.
"Ayo kita kerumah sakit" ajak Elly khawatir sekali.
"Tidak usah, Kak Elly. Saya hanya sedikit tak enak badan dan nyeri haid saja. Bolehkah saya minta izin istirahat di rumah sementara?" tanya Zhia memohon.
"Iya, kamu boleh cuti, Ayo Kak Elly antar kamu pulang," jawab Elly cemas.
"Sebaiknya Kak Elly istirahat dulu, pasti kelelahan pulang dari Jerman. Biar saya diantar Nindy saja," tolak Zhia secara halus.
Setelah berpamitan Zhia segera diantarkan pulang Nindy.
Sesampai di sana keluarga Zhia merasa khawatir.
Mereka langsung menyuruhnya makan, minum obat kemudian tidur.
*******************************
Nindy yang masih di sana melihat kebingkai foto yang ada di ruang tamu.
Foto itu sama persis dengan foto yang ada di meja kerja Zhia.
Nindy jadi teringat tadi malam, saat dia terbangun karena mendengar suara Syauqi.
Niatnya mau keluar dan bergabung mengobrol karena sudah beberapa hari tak melihat pujaan hatinya. Namun saat dia keluar dari pintu justru dia melihat sesuatu yang menyakitkan.
Saat itu Syauqi sedang memeluk erat Zhia dan mencium paksa Zhia.
Nindy langsung lemas dan bersandar ke dinding.
Dia merasa sakit dan kecewa.
Ketika pagi harinya melihat Zhia dengan wajah seperti itu, dia tak bisa merasa marah atau cemburu karena dia tau situasinya. Justru dia merasa kasihan pada Zhia.
"Kasihan Zhia, dia gadis yang baik dan polos. Pasti dia menjadi takut pada Syauqi dan ingin menghindarinya. Karena Zhia sudah memiliki Iyas," batin Nindy.
Karena masih banyak pekerjaan Nindy pamit pulang.
Kakak Ipar Zhia memberi dia tiga toples cemilan yang dibuat sendiri.
Nindya merasa terkesan dengan keramahan keluarga Zhia.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan Lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA ini bisa berkembang lebih baik lagi🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
dian fitria fatmawati
mas. sauqi.main nyosor aja
2024-03-04
0
Anna Bouta
penasaran ceritanya bagus .... jadi inspirasi ... gimana ya Zhia bikin gemas
2023-07-12
0
Noer Anisa Noerma
mudah mudahan mas suqi berjodoh sama zia
2021-12-19
0