Tanggal di kalender terus berganti dan berputar ke angka awal lagi.
Namun waktu dan kejadian yang telah terjadi tak bisa ulang kembali.
Sebelas bulan berlalu, Syauqi masih berada di Jepang mengembangkan bisnisnya.
Segalanya telah berubah tapi tidak dengan hatinya. Bayangan wajah Zhia yang cantik tak pernah luput dari ingatannya.
"Kamu sudah makan, Syauqi?" tanya seorang gadis blasteran Indonesia dan jepang.
"Sebentar," jawab Syauqi datar.
Wanita cantik yang sedang merangkul pundak Syauqi adalah Ishika, kekasih barunya Syauqi. Perawakannya tinggi semampai dan kecantikannya sebanding dengan Zhia.
Hubungan mereka baru berjalan empat bulan, perkenalan mereka berdua karena urusan bisnis, hingga akhirnya ishika menembak Syauqi. Tanpa pikir panjang Syauqi menerima cinta wanita tersebut. Karena gadis itu juga ramah,lembut dan perhatian seperti Zhia.
Namun Syauqi tak bisa membohongi diri sendiri, jika hatinya masih terukir nama Zhia.
Awalnya dia mengira dengan mempunyai seseorang di sampingnya yang memiliki kecantikan dan keanggunan seperti Zhia dia bisa melupakan Zhia.
Ternyata Syauqi salah... Cintanya kepada Zhia tanpa alasan.
Kini Syauqi semakin merasa bersalah karena memberikan harapan kosong pada Ishika.
"Ishika, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan," kata Syauqi menghentikan pekerjaannya.
"Apa?" tanya Ishika lemah lembut.
"Sebaiknya kita sudahi hubungan ini. Maafkan aku karena telah memberikan harapan palsu padamu. Beberapa bulan ini aku mencoba untuk mencintaimu tapi aku tak bisa. Hatiku sudah terlanjur terukhir nama orang lain," jawab Syauqi serius.
Syauqi merasa bersalah, karena dia juga pernah merasakan sakitnya ditolak oleh seseorang yang sangat dicintainya.
"Jangan pernah katakan putus! dari awal aku sudah tau kamu mencintai Zhia. Tapi kamu juga harus sadar Zhia lebih memilih Iyas. Aku mohon beri aku sedikit kesempatan lagi, aku yakin pasti bisa membuatmu mencintaiku," bujuk ishika memelas.
Ishika memeluk Syauqi dari arah belakang, sedangkan Syauqi yang tengah duduk di kursi kantor diam termenung...Syauqi tak menyangka jika ishika sudah tau semuanya.
Keheningan mereka seketika dibuyarkan dengan getaran ponsel milik Syauqi. Syauqi segera membuka pesan dari Kakaknya.
From: My Sister
Sudah saatnya kamu pulang, Syauqi! Jangan lupa siapkan kado istimewa untuk pernikahan Kakak cantikmu ini.
Tersungging senyuman di bibir Syauqi.
Dia ikut bahagia, akhirnya setelah kakaknya pernah terpuruk dan putus asa kini bisa memulai hidup baru.
Dia teringat kakaknya yang gila kerja dan tak bisa tidur jika tak meminum pil. Bahkan pernah berniat meminum racun, untungnya sebelum itu terjadi sudah ketahuan oleh dirinya.
Semua trauma dan depresi yang dialami kakaknya mulai luntur setelah bertemu Zhia.
Elly memulai memakai jilbab, rajin ikut siraman rohani.
"Ah Zhiaa... kehadiranmu merubah banyak hal dalam kehidupanku dan kakakku. Bagaimana kabarmu sekarang? Apakah kamu sudah menikah dan hidup bahagia bersama kekasih pilihanmu?"
Kerinduan Syauqi mulai merasuki jiwanya yang kosong.
Selama dia di jepang Syauqi memang sengaja tidak mencari tahu tentang Zhia.
Kemudian Syauqi teringat dengan gadis yang di sampingnya, bagaimanapun juga dialah saat ini yang menjadi kekasihnya.
"Ishika, mumpung ada waktu anterin aku beli kado pernikahan untuk Kakakku. Besok aku balik keindonesia," pinta Syauqi.
Dia hanya mencoba menghibur kekasihnya. Syauqi selalu merasa jika ishika seperti dirinya saat mengharapkan Zhia dimasa lalu.
"Baiklah, dengan senang hati," jawab ishika tersenyum ceria.
Syauqi memaksakan senyuman di bibirnya.
Mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah tempat mewah khusus perhiasan. Ishika menyarankan gelang dengan hiasan permata.
Syauqi menyetujuinya karena dia tak pernah tahu selera wanita.
Kemudian Ishika melihat sepasang cincin putih yang sangat indah, matanya sampai terbelalak dengan Kilauan permata tersebut.
Melihat ekspresi kekasihnya Syauqi langsung memesan sepasang cincin itu.
Hati ishika merasa melayang tinggi, wanita itu merasa secara perlahan bisa merebut hati Syauqi.
"Terimakasih banyak, Syauqi. Aku sangat senang sekali," ucap Ishika menggenggam jemari Syauqi erat.
Melihat Kekasihnya tersenyum, Syauqi juga ikut tersenyum. Dia hanya ingin Ishika merasa bahagia.
"Ayo kita pakai"ajak Ishika.
"Bolehhh"jawab Syauqi.
Akhirnya mereka berdua memakai cincin yang sama.
Di dalam mobil tak henti-hentinya Ishika melihat jari manisnya.
Sedangkan Syauqi justru menyetir sambil melamun.
"Apakah Zhia juga seperti ini setelah diberi cincin Iyas?" gumam Syauqi pada diri sendiri.
"Sadarlah Syauqi! Kamu sedang bersama kekasihmu kenapa memikirkan gadis lain yang hanya masa lalu?"
Syauqi terus menerus memaki dirinya sendiri didalam hati, sampai dia tidak fokus menyetir.
"Sialan!" umpat Syauqi.
Karena dia hampir saja menabrak pembatas jalan. Untung dia langsung mengerem mobilnya.
"Kamu ini kenapa?" tanya Ishika cemas.
"Tidak,hanya sedikit lelah," jawab Syauqi dingin.
"Biar aku yang nyetir saja," sela ishika.
Akhirnya mereka menukar posisi.
Tapi Syauqi kembali melamun lagi.
Ishika mulai menduga jika Syauqi memikirkan Zhia. Memang benar dia di beri cincin, tapi selama pacaran Syauqi belum pernah mengatakan cinta, sayang atau rindu.
Ishika jadi penasaran dengan gadis yang lebih muda darinya 5 tahun itu. Selama ini Ishika hanya tahu lewat foto dan informasi dari mata-mata yang dikirim.
Ishika merasa dirinya lebih cantik, lebih tinggi derajatnya.
"Syauqi, aku mau ikut kamu ke Indonesia. Aku ini kekasihmu, masa iya tidak diajak kepesta pernikahan kakakmu sendiri. Lagipula aku sudah lama tak kesana, aku rindu tanah kelahiran mamaku," bujuk Ishika sedikit memaksa.
"Oke, tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Syauqi balik.
Sebenarnya Syauqi merasa ragu dengan keputusan ini, akankah benar atau salah.
"Soal pekerjaan itu gampang," jawab Ishika bahagia, karena dia ingin lebih dekat dengan keluarga kekasihnya.
**********************************
Hari berikutnya mereka berdua sudah berada di bandara Indonesia.
Syauqi merasakan rindu dan sesak napas dalam waktu yang bersamaan.
"Sebaiknya kamu pulang ke nenekmu! Aku juga akan pulang ke rumahku. Aku akan menjemputmu saat malam pesta pernikahan."
Hanya itu yang dikatakan Syauqi, dia langsung mencegat taxi dan menyuruh kekasihnya masuk.
Ishika kecewa, tapi dia tetap menuruti kemauan Syauqi.
Selepas kepergian Ishika, Syauqi menghentikan taxi lagi.
Dalam perjalanan Syauqi meminta sopir itu melewati depan rumah Zhia.
"Maaf, Tuan. Tapi jalannya berlawanan arah dengan rumah Tuan," kata Pak Sopir sopan.
"Jalankan saja! Aku mampu membayar" jawab Syauqi datar.
"Baiklah, Tuan."
Sampai di depan rumah Zhia, Syauqi masih berdiam diri dari dalam taxi.
Dia melihat pekarangan Zhia sudah berubah menjadi tempat makan dan toko roti.
Memang tempatnya tidak terlalu besar, tapi karena ditata sedemikian rupa dan dihiasi bunga-bunga segar membuat ruko itu tampak rapi, bersih dan indah. Pengunjungnya juga Ramai.
Kemudian Syauqi melihat Zhia keluar dari rukonya sambil memberikan bungkusan kardus pada seorang ibu-ibu yang duduk di kursi.
Jantung Syauqi langsung berdetak kencang, tubuhnya bergetar dan napasnya menjadi sesak.
Kerinduan yang menyiksa memenuhi hati, pikiran dan denyut nadi Syauqi.
"Jalan, pak!" perintah Syauqi cepat, Takut Zhia melihatnya.
Walau hanya memandangnya dari jauh Syauqi merasa bahagia, rindu yang selama ini dipendam akhirnya terbayar dengan senyuman Zhia, walaupun senyumnya tadi bukan untuknya.
"Zhia... aku tak bisa berhenti mencintaimu"
Lirih hati kecilnya,tak terasa air matanya menetes...
Sesampai di rumah rupanya Kakak perempuannya sedang bepergian dengan calon suaminya.
Syauqi merasa jenuh, diapun memutuskan pergi ke kantor.
"Apa kabar, Bro?" tanya Dony yang melihat kedatangan Syauqi.
"Baik, bagaimana ruang kantorku? Lebih nyaman dari ruang kantor milikmu kan?Sepertinya kamu betah di sini?" goda Syauqi menyindir.
Selama Syauqi di Jepang segara urusan di perusahaan pusat diserahkan pada sahabatnya.
"Lumayan nyaman, sampai aku bisa gonta ganti cewek kesini mengira aku pemiliknya ha.. ha.." jawab Dony jujur.
"Kebrengsekanmu masih belum hilang juga," sindir Syauqi pedas.
"Bagaimana di Jepang? Sudahkah menemukan pengganti?" tanya Dony penasaran.
"Sudah dong, aku yang setampan ini banyak wanita mengantri," jawab Syauqi angkuh.
"Untuk merayakan kepulanganmu, bagaimana kalau malam ini kita ke club?" ajak Dony semangat.
Syauqi langsung mengangguk tanda setuju.
Di club mereka sudah setengah mabuk.
Dony berhenti minum karena jika mereka teler semua bagaimana pulangnya.
Sedangkan Syauqi masih meminum terus tanpa henti.
Ponsel Syauqi berbunyi terus, setelah ponselnya sudah diambil dari saku celananya, ponsel itu dia taruh lagi di atas meja.
"Zhia, aku merindukanmu... aku tak bisa melupakanmu," gumam syauqi mulai melantur.
Dony yang masih sadar merasa penasaran, dia membuka ponsel Syauqi.
"Kamu lebih brengsek, Bro. Sudah punya kekasih secantik ini masih mengharap Zhia," umpat Dony karena merasa iri.
Terimakasih karena sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA ini bisa berkembang lebih baik lagi.
Baca juga Scorpio, kisahnya tidak kalah menarik loh. yang pastinya bikin baper🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
❤️k_thv_❤️
masih hadir Thor. semangat
2022-05-16
0
Noer Anisa Noerma
suqi prustasi
2021-12-19
0
meE😊😊
kta y iahika sma sprti zhia tp aku ga prcya sma sekali krn mnurutku ishika brklakuan sprti iu hny mniru zhia agar shauqi mau sma dia n mlupakn zhia.. bgaiman mungkin se orang zhia yg luar biasa bs d smakan ma modelan ishika.. blm apa2 juga udh brani mata2in khidupan shauqi n zhia di masa lalu
2021-12-12
0