Hari pertama kerja

 

Suara adzan berkumandang memanggil umat muslim untuk menunaikan kewajibannya.

Dinginnya angin yang berhembus menusuk sampai kedalam tulang, membuat sebagian orang memilih bersembunyi di balik selimut yang tebal.

Namun Zhia sudah terbiasa disiplin bangun pagi sejak kecil, selesai sholat dia mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, karena kakak iparnya sudah semakin besar perutnya.

 

Setelah semua selesai Zhia mandi dan bersiap siap karena ini hari pertamanya kerja.

"Assalamu'alaikum,"salam dari luar.

"Wa'alaikum salam,"jawab Zhia dan Tia yang sudah menunggu di meja makan.

Setiap malam Rian dan Zhia bergantian menjaga ibunya di rumah sakit, dan semalam giliran kakaknya.

"Mas, bagaimana keadaan ibu?" tanya Tia.

"Besok sudah diizinkan pulang, tapi seminggu sekali masih harus kontrol di rumah sakit,"

"Alhamdulillah," ucap Tia dan Zhia bersama, mereka bersyukur karena keadaan ibunya Zhia sudah membaik.

"Dek, besok Mas nggak bisa ikut jemput Ibu!Kamu bisa nggak jemput Ibu sendirian?" tanya Rian sedikit cemas.

"Tenang saja, Mas Rian! Serahkan semua pada Zhia," jawab Zhia meyakinkan, dia tahu jika kakaknya masuk kerja siang.

"Minta tolong dianterin Iyas saja, Dek! Supaya nanti ada yang bantuin bawa barang barangnya ibu," saran Tia.

"Iya, Mbak Tia. Nanti Zhia coba menghubungi Mas Iyas," jawab Zhia.

Semua keluarga Zhia mengenal Iyas, begitu juga sebaliknya, karena ayah mereka dulu bersahabat.

Jam setengah tujuh Zhia pamit kepada kedua kakaknya, perkiraannya perjalanan menuju rumah majikan barunya sekitar tiga puluh menit.

Sesampai di sana Zhia terpaku, melihat rumah besar megah, dengan desain yang unik dan elegan.

"Zhia ..." panggil Elly dari belakang, disampingnya ada pemuda yang... sangat tampan, mereka sepertinya pulang dari jogging.

"Iya, Kak Elly?"

Zhia langsung menundukkan pandangan kebawah.

Sementara Pemuda tadi menatap tajam wajah Zhia, beberapa detik kemudian dia masuk kerumah tanpa sepatah kata.

"Kenapa tadi nggak langsung masuk saja? Oh ya, yang barusan adiknya Kak Elly, namanya Syauqi. Zhia, apa kamu bisa memasak?" tanya Elly sambil menggandeng lengan Zhia masuk kedalam rumah.

"Saya bisa, Kak Elly" jawab Zhia mantap, dia percaya diri kalau urusan dapur, karena memasak adalah hobi dia.

"Maaf ya jadi ngrepotin, pembantu kakak sedang cuti. Yasudah, kak Elly mandi dulu. Nanti setelah sarapan kita langsung berangkat! " kata Elly berlalu pergi.

Zhia melihat isi di kulkas, sayuran habis semua. Hanya ada telur tapi bumbunya masih komplit.

Zhia memutuskan membuat nasi goreng dan telur dadar, ada beberap buah mangga dia buat jus sekalian.

Tak butuh waktu lama semua sudah selesai, karena meskipun memakai gamis tapi Zhia sangat cekatan.

Elly dan Syauqi turun dari tangga, mereka penasaran dengan bau harum yang membuat perut semakin lapar.

"Maaf, Kak Elly. Sayurnya habis semua, yang ada cuma telur," kata Zhia lembut.

"Nggak papa! Nanti kita belanja sekalian, ayo duduk sini sarapan bersama! "ajak Elly sebelum menikmati hidangannya.

"Tadi saya sudah sarapan dirumah,Kak Elly," jawab Zhia bergegas melepas celemek dan menaruh lagi didapur.

Elly dan Syauqi merasa puas dengan masakan Zhia, bumbunya terasa pas dilidah.

"Gimana rasanya Qi?" tanya Elly.

"Lumayan!" jawab Syauqi.

"Gimana kalau tiap pagi Kakak suruh Zhia buat sarapan ya?" tanya Elly antusias.

"Terserah kakak!" jawab Syauqi.

Mereka berdua memang kakak-beradik, tetapi sifat mereka berbeda.

Elly cenderung suka mengobrol dan ramah, sedangkan Syauqi sebaliknya.

"Zhia ayo berangkat! Biar nanti diberesin pak Slamet saja," kata Elly langsung menenteng tas mewahnya.

Dirumah sebesar itu pekerjanya hanya dua orang, mereka bertugas membersihkan rumah saja. Karena Syauqi dan Elly penggila kerja yang jarang pulang kerumah.

 

Zhia merasa lelah, karena dari tadi mengikuti majikannya bepergian mengecek butik - butiknya yang ada banyak.

Kini mereka sedang di butik utama, luasnya dua kali lipat lebih besar dari butik kemarin saat Zhia interviuw.

Di lantai dua justru malah terlihat seperti apartemen.

Zhia bertugas membantu Bosnya mengecek laporan-laporan yang menumpuk.

 "capek ya?" tanya Elly.

Zhia hanya tersenyum.

"Zhia, kalau mau istirahat nggak papa! nyantai saja. Kak Elly memang lebih senang menyibukkan diri dari pada duduk termenung," timpal Elly menghentikan aktifitasnya.

Dia beralih menatap Zhia yang diam, entah mengapa Elly merasa jika Zhia memiliki aura penyejuk, saat di dekat dia terasa damai.

"Satu tahun yang lalu,sepulang makan malam terjadi kecelakaan. Papa, suamiku, dan putriku yang baru berumur dua tahun langsung meninggal. Hanya Kak Elly dan Syauqi yang selamat karena kita duduk dibelakang. Semenjak saat itu, Kak Elly sering bermimpi buruk, dan menyibukkan diri supaya bisa mengalihkan pikiran ," ucap Elly sambil menangis, kedua tangannya menutupi wajahnya yang sembab.

Zhia tak bisa berkata apa - apa, dia dapat merasakan betapa pedihnya kehilangan orang yang paling berarti.

Zhia hanya bisa memeluk Elly supaya tenang.

Elly merasa damai dalam pelukan Zhia, melihat Zhia yang memakai jilbab dan menutupi auratnya, membuat hati Elly tergerak.

Dia sadar selama ini jauh dari Alloh, mungkin ini saatnya dia lebih mendekatkan diri supaya bisa ikhlas, merelakan mereka yang sudah tiada.

"Zhia, ajari aku tentang agama! Ajari aku menjadi wanita sholichah sepertimu! Aku ingin memulai hidup baru," pinta Elly sungguh - sungguh.

"iya, Kak Elly. Dengan senang hati,"

Zhia merasa bahagia melihat secercah harapan di mata Elly, dia tak habis pikir di balik keceriaan dan kehangatan bosnya selama ini ada luka yang mendalam.

"Zhia tolong ambilkan air dingin!" perintah Elly sambil menghapus air matanya.

"Iya, Kak Elly."

Zhia bergegas ke dapur, dia sendiri heran baru dua hari kenal dengan bosnya tapi kenapa sudah merasa sangat dekat, apalagi ketika tadi mendengar ceritanya, Zhia sampai tak bisa membendung air matanya.

Jam lima sore Syauqi ke butik utama kakaknya, memang sengaja Elly yang menyuruh.

"Qi, kamu temenin Zhia belanja sayuran ya?beli banyak sekalian buat stok satu minggu. Kakak sedang tidak enak badan, mau istirahat dulu!"

Setelah berkata pada adiknya, Elly masuk menuju kamar pribadinya.

Tanpa sepatah katapun Syauqi keluar dari butik, Zhia merasa kikuk tapi tetap mengikutinya di belakang.

Ketika Zhia mau membuka pintu mobil belakang, Syauqi yang sudah di depan stir langsung berkata dingin, "duduk depan! Aku bukan sopirmu."

Deg... jantung Zhia berdetak kencang, dia merasa takut dan tangannya segera pindah membuka pintu depan.

Di dalam mobilpun hanya ada kesunyian, keduanya sama-sama diam.

Tiba-tiba ponsel Zhia berbunyi, Zhia langsung mengangkat dengan wajah cerah, terlihat jelas kebahagiaan diwajahnya.

Syauqi yang di sampingnya melirik Zhia, kemudian fokus menyetir lagi.

Syauqi hanya bisa mendengar suara Zhia.

"wa'alaikumsalam,"

"Alhamdulillah lancar,"

"Alhamdulillaah ibu besok malem sudah bisa pulang, apakah besok sibuk, Mas Iyas?"

"Benarkah? Terima kasih ya, Mas Iyas?"

"Nggak usah Mas, aku berangkat kerjanya bareng Kakakku, sekalian satu arah jalannya,"

"ya sudah terima kasih ya, Mas Iyas?"

"Wa'alaikumsalam,"

Zhia berasa bahagia hanya mendengar suara Iyas, dia adalah pemuda ramah yang selalu baik pada Zhia, baginya Iyas seperti dewa penolong.

Di supermarket Zhia sibuk memilih sayuran dan kebutuhan dapur.

Syauqi mengikuti di sampingnya, tanpa disadari kedua tangan mereka bersentuhan saat mengambil buah anggur.

"Astaghfirullah," pekik lirih Zhia, diapun melangkah maju mencari buah yang lainnya.

Syauqi merasa aneh dengan gadis yang terlihat jauh lebih muda darinya.

Dia bisa melihat jelas wajah Zhia yang memerah.

Baru bersentuhan tangan saja sudah begitu, Syauqi jadi membayangkan bagaimana jika dia mencium bibir mungil Zhia? Bagaimana reaksinya nanti?

Ah... Syauqi merasa lucu sendiri sampai dirinya membayangkan hal seperti itu. tanpa dia sadari ada senyuman kecil dari bibirnya.

Setelah semua belanjaan dibayar di kasir, mereka membawa belanjaannya kedalam bagasi mobil.

Mereka segera pulang, dalam perjalananpun mereka hanya diam.

Sesampai dirumah, mobil Elly sudah ada diparkiran.

Ketika mereka masuk, mereka kaget melihat penampilan Elly yang berbeda, dia memakai gamis dan hijab.

Syauqi tanpa berkomentar langsung menuju kamarnya di lantai dua.

"Bagaimana penampilan Kak Elly? tanya Elly riang.

"Cantik... justru semakin terlihat cantik," jawab Zhia, diapun langsung menaruh belanjaannya di dalam kulkas.

"Zhia, kamu mau nggak mulai sekarang juga bekerja sebagai juru masak? Membuat sarapan dan makan malam saja! Masakanmu enak! Bikin ketagihan. Nanti ada bonusnya sendiri," tutur Elly berharap.

"Siap, Kak Elly! Sekarang Zhia numpang holat Maghrib dulu ya?" pinta Zhia.

Di dalam hatinya Zhia bersyukur karena memiliki bos yang baik.

Diapun juga bersyukur bila bonus gajinya banyak, dia bisa membelikan kado untuk calon keponaan dan ibunya nanti.

"Zhia kita sholat jama'ah ya? ada musolla kecil dirumah Kakak," ajak Elly bersemangat.

Zhia mengangguk sambil tersenyum.

Syauqi keluar kamar mau mengambil ponsel yang ketinggalan di mobil, saat melewati musholla dia terkejut dan sedikit terharu, melihat Kakaknya yang sedang sholat di belakang Zhia.

Hanya dalam dua hari kedatangan Zhia mampu merubah suasana di rumahnya.

Selesai sholat Elly kembali kekamar, sedangkan Zhia mengerjakan tugasnya di dapur.

Tak sampai tiga puluh menit semua sudah tersaji di atas meja, Zhia memanggil bosnya untuk makan malam.

Aromanya membangkitkan selera, Elly dan Syauqi turun langsung menuju meja makan.

"Ayo Zhia makan malam bersama!" ajak Elly

"Terima kasih, Kak Elly. Zhia makan dirumah saja,"tolak Zhia sopan.

"Eh, nggak boleh menolak, mulai sekarang kamu sarapan dan makan malam disini saja!" bujuk Elly pada assistennya.

Zhia sungkan menolak lagi, diapun ikut makan bersama bosnya.

Zhia senang melihat Elly dan Syauqi sepertinya sangat menikmati masakan Zhia.

* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.

Mohon kritik dan sarannya juga, semoga kedepannya novel ini bisa lebih baik🙏

Terpopuler

Comments

skyland city

skyland city

lanjut

2022-06-16

0

Rosita Husin Zen

Rosita Husin Zen

bagus juga certanya lanjuut

2022-04-11

0

Ardika Zuuly Rahmadani

Ardika Zuuly Rahmadani

bener" cerita ringan tpi menarik, gk tau kelanjutannya,

2021-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Jalan masih panjang
2 Hari pertama kerja
3 Jangan sentuh aku
4 Lahirnya keponakan tersayang
5 Mr.Jutek sakit...?
6 Dialah yang terbaik
7 Bukan sebatas teman
8 Bukan ciuman pertama
9 Teman baru
10 Diam-diam perhatian
11 Kejutan di liburan yang singkat
12 Hatiku ada yang memiliki
13 Penyesalan Syauqi..
14 Tentang waktu
15 Mimpi yang terwujud
16 Pesta Pernikahan kak Elly
17 Malam berkelabu untuk Zhia
18 Cinta atau Nafsu
19 Diantara dua Cinta yang berbeda
20 Sepedih hati yang luka
21 Kehamilan yang tak diinginkan
22 Bulan dan bintang
23 Demi buah hati
24 Iyas yang malang
25 Lamaran
26 Tamu tak diundang
27 Kecemburuan Syauqi
28 Kencan Pertama
29 Menyatukan dua perbedaan
30 Keresahan hati
31 Sang penggoda
32 Berantem mesra
33 Perjodohan Iyas
34 Pertemuan tak terduga
35 Ujian yang bertubi
36 Tragedi pilu
37 Kasih dan sayang
38 Pengorbanan terakhir Iyas
39 Kenakalan calon suami
40 Mimpi ajaib.
41 Ketegangan sebelum ijab kabul
42 Alhamdulillah... SAH
43 Kita pacaran yuk?
44 Pemandangan di atas awan
45 Suamiku Pahlawanku
46 Suamiku berdarah biru
47 Arti Sebuah Keluarga
48 Tamu spesial
49 Tetangga kecil
50 Suamiku pengertian
51 Single Parent
52 Aku bukan PELAKOR
53 Kebaikan dibalik Keangkuhan
54 Kenangan Mantan
55 Kecerdikan Tuan Syauqi
56 Gelora cinta Nindya
57 Rindu yang Mendalam
58 Ngidamnya Istri konglomerat.
59 Skenario Tuhan
60 Bawa aku bersamamu
61 Kebohongan demi kebaikan
62 Dimanjakan suami
63 Perjuangan hidup
64 Jodoh yang ditakdirkan
65 Pernikahan Dony dan Nindya
66 Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67 Tiga kisah yang berbeda
68 Penantian
69 Selamat datang Malaikat kecilku
70 Kembalinya Nayla
71 Mama untuk Orlin
72 Malam terindah
73 Indahnya berkeluarga
74 Om-0m Tampan
75 Olah raga malam Tuan Syauqi
76 Anak Angkat yang tampan
77 Permainan
78 Kelahiran prematur
79 Tahun-tahun berlalu
80 Kaysa dan Syadev
81 Ayah dan Bunda
82 Pembantu baru
83 Mata-mata
84 Kaysa minta Adik
85 Anak ayam
86 Mari membuat anak lagi
87 Bunda hamil lagi
88 Mama Papanya Karren
89 Jangan dekati Ayah kami
90 Kepolosan anak-anak
91 Happy family
92 Hoki Twins - BAB 1
93 Hoki Twins - BAB 2
94 Hoki Twins - BAB 3
95 Hoki Twins - BAB 4
96 Hoki Twins - BAB 5
97 Hoki Twins - BAB 6
98 Hoki Twins - BAB 7
99 Hoki Twins - BAB 8
100 Hoki Twins - BAB 9
101 Hoki Twins - BAB 10
102 Hoki Twins - BAB 11
103 Hoki Twins - BAB 12
104 Hoki Twins - BAB 13
105 Hoki Twins - BAB 14
106 Hoki Twins - BAB 15
107 Hoki Twins - BAB 16
108 Hoki Twins - BAB 17
109 Hoki Twins - BAB 18
110 Hoki Twins - BAB 19
111 Hoki Twins - BAB 2O
112 Hoki Twins - BAB 21
113 Hoki Twins - BAB 22
114 Hoki Twins - BAB 23
115 Hoki Twins - BAB 24
116 Hoki Twins - BAB 25
117 Hoki Twins - BAB 26
118 Hoki Twins - BAB 27
119 Hoki Twins - BAB 28
120 Hoki Twins - BAB 29
121 Hoki Twins - BAB 30
122 Hoki Twins - BAB 31
123 Hoki Twins - BAB 32
124 Hoki Twins - BAB 33
125 Hoki Twins - BAB 34
126 Hoki Twins - BAB 35
127 Hoki Twins - BAB 36
128 Hoki Twins BAB 37
129 Hoki Twins - BAB 38
130 Hoki Twins - BAB 39
131 Hoki Twins - BAB 40
132 Hoki Twins - BAB 41
133 Hoki Twins - BAB 42
134 Hoki Twins - BAB 43
135 Hoki Twins - BAB 44
136 Hoki Twins - BAB 45
137 Hoki Twins - BAB 46
138 Hoki Twins - BAB 47
139 Hoki Twins - BAB 48
140 Hoki Twins - BAB 49
141 Hoki Twins - BAB 50
142 Hoki Twins - BAB 51
143 Hoki Twins - BAB 52
144 Hoki Twins - BAB 53
145 Hoki Twins - BAB 54
146 Hoki Twins - BAB 55
147 Hoki Twins - BAB 56
148 Hoki Twins - BAB 57
149 Hoki Twins - BAB 58
150 Hoki Twins - BAB 59
151 Hoki Twins - BAB 60
152 Hoki Twins - BAB 61
153 Hoki Twins - BAB 62
154 Hoki Twins - BAB 63
155 Hoki Twins - BAB 64
156 Hoki Twins - BAB 65
157 Hoki Twins - BAB 66
158 Hoki Twins - BAB 67
159 Hoki Twins - BAB 68
160 Hoki Twins - BAB 69
161 Hoki Twins - BAB 70
162 Hoki Twins - BAB 71
163 Hoki Twins - BAB 72
164 Hoki Twins - BAB 73
165 Hoki Twins - BAB 74
166 Hoki Twins - BAB 75
167 Hoki Twins - BAB 76
168 Hoki Twins - BAB 77
169 Hoki Twins - BAB 78
170 Hoki Twins - BAB 79
171 Hoki Twins - BAB 80
172 Hoki Twins - BAB 81
173 Hoki Twins - BAB 82
174 Hoki Twins - BAB 83
175 Hoki Twins - BAB 84
176 Hoki Twins - BAB 85
177 Hoki Twins - BAB 86
178 Hoki Twins - BAB 87
179 Hoki Twins - BAB 89
180 Hoki Twins - BAB 90
181 Hoki Twins - BAB 91
182 Hoki Twins - BAB 92
183 Hoki Twins - BAB 93
184 Hoki Twins - BAB 94
185 Hoki Twins - BAB 95
186 Hoki Twins - BAB 96
187 Hoki Twins - BAB 97
188 Hoki Twins - BAB 98
189 Hoki Twins - BAB 99
190 Hoki Twins - BAB 100
191 Hoki Twins - BAB 101
192 Hoki Twins - BAB 102
193 Hoki Twins - BAB 103
194 Hoki Twins - BAB 104
195 Hoki Twins - BAB 105
196 Hoki Twins - BAB 106
197 Hoki Twins - BAB 107
198 Hoki Twins - BAB 108
199 Hoki Twins - BAB 109
200 Hoki Twins - BAB 110
201 Hoki Twins - BAB 111
202 Hoki Twins - BAB 112
203 Hoki Twins - BAB 113
204 Hoki Twins - BAB 114
205 Hoki Twins - BAB 115
206 Hoki Twins - BAB 116
207 Hoki Twins - BAB 117
208 Hoki Twins - BAB 118
209 Hoki Twins - BAB 119
210 Hoki Twins - BAB 120
211 Hoki Twins - BAB 121
212 Hoki Twins - BAB 122
213 Hoki Twins - BAB 123
214 Hoki Twins - BAB 124
215 Hoki Twins - BAB 125
216 Hoki Twins - BAB 126
217 Hoki Twins - BAB 127
218 Hoki Twins - BAB 128
219 Hoki Twins - BAB 129
220 Hoki Twins - BAB 130
221 Hoki Twins - BAB 131
222 Hoki Twins - BAB 132
223 Hoki Twins - BAB 133
224 Hoki Twins - BAB 134
225 Flora And Daichi - BAB 1
226 Flora and Daichi - BAB 2
227 Flora And Daichi - BAB 3
228 Flora And Daichi - BAB 4
229 Flora And Daichi - BAB 5
230 Flora And Daichi - BAB 6
231 Flora And Daichi - BAB 7
232 Flora And Daichi - BAB 8
233 Flora And Daichi - BAB 9
234 Flora And Daichi - BAB 10
235 BAB TERAKHIR
236 Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237 Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238 Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239 Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240 Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241 Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242 Salam Kenal Dari Author
243 Season 3. Generasi Syauqi
244 Kenakalan Remaja
245 Nakal Yang Keren
246 Terjebak di Asrama Putri
247 Terbongkarnya Rahasia
248 Misi Berbayar
249 Kegelisahan Alarik dan Syadev
250 Pengumuman
251 Kemenangan Palsu
252 Liburan Panjang
253 Salah Sasaran
254 Mengulur Waktu
255 Melarikan Diri
256 Kepanikan Keluarga Yudistira
257 Balas Budi
258 Hati Perempuan
259 Makan Bersama
260 Kepolosan Deby
261 Ujian Cinta
262 Perbedaan
263 Perjuangan Arkananta
264 Jabakan Musuh
265 Duka Deby
266 Kemalangan Sarah
267 Cinta Yang Terpendam
268 Cinta Beda Keyakinan
269 Kembali Ke Asrama
270 Perjodohan Yang Tertukar
271 Rahasia Cinta
272 Kisah Cinta Yang Manis
273 Keresahan Dua Saudara
274 Perjuangan Arkananta
275 Titik Terang
276 Berlomba Dalam Kebaikan
277 Cinta Dalam Do'a
278 Teguran Yang Terakhir
279 Mengejar Mimpi
280 Langkah Awal Menuju Perubahan
281 Melindungi Dari Jauh
282 Melodi Cinta
283 Kesucian Cinta
284 Pengumuman
285 Novel Cetak
Episodes

Updated 285 Episodes

1
Jalan masih panjang
2
Hari pertama kerja
3
Jangan sentuh aku
4
Lahirnya keponakan tersayang
5
Mr.Jutek sakit...?
6
Dialah yang terbaik
7
Bukan sebatas teman
8
Bukan ciuman pertama
9
Teman baru
10
Diam-diam perhatian
11
Kejutan di liburan yang singkat
12
Hatiku ada yang memiliki
13
Penyesalan Syauqi..
14
Tentang waktu
15
Mimpi yang terwujud
16
Pesta Pernikahan kak Elly
17
Malam berkelabu untuk Zhia
18
Cinta atau Nafsu
19
Diantara dua Cinta yang berbeda
20
Sepedih hati yang luka
21
Kehamilan yang tak diinginkan
22
Bulan dan bintang
23
Demi buah hati
24
Iyas yang malang
25
Lamaran
26
Tamu tak diundang
27
Kecemburuan Syauqi
28
Kencan Pertama
29
Menyatukan dua perbedaan
30
Keresahan hati
31
Sang penggoda
32
Berantem mesra
33
Perjodohan Iyas
34
Pertemuan tak terduga
35
Ujian yang bertubi
36
Tragedi pilu
37
Kasih dan sayang
38
Pengorbanan terakhir Iyas
39
Kenakalan calon suami
40
Mimpi ajaib.
41
Ketegangan sebelum ijab kabul
42
Alhamdulillah... SAH
43
Kita pacaran yuk?
44
Pemandangan di atas awan
45
Suamiku Pahlawanku
46
Suamiku berdarah biru
47
Arti Sebuah Keluarga
48
Tamu spesial
49
Tetangga kecil
50
Suamiku pengertian
51
Single Parent
52
Aku bukan PELAKOR
53
Kebaikan dibalik Keangkuhan
54
Kenangan Mantan
55
Kecerdikan Tuan Syauqi
56
Gelora cinta Nindya
57
Rindu yang Mendalam
58
Ngidamnya Istri konglomerat.
59
Skenario Tuhan
60
Bawa aku bersamamu
61
Kebohongan demi kebaikan
62
Dimanjakan suami
63
Perjuangan hidup
64
Jodoh yang ditakdirkan
65
Pernikahan Dony dan Nindya
66
Nikah siri ( Rendra & Nayla)
67
Tiga kisah yang berbeda
68
Penantian
69
Selamat datang Malaikat kecilku
70
Kembalinya Nayla
71
Mama untuk Orlin
72
Malam terindah
73
Indahnya berkeluarga
74
Om-0m Tampan
75
Olah raga malam Tuan Syauqi
76
Anak Angkat yang tampan
77
Permainan
78
Kelahiran prematur
79
Tahun-tahun berlalu
80
Kaysa dan Syadev
81
Ayah dan Bunda
82
Pembantu baru
83
Mata-mata
84
Kaysa minta Adik
85
Anak ayam
86
Mari membuat anak lagi
87
Bunda hamil lagi
88
Mama Papanya Karren
89
Jangan dekati Ayah kami
90
Kepolosan anak-anak
91
Happy family
92
Hoki Twins - BAB 1
93
Hoki Twins - BAB 2
94
Hoki Twins - BAB 3
95
Hoki Twins - BAB 4
96
Hoki Twins - BAB 5
97
Hoki Twins - BAB 6
98
Hoki Twins - BAB 7
99
Hoki Twins - BAB 8
100
Hoki Twins - BAB 9
101
Hoki Twins - BAB 10
102
Hoki Twins - BAB 11
103
Hoki Twins - BAB 12
104
Hoki Twins - BAB 13
105
Hoki Twins - BAB 14
106
Hoki Twins - BAB 15
107
Hoki Twins - BAB 16
108
Hoki Twins - BAB 17
109
Hoki Twins - BAB 18
110
Hoki Twins - BAB 19
111
Hoki Twins - BAB 2O
112
Hoki Twins - BAB 21
113
Hoki Twins - BAB 22
114
Hoki Twins - BAB 23
115
Hoki Twins - BAB 24
116
Hoki Twins - BAB 25
117
Hoki Twins - BAB 26
118
Hoki Twins - BAB 27
119
Hoki Twins - BAB 28
120
Hoki Twins - BAB 29
121
Hoki Twins - BAB 30
122
Hoki Twins - BAB 31
123
Hoki Twins - BAB 32
124
Hoki Twins - BAB 33
125
Hoki Twins - BAB 34
126
Hoki Twins - BAB 35
127
Hoki Twins - BAB 36
128
Hoki Twins BAB 37
129
Hoki Twins - BAB 38
130
Hoki Twins - BAB 39
131
Hoki Twins - BAB 40
132
Hoki Twins - BAB 41
133
Hoki Twins - BAB 42
134
Hoki Twins - BAB 43
135
Hoki Twins - BAB 44
136
Hoki Twins - BAB 45
137
Hoki Twins - BAB 46
138
Hoki Twins - BAB 47
139
Hoki Twins - BAB 48
140
Hoki Twins - BAB 49
141
Hoki Twins - BAB 50
142
Hoki Twins - BAB 51
143
Hoki Twins - BAB 52
144
Hoki Twins - BAB 53
145
Hoki Twins - BAB 54
146
Hoki Twins - BAB 55
147
Hoki Twins - BAB 56
148
Hoki Twins - BAB 57
149
Hoki Twins - BAB 58
150
Hoki Twins - BAB 59
151
Hoki Twins - BAB 60
152
Hoki Twins - BAB 61
153
Hoki Twins - BAB 62
154
Hoki Twins - BAB 63
155
Hoki Twins - BAB 64
156
Hoki Twins - BAB 65
157
Hoki Twins - BAB 66
158
Hoki Twins - BAB 67
159
Hoki Twins - BAB 68
160
Hoki Twins - BAB 69
161
Hoki Twins - BAB 70
162
Hoki Twins - BAB 71
163
Hoki Twins - BAB 72
164
Hoki Twins - BAB 73
165
Hoki Twins - BAB 74
166
Hoki Twins - BAB 75
167
Hoki Twins - BAB 76
168
Hoki Twins - BAB 77
169
Hoki Twins - BAB 78
170
Hoki Twins - BAB 79
171
Hoki Twins - BAB 80
172
Hoki Twins - BAB 81
173
Hoki Twins - BAB 82
174
Hoki Twins - BAB 83
175
Hoki Twins - BAB 84
176
Hoki Twins - BAB 85
177
Hoki Twins - BAB 86
178
Hoki Twins - BAB 87
179
Hoki Twins - BAB 89
180
Hoki Twins - BAB 90
181
Hoki Twins - BAB 91
182
Hoki Twins - BAB 92
183
Hoki Twins - BAB 93
184
Hoki Twins - BAB 94
185
Hoki Twins - BAB 95
186
Hoki Twins - BAB 96
187
Hoki Twins - BAB 97
188
Hoki Twins - BAB 98
189
Hoki Twins - BAB 99
190
Hoki Twins - BAB 100
191
Hoki Twins - BAB 101
192
Hoki Twins - BAB 102
193
Hoki Twins - BAB 103
194
Hoki Twins - BAB 104
195
Hoki Twins - BAB 105
196
Hoki Twins - BAB 106
197
Hoki Twins - BAB 107
198
Hoki Twins - BAB 108
199
Hoki Twins - BAB 109
200
Hoki Twins - BAB 110
201
Hoki Twins - BAB 111
202
Hoki Twins - BAB 112
203
Hoki Twins - BAB 113
204
Hoki Twins - BAB 114
205
Hoki Twins - BAB 115
206
Hoki Twins - BAB 116
207
Hoki Twins - BAB 117
208
Hoki Twins - BAB 118
209
Hoki Twins - BAB 119
210
Hoki Twins - BAB 120
211
Hoki Twins - BAB 121
212
Hoki Twins - BAB 122
213
Hoki Twins - BAB 123
214
Hoki Twins - BAB 124
215
Hoki Twins - BAB 125
216
Hoki Twins - BAB 126
217
Hoki Twins - BAB 127
218
Hoki Twins - BAB 128
219
Hoki Twins - BAB 129
220
Hoki Twins - BAB 130
221
Hoki Twins - BAB 131
222
Hoki Twins - BAB 132
223
Hoki Twins - BAB 133
224
Hoki Twins - BAB 134
225
Flora And Daichi - BAB 1
226
Flora and Daichi - BAB 2
227
Flora And Daichi - BAB 3
228
Flora And Daichi - BAB 4
229
Flora And Daichi - BAB 5
230
Flora And Daichi - BAB 6
231
Flora And Daichi - BAB 7
232
Flora And Daichi - BAB 8
233
Flora And Daichi - BAB 9
234
Flora And Daichi - BAB 10
235
BAB TERAKHIR
236
Extra Part 1 Oleh - Oleh Bulan Madu.
237
Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara
238
Ektra Part 3 Kejutan Untuk Kakek Syauqi
239
Extra Part 4 Keharmonisan Keluarga Si Bungsu
240
Extra Part 5. Keasyikan Keluarga Kaysa
241
Extra Part 6. Kearifan Keluarga Syadeva
242
Salam Kenal Dari Author
243
Season 3. Generasi Syauqi
244
Kenakalan Remaja
245
Nakal Yang Keren
246
Terjebak di Asrama Putri
247
Terbongkarnya Rahasia
248
Misi Berbayar
249
Kegelisahan Alarik dan Syadev
250
Pengumuman
251
Kemenangan Palsu
252
Liburan Panjang
253
Salah Sasaran
254
Mengulur Waktu
255
Melarikan Diri
256
Kepanikan Keluarga Yudistira
257
Balas Budi
258
Hati Perempuan
259
Makan Bersama
260
Kepolosan Deby
261
Ujian Cinta
262
Perbedaan
263
Perjuangan Arkananta
264
Jabakan Musuh
265
Duka Deby
266
Kemalangan Sarah
267
Cinta Yang Terpendam
268
Cinta Beda Keyakinan
269
Kembali Ke Asrama
270
Perjodohan Yang Tertukar
271
Rahasia Cinta
272
Kisah Cinta Yang Manis
273
Keresahan Dua Saudara
274
Perjuangan Arkananta
275
Titik Terang
276
Berlomba Dalam Kebaikan
277
Cinta Dalam Do'a
278
Teguran Yang Terakhir
279
Mengejar Mimpi
280
Langkah Awal Menuju Perubahan
281
Melindungi Dari Jauh
282
Melodi Cinta
283
Kesucian Cinta
284
Pengumuman
285
Novel Cetak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!