Hidup adalah perjuangan yang tak berujung.
Saat merasa lelah maka beristirahatlah sejenak, kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
Karena jika menyerah dan berhenti ditengah jalan maka waktu dan keadaan akan meninggalkan sebuah penyesalan.
Zhia memiliki mimpi, Karena dia memiliki keluarga yang sangat berarti sehingga dia berharap bisa membahagiakan mereka.
Walaupun letih, dia tetap semangat.
Dia yakin jika ingin sukses maka harus memulai dengan kerja keras dan berdo'a.
Malam semakin larut, tetapi tumpukan berkas di atas meja kerja masih lumayan banyak.
Zhia melirik ke ruang kerja Nindy namun kosong, mungkin sudah tidur.
Mulut Zhia dari tadi sudah menguap terus, tapi dia tetap memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Namun matanya rupaya tidak bisa diajak kompromi.
Zhia tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar pada meja.
********************************
Tepat tengah malam Syauqi terbangun, merasa tenggorokannya kering dan ingin minum. Namun melihat Zhia tersenyum simpul.
"Lihatlah, tanpa aku pekerjaanmu keteteran seperti itu." batin Syauqi.
Setelah puas minum Syauqi langsung mengambil alih pekerjaan Zhia yang terlantar. Butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikannya.
Syauqi tak tega membangunkan Zhia, dengan perlahan dia menggendong Zhia ke kamarnya.
Mungkin karena terlalu lelah membuat Zhia tidar sadar.
"Semoga mimpi indah, bidadari kecilku."
Syauqi mengecup pelan kening Zhia.
Dia tersenyum senang dan kembali ke kamarnya sendiri.
Dikamar Syauqi masih membayangkan, sudah berapa kali dia mencium Zhia dan lucunya gadis itu tidakk tahu.
Syauqi tertawa, rasanya Cinta Syauqi semakin menggila.
Saat bekerja di kantor pikiran dan hatinya selalu cepat-cepat ingin pulang dan bertemu dengan bidadari kecil.
Sebagai pemilik perusahaan tentunya dia bebas pulang kapan saja.
"Ketika aku sudah kelas tiga SD, saat itu Zhia baru terlahir di dunia ini."
Syauqi masih tersenyum senyum sendiri, dia tidak mengira akan takluk dengan gadis yang jauh lebih muda darinya.
***********************
Adzan subuh mengalun indah, akan tetapi terdengar lirih karena letak masjid lumayan jauh dari butik.
Hanya Zhia yang terbangun, dia kaget karena sudah berada di tempat tidurnya sendiri.
Teringat masih ada kerjaan segera dia berlari keluar ke ruang kerja.
Zhia sangat terkejut kalau semua pekerjaannya sudah selesai.Zhia yakin pasti Syauqi yang menyelesaikannya.
"Kenapa saat terbangun aku bisa sudah di kamar? Apa Mas Syauqi yang membawa aku ke sana?"
Zhia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Akan sangat memalukan jika memang adik bosnya yang menggendong dia.
Tepat pukul 07.00 hidangan untuk sarapan sudah tersaji.
Namun Syauqi dan Nindy masih belum keluar juga.
Zhia mendatangi kamar Nindy terlebih dahulu yang tidak terkunci.
"Nindy, Ayo sarapan dulu?"ajak Zhia ramah.
"Ya sebentar, nanti aku nyusul" jawab Nindy sambil memoleskan make up di wajahnya.
kemudian Zhia kekamar Syauqi, ketika pintu di buka Syauqi sudah di depan mata, mereka hampir saling bertubrukan.
Keduanya kaget dan sama sama malu.
"Oh maaf, saya tidak tau kalau ternyata mas Syauqi juga mau keluar," kata Zhia gugub.
"Tidak papa, justru aku senang pagi-pasi sudah disuguhi pemandangan indah," balas Syauqi terkekeh.
"Makasih ya, Mas. Karena semalam sudah membantu menyelesaikan pekerjaan," ucap Zhia, "hemm..." Zhia ingin bertanya tapi merasa ragu.
"Hem... kenapa?" tanya Syauqi datar.
"Apa semalam Mas Syauqi menggendong saya ke kamar?" tanya Zhia pelan, dia takut terdengar Nindy yang baru keluar dari kamar.
"Ahaa..... kau becanda? Bukankah semalam kamu jalan sendiri sambil setengah tidur?" jawab Syauqi dengan tertawa yang lumayan keras.
Kemudian Syauqi berlalu meninggalkan Zhia yang masih mematung di depan kamarnya.
Zhia tertunduk malu, wajahnya memerah seperti buah stroberry yang siap di makan.
Namun tiada yang tahu di balik tawanya Syauqi, tersimpan getar yang sulit diartikan.
Syauqi merasa girang mengerjai gadis polos pujaan hatinya.
"Menggemaskan sekali."
Seusai makan Nindy menawarkan diri untuk membereskan meja makan dan mencuci piring.
Dia merasa tak enak jika tidak melakukan apapun, karena dia juga tak bisa memasak.
Semenjak kecil tangannya fokus untuk menggambar desain karena memang hobinya.
Pak satpam penjaga butik yang biasanya tak pernah naik kelantai dua tiba-tiba datang.
"Mbak Zhia, Ada yang mencari Anda,"
kata pak satpam tersebut.
"Langsung suruh masuk saja," jawab Zhia ramah.
Tamu yang dimaksud naik kelantai dua dipersilahkan duduk di sofa.
"Assala'mu'alaikum"salam mereka bersamaan.
"Wa'alaikum salam,kalian pasti merindukan Zhia ya?" mata Zhia berbinar karena bertemu keluarganya.
"Nindy, kesini! aku kenalin sama keluargaku. Ini ibuku, Mas Rian kakakku, Mbak Tia kakak ipar ku, yang ini keponakan tersayangku, dan yang terakhir adalah Mas Iyas."
"oh... pasti Mas iyas ya yang kemarin kamu ceritain ke aku?" kata Nindy heboh.
Zhia langsung memerah dan hatinya berdebar-debar.
sedangkan Syauqi merasa kesal namun dia tetap tersenyum ramah karena dia ingin mendapat kesan yang baik di depan keluarga Zhia.
"Zhia, ini buat kamu, dijaga kesehatannya yaa! jangan mentang-mentang sibuk jadi lupa makan" ucap Iyas sambil meletakkan dua kantong penuh buah dan berbagai makanan di atas meja makan.
"Terimakasih ya, Mas Iyas,"Zhia merasa bahagia karena mendapat perhatian dari orang yang dicintainya.
"Zhia, mumpung Mas Rian libur, aku sengaja mengajak jalan-jalan. Kamu ada waktu enggak?"tanya Iyas tersenyum manis.
"Sebenarnya aku ingin sesekali jalan-jalan. Tapi tanggung jawab pekerjaanku banyak sekali," jawab Zhia dengan wajah sedih.
Syauqi yang masih duduk di kursi meja makan juga merasakan kesedihan itu.
"Gadis kecil itu memang butuh hiburan, supaya tidak terlalu stres karena pekerjaan."
Syauqi melirik jam tangannya, baru pukul 07.15.
"Jika kamu ingin jalan-jalan dengan keluargamu sebentar nggak papa. Biar sementara aku yang menggantikan, tapi jam setengah sepuluh sudah harus balik kebutik. Aku ada meeting penting," kata Syauqi.
"Kalau bukan karena ada keluargamu mana mungkin aku membiarkan kamu pergi dengan cowok sialan itu," batin Syauqi.
"Benarkah? Terimakasih banyak, Mas Syauqi. Saya tahu Anda memang orang yang pengertian," jawab Zhia spontan.
Kedua bola matanya bersinar terang seperti bintang.
Melihat wajah imutnya Zhia membuat Syauqi gelagapan karena gugub.
"Cepatlah! sebelum aku berubah pikiran," Timpal Syauqi.
Zhia langsung masuk kekamar dan mengambil tas.
"Mas Syauqi, Nindy, aku pamit sebentar," kata Zhia berpamitan.
Syauqi hanya membalas dengan senyuman.
"iya, selamat bersenang-senang ya," jawab Nindy.
Nindy tidak kalah senang karena dia punya waktu berduaan dengan orang yang di sukainya.
"Terimakasih banyak ya, nak Syauqi. Atas kebaikanmu. Jujur saja ibu sangat merindukan kebersamaan dengan Zhia," kata ibu Zhia tersenyum ramah.
"Iya, bu. sama-sama," jawab Syauqi sopan.
**************************
Zhia duduk dimobil belakang memangku keponakan tersayang, di sampingnya ada kakak iparnya dan ibunya.
Sedangkan Rian duduk didepan menemani Iyas yang menyetir.
"Kita mau kemana?" tanya Tia.
"Yang dekat dekat saja! karena waktunya terbatas," jawab Rian.
"Bagaimana kalau pantai? Tidak ada setengah jam sudah sampai" Iyas mengusulkan.
"iya, kepantai saja, sudah lama sekali ibuk tak kesana," jawab ibu Zhia menyetujui.
*************************
Di dalam butik hanya ada dua orang. Karena para karyawan lainnya belum datang.
Syauqi masih sibuk di ruang kerja menggantikan Zhia, karena tadi setelah Zhia pergi ada kiriman laporan dari butik cabang.
"Minum kopi, Syauqi?" tanya Nindy meletakkan kopi diatas meja kerja pemuda pujaannya.
"Aku tidak minum kopi," jawab datar Syauqi,
matanya sibuk melihat laporan.
"Kamu tidak ingat padaku ya? Aku adalah adiknya kak Lea, sahabatnya kak Elly. Dulu sewaktu masih SMA kamu kan sering ke sana," tanya Nindy kecewa.
Syauqi sebenarnya ingat saat masih SMA Papa dan Mamanya bertengkar membuat Syauqi frustasi. Jadi Syauqi sering kabur ke rumah suami kakaknya.
"Iyakah? Aku malah sudah lupa," jawab syauqi cuek, karena dia benci mengingat masa lalunya.
"Kau masih sama seperti dulu, dinginn... tapi menarik," kata Nindy sembari berlalu pergi membawa kopi tadi keruang kerjanya sendiri.
Syauqi acuh tak acuh,karena dia juga sibuk mempersiapkan meeting nanti di kantor.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa menjadi lebih baik kedeoannya😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Noer Anisa Noerma
ada yg d cuekin nih
2021-12-19
0
🎮 ⏤͟͟͞ROcthie ଓε⚽🏚€
Ayo Syauqi.... semangat 👍👍👍
2021-11-22
1
lilyreum
Like mendarat dari In 30th dan cinta seindah mimpi 🥰🥰
2021-06-19
0